
Dan dalam perjalanan lebih tepatnya di lampu merah, pandangan Putri pun seketika fokus melihat kearah kirinya yang dimana terdapat lah dua anak laki-laki yang usianya baru 15 tahun yang dengan sabarnya anak itu memangku adiknya yang usianya masih sangat belia yaitu 5 tahun yang dengan kondisi sangat kumuh mereka pun menunggu seseorang memberikan sebutir uang mau pun selembar uang untuk mereka buat belikan makan nanti.
Melihat pemandangan yang sangat menyayat hati ini, rasa simpati Putri pun akhirnya mulai muncul. Dan tepat lampu merah yang berganti hijau, para pengendara pada berhamburan pergi. Putri pun putuskan untuk memarkirkan mobilnya terlebih dulu, dan setelah itu ia lantas langsung menghampiri mereka.
"Sayang, kalian kenapa apa kalian sangatlah lapar?".tanya Putri pada dua anak itu, Putri yang melihat pandangan mereka sangatlah memelas dan hanya menganggukkan kepala, ia pun akhirnya mengajak keduanya anak itu untuk ikut bersamanya.
"Ayo ikutlah kakak' Kakak ada sesuatu buat kalian."
"Tidak, kita tidak mau,"tolak sang Kakak yang dengan beraninya ia melindungi adiknya dari belakangnya
"Kalian jangan takut pada Kakak, Kakak bukanlah orang jahat percayalah sama Kakak.
"Apa Kakak yakin?"
"Apa wajah Kakak ini terlihat sangatlah seperti penjahat yang sedang menyamar?"jawab mereka, mereka hanya menggelengkan kepalanya.
"Jadi kalian mau kan ikut bersama kakak?.
"Baiklah kami akan ikut!"balas sang Kakak yang kemudian mereka pun akhirnya bangkit.
Berlalu mereka pun mengikuti langkah kaki Wanita muda yang berada dihadapannya. Tanpa ada rasa penasaran mau pun kecurigaan, kedua anak itu pun dengan pasrahnya hanya bisa mengikutinya sembari memegang perut mereka yang terlihat menahan lapar.
Tak sampai setengah jam. Akhirnya mereka pun telah sampai juga disalah satu Restoran yang tempatnya tak jauh dari mereka tadi, dengan perasaan yang terheran sekaligus bingung, mereka hanya bisa menatapnya tanpa berani bertanya langsung pada Wanita muda itu.
Melihat kedua anak ini memandangnya dengan tatapan bingung, ia langsung bertanya pada mereka.
"Apa yang kalian lihat dariku. Apa kalian masih berfikir jika aku adalah orang jahat yang inggin menculik kalian?"
"Bukan kak, kami sama sekali tidak ada pikiran seperti itu, kami hanya bertanya apa yang inggin kakak lakukan disini. Dan kenapa Kakak membawa kita kesini? Apa Kakak inggin memberikan kita makan?"tanya sang Kakak dengan terus-menerus ia yang memegangi perutnya.
"Iya Kakak inggin memberikan kalian makan, jadi pertanyaan Kakak, kalian inggin makan apa disini pesanlah.
"Kami gak butuh makanan yang enak mau pun yang bergizi Kak, kami hanya minta air, kami sangat haus kak, kami inggin minum." balas sang adik yang membuat Putri yang melihatnya pun merasa sangatlah tidak tega.
Dan akibat balasan dari anak kecil itu yang spontan membuat wajah Putri pun seketika berubah menjadi sangatlah sedih, dengan meneteskan air matanya Putri segera membelai rambut anak itu yang kemudian ia pun bergegas memangil Mbak pelayan.
"Kamu jangan kuatir ya sayang, selama Kakak ada disini. Kakak bakal membantu kalian, jadi kalian jangan cemas ya?" balas Putri yang memberikan senyuman manis pada mereka. Dan kemudian ia lantas memangil Mbak pelayan, tak berselang lama Mbak pelayan pun akhirnya datang.
"Iya Mbak mau pesan apa?"tanya Mbak pelayan dengan pandangannya yang fokus melihat kedua anak itu, sama dengan apa yang dirasakan Putri, Wanita itu pun ikut merasa kasihan ketika melihatnya.
"Mbak saya minta siapkan beberapa menu yang ada disini, saya inggin memborong semuanya, separuhnya aku minta dibungkus ya buat mereka!"balas Putri.
"Baik Mbak saya akan menyiapkannya, tunggulah?"
__ADS_1
"Baik Mbak."
******
Bersyukurlah karena selama ini kita bisa makan enak tanpa harus meminta-minta pada seseorang, dan bersyukurlah biarlah apa yang kita makan hanya sekedar nasi mau pun garam yang hanya menjadi pelengkap.
Karena kalian tidak akan tahu dan tidak akan merasakan seperti apa rasanya menahan lapar ketika kita tidak mempunyai sama sekali keluarga mau pun kerabat yang bisa kita minta tolong. Sama halnya dengan para anak jalanan yang berkeliaran dijalan dan hanya bisa meminta-minta uang pada seseorang, biar pun uang yang mereka minta hanya akan dikasih selembar mau pun satu koin, tapi kalian tidak akan tahu bagaimana rasanya bagi mereka mendapatkan uang itu.
Mungkin bisa dibilang bagi mereka mendapatkan uang selembar 5000 itu sudahlah menjadi hal yang paling membahagiakan buat mereka. Apalagi jika mendapatkan nasi dari seseorang yang sangat baik hati, itu juga mungkin sudah jadi kebahagiaan dan keberkahan buat mereka.
Lantaran apa yang mereka rasakan selama menjadi orang jalanan tidak akan semudah apa yang orang pikirkan, tidur dipinggir jalan dan hanya beralaskan koran mau pun kardus, bagi mereka itu sudah seperti menjadi tempat tidur yang sangatlah nyaman.
Inggin sekali ia mengeluh, tapi dengan siapa mereka akan mengeluh akan penderitaan yang mereka rasakan selama ini. Bahkan Satpol-PP mereka juga sama-sama manusia, tapi kenapa mereka dengan teganya mengusir kita dan membuat kita kesusahan mencari tempat tinggal baru.
"Makasih ya Kak karena Kakak sudah mau memberikan kita makan?"
"Apa kalian sudah kenyang."
"Iya kita sudah merasa sangat kenyang Kak, dan semua itu berkat bantuan dari Kakak baik, sekali terima kasih ya Kak terima kasih."
"Kalian anak-anak yang kuat dan pemberani, dan Kakak bangga sama kalian, oh iya Kakak juga inggin bertanya apa yang terjadi pada keluarga kalian, Papa dan Mama kalian. Apa mereka telah meninggalkan kalian?"
Mendengar pertanyaan yang diucapkan oleh Putri, mereka pun seketika terdiam dan hanya menundukkan kepalanya kebawah, hal itu membuat Putri tambah merasa sangat menyesal karena apa yang ia tanyakan ternyata tanpa sengaja ia malah melukai perasaan mereka.
"Sayang, kalian jangan bersedih, Kakak hanya bertanya jadi maafkan Kakak kalau apa yang Kakak tanyakan ini sangatlah menyakiti kalian, maafkan Kakak?"
"Kalian sangatlah hebat, Kakak jadi malu sama kalian, kalian sangatlah kuat dan tabah menghadapi semua cobaan yang kalian alami selama ini, tapi biar pun begitu kalian masih sangatlah kuat dan tidak mudah putus asa."
"Oh iya Kak kita sudah waktunya untuk pulang, jadi apa bisa kita merepotkan Kakak lagi, tolong antarkan kita pulang. Karena kita tidak mau Pak herman akan sangat marah sama kita jika kita telat nantinya."
"Herman, siapa dia sayang?"
"Dia itu orang yang sering memberikan kita makan dan tempat tinggal Kak, tapi itu tidaklah gratis jadi syaratnya yang harus kita terima dia menyuruh kita untuk menggamen dan meminta-minta uang pada orang yang kemudian uang itu nantinya kita akan setor pada Pak Herman."balas sang Kakak yang spontan membuat Putri yang mendengarnya pun inggin sekali marah.
"Dasar bedebah manusia macam apa dia kenapa dia malah memperlakukan kalian seperti ini, kalian anak yatim jadi harusnya dia malah membantu dan menyayangi kalian, tapi kenapa dia malah memanfaatkan kalian."
"Kami tidak apa-apa kok Kak, biar pun ini sangatlah susah tapi kehidupan seperti ini sudah sering kita jalani jadi kami gak papa kok Kak, jadi cepat antarkan kami ya Kak ini sudah pukul 15:00 soalnya kita tidak mau telat yang nantinya akan mendapatkan hukuman."
"Baiklah kalian tenang aja, Kakak akan mengantarkan kalian, kalian jangan cemas ya?".
"Makasih ya Kak?".
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN
__ADS_1
"Sayang, jadi ini tempat yang kalian bilang?"
"Iya Kak ini memang tempatnya, Sekarang aku minta Kakak cepatlah pergi ya. Karena kami tidak mau Kakak akan celaka kalau Pak Herman sampai Melihat Kakak, jadi cepatlah pergilah Kak cepat..."usir anak Laki-laki berusia 15 tahun itu.
"Ada apa dengannya, kenapa dia terlihat sangatlah takut jika orang yang namanya Herman sampai melihatku?"batin Putri yang tambah merasa sangat penasaran.
"Baiklah Kakak akan pergi, jaga diri kalian ya?"
"Iya Kak makasih ya atas makanan pemberian Kakak terima kasih?"
"Iya sayang sama-sama ya sudah Kakak tinggal dulu."
"Baik Kak." bergegas Putri pun akhirnya pergi meninggalkan mereka
" Ada apa dengan mereka sebenarnya, kenapa anak itu sangatlah takut kalau aku sampai bertemu dengan seseorang yang namanya Herman itu. Ini gak bisa dibiarkan aku harus menyelidikinya,"batin Putri yang kemudian tanpa berkata lagi, ia pun bergegas turun dari mobilnya.
Sedangkan dua anak laki-laki tadi yang baru aja melangkahkan kakinya masuk, mereka sudah disambut oleh seseorang yang mukanya terlihat sangatlah jahat. Melihat siapa seseorang yang sudah menantinya, kedua anak laki-laki itu pun seketika terlihat sangat ketakutan, bahkan sang Adik yang melihat, ia pun memutuskan untuk bersembunyi dibelakang Kakaknya untuk mendapat perlindungan.
Sedangkan Laki-laki itu yang melihat sasarannya sudah kembali, bergegas Pria itu pun menarik kera atas Anak laki-laki berusia 15 tahun tersebut.
"Heyy darimana saja kalian, kenapa kalian baru aja datang. Dan mana uang kalian hasil mengemis tadi, mana...."gertak Pria itu sembari mencengkram kera anak laki-laki.
"Ma...maaf Om, kami tidak membawa uang sama sekali, tadi kita sangatlah kelelahan maafkan kami, kami tidak membawa uang maafkan kami,"balas anak laki-laki yang hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Apa...apa kalian sudah tidak takut lagi denganku. Apa kalian mau saya usir!"gertak Pria itu yang terlihat sangat marah.
"Maafkan kami om! Maafkan kami!"
"Cepat pergilah dan cari uang sana, kalian tidak akan saya ijinkan masuk kedalam Rumah kalau kalian tidak membawakan uang, cepat pergilah."
"Tapi Om kami sangat lelah Om...kami sangat kelelahan."
"Hentikan, anda benar-benar tidak punya hati, bagaimana anda bisa setega ini sama mereka, mereka masih sangatlah kecil jadi bagaimana mungkin anda bisa sejahat ini sama mereka?"gertak Seseorang yang tiba-tiba masuk dan memarahi Pria itu.
"Heyy siapa kamu berani sekali masuk kedalam Rumah ini, siapa yang menyuruhmu?"bentak seseorang itu.
"Aku tidak perduli itu, yang terpenting sekarang aku ingin mengajak mereka untuk pergi dari sini. Karena mereka pastinya akan sangat tersiksa tinggal disini, ayo sayang ikutlah Kakak, disini bukanlah tempat yang cocok buat kalian ayo cepatlah pergi!"ajak Putri yang langsung menarik tangan mereka dan berlindung dibelakangnya.
"Hey...heyy apa maksud kamu, berani sekali anda berniat seperti itu, mereka ini tanggungan saya, jadi sudah seharusnya mereka tinggal bersama saya dan menurut apa perkataan saya."
"Jadi maksud anda memperlakukan mereka dengan cara seperti itu, itu anda bilang sudah jadi tanggungan anda, hanyalah orang gila lah yang bisa berfikir seperti itu, sudah sayang cepat kalian masuklah kedalam Mobil Kakak jangan pikirkan apa yang dikatakan Om ini, cepat pergilah."
"Baik Kakak."
__ADS_1
"Heyy jangan pergi kalian."
BERSAMBUNG.