
Terkejut dengan kehadiran Putri yang tiba-tiba langsung menggambil ponsel yang ada digenggaman-nya, spontan Reza pun dibuat terkejut yang kemudian Reza pun menatap kearah Putri dengan tatapan misterius.
"Maaf ponsel kita telah tertukar, jadi aku inggin mengambilnya?" ucap Putri, tapi Reza terlebih dulu telah menahan ponsel tersebut.
Belum juga Putri berhasil sepenuhnya menggambil ponselnya dari Reza, tiba-tiba Reza langsung menarik tangan Putri dan membawanya pergi ke-suatu tempat.
Bingung dengan apa yang dilakukan Reza saat ini, para temannya pun merasa bingung sekaligus terheran, sedangkan Gibran yang merasa penasaran dengan apa yang ingin dilakukan oleh mereka, tanpa berfikir dia pun mengikuti mereka dengan Gibran yang terlebih dulu ijin pada Verrel.
"Apa yang inggin mereka bicarakan? Apa yang inggin dilakukan oleh Reza aku harus mengikutinya?" batinnya yang kemudian dia pun ijin pada Verrel.
"Verr? Aku inggin ke-toilet sebentar jadi kamu tunggu disini aja?"perintah Gibran.
"Baiklah! Ada apa dengan si Reza itu, kenapa dia menarik tangan si cupu dengan se'kasar itu, apa ada masalah yang sudah terjadi diantara mereka?"gumam Verrel yang merasa bingung. Dan kemudian dia pun bertanya pada kedua teman Reza.
"Woy kalian tahu gak apa yang terjadi sama si teman kalian itu?" tanya Verrel.
"Tidak!"balas Rendy dengan agak jutek.
"Way ... woy aja kita juga punya nama kali?" balas David yang menyindir Verrel.
"Ya elah gitu aja ngambek baperan amat sih kalian! Sewot Verrel.
"Biarin!"balas Rendy dengan tersenyum.
Setibanya Putri dan Reza sampai ditempat agak sepi.
"Aiss lepasin! Bentak Putri yang langsung menghempaskan tangan Reza yang sedari tadi menariknya dengan sangat kasar.
__ADS_1
"Kamu itu kenapa sih, ada yang terjadi denganmu? Kenapa kamu menarik-ku se,'kasar ini?"
Tanpa berkata atau pun menjelaskan lagi, Reza pun seketika menunjukkan sebuah foto yang ada gimana ponsel itu adalah ponsel milik Putri yang dimana didalamnya terdapat foto Putri, melihat Reza sudah mengetahui siapa dirinya spontan Putri pun terkejut dirinya tidak bisa berkutik lagi.
"Kamu bisa jelaskan ini apa maksudnya? Jadi kamu itu adalah anak Kasuari yang menyamar. Karena inggin memata-matai kita di SMA ini maka kamu merubah semua penampilan kamu ini menjadi cupu seperti ini agar kita semua tidak mengetahui niat licik kamu ini?"
Ucap Reza yang spontan membuat mulut Putri pun menjadi kaku sekaligus bingung mau mengatakan apa. Kemudian dia pun akhirnya mengatakan sesuatu lantaran idak terima jika dia dituduh menjadi mata-mata disini.
"Yahh mata-mata lagi! Mata-mata lagi! Kenapa sih dipikiran kamu itu hanya tentang itu saja, sudah aku katakan berapa kali sama kamu kalau aku itu bukanlah mata-mata, tapi kenapa kamu susah banget sih buat percaya?
Dan aku juga kasih tahu sama kamu, aku merubah penampilanku jadi seperti ini, ini tidak ada kaitannya sama sekali sama anak KASUARI, bahkan mereka juga tidak tahu kalau aku ini adalah Putri, jadi aku mohon yang sebesar-besarnya sama kamu, kamu tolong jaga rahasia ini ya. Dan aku minta kamu jangan kasih tahu siapa-siapa kalau aku ini mantan dari anak KASUARI aku mohon!
Aku bakal melakukan apa aja yang kamu minta asalkan kamu mau merahasiakan masalahku ini dari semua orang, kamu mau kan? Aku mohon plisss!"
"Baiklah aku bakal rahasiakan masalah ini, tapi dengan satu syarat?"
"Yang pertama kamu harus melakukan apa aja yang aku minta, entah itu kamu suka ataupun tidak, kamu harus mau melakukannya, yang kedua aku mau kamu jangan pernah kasih tahu orang-orang mengenai diriku yang naik bis tadi, apa kamu bersedia?"
"Kalau menjaga rahasia kamu itu sangatlah mudah, tapi mengabulkan apapun yang kamu minta, itu yang paling sulit, baiklah aku bakal mengabulkan semua permintaan kamu!"
"Apa kamu serius dengan ucapan kamu itu?"
"Iya aku serius!"balas Putri dengan menganggukkan kepalanya.
"Baguslah kalau gitu, tapi ingat nasibmu ada ditangan-ku jadi jangan coba -coba mengingkarinya?"
"Kamu tenang saja, aku gak bakal mengingkari perkataan yang sudah aku ucapkan,"balas Putri yang mulai terlihat kesal.
__ADS_1
"Baiklah bagus aku pegang omongan kamu itu!"balas Reza sambil tersenyum yang kemudian dia pun akhirnya pergi.
"Isttt itu orang pengen banget aku injak-injak, beraninya dia mengancam-ku seperti itu, kenapa harus dia sih yang tahu identitas ku yang sebenarnya, jika sudah seperti ini apa yang harus aku lakukan? Aku tahu betul dia itu siapa, jika aku mengingkarinya maka dia pasti akan mengasih semua orang siapa aku sebenarnya?
Hahh apa yang harus aku lakukan, ingat Putri kamu harus tetap tenang ... Tenang ... Dan jangan takut oke! Masih ada jalan untuk mengatasi masalah ini, jadi mendingan kamu tetap tenang, ya sudahlah mendingan sekarang aku masuk kedalam kelas saja, aku takut kalau ada orang yang melihat bertingkah aneh kaya gini?"
Ucap Putri yang kemudian tanpa bertingkah lagi, dia pun akhirnya memutuskan untuk kembali lagi kedalam kelasnya.
Dan tanpa disangka-sangka ternyata diam-diam Gibran menguping pembicaraan mereka. Dan mendengar semua perkataan yang diucapkan oleh Reza maupun Putri.
"Jadi ternyata benar dugaan-ku selama ini, kalau dia memang Putri gadis menyebalkan itu, bisa-bisanya dia mengerjai kita semua. Dan membohongi kita dengan penampilannya itu, tapi apa ya alasan dia yang sesungguhnya? Kenapa dia sampai nekat masuk di SMA ini dengan berpenampilan yang aneh gitu. Kayaknya aku harus menyelidiki ini?
Dan kayaknya aku sendiri yang harus memaksanya untuk berkata berterus terang padaku?" batin Gibran yang kemudian dia pun pergi meninggalkan tempat ini, bergegas masuk kedalam kelas.
Setibanya Putri didalam kelas.
"Rez, kamu lagi ada masalah apa sih sama si cupu itu? Kenapa kamu pake acara membawanya pergi segala?" tanya David dengan penasaran.
"Gak ada apa-apa hanya masalah kecil saja, lagian aku juga sekarang sudah mengurusnya jadi dia gak mungkin berani mencari masalah kepadaku lagi!"balas Reza sambil menatap tajam kearah Putri yang baru saja datang.
"Dilihat dari tatapannya ketika melihatku saja, dia sudah terlihat sangat menyeramkan dan seperti inggin memangsa ku. Sebenarnya waktu Mamanya hamil dulu, Mamanya ngidamnya apa sih, kenapa besar-besar jadi menyeramkan kaya gitu heran aku?" batin Putri yang kemudian dia pun akhirnya memutuskan untuk terduduk di bangkunya. Dan tidak menghiraukan Reza yang terus menatapnya dengan tatapan sinisnya tersebut.
Dan tak berapa lama, Gibran pun datang yang akhirnya dia pun sama yaitu memutuskan untuk duduk.
"Kira-kira rencana apa yang paling tepat, agar dia mau mengakuinya nanti?" batin Gibran yang ikut melihat Putri, akan tetapi Putri tidak menyadarinya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1