PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
22 " Tindakan kelewatan "


__ADS_3

Revi yang sedari tadi hanya memperhatikannya dengan menunjukkan tatapan sinisnya, sembari mengepal tangan kanannya. Akhirnya kemarahan Revi pun memuncak tak memperdulikan apa yang akan terjadi selanjutnya, dengan berjalan cepat kearah Putri ia pun menjambak rambut Putri dari belakang. Hingga kemudian Revi pun dengan sengaja ia langsung mendorong tubuh Putri hingga terjebur kedalam kolam yang sangat jernih.


Melihat apa yang barusan dilakukan Revi, spontan semua pandangan mata pun beralih menatap kearah mereka, bergegas mereka pun berbondong-bondong berlari menghampirinya.


Gibran yang baru menyadari jika Putri tidak bisa berenang, dengan sigap dan langkah seribu, ia pun tanpa melepaskan pakaiannya terlebih ia menceburkan diri kedalam kolam, sesaat ia pun menarik tubuh Putri yang sudah mulai terjerumus di kedalaman kolam. Berhasil membawa Putri ketepian, teman-temannya yang melihat mereka pun membantunya.


"Putri apa kamu baik-baik saja. Kamu gak terluka kan?"tanya Gibran dengan suara yang tersengal-sengal dan terlihat sangatlah cemas.


"Apa ini. Apa Gibran beneran mencemaskan ku?"batin Putri dengan tatapannya yang terus-menerus memandang kedua bola mata Gibran.


"Kamu lihat kan, kamu bukan hanya berhasil menggambil hati Putraku, tapi kamu juga berhasil membuat Suamiku beralih mencemaskan mu?"gertak Revi yang kemudian ia pun putuskan untuk pergi dan menjauhi mereka.


Lantaran akibat semua make'up Putri yang luntur akibat terkena air tadi, wajah Putri pun terlihat sangat jelas di bagian sudut bibir kanannya yang terlihat memar seperti sehabis terkena pukulan. Semua teman Putri yang baru menyadarinya, ia lantas langsung bertanya.


"Putri sudut bibirmu memar, apa kamu habis mendapatkan tindak kekerasan dari Suamimu?"tanya Verrel yang spontan membuat pandangan Gibran pun beralih menatapnya.


"Bibirmu memar. Apa benar kamu habis menggalami tindak kekerasan KDRT?" tanya Gibran yang membuat Putri bingung mau berkata apa.


"Sangat disayangkan ternyata Wanita sepertimu bisa mendapatkan perlakukan seperti itu juga ternyata. Tapi aku tidak menyalahkan Suamimu sih, kan pada dasarnya tidak akan ada luka jika tidak ada awal kesalahan yang kamu perbuat. Dia bisa jadi mendapatkan KDRT karena mungkin dia termasuk Wanita yang suka melirik Suami lain atau bisa dibilang selingkuh dengan Laki-laki lain misalnya."


"Diam, kamu tidak tahu apa-apa jadi akan lebih baik kamu tutup mulutmu Rev!"gertak Gibran yang kemudian membuat Revi pun berbalik menatap kearah Gibran.


"Kamu lihat kan, kamu bukan hanya berhasil menggambil hati Putraku, tapi kamu juga berhasil membuat Suamiku yang beralih mencemaskan mu. Dan ini kan yang kamu inginkan!" gertak Revi.


Mendengar perkataan yang barusan diucapkan Revi , tanpa berfikir lagi dengan segera Gibran pun akhirnya langsung menarik tangan Revi dan membawanya pergi ke suatu tempat. Dan kemudian Revan yang pada saat itu ia juga melihatnya, ia pun akhirnya ikut menyusul keduanya yang berjalan kearah barat.


Berjalan dengan langkah cepat dan disusul oleh Revan dari belakangnya, dan dengan cengkraman Gibran yang semakin kasar membuat Revi pun tidak bisa berbuat apa-apa setelah Gibran yang dengan sengaja mencengkram lengan Revi dan menghalanginya untuk jangan pergi.

__ADS_1


" Revi kamu itu benar-benar udah gila ya, apa yang kamu lakukan tadi kenapa kamu sampai senekat itu mendorong Putri kedalam kolam. Apa kamu gak mikir apa yang akan terjadi kalau Putri sampai kenapa-kenapa atau pun dia menggalami benturan apa kamu tidak mikir itu!"


"Bela terus memang hanya dia orang yang ada dipikiran kamu, bahkan sekali aja kamu tidak pernah memperdulikan ku. Bagimu apapun yang aku lakukan kamu selalu menganggapnya salah dan selalu salah.


Belum juga Revi terdiam dari perkataan yang barusan ia katakan, dengan terkejutnya Revi pun terdiam setelah adanya seseorang yang tiba-tiba datang dan memberikan satu tamparan padanya. Seseorang itu yang tak lain ia adalah Revan.


Terkejut dengan tindakan apa yang barusan dilakukan Revan padanya, Revi pun akhirnya bertanya balik kepadanya.


"Kak Revan. Apa yang Kakak lakukan kenapa Kakak tiba-tiba menamparku, apa kesalahanku?"


"Kamu masih bertanya juga ternyata, selama ini aku berfikir kalau kamu itu orang yang baik dan selalu menurut dengan perkataan orang tuamu. Dan aku selalu berfikir kalau Gibran sulit mencintaimu karena dia masih berharap lebih akan cinta pertamanya. Akan tetapi ternyata semua dugaanku itu sangatlah salah, bukan cinta pertama yang menghambat Gibran untuk sulit mencintaimu. Tapi kamu sendirilah yang membuat Gibran sulit untuk mencintaimu. Apa kamu sadar apa yang kamu lakukan selama ini, dan menurutku apa yang dikatakan Putri tadi memang sangatlah benar sebagai seorang Ibu, harusnya kamu itu tahu mana yang benar dan mana yang salah, tapi apa yang kamu lakukan tadi. Kamu memperlakukan Rasya dengan kasar, apa kamu pikir dengan perlakukan mu seperti tadi itu sangatlah pantas untuk Rasya yang masih sangat kecil.


"Bela terus dia, kenapa gak Gibran kenapa gak Kakak selalu aja membelanya, sedangkan aku kalian selalu memojokkan ku seperti ini. Kalian tidak pernah tahu apa yang aku rasakan selama ini, makanya dengan gampangnya kalian bisa berkata seperti itu."


"Sudahlah aku capek berdebat terus sama kamu, dia sama sekali tidak pernah menurut apapun yang aku katakan, jadi sebagai Kakaknya mendingan kamu aja yang menghadapinya sekarang terserah apapun yang inggin ia lakukan aku tidak akan pernah mau memperdulikannya, Revan aku cabut dulu,"pamit Gibran dengan menepuk pundak Revan.


"Sama yang dikatakan Gibran aku juga sudah capek mengatur Adikku sendiri jadi terserah kamu mau melakukan apa sekarang, yang jelas mulai sekarang apapun yang kamu lakukan aku tidak akan pernah mau ikut campur, sekarang terserah apa yang inggin kamu lakukan. Dan hanya pesanku sebelum kamu akan menyesal nanti Rev, Putri... dia sebenarnya belumlah menikah jadi cepatlah berubah sebelum Gibran terlebih dulu cintanya akan kembali pada Putri dan berbalik dia akan melepaskan kamu, hanya itu yang inggin aku ucapkan. Karena jujur melihat sikapmu yang seperti ini, aku berfikir tidak ada alasan yang berat baginya jika Gibran tidak akan mungkin cintanya akan kembali berlabuh pada Putri."


Ucap Revan yang kemudian tanpa berkata lagi pada Revi, ia pun akhirnya pergi meninggalkan Revi sendiri tanpa mau memperdulikannya lagi. Sedangkan Revi yang ingat perkataan Revan seketika ia pun merasa sedikit cemas.


"Ja...jadi Putri dia belumlah menikah terus anak kecil itu siapa? tidak, ini tidak bisa aku biarkan aku gak bisa diam saja seperti ini. Aku gak mau kehilangan Gibran, biarpun Gibran sulit untuk mencintaiku tapi aku tidak mau kehilangan dia, hidupku jadi hancur dan semua ini gara-gara satu Wanita sialan itu yaitu Putri, jadi untuk kali ini aku tidak mau kehilangannya, Gibran sudah berada di genggamanku jadi aku tidak mau kehilangannya.


"Dan kenapa semua orang pergi dan beranggapan kalau aku yang salah, kenapa mereka semua sama aja tidak ada yang bisa ngertiin aku, hanya Alex lah orang yang paling bisa ngertiin aku. Lex aku kangen sama kamu, aku kangen sama kamu!"batinnya yang kemudian ia pun akhirnya putuskan untuk pergi.


******


"Putri bajumu sudah basah kuyup, apalagi sekarang hawanya juga sangatlah dingin jadi lebih baik kamu pulang dulu aja aku gak mau kamu akan masuk angin nanti. Apalagi kita juga tidak ada yang membawa pakaian ganti jadi mendingan kamu cepatlah pulang,"perintah Nina.

__ADS_1


"Baiklah aku juga berfikir seperti itu, maaf ya teman-teman dipertemuan kita ini kalian malah harus menyaksikan kejadian yang tidak seharusnya kalian lihat, maafkan aku."


"Kamu tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri Put, kita tahu permasalahan apa yang sedang kalian alami semasa dulu, bahkan Sally yang sampai sekarang masih mendekap dipenjara aku pun tidak mau menyalahkan mu. Karena apa yang mereka lakukan sangatlah salah, dan Sally juga pantas untuk menerimanya, sedangkan Revi aku juga tahu kalau sikap dia sedari dulu tidak pernah berubah dan masih aja bersikap seperti anak SMA. Apalagi tahu kalau hubungan mereka juga karena adanya perjodohan aku sadar Revi pasti masih sangatlah membencimu.


Mendengar perkataan Verrel yang berkata kalau Sally masih dipenjara, tiba-tiba ia pun menjadi melamun dan memikirkan sesuatu yang kemudian ia pun putuskan untuk bertanya.


"Tunggu tadi kamu bilang Sally masih mendekam dipenjara, jadi sampai sekarang ini dia belum juga terbebas dari penjara?"tanya Putri dengan wajah terkejutnya.


"Iya yang aku dengar dia memang belumlah bebas sampai sekarang.


"Astaga kasihan sekali ini, semua ini sudahlah cukup, dia berhak untuk bahagia dan terbebas,"batinnya sembari memikirkan sesuatu.


"Putri...apa yang kamu pikirkan?"tanya Nina yang bingung melihat Putri yang tiba-tiba melamun.


"Tidak aku tidak lagi memikirkan apa-apa kok."


"Ya sudah pulanglah nanti yang ada kamu akan masuk angin jadi cepat pulanglah."


"Baiklah maaf ya teman-teman kalau aku harus pergi dulu dari acara ini.


"Iya gak papa kok Putri lain kali kalau kita ada waktu luang, kita kan bisa berkumpul lagi. Yang jelas sekarang cepat pulanglah gaunmu sudah basah kuyup pasti kamu pasti sangat keinginan sekarang."


"Baiklah kalau aku pulang ya."


"Dahhh.


"Dahhh.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2