PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
20 " Memutuskan untuk mengadopsinya "


__ADS_3

Putri yang berniat inggin pergi dari hadapan Herman, seketika ia pun mendapatkan pukulan yang tak terduga dari Herman yang tepat mengenai wajah Putri. Tubuh yang tersungkur dilantai, dengan wajah yang terlihat sangat memar, Putri pun berbalik menatap kearah Laki-laki itu yang sama-sama menunjukkan tatapan tajamnya.


"Apa anda gila. Apa dengan cara seperti ini, anda memperlakukan mereka?"


"Heyy Wanita lemah, anda itu bukanlah siapa-siapa, bahkan mendapatkan pukulan dari saya aja kamu sudah terpelanting seperti itu, jadi untuk apa kamu capek-capek inggin jadi pahlawan buat mereka . Menyingkir'lah jika anda tidak mau terluka lagi, cepat menyingkir'lah.


"Tidak aku tidak akan pernah menyingkir dan membiarkan mereka kembali lagi pada anda, anda orang yang sangat jahat dan tidak berkeri kemanusiaan jadi orang seperti anda sangatlah pantas mendekam dipenjara. Apa anda mengerti!"gertak Putri yang tanpa berkata ia langsung menarik kaki Pria itu yang berusaha mengejar kedua anak laki-laki tersebut.


Tak hanya diam, Pria itu pun terus-menerus memberontak dan dengan segala ia lakukan tak terkecuali sampai memukul tangan Putri dengan sebalok kayu.


Merasa kalah dan tidak ada cara lain. Akhirnya Putri pun memutuskan untuk menyuntikkan jarum suntik yang terdapat cairan bius yang tadinya akan ia gunakan untuk menyuntikkan pada salah satu Pasien.


Setelah mendapat suntikkan tak terduga itu, seketika tubuh Pria itu pun jatuh tersungkur dibawah, tak lama obat tersebut pun mulai menjalar dan akhirnya membuatnya tidak sadarkan diri.


"Bukan aku yang inggin melakukan ini pada anda, tapi anda sendirilah yang menginginkannya.


Akibat terkena pukulan tadi, lenganku jadi memar dan sakit seperti ini, sudahlah lebih baik aku hampiri mereka, mereka pasti sangat takut.


Berlalu memasuki mobilnya, tatapannya pun dibuat bingung lantaran kedua anak laki-laki ini yang telah duduk di kursi belakang pada menatap kearah dengan tatapan terlihat sangatlah sedih.


" Kakak, Kakak gak kenapa-kenapa kan. Apa Kakak terluka parah?"tanya sang Kakak.


"Tidak kok sayang, Kakak baik-baik saja, ini hanya luka sedikit nanti juga akan sembuh."


"Tapi Om Herman apa dia terluka parah?"


"Kalian tenang Om Herman dia baik-baik saja, dia hanya pingsan karena terkena obat bius yang Kakak berikan tadi, jadi kalian jangan cemas dia baik-baik saja kok.


"Baiklah Kak kalau gitu, sekarang kita harus pergi kemana. Apa Kakak inggin membawa kita ke panti asuhan?"


"Tidak sayang, Kakak tidak akan melakukan itu. Kakak akan bawa kalian ke Rumah Kakak. Dan mengajak kalian untuk tinggal bersama dengan Kakak."


"Tapi Kak. Apa Kakak tidak keberatan dengan keputusan Kakak itu.


"Tidak, Kakak sama sekali tidak keberatan. Oh iya sedari tadi kami sudah bertemu tapi Kakak tidak mengenal siapa nama kalian. Kenalin nama Kakak Putri Valeria alexander, dan kalian bisa memangil Kakak dengan sebutan Kak Putri."


"Namaku Randy kak. Dan Adikku namanya Rasyel"balas sang Kakak.


"Nama yang bagus, ya sudah kita pulang ya sayang, soal pakaian kalian tenang aja Kakak akan membelikan nanti.


"Makasih ya Kak, Kakak benar-benar orang yang sangat baik. Dan beruntung sekali kita ditolong oleh seseorang baik seperti Kakak."


"Iya sayang, ya sudah kita pulang ya?"


"Baik Kak,"balas mereka yang kemudian Putri pun akhirnya mulai melajukan kendaraannya.


"


"


"

__ADS_1


"No, Non Putri kenapa? Kenapa wajah Non bisa memar seperti itu. Apa ada seseorang yang berani menyakiti Non Putri?" tanya Bibik minah.


"Tidak kok Bik, Bibik tenang aja aku baik-baik saja kok, ini hanya luka kecil nanti juga akan sembuh."


"Non, mereka siapa?" tanya Bibik yang melihat kearah kedua anak yang berada dibelakang Putri."


"Oh mereka, mereka adalah anak-anak yang mulai sekarang akan tinggal di Rumah ini Bik, kamar di Rumah ini kan masih ada yang kosong jadi aku putuskan kalau merekalah yang akan menempati ya mulai sekarang. Dan kalian mendingan sekarang, kalian pergilah ikut Bibik ini, dia yang akan membawa kalian ke kamar, jadi ikutlah."


"Baik Kak."


Baru selangkah mereka mengikuti langkah Bibik dari belakang, tak lama ada seseorang yang menekan tombol pintu depan, Putri yang mendengarnya ia lantas langsung menghampirinya dan bergegas ia pun membukanya


Mendengar ada suara ketukan pintu yang terdengar dari pintu luar, bergegas Putri pun akhirnya menghampiri arah suara itu berasal. Dan sesampainya ia didepan pintu, kemudian ia pun membukanya dan ternyata.


"Nina."balas Putri yang agak terlihat terkejut ketika melihat Nina yang ternyata mendatangi rumahnya.


"Putri kamu gak papa kan. Apa yang terjadi kenapa kamu memberikanku sebuah pesan yang mengatakan kamu sedang membutuhkanku. Maafkan aku kalau aku baru melihat isi pesan yang tadi pagi kamu kirimkan. Apa kamu ada masalah?".tanya Putri yang terlihat bingung.


"Iya aku baru ingat memang pagi tadi aku memang sedang menggalami frustasi makanya aku tidak ada cara lain selain menghubungimu, ya sudah masuklah nanti aku ceritakan."


"Baiklah."


"Ada apa Put, kamu jangan bikin aku cemas?".


"Aku dipecat dari pekerjaanku Nin."


"Apa? Apa kamu serius, bagaimana mungkin itu bisa?".


"Apa yang kamu lihat, kenapa kamu melihat kebelakang ku?"


"Siapa mereka?"tanya Putri yang spontan membuat Putri pun beralih menengok di belakangnya.


"Astaga mereka, sayang kemari lah!"ucap Putri yang kemudian dua anak laki-laki itu oun menghampirinya.


"Kak dia siapa?"tanya sang Kakak dengan pandangannya yang melirik kearah Nina.


"Tante ini teman terdekat Kakak, jadi perkenalkan nama kamu kepadanya,"pinta Putri yang kemudian anak itu pun mengulurkan tangannya pada Nina.


"Hay Kak aku Randy dan dia adalah Adikku namanya Rasyel, senang bisa kenal dengan Kakak.


"Baiklah namaku Kak Nina kamu bisa panggil aku dengan sebutan Kak Nina,"balas Nina dengan menunjukkan senyumannya, dan beralih tangannya pun membelai wajah tampan anak laki-laki itu.


"Ya sudah mendingan kalian beristirahatlah dikamar, Bibik akan menemani kalian.


"Baik Kak.


"Putri dia siapa, bukannya kamu pernah bilang kalau kamu tidak memiliki saudara lagi, terus mereka siapa?"


"Mereka itu anak-anak yang kuat dan pemberani, tapi dalam keberanian mereka, hidup mereka sangatlah malang dan jika kamu tahu latar belakang mereka, kamu pasti akan sangat kasihan kepadanya. Mereka adalah anak jalanan sekaligus anak yatim piatu yang aku putuskan untuk aku adopsi mulai sekarang, selama ini mereka hanya tinggal pada pria brengsek yang hanya memanfaatkannya,"ucap Putri dengan melihat


"Astaga kasihan sekali dia, tunggu wajah kamu, kenapa wajah kamu bisa memar seperti itu Put. Apa ada seseorang yang sudah bertindak kasar kepadamu?"

__ADS_1


"Luka ini adalah luka akibat aku menolong mereka disaat aku tahu ada seseorang yang bersikap kasar kepada mereka, tapi biar pun aku menggalami luka memar seperti ini, aku tidak masalah karena bagiku menyelamatkan orang yang lagi kesusahan itu sangat penting.


"Astaga Putri...kamu benar-benar sangat baik, bahkan aku tidak akan menyangka kalau kamu akan bertindak sampai seperti ini. Ingat apapun keputusanmu aku akan selalu mendukungmu, jadi bersemangat lah,"balas Nina yang memberikan dukungan sepenuhnya pada Putri.


"Makasih ya Nin, kamu memang orang yang baik dan paling ngerti sama kondisiku, terima kasih ya?".


"Astaga aku baru ingat selain masalah tadi aku yang mencemaskan mu, sebenarnya ada sesuatu yang inggin aku katakan sama kamu. Ini soal acara reuni yang diadakan teman-teman SMA Cenderawasih kita dulu, mereka inggin mengumpulkan kita semua karena mereka sangatlah kangen dengan kita begitu juga kita dengan teman-teman yang lainnya, jadi kamu mau ikut ya.


"Jujur aku agak tidak enak, bukannya aku tidak inggin bertemu dengan mereka, atau pun aku tidak kangen dengan mereka. Akan tetapi setelah keputusanku yang pergi secara tiba-tiba itulah yang membuatku merasa tidak enak sama mereka.


"Putri..., mereka sudah tahu apa maksud dari keputusanmu yang tiba-tiba pergi tanpa berpamit, mereka sudah tahu semuanya. Bahkan mereka sendiri yang memaksaku untuk mengajakmu pergi, jadi aku mohon jangan kecewakan mereka yang kedua kalinya, aku mohon please.


"Baiklah aku akan pergi."


"Kamu serius?"


"Iya aku serius!" balas Putri dengan menundukkan kepalanya, dan tak lupa ia pun menunjukkan senyuman manisnya pada Nina.


"Makasih ya Put."


"Iya sama-sama."


******


"Undangan Reuni SMA, jadi itu artinya besok malam Gibran akan bertemu dengan mantannya yang bernama Putri itu. Astaga ini tidak bisa dibiarkan, aku tidak mau mereka akan ketemu, tapi aku bisa apa. Jika aku menghalangi Gibran, yang ada dia akan curiga dan yang ada ia akan tambah marah sama aku. Sudahlah untuk kali ini aku memang harus ikhlas melihat suamiku melirik Wanita lain,"gumam Revi yang terlihat putus asa.


"Besok malam adalah acara Reuni SMA dan aku yakin semua temanku pasti sudah berkeluarga, sedangkan aku, aku masih betah sendiri seperti ini. Dan yang aku takutkan pasti disana juga bakal ada Revi, jadi gimana caranya agar dia tidak mencari masalah denganku karena aku yakin jika dia tahu pastinya dia akan menghina dan memakiku secara terus-menerus didepan banyak orang. Jadi sekarang apa yang harus aku lakukan?".


Terduduk sendiri diruang tamu dalam keadaan melamun memikirkan sesuatu, Randy dan Rasyel yang melihatnya mereka pun akhirnya menghampiri Putri.


"Kak Putri ada apa? apa Kak Putri ada masalah?".tanya Randy yang kemudian ia pun terduduk disamping Putri.


"Mmmm iya Kakak ada masalah, besok Kakak ada acara keluarga tapi Kakak bingung siapa Seseorang yang bakal Kakak ajak pergi."balas Putri yang terlihat bingung dan bersedih.


"Apa kita boleh bantu Kakak?".balas Randy yang spontan membuat pandangan Putri pun beralih menatap kearah mereka.


"A..apa. Apa kamu serius sayang?".tanya Putri yang tidak percaya.


"Iya Kak aku serius, dan aku punya ide kenapa Kakak tidak membawa adikku saja untuk Kakak ajak ke pesta itu, dia pasti tidak akan keberatan, Dek kamu tidak keberatan kan kalau besok kamu bantu Kak Putri?".


"Iya Kak aku tidak masalah kok. Aku malah senang bisa membantu Kakak baik ini."


"Sayang kalian benar-benar sangat bisa diandalkan. Kakak sangat menyayangi kalian,"balas Putri yang langsung memeluk keduanya.


"Oh iya Kakak hampir lupa ketika besok kamu ikut dengan Kakak, kamu gak keberatan kan kalau kamu memanggil Kakak dengan sebutan Mama?".


"Mmm iya Rasyel gak keberatan kok Kak. Rasyel malah senang karena Rasyel mendapat Ibu pengganti seperti Kakak baik."


"Kakak tidak tahu harus berkata apa lagi sekarang, yang jelas terima kasih ya sayang, terima kasih."


"Iya Kak sama-sama."

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2