
Pagi yang sangat cerah telah menampakan sinarnya kembali, jam yang sudah menunjukkan pukul 06:30 pagi yang artinya aktifitas manusia sudah mulai berjalan lagi. Dan Putri yang sudah sangat rapi dengan seragam yang dia kenakan, dia yang hendak akan berangkat ke-sekolah.
Dan menuju ketempat Parkir dimana sepeda mininya dia taruh disana. Akan tetapi setelah Putri melihat sepedanya dia pun terkejut, lantaran ban depan sepedanya ternyata kempes.
"Yahh kenapa sepedaku pake acara kempes segala sih, kalau aku pompa takutnya dijalan akan kempes lagi dimana? Jika sudah seperti ini apa yang harus aku lakukan, kalau aku menggunakan Mobil itu sangatlah tidak mungkin, jadi yahh mau gak mau aku harus naik bis untuk bisa tiba disekolah, ya sudahlah gak papa itung-itung sambil jalan-jalan.
Tak berapa lama Putri yang sedang menunggu di halte bis akhirnya tidak menunggu waktu lebih lama lagi, bis pun akhirnya tiba juga. Dan bergegas Putri pun akhirnya memasuki bis tersebut. Dan mencari kursi duduk yang kosong.
Dan setelah mendapatkan tempat duduk bagian tengah, Putri pun akhirnya terduduk.
Putri yang awalnya biasa-biasanya saja, seketika pandangannya pun tertuju pada seorang laki-laki yang menggunakan seragam yang sama seperti yang dia kenakan saat ini yaitu menggunakan seragam anak SMA Cenderawasih.
Akan tetap bukan soal itu yang ada dipikiran Putri saat ini, tapi dia merasa ada yang aneh dengan seseorang itu, lantaran sedari tadi Putri memperhatikannya laki-laki itu seperti lagi menyembunyikan jati dirinya dengan menutupi wajahnya mengunakan masker.
Dan setelah Putri memperhatikannya lebih serius lagi, dia pun terkejut lantaran dia tahu siapa laki-laki misterius itu. Dan laki-laki itu yang tak lain dia adalah Reza.
"Astaga aku baru ingat dia bukannya Reza kan? Si laki-laki macan itu, bagaimana mungkin dia bisa ada didalam bis ini, aku samperin aja!"batin Putri yang tanpa berfikir lagi, dia pun langsung meminta seseorang yang duduk disebelah Reza untuk berganti posisi.
"Maaf mas bisa tukar tempat gak?" pinta Putri.
"Baiklah, silahkan!" balas seorang laki-laki.
"Terima kasih."
Ternyata memang benar dugaan Putri jika laki-laki yang berseragam ini ternyata memang Reza orangnya.
"Si anak cupu ini kenapa bisa ada disini? Kenapa dia malah meminta duduk di sebelahku? Apa jangan-jangan dia menyadari aku ini siapa?"batin Reza yang merasa sangat deg-deg kan.
"Ini orang udah tahu aku ada disampingnya, masih aja gak mau ngaku?" batin Putri yang akhirnya mengatakan sesuatu yang kemudian membuat Reza pun spontan terkejut.
"Astaga gak usah se'tegang gitu kali, aku tahu lagi mas ini siapa? Mas ini mas Reza kan si macan yang suka menggaung itu?"ucap Putri yang kemudian membuat Reza pun terkejut.
"Darimana kamu tahu kalau ini aku?" balas Reza sambil terkejut.
"Ya iyalah aku tahu aku gitu, oh iya ngomong-ngomong kendaraanya mana mas? Kok mas bisa ada disini?"
"Mogok!"balas Reza dengan jutek.
"Ooo mogok ternyata bisa janjian juga ya kendaraannya itu, pake acara mogok barengan?"celetuknya dengan tertawa secara diam-diam.
"Melihat aku ada disini, pasti setelah ini kamu bakal menyebar berita ini ke-seluruh sekolah kan? Biar mereka tahu kalau orang sepertiku ternyata bisa naik bis seperti ini, ayo ngaku?"
__ADS_1
"Menyebarkan ke-seluruh sekolah, memangnya apa untungnya aku menyebarkan berita itu, apa setelah aku menyebar. Dan mengasih tahu kesemua orang derajat bakal naik? Apa setelah aku menyebarkan ke-seluruh sekolah aku bakal terkenal disana? Tidak lagi jadi untuk apa aku ingin menyebarkannya, aku tidak tertarik lagi dengan masalah seperti itu!"ucap Putri.
"Aku gak percaya kalau kamu gak bakal menyebarkan masalah ini ke-seluruh sekolah?"balas Reza dengan menatap tajam kearah Putri.
"Ya sudah kalau kamu gak percaya ya gak papa, lagian siapa juga yang menyuruhmu untuk mempercayaiku?"
"Baiklah kali ini aku pegang omongan kamu, tapi lihat saja jika kamu sampai terbukti menyebarkan masalah ini, kamu akan tangung sendiri akibatnya nanti,karena aku gak akan pernah membiarkan siapa pun orang sampai berani menginjak harga diriku termasuk itu kamu sendiri, apa kamu mengerti?"
Mendengar ancaman yang dilakukan Reza kepada dirinya tidak membuat Putri tambah malah semakin takut dan tegang. Melainkan dia hanya bersikap biasa-biasa saja tanpa takut dengan perkataan yang barusan diucapkan Reza tadi.
Reza yang melihat wanita dihadapannya sama sekali tidak merasa takut, dia pun sedikit heran, sekaligus kesal dibuatnya.
"Hey kamu itu sadar gak sih? Aku ini lagi mengancam kamu sekarang?" bentak Reza.
"Terus aku harus takut gitu? Tidak kan? Udah kita sudah sampai di SMA kita, jadi ayo turunlah!"ajak Putri dengan langsung menarik tangan Reza untuk keluar.
"Ehh kenapa kamu pake acara tarik aku segala sih, tunggu?"ucap Reza sambil memperhatikan suasana aman.
"Apa lagi?"
"Gak ada anak SMA Cenderawasih kan disini?"tanya Reza.
"Ada?"balas Putri spontan.
"Kan aku dan juga kamu sendiri kan juga anak Cenderawasih?"
" Kamu bisa ngelawak juga ya, diam disini. Dan jangan bergerak sampai aku masuk kedalam gerbang itu, apa kamu mengerti?" perintah Reza tapi sama sekali gak digubris sama Putri yang dimana Putri malah langsung lanjut berjalan dengan santainya.
"Hey aku ini sedang berbicara dengan kamu! Hey! Apa kamu budek? Gila itu orang gak ada takut-takutnya ternyata?" teriak Reza dengan sangat kesal.
Belum juga Reza selesai berbicara, tiba-tiba ada orang yang datang. Dan langsung memegang pundak Reza. Dan seketika Reza pun terkejut.
"Reza apa yang kamu lakukan disini?"tanya David dari belakang Reza.
"Astaga kalian rupanya, kalian ini mengagetkan ku saja, aku kira siapa?" balas Reza.
"Oh iya mobil kamu mana? Biasanya kamu kalau masuk sekolah, kamu pasti bawa mobil maupun motor kamu yang keren itu?"timpal Rendy kemudian.
"Itu mobilku mogok jadi bokap aku nganterin sekalian dia berangkat kerja gitu,"balas Reza.
"O!"balas David.
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita masuk sekarang!" ajak Reza yang langsung merangkul pundak kedua temannya itu.
"Baiklah ayo!"balas Rendy.
"Huuu syukurlah aku bisa cari alasan, kenapa nasibku jadi sial kaya gini sih, gara-gara kena hukuman dari bokap, aku harus terpaksa berbohong seperti ini, pake acara itu anak culun lihat lagi, kalau dia sampai ngadu gimana?"batin Reza yang masih terlihat sedikit takut.
*
*
Jam yang sudah menunjukkan pukul 09:00 pagi yang artinya jam istirahat telah datang. Para pelajar dari kelas IPS maupun IPA yang mendengar bel berbunyi itu pun segera berlari. Dan bergegas meninggalkan kelas mereka masing-masing.
Ada yang pergi ke taman tempat tongkrongan mereka, ada juga yang pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka. Dan ada juga yang bersama para doi mereka.
Akan tetapi yang dilakukan Putri, dia sengaja datang ke-Kantin. Karena dia merasa sangat lapar. Dan memutuskan untuk makan terlebih dulu, ditemani Nina membuat Putri tidak merasa kesepian lantaran ada seseorang yang menemaninya.
"Kamu kalau makan gak usah terburu-buru gitu, nanti tersedak lagi Put ...?" ucap Nina yang mencoba untuk memperingkatkan Putri.
"Nanggung Nin, aku sudah lapar banget soalnya,"balas Putri yang kemudian dia pun melanjutkan lagi makannya.
"Ya baiklah kalau itu sudah jadi keputusan kamu, tapi ingat pelan-pelan gak ada yang bakal ngambil kok?"
"Iya..iya."
Lagi asyik-asyiknya makan, tiba-tiba Reza dan kedua temannya yang kebetulan lewat didekat Putri, Reza pun memberikan sebuah kertas yang sudah terlebih dulu dia remas yang kemudian Reza menaruhnya dimeja depan pintu.
Melihat ada seseorang yang memberinya sebuah kertas, Putri pun kemudian melihat kearah atas. Dan ternyata Reza orangnya, Reza yang juga menatapnya kembali, membuat Putri pun akhirnya bergegas membuka surat tersebut.
"Kenapa lagi sih itu orang, kenapa dia memberiku surat ini?"batin Putri yang kemudian pelan-pelan, dia pun lantas membukanya.
Setelah Putri membuka ternyata isi dari kertas tersebut adalah hanyalah tulisan "INGAT ANCAMAN AKU TADI"
"Astaga aku kirain apaan, ternyata hanya ini isinya dasar!"ucap Putri sambil menatap kembali Reza.
"Putri surat apa itu?" tanya Nina yang melihat Putri sedang memegang sebuah kertas.
"Tidak. Ini hanya sampah saja kok!"balas Putri yang kemudian dia pun melanjutkan lagi makannya.
Dan ternyata tanpa dugaan Putri, diam-diam Gibran memperhatikannya dari jarak jauh, yaitu dibelakang tempat duduk Putri saat ini, bahkan pada saat Reza memberikan surat itu kepada Putri, dia pun melihatnya dengan sangat jelas.
"Surat apa yang diberikan oleh Reza kepada gadis cupu itu?" batin Gibran yang merasa penasaran. Dan terus menerus menatap kearah Putri
__ADS_1
BERSAMBUNG...