PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
KENA BATUNYA


__ADS_3

"Selamat siang, ada perlu apa Bapak-Bapak polisi datang ke sini?"


Teresa menyambut ramah kedatangan serombongan polisi ke rumahnya. Dengan tenang ia mempersilahkan empat orang perwakilan polisi untuk duduk di ruang tamu. Ia yakin laporannya kepada pihak polisi tentang peecobaan pembunuhan dirinya oleh polisi sudah ditangani dengan baik.


"Kehadiran kami ke sini untuk memberikan surat penangkapan Nyonya Teresa Jiwanti atas tuduhan penyiksaan dan penyekapan terhadap Nona Gita Putri Kusuma."


Teresa menelan ludahnya sendiri. Matanya membelalak mendengar penyataan polisi yang berkebalikan dengan apa yang ia harapkan. Seharusnya ia mendapat berita penangkapan Gita, bukan dirinya.


"Pak, sepertinya ada kesalahan." Teresa tampak terlihat mulai panik mendengar namanya dijadikan tersangka.


"Nanti akan kita kaji lebih jauh di kantor polisi. Lebih baik Ibu ikut bersama kami terlebih dahulu. Anda boleh menghubungi pengacara jika ingin membela diri."


"Maaf, Pak ... saya yang mengajukan kasus percobaan pembunuhan yang dilakukan anak tiri saya terhadap diri saya. Kenapa malah saya yang dituduh telah menyekap anak tiri saya?"


"Jawabannya ada di kantor polisi, Ibu. Silakan ikut kami secara baik-baik atau kami terpaksa harus melakukan cara paksa." polisi itu masih bersikap sabar menghadapi Teresa.


Teresa tak memiliki pilihan selain menurut dengan para polisi itu. Ia menyerahkan dirinya untuk dibawa ke kantor polisi. Sebelum ia pergi, ia sempat mengirimkan pesan kepada salah seorang pengawalnya agar menghubungi pengacara.


Nasib Teresa tidak terlalu baik. Nasib perusahaannya diambang kehancuran setelah ditinggalkan oleh investor utamanya. Semua gara-gara Gita yang dibawa kabur oleh putra Pak Wijaya.


*****


"Aku kembalikan semua milikmu, Gita."


Jimmy menyodorkan buku rekening dan surat kepemilikan apartemen kepada Gita yang pernah dirampasnya. Ia memaksa bertemu dengan Gita yang sudah sangat muak untuk melihat wajahnya. Jimmy menggunakan Ririn sebagai alasan agar Gita mau menemuinya.


"Kenapa kamu kembalikan? Uangmu sudah banyak?" sindir Gita. "Atau sekarang wanita itu sudah menghidupimu?" Gita mengejek dengan tertawa meremehkan. Sekalipun Jimmy tak mengembalikan semua itu, ia sudah tidak peduli. Gajinya kini juga sudah sangat cukup untuk hidup.


Apalagi ia memiliki atasan yang baik hati sampai memberikan apartemennya untuk ia tinggal. Jauh berbeda dengan Jimmy, manusia lintah yang sudah hidup menumpang padanya, tapi dengan tidak tahu dirinya sampai merampok semua hartanya. Tak sampai di situ, ia juga mengkhianati cinta dan kepercayaannya.

__ADS_1


"Kamu tidak tahu alasanku mau tidur dengan dia, Gita ... semua aku lakukan demi kamu ...." Jimmy masih juga tak mau mengakui kesalahan. Ia terus menerus berusaha membela diri membuat Gita ingin tertawa.


"Hahaha ... apa kebaikannya membiarkanmu tidur dengan wanita itu? Kamu jadi gigolo karena pengangguran? Uangnya mau diberikan untukku dari pekerjaanmu?" Gita sudah tidak tahan lagi untuk memaki-maki lelaki tidak tahu diri itu. Lelaki pengangguran yang dulu diberikannya tempat tinggal malah menggunakan apartemennya untuk meniduri wanita lain.


"Glenka bilang akan membantu menaikkan gaji dan jabatanmu di perusahaan. Dia juga berjanji akan memasukkanku ke perusahaan."


Gita sampai ternganga menyadari betapa bodohnya Jimmy. Ia bersyukur sudah putus dengan lelaki itu. Bisa-bisanya dia percaya dengan mulut berbisa Glenka. "Kamu sudah tahu kalau sejak dulu aku dan Glenka tak pernah akur."


"Aku hanya ingin kamu tahu aku melakukannya bukan untuk kesenanganku sendiri."


Gita hanya bisa tertawa getir. "Sudahlah, lupakan saja. Semua itu sudah tidak penting bagiku."


"Aku masih mencintaimu, Gita. Aku yakin kamu juga pasti memiliki perasaan yang sama denganku."


"Kamu terlalu percaya diri," ejek Gita. "Sejak melihatmu telan*jang di kamar dengan Glenka, aku sudah tidak bisa lagi menganggapmu sebagai manusia. Kelakuanmu tidak ada bedanya dengan binatang!" Kata-kata Gita sangat pedas dan menusuk.


"Aku sudah membebaskanmu untuk tidur dengan lelaki manapun kalau ingin membalasku, Gita. Aku janji saat kita memulai kembali dari awal, aku akan setia padamu."


"Tunggu!" Jimmy menahan tangan Gita saat ia hendak pergi meninggalkannya. "Kesalahanku hanya satu itu, Gita. Tega sekali kamu mencampakan aku."


"Satu kesalahan tapi sangat fatal. Aku tidak bisa memaklumi tindakanmu yang satu itu."


"Semua orang pernah melakukan kesalahan."


"Iya. Dan mereka harus bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah diperbuat." Gita melepaskan cekalan tangan Jimmy darinya. "Kesalahan yang sudah kamu lakukan tidak bisa diperbaiki. Terima saja kenyataan kalau kita sudah tak bisa lagi bersama."


Gita pergi dari sana tanpa membawa barang yang Jimmy hendak berikan padanya. Sementara, Jimmy tetap duduk di sana menyesali perbuatannya. Dia memang berselingkuh dengan Glenka hanya untuk main-main saja. Pacaran dengan Gita terasa sangat datar. Saat Glenka datang dengan rayuannya, ia pun terlena.


Glenka memberikan harapan manis kepada Jimmy yang saat itu masih menganggur. Ia memberikan pekerjaan kepadanya, juga mengatakan hendak mempromosikan Gita ke posisi yang lebih tinggi. Bukannya kebahagiaan yang ia dapatkan, tapi justru kehancuran hubungannya dengan Gita yang tidak bisa diselamatkan.

__ADS_1


"Jimmy ...."


Jimmy menghela napas. Glenka yang tidak ia harapkan justru saat ini menghampirinya.


"Kamu menemui Gita lagi?" wanita itu tampaknya marah melihat benda yang tergeletak di atas meja. Jelas itu adalah milik Gita.


"Bukan urusanmu," ucap Jimmy.


"Kok kamu berani bilang begitu? Aku kan pacarmu ...." Glenka kaget dengan ucapan Jimmy.


Jimmy menyeringai. "Memangnya kita pacaran? Bukankah hubungan kita hanya sebatas suka sama suka?"


Glenka tak menyangka Jimmy berani berkata seperti itu kepadanya. "Kamu masih bekerja di perusahaan ayahku, Jimmy. Aku bisa memecatmu jika berani berkata yang tidak enak kepadaku," ancamnya.


Jimmy mengambil kembali milik Gita lalu dimasukkan ke dalam tas. "Silakan katakan saja kepada ayahmu untuk memecatku. Aku sudah tidak peduli lagi." Jimmy pergi meninggalkan kafe dengan langkah memburu. Glenka yang belum terima turut berlari mengejar Jimmy. Ia merasa dihina oleh lelaki yang sudah dibantunya mendapatkan pekerjaan.


"Jimmy! Kamu gila, apa!" teriak Glenka tanpa peduli lagi pada keadaan sekitar.


Jimmy yang terganggu dengan tingkah Glenka, akhirnya merespon. Ia menarik tangan Glenka dan membawanya ke tempat yang cukup sepi.


"Kamu sudah sering mengajakku tidur, sekarang mau mencampakan aku, hah?" Glenka melepaskan amarahnya.


"Itu kemauanmu, kamu yang selalu mengejar-ngejar aku! Gara-gara kamu aku jadi kehilangan Gita! Puas!" Jimmy turut berbicara dengan nada emosi. "Sekarang kamu ingin menuntut aku untuk bertanggung jawab? Aku tidak mau!"


*****


Sambil menunggu update selanjutnya, mampir ke sini ya 😘


Judul: My Lovely Angel

__ADS_1


Author: Selvi_19



__ADS_2