PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
AKANKAH PUTRI BAIK-BAIK SAJA


__ADS_3

"Maaf karena kalian sudah datang, saya ijin pergi ya? Dan ini tas sama ponsel milik Putri kalian?"ucap seorang laki-laki yang menolong Putri barusan.


"Anda siapa?" tanya Papanya.


"Saya adalah orang yang kebetulan melihat Putri kalian yang sudah dalam keadaan tergeletak dan bersimbah penuh darah. Dan saya langsung membawanya ke Rumah sakit ini ?"ucap seseorang itu lagi.


Tanpa berkata, Papanya Putri pun langsung merangkul tubuh seorang itu setelah ia tahu jika orang itulah yang telah menyelamatkan nyawa Putrinya, dalam kondisi masih menangis ia pun terus merangkulnya.


"Makasih pak, makasih. Berkat kebaikan bapak, nyawa Putri saya masih bisa terselamatkan, terima kasih! Hanya kata itulah yang mampu iya ucapkan saat ini.


"Anda gak perlu seperti itu, jika bapak ada diposisi saya, mungkin anda sendiri juga akan melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan pada Putri bapak.


"Sekali lagi terima kasih, oh iya apa pekerjaan anda, jika anda butuh bantuan jangan sungkan untuk mengasih tahu saya. Karena saya dengan senang hati akan mau membantu anda, katakan lah!"tawar Papanya.


"Tidak usah, saya ikhlas menolong Putri anda, anda juga masih dalam kondisi memprihatinkan, jadi gak papa."


"Apa anda punya no seluler, jika ada apa-apa, saya boleh kan minta bantuan ke anda lagi?"


"Dengan senang hati saya akan memberikan no seluler saya ke anda, mana ponsel anda?". Pinta orang itu.


"Baiklah, ini,"balas Papanya Putri sambil mengulurkan sebuah ponsel kepadanya.


"Saya sudah masukkan ke kontak anda, jadi jika kapanpun anda butuh bantuan saya, saya dengan senang hati akan mau menolong anda?"


"Sekali terima kasih, terima kasih!" ucap Mamanya


"Iya sama-sama, ya sudah saya tinggal dulu!"


"Baiklah, berhati-hatilah!"


"Permisi!"


"Silahkan!"balas kedua orang tua Putri.


****

__ADS_1


Pagi yang cerah telah menampakkan sinarnya kembali untuk menyinari seluruh alam semesta ini. Jam yang sudah menunjukkan pukul 06:30 kurang yang artinya tinggal menghitung menit maka jam pelajaran akan segera dimulai.


Jika biasanya Putri anak pertama yang paling rajin lantaran datang ke Sekolah tepat waktu tanpa telat semenit pun, kini ia pun harus berbaring lemas diatas brankar Rumah sakit, dengan kondisi kepala yang diperban dengan kain putih. Tidak ada yang mengetahui jika ia baru aja mengalami kecelakaan.


Maka lebih tepatnya di blok IPA kelas Xll lebih tepatnya dikelas yang terdapat lah banyak orang-orang yang sedang bergurau lantaran menunggu kedatangan sang guru, tapi semua keguraun itu tidak berarti bagi laki-laki tampan berponi yang sedari tadi sedang memperhatikan dari balik pintu yang tak kunjung hadir seseorang yang ia dambakan.


Dan sesosok laki-laki tampan yang terduduk disalah satu kursi yang dimana disampingnya terdapat lah jendela, dengan posisi bersandar dibalik tembok, ia pun sesekali memperhatikan bangku yang berada dibarisan tengah, yang sampai sekarang bangku itu belum juga ada penghuninya.


Dan laki-laki tampan itu yang tak lain adalah Gibran.


"Sudah jam segini kenapa Putri tidak kunjung datang juga, apa dia hari ini tidak masuk, apa jangan-jangan dia sakit lantaran hujan-hujanan kemaren. Jika itu sampai terjadi aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri, ayolah Putri datang lah aku benar-benar mencemaskan mu jangan bikin aku tambah merasa cemas seperti ini?"


Batin Gibran yang sesekali melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul, 06:30. Dan kemudian hadirlah seorang wanita yang tiba-tiba mengejutkan dirinya.


"Gibran?"tanya seseorang itu yang seketika langsung menepuk pundaknya.


"Astaga Revi kamu itu ngagetin aku aja?"


"Kamu kenapa sih, apa sedang kamu perhatikan dari sudut pintu itu?" tanya Revi.


"Tidak, aku melihat kesana hanya karena memperhatikan sesuatu, dan menunggu kedatangan pak Anwar saja?"


Tak berbeda yang dialami oleh Gibran, Sally yang sedari tadi sedang panik memikirkan kejadian yang barusan iya alami tadi malam, ia pun tidak bisa berfikir lebih jernih ataupun fokus, jika biasanya dia wanita yang paling cerewet dikelas ini, kini ia pun berubah menjadi wanita pendiam tanpa mau menggunakan apapun.


"Gimana kondisi si Putri sekarang, apa dia baik-baik saja. Tapi kenapa sampai sekarang tidak ada Guru yang memberitahukan bahwa dia baru aja menggalami kecelakaan, apa jangan-jangan Putri meninggal. Astaga gimana dong ini, nasibku akan sangat terancam kalau dia sampai meninggal?"


"Selly?"ucap teman Selly yang tiba-tiba mengagetkannya.


"Astaga kamu itu kenapa sih, apa kamu mau cari gara-gara sama aku?" bentak Sally yang seketika membuat seluruh teman sekelasnya pun terkejut.


"Selly, kamu kenapa sih aku kan hanya inggin bertanya sama kamu? Kenapa kamu malah membentak ku?"kesal Temannya.


"Maaf! Maaf aku lagi ada pikiran, jadi maaf ya?" balas Selly.


Tak lama bel Sekolah pun akhirnya berbunyi, yang artinya jam sekolah pun telah dimulai, terlihat dari luar jendela ada seseorang yang berjalan mengarah kearah blok kelas IPA kelas Xll. Dan seseorang itu yang tak lain adalah Pak Anwar guru wali kelas ini

__ADS_1


"Selamat pagi anak-anak?"


"Selamat pagi pak!"


"Sebelum kita melanjutkan lagi pelajaran kita hari ini, bapak inggin memberitahukan pada kalian semua, kalau di kelas ini salah satu teman dari kalian tadi malam baru aja ada yang menggalami kecelakaan tunggal, yang dimana sampai sekarang kondisi dari teman kalian itu masih kritis.


"Teman sekelas ku baru aja ada yang menggalami kecelakaan, siapa? Gak kamu gak boleh berfikir yang tidak-tidak Gib, tapi kenapa firasat ku tiba-tiba jadi tidak enak kaya gini?" batin Gibran yang terlihat cemas.


"Maaf pak, saya memotong pembicaraan bapak, memang nya siapa pak, yang baru aja mengalami kecelakaan kenapa kita tidak tau apa-apa?" tanya Reza yang mulai penasaran.


"Teman yang baru aja menggalami kecelakaan, dia adalah Putri?"


"Apa!"ucap Gibran yang seketika terkejut, dan langsung menatap kearah gurunya.


"Astaga Putri, apa yang terjadi dengannya pak, dan kenapa dia sampai bisa kecelakaan?".


"Bapak sendiri juga kurang tahu kronologi nya seperti apa, karena Bapak baru mendapatkan kabar ini baru aja tadi pagi, jadi bapak minta pada saat jam istirahat nanti, kita semua menjenguknya, karena dia sampai sekarang belum juga sadarkan diri?".


"Astaga Putri kasihan sekali dia.


"Putri...?"


"Maaf pak, apa aku boleh menjenguknya sekarang?" tanya Gibran yang seketika mengejutkan mereka semua.


Melihat pandangan semua orang hanya terfokus melihat kearahnya, lantas Gibran pun mengedipkan matanya.


"Gini pak maksud Gibran, kan teman kita baru aja ada yang menggalami kecelakaan, apa salahnya kalau kita jenguk dia sekarang?" ucap Gibran yang mencoba meyakinkan gurunya.


"Iya bapak tahu tapi setidaknya kita selesaikan pelajaran kita hari ini dulu, setelah itu barulah kita kunjungi Putri Di Rumah sakit?"perintah Pak Anwar.


"Baiklah kalau gitu pak!" balas Gibran dengan muka sedikit murung.


"Gimana keadaan Putri disana? Kenapa dia bisa sampai kecelakaan apa yang terjadi sebenarnya, apa dia kecelakaan karena terus - menerus memikirkan ku. Lantaran tidak fokus akhirnya ia tidak melihat kalau ada mobil yang melintas.


Batin Gibran yang terus menerus berfikir hal yang tidak-tidak mengenai Putri, disisi lain Sally yang mendengar kabar itu dia pun merasa cukup lega lantaran Putri ternyata masih hidup.

__ADS_1


"Syukurlah kalau itu anak masih hidup, jadi aku gak akan jadi seorang pembunuh!" batinnya yang bisa bernafas lega.


BERSAMBUNG...


__ADS_2