PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
PERASAAN PUTRI YANG SEBENARNYA.


__ADS_3

"Kenapa?Kenapa kamu jadi terdiam seperti ini, apa aku telah menyingung perasaan kamu?" tanya Gibran.


"Aku kira hanya aku aja yang tidak mendapat ijin dari kedua orang tua dengan impian yang kita pilih, tapi ternyata kamu juga mengalaminya?"balas Putri yang membuat Gibran jadi bingung.


"Maksud kamu?"tanya balik Gibran.


"Sebenarnya impian menjadi Dokter itu adalah impian terbesarku, tapi Mama dan Papa melarang keras aku menjadi Dokter karena mereka tidak setuju dengan keputusanku itu. Karena mereka lebih mau aku menjadi seorang Presdir di Perusahaan milik Papa sendiri dan mau aku jadi penerus Papa nanti?"


"Selain inggin menjadi seorang Dokter, aku juga inggin membangun Rumah sakit untuk orang yang tidak mampu agar mereka bisa mendapat penanganan kesehatan dengan cepat, tanpa harus memikirkan masalah pembayaran yang sangat membuat mereka tambah akan merasa sangat kesulitan.


Dan selain itu aku juga inggin membangun panti asuhan karena jujur aku sering melihat anak-anak kecil yang sudah jadi anak yatim piatu. Dan diusianya yang masih terbilang sangat muda.


Dan diusianya itu mereka bukan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya, tapi mereka sudah banting tulang mencari uang untuk menghidupi hidup mereka, jujur melihat pemandangan seperti itu entah kenapa hatiku rasanya pedih banget.


Aku merasa beruntung walaupun hidupku terbilang penuh dengan kekurangan lantaran Papa dan Mama yang lebih fokus dalam urusan pekerjaan, aku beruntung karena aku masih bisa makan enak, apalagi usiaku yang masih 17 tahun aku akan berjuang untuk menggapai mimpiku itu.


Dan diusia kita yang masih remaja kita ini aku tidak mau melewatkan momen-momen penting yang akan terlewat, bagiku masalah percintaan itu no 2 karena tujuan pertama aku hidup, aku inggin membahagiakan kedua orang tuaku terlebih dulu.


Setelah aku sukses barulah aku akan memikirkan tentang pasangan. Karena jodoh sudah ada tuhan yang mengatur jauh apapun jodoh kita, jika dia memang jodoh pemberian tuhan. Aku yakin tuhan akan mempertemukan kita dengan jodoh kita tanpa mencarinya dengan susah payah. Aku yakin dia akan datang dengan sendirinya karena cinta tahu kapan dan dimana dia akan berlabuh kembali kerumahnya,"ucap Putri sambil melihat kearah Gibran.


"Iya yang kamu katakan memang benar, dia usia kita yang masih remaja ini, kita tidak boleh melewatkan kesempatan ini hanya untuk bersenang-senang saja. Bukan untuk main dan bersenang-senang dengan pacar yang akhirnya membuat pikiran jadi khilaf dan melakukan hubungan yang tidak seharusnya terjadi, yang akhirnya membuat kita tambah melakukan dosa dan merasakan penyesalan yang sangat dalam.


Masa remaja adalah masa yang indah jadi sebagai anak muda kita harus tahu mana yang benar, dan mana yang salah.


Impian kamu adalah impian yang sangat mulia, bahkan diusia kamu masih 17 tahun ini kamu sudah punya pikir seperti itu, dan itulah yang membuatku tambah semakin kagum sama kamu Put!"ucap Gibran lagi yang kemudian mereka pun sama-sama lihat, membalas senyuman masing-masing.


"Dan setelah melihat pengorbanan Papa dan Mama selama ini aku tidak mau mengecewakan mereka. Jadi akhirnya mau gak mau nanti aku akan menyetujui permintaan Papa yaitu menjadi penerus Papa?"

__ADS_1


"Terus dimana dengan impian kamu menjadi Dokter? Apa kamu inggin melupakannya begitu saja?"


"Iya aku rasa aku akan melupakannya, menjadi Dokter mungkin itu hanya akan jadi mimpi dan bayang-bayang tidurku saja."


"Ya sudah turunin aku disana aja, kita kan udah sampai di Rumahku?"


"Sangking seriusnya kita ngobrol, aku sampai tidak sadar kalau kita ternyata telah sampai di Rumahmu?"


"Iya betul sekali, makasih ya atas tumpangannya?"


"Baiklah sama-sama, ya sudah aku pergi dulu?"


"Baiklah berhati-hatilah!"


"Baiklah!"


"Putri tunggu?"ucap Gibran yang kemudian langkah Putri pun terhenti. Kemudian entah apa yang inggin dilakukan Gibran, ia tiba-tiba ikut turun dan menghampiri Putri, setelah sampai didepan Putri, Gibran yang tadinya hanya diam tidak mengatakan apa-apa.


Dan Putri yang agak bingung melihatnya tingkahnya, seketika Putri pun dibuat terkejut lantaran tiba-tiba yang langsung mendekap tubuh Putri dan memeluknya dengan sangat erat sambil mengatakan.


"Gibran apa yang kamu lakukan?"tanya Putri yang begitu terkejut setelah gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba Gibran langsung memeluknya.


"Aku tahu kalau aku salah telah mencintai kamu, dengan berusaha sangat keras aku inggin melupakan kamu tapi entah kenapa perasaan ini sangatlah sulit untuk aku singkirkan dari dalam hatiku.


Aku tidak pernah memaksa untuk kamu mencintaiku, tapi aku hanya inggin mengatakan jangan suruh aku untuk melupakan kamu, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa melakukan itu.


Sekarang aku sudah memutuskan, biarkan aku hidup dalam perasaan yang seperti ini, karena aku tidak akan masalah dengan beban dan derita yang akan aku bawa nanti. Biarpun sekarang kita tidak bisa bersatu tapi setidaknya kamu mau kan jadi teman terbaikku?"

__ADS_1


Teman yang slalu ada disaat teman yang lagi terluka, dan kamu siap untuk mengobati lukaku, disaat teman yang lagi susah dan membutuhkan pertolongan, kamu dengan setia akan membantuku dan menolongku. Dan disaat teman lagi ada banyak masalah yang menimpanya, kamu dengan sigap akan memberikan bahu kamu untukku, kamu tidak keberatan kan dengan permintaanku ini?" ucap Gibran yang masih memeluk Putri.


Belum juga Putri membalas pertanyaan yang dikatakan Gibran barusan, Putri dengan langsung-langsung melepaskan pelukan yang dilakukan Gibran saat ini.


"Maaf aku tidak bisa mengabulkan permintaan kamu itu? Maafkan aku!"tolak Putri yang kemudian dia yang hendak akan pergi, Gibran pun melarangnya.


"Tapi kenapa, dan apa alasannya?"tanya Gibran yang


"Alasannya hanya ada satu, aku tidak mau jika aku akan menggalami perasaan yang sama sepertimu. Karena jujur cinta tidak bisa dimengerti, ada banyak wanita yang memilih berteman dengan seorang laki-laki, jika awalnya bersahabat mereka akan baik-baik saja tapi setelah itu bukan kesetiaan yang akan mereka dapatkan sebagai seorang sahabat, tapi kecemburuan lah yang akan menghancurkan semuanya.


Aku tidak mau semua itu akan terulang lagi, semakin kamu mendekatiku dan melihatku setiap harinya, maka semakin banyak luka yang akan kamu dapatkan nanti, jadi cukup persahabatan kita berjalan seperti ini aja yang kita lakukan, aku tidak mau karena aku? Kamu akan tambah terluka, jadi sekarang cepat pulanglah!"perintah Putri yang berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.


"Baiklah jika itu memang keputusan yang kamu ambil sekarang, aku tidak akan pernah memaksamu untuk mau berteman lebih kepadaku, jadi masuklah aku akan pergi jika kamu sudah masuk kedalam rumah kamu, masuklah!"perintah Gibran sambil memalingkan wajahnya dari Putri, dan terlihat dari raut wajah Gibran yang terlihat seperti menahan air mata yang dia tahan agar tidak sampai menjatuhi pipinya.


"Baiklah aku akan masuk, maafkan aku,maafkan aku!"ucap Putri yang kemudian dia pun membuka pintu rumahnya, sesekali ia pun melihat kearah Gibran, tapi Gibran sengaja tidak melihatnya.


Setelah menyadari jika Putri sudah masuk kedalam rumah, Gibran pun lantas masuk kedalam Mobilnya, melajukan laju Mobilnya kembali.


Sesampainya Putri didalam kamar yang bermotif berwarna pink itu, tubuhnya pun seketika merosot kebawah, bersandar dibelakang pintu berwarna putih polos itu, sambil memeluk kedua lututnya lalu menyembunyikan wajahnya dari kedua lipatan tangannya sembari mengatakan.


"Maafkan aku..maafkan aku..kalau sejujurnya aku telah berbohong sama kamu, aku sadar jika perasaan aneh yang telah aku rasakan selama ini, semua itu ternyata perasaan yang sama seperti yang kamu rasakan selama ini, yaitu mencintaimu.


Maafkan aku, aku tidak mau jika kamu tahu kalau aku juga mencintaimu, kamu akan berani membantah kedua orang tua kamu hanya karena aku, kamu anak yang pertama dan aku tidak mau kamu akan durhaka pada orang tua, mereka lebih tahu mana yang lebih cocok buat kamu, biar aku sendiri yang menjaga perasaan ini dan merasakan gimana rasanya patah hati? Kamu terlalu baik dan aku tidak mau membuat kamu dalam masalah karena aku, maafkan aku!"


Ucap Putri yang akhirnya dia baru menyadari perasaan apa yang telah ia rasakan selama ini. Tak hanya Putri saja yang menggalami perasaan itu, Gibran dari raut wajah yang terlihat sangat sedih, berusaha menahan air matanya agar tidak terjauh, usahanya pun akhirnya sia-sia setelah ia yang tak mampu lagi untuk membendung air mata itu, yang akhirnya air matanya pun terjatuh membahasi kedua pipinya setelah tadinya ia mengendarai mobil dengan kecepatan agak tinggi, ia pun lantas memberhentikan laju mobilnya ditepi jalan dan disitulah ia menggeluarkan semua air matanya.


"Kenapa?Kenapa aku harus merasakan semua ini, untuk apa cinta hadir didalam hatiku, jika pada kenyataannya cinta itu tidak bisa aku miliki untuk apa, untuk apa?" ucap Gibran yang menyenderkan kepalanya pada setir mobil yang berada dihadapannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2