PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
109


__ADS_3

"Gimana keadaan pasien Dok. Apa dia baik-baik saja?"tanya Putri pada salah satu Dokter laki-laki yang menanggani korban tadi.


"Maaf anda siapa. Apa anda keluarga dari pasien?"balas Dokter lagi.


"Sa..saya bukanlah keluarga pasien, tapi saya orang yang telah melakukan tindakan operasi darurat tadi! Saya ngaku kalau saya salah dan ceroboh dan tidak seharusnya saya melakukan tindakan cerobohnya itu maafkan saya! Maafkan saya!"ucap Putri dengan menunjukkan wajah memelas-nya.


Terdiam dan hanya bisa menundukkan kepalanya kebawah dengan merasakan penyesalan yang dalam. Dokter yang melihatnya ia pun akhirnya langsung memegang pundak kanan Putri sembari berkata.


"Saya sebagai Dokter bedah saya akui anda sangatlah genius dan pemberani. Dan jarang ada orang yang bertingkah dengan sigap seperti anda. Sekarang saya tanya apa anda seorang Dokter?"tanya Dokter itu dengan wajah seriusnya.


"Sa..saya?" ucap Putri yang bingung mau berkata apa, hingga.


"Iya Dok dia seorang Dokter. Apa nama anda Itu Putri Valeria alexander Dokter bedah baru yang dulunya anda itu menetap di Seoul dengan mendapatkan pengarahan langsung dari Dokter profesor Kim tae yung?"timpal salah satu seorang Dokter yang juga dalam bidang ahli kedokteran di Rumah sakit ini.


"Iya benar itu nama saya. Dan darimana anda tahu nama Dokter Profesor Kim tae yung kan saya belum bilang apa-apa pada Dokter?"tanya balik Putri yang merasa terheran.


"Dokter Han jadi dia beneran orangnya?"


"Selamat bergabung bersama kami di Rumah sakit Hospitality record ini, saya sudah mendengar banyak kabar jika anda ditugaskan Dokter profesor untuk bergabung bersama kami. Dan saya tidak menyangka jika anda ternyata masih sangatlah muda, melihat tindakan apa yang kamu lakukan tadi saya paham dan mengerti sekarang, Dokter profesor sudah bicara banyak tentang anda jadi selamat bergabung bersama kami?"

__ADS_1


"Jadi Rumah sakit ini, Rumah sakit yang ditujukan oleh profesor Kim tae yung kemaren?"tanya Putri dengan wajah yang sangat tidak percaya.


"Iya, ini Rumah sakitnya."


"Saya sama sekali tidak menyangka jika saya akan bergabung dan ikut berpartisipasi dalam Rumah sakit sebesar ini, bagiku ini sangatlah mustahil dan seperti mimpi,"ucap Putri dengan menggelengkan kepalanya.


"Karena kedatangan anda hari ini karena tiba-tiba dan tanpa adanya persiapan terlebih dulu, jadi sekarang mendingan Dokter Putri pulanglah kembali dan besok barulah anda bisa kembali lagi kesini?"


"Baiklah kalau gitu sekarang saya tinggal dulu?"


"Baik Dok!"


"Non Putri gimana keadaan korban tadi Non. Apa dia baik-baik saja, Non tidak ada masalah kan karena melakukan tindakan seperti tadi?" tanya Bibik dengan pertanyaan bertubi-tubi.


"Bibik tenang saja aku baik-baik saja kok, malahan sekarang aku tuh senang banget."


"Senang kenapa Non?"


"Korban tadi kan dilarikan ke Rumah sakit dan ternyata Rumah sakit itu adalah Rumah sakit dimana aku akan bekerja sebagai Dokter disana?"

__ADS_1


"Non Serius?"tanya Bibik dengan kurang percaya.


"Iya Bik saya serius, ini seperti mimpi Bik."


"Ya sudah kalau gitu ini kan udah mau malam apa non minta dibuatin masakan buat nanti malam?"tanya Bibik.


"Tidak usah Bik, kan dalam perjalanan tadi pasti Bibik juga sangat kelelahan jadi gak papa biar nanti aku keluar dan cari makan malam?"


"Baik Non kalau gitu, Non memang anak majikan yang paling baik dan selalu mengerti apa yang Bibik rasakan,"ucapnya.


"Iya dong kan Bibik sudah bersamaku sejak aku masih bayi sampai sedewasa ini, jadi pastinya aku tahu dong apa yang Bibik inginkan dan Bibik tidak inginkan,"balas Putri dengan tersenyum.


"Ya sudah kalau gitu aku mau mandi dulu. Setelah itu barulah aku cari makan ya sudah aku masuk dulu ya Bik?"


"Iya Non, Bibik juga mau merapikan barang-barang kita dulu.


"Baik Bik!"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2