
Setelah menempuh perjalanan yang hanya menempuh jarak sekitar 30 menit lamanya. Akhirnya Putri pun telah sampai ditempat yang akan ia tuju sekarang ini.
Masih berada dalam Mobilnya, Putri pun langsung memencet salah satu nomor yang tertera pada layar ponselnya, ia pun akhirnya menelfon nomor tersebut.
📞" Nin, kamu lagi dimana sekarang?"
📞 "Ada apa denganmu, kenapa tumben-tumben'nan kamu tanya aku ada dimana, biasanya juga kamu itu paling susah kalau lagi dihubungi mau pun di ajak Videocall seperti ini? Oh iya kamu kenapa kok senyum-senyum terus ada apa? Apa dandanan aku berlebihan ya?" tanya Nina yang kemudian ia pun merapikan rambutnya.
📞 "Gak lagi, kalau dandanan kamu berlebihan gak mungkin lagi Revan mau sama kamu?"ledek Putri dengan tertawa cekikikan.
"Ihh dasar ini anak paling senang ya kalau disuruh ngatain, untung aja kamu itu masih ada di Seoul ya, coba aja kalau ada disini sudah aku jitak ya itu kepala,"balas Nina dengan kesal.
"Iya..iya...maaf, oh iya kamu belum jawab pertanyaan ku kamu lagi ada dimana sekarang, dari tadi aku itu tanya kamu tapi kamu gak juga jawab?"
"Iya..aku sekarang lagi ada Di Rumah bersama dengan si Baby Kesya ada apa?"
"Kamu gak mau keluar kemana-kemana kan?"tanya Putri yang seketika membuat Nina pun terkejut.
"Keluar gimana maksud kamu, ya jelas aku habis keluar kamar dan keluar kamar mandilah!"
"Ni..Na...."
"Iya...aku serius."
"Aku gak lagi mau kemana-mana kok. Ada apa kok kamu aneh banget sekarang ini, pake acara melarang-ku untuk jangan pergi kemana-mana lagi?"
"Ya gak gitu, sekarang kan lagi musim-musim hujan kalau kamu keluar dan terpeleset kan sayang jadi mendingan kamu didalam aja ya?"ucap Putri yang tambah bikin Nina pun tambah bingung dan heran.
"Ya sudah kalau gitu aku tutup dulu ya, biasa Dokter kan selalu sibuk dan tidak bisa diganggu jadi aku tutup ya Nina," ledek Putri dengan tertawa.
"Dasar, mentang-mentang udah jadi Dokter aja sombong?"balas Nina dengan ledeknya.
__ADS_1
"Ya sudah aku tutup dulu ya dahh."
"Dahh."
"Ada apa ya dengan Putri tidak kaya biasanya dia bersikap dan seceria seperti tadi. Apalagi setelah di mengetahui kalau Gibran dan Revi sudah menikah dan memiliki seorang anak. Aku tidak pernah melihat wajah dia kembali ceria. Bahkan walau pun ada Samuel aku tidak melihat wajah bahagia yang terpancar dalam dirinya, tapi aku senang melihat perubahan Putri sekarang dan aku lebih suka melihat dia bisa tersenyum seperti ini lagi?"gumamnya yang kemudian seseorang pun menghampiri Nina yang ternyata orang itu adalah Revan yang tak lain ia adalah kakak dari Revi.
"Sayang ada yang mencari-mu tuh didepan?" ucap Revan dengan memegang pundak Nina.
"Mencari Ku, siapa?"tanya Nina lagi.
"Entahlah, cepat kamu keluar dia lagi terburu-buru soalnya?"
"Baiklah aku akan menghampirinya."
"Baiklah,"balas Revan yang kemudian ia pun tersenyum.
Melihat seorang Wanita yang berdiri tegak dengan membelakangi dirinya, lantas Nina pun langsung bertanya.
"Maaf anda siapa ya?"tanya Nina yang perlahan-lahan mulai menghampiri seseorang itu.
Dan kemudian Wanita itu pun dengan segera langsung membalikkan tubuhnya tepat mengarah kearah Nina.
Nina yang tadinya bingung dan sangat penasaran siapa Wanita yang sedang berdiri tegak dihadapannya itu. Tak lama akhirnya rasa penasarannya pun terobati setelah ia tahu siapa seseorang yang berada dihadapannya saat ini.
Wajahnya yang seketika merekah dan langkah kakinya yang tadinya hanya terdiam, kini langkah itu pun dengan segera ia pun berlari kearah wanita itu dan langsung memeluknya.
"Putri ... Ini beneran kamu kan? Kamu beneran ada di Jakarta?"tanya Nina yang sama sekali tidak percaya, yang kemudian ia pun terkejut dan terdiam dari ocehannya setelah Putri yang langsung menjitaknya.
"Aw...apa yang kamu lakukan, kenapa kamu menjitak ku?"kesal Nina dengan menegang kepalanya.
"Apa kerasa sakit, jika itu sakit itu artinya kamu tidak lagi bermimpi Nina...."
__ADS_1
"Revan ini beneran Putri kan?"tanya Nina pada Revan.
"Iya dia beneran Putri teman SMA kita dulu,"balas Revan dengan tersenyum melihat tingkah mereka.
"Hayy cantik siapa nama kamu?"tanya Putri yang kemudian ia langsung berlutut setelah Kesya yang tak lain adalah Putri dari Revan dan Nina yang usianya sudah hampir 4 tahun.
"Namaku Kesya, tante pasti tante Putri kan teman ?"
"Iya sayang namaku tante Putri, kamu benar-benar sangat cantik dan menggemaskan,"ucap Putri lagi yang kemudian ia pun mengelus-elus kepala Kesya kecil.
"Revan kamu tenang saja aku datang kembali ke Jakarta bukan karena aku inggin menggangu rumah tangga mereka, tapi aku datang lagi kesini karena aku yang dapat kesempatan untuk menjadi Dokter di Rumah sakit Hospitality record dimana Rumah sakit itu adalah Rumah terbesar di Jakarta. Dan jujur aku sebenarnya juga inggin menolak tawaran ini, tapi ini keinginanku dari dulu jadi akan sangat susah untuk memutuskan semua ini."
"Kamu tenang aja Putri aku sama sekali tidak ada maksud apalagi pikiran jika kamu inggin menggangu Rumah tangga adikku. Karena aku tahu kamu itu bukanlah wanita seperti itu jadi buang pikiran kamu itu, melihatmu berkumpul lagi bersama kita ini sudah jadi kebahagiaan tersendiri buatku. Apalagi kalian ini sahabat dekat jadi mana mungkin aku aku punya pikiran seperti itu?"
"Makasih ya Revan kamu memang laki-laki yang baik. Dan Nina gak salah mencintai kamu dan memiliki kamu,"timpal Putri dengan merangkulnya.
"Jadi kamu akan tinggal di Jakarta selamanya Putri?"tanya Nina yang langsung menimpali pembicaraan mereka.
"Kayaknya memang seperti itu Nin,"balas Putri
"astaga aku baru ingat aku harus membelikan makan malam buat Bibik jadi aku harus pergi sekarang Nin, kamu tidak apa-apa kan kalau aku hanya sebentar?"
" Baiklah kalau gitu Put, kabari aku ya kalau kamu ada waktu untuk libur jadi kita bisa ketemuan lagi.
"iya kapan-kapan aku akan kabari kamu kalau aku ada waktu luang, ya sudah kalau aku pergi dulu ya?"
"baiklah berhati-hatilah.
"baiklah ya sudah aku pamit dulu. Assalamualaikum,"ucap Putri.
"Waalaikumsalam,"balas Nina dan Revan.
__ADS_1
BERSAMBUNG.