PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
EP 4 : PERSIAPAN KELAHIRAN


__ADS_3

"Kamu sedang apa, Sayang?" Melvin tampak penasaran melihat sang istri sedang menunduk-nunduk di dalam kamar mandi sembari menyingkapkan tunik yang dikenakannya dalam posisi membelakangi pintu.


Sejak tadi Melvin sibuk sendirian membereskan barang-barang yang akan mereka bawa ke rumah sakit. Ruby meminta izin ke kamar mandi sebentar, tapi sampai ia selesai beres-beres, istrinya tak kunjung keluar. Saking khawatir terjadi apa-apa dengan istri yang sedang hamil besar itu, akhirnya ia ikut menyusul ke dalam kamar mandi. Entah apa yang dilakukan sang istri yang sepertinya sedang sangat fokus dengan sesuatu.


Ruby menghentikan aktivitasnya. Ia berbalik sambil memasang wajah merajuk. "Kak ... bantu aku membersihkan punyaku. Aku tidak mau di rumah sakit nanti dibersihkan oleh perawat." Ia meminta tolong dengan menahan malu.


Perutnya yang besar menyulitkan dirinya melakukan hal itu sendiri. Ia juga enggan masuk ke salon kecantikan karena tidak mau area pribadinya dilihat oleh orang lain. Kalau saja proses melahirkan begitu mudah, mungkin ia akan memilih melahirkan sendiri di rumah.

__ADS_1


Akibat terlalu kelelahan setelah melakukan perjalanan babymoon di Dubai selama seminggu yang dilanjutkan jalan-jalan keliling Eropa selama dua minggu, Ruby mengalami masalah dengan kandungannya. Dokter Ester mengatakan bahwa Ruby terkena Palcenta Previa, yaitu plasenta bayi yang menghalangi jalan lahir. Niat untuk melahirkan secara normal kini sudah lenyap ketika Dokter Ester memutuskan bahwa Ruby lebih baik melahirkan secara cesar.


Sebagai seorang calon ibu muda yang belum memiliki pengalaman melahirkan, tentu saja ada rasa gugup yang Ruby rasakan. Membayangkan tentang operasi saja sudah membuatnya takut. Seumur hidup belum pernah ia masuk ke dalam ruang operasi. Demi calon buah hatinya, segala ketakutan yang dirasakan, ditepis begitu saja.


Melvin tersenyum-senyum dengan kelakuan istrinya. "Sayang, aku sudah biasa melihat tubuhmu. Kenapa harus malu untuk meminta bantuan seperti itu?"


"Kak, kamu nggak pengin?" goda Ruby. Melvin berusaha tidak terpancing dengan pertanyaan istrinya.

__ADS_1


Setelah pulang dari liburan, Melvi dimarahi oleh Dokter Ester. Ia curiga lelaki itu terlalu bersemangat mengajak istrinya bercinta sampai menimbulkan komplikasi pada kehamilan Ruby. Sejak saat itu, ia tidak diperbolehkan untuk berhubungan sementara dengan istrinya. Ia sampai uring-uringan dengan larangan tersebut. Untung saja ia memiliki seorang istri yang tetap mau dan mampu memuaskannya dengan cara lain tanpa harus melakukan pen3trasi. Setidaknya kebutuhan dirinya tetap bisa terpuaskan.


"Kamu kenapa, Sayang? Mau aku dimarahi lagi oleh Dokter Ester?" Melvin berbicara sembari tetap fokus dengan apa yang dilakukannya.


Beberapa saat kemudian, milik Ruby sudah bersih dan rapi berkat bantuan Melvin. Mereka akhirnya berangkat menuju rumah sakit dengan konvoi beberapa kendaraan pengiring. Selain ada Melvin dan Ruby, keluarga Pak Wijaya dan Keluarga Adinata turut serta untuk menyambut kehadiran cucu pertama di keluarga mereka. Ruby dan Melvin serasa menjadi pejabat penting negara yang bahkan menggunakan pengawalan polisi untuk mengamankan perjalanan mereka.


Sesampainya di rumah sakit, ia mendapatkan kamar dan pelayanan kelas President Suite yang mampu menampung keluarganya juga. Ruby merasa senang mendapat semangat dari banyak orang untuk menjalani proses operasi cesar.

__ADS_1


__ADS_2