PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
114 " Hampir terungkap "


__ADS_3

"Kamu itu kalau marah sama aku marah aja, tapi jangan bawa-bawa keegoisan kamu dalam acara ini, disini banyak orang penting yang hadir apa kamu sengaja ingin mempermalukan aku?"tegas Gibran dengan amarahnya.


"Kayaknya mereka berdua sedang berantem. Dan kayaknya dia juga gak ngenalin siapa seseorang yang ada dihadapannya saat ini jadi syukurlah,"batinnya yang merasa lega.


"Kamu kenapa malah terdiam? Apa kamu masih marah sudah! Ayo kita kesana sekarang!"


ucapnya yang tanpa memberikan waktu untuk berkata, Putri yang disangka Revi, dirinya hanya menurut pasrah ketika Gibran menggenggam tangannya dan membawanya pergi menunjukkan pada semua media.


Dihadapan para awak media, detak jantung Putri mulai berdetak bahkan dirinya tidak bisa berkata sepatah kata lagi, entah apa yang akan terjadi jika Gibran sampai tau siapa seseorang yang ada disampingnya saat ini.


"Ingat Putri kamu harus tenang ... Kamu harus tenang ...." ucapnya yang bernafas dengan pelan.


"Baiklah untuk kalian para hadirin yang sudah bersedia menyempatkan waktunya, kalian nikmatilah menu yang sudah kamu siapkan silahkan!"


"Tuan Gibran sungguh beruntung memiliki Istri secantik Nyonya Revi, biar pun dia masih mengenakan topeng saya sudah melihat aura yang terpancar dari wajahnya dan dia terlihat tambah semakin cantik kan?"ucap Wartawan.


"Iya, yang dikatakan dia memang benar Istri anda sungguh sangatlah cantik, tapi kayaknya kecantikannya akan tambah semakin terlihat jika topengnya dilepas bisakah Nyonya melepaskannya?"


"Apa yang mereka katakan? Bagaimana bisa mereka mengatakan hal itu apa yang harus aku lakukan sekarang?"batinnya dengan wajah yang diselimuti wajah paniknya.


"Kenapa kamu hanya diam? Mereka meminta-mu untuk melepaskannya apa kamu tidak mau melakukannya?"tanya Gibran.

__ADS_1


"Gimana ini?"


"Kamu kenapa? Apa kamu lagi sakit tenggorokan sampai-sampai tidak terucap sepatah kata pun pada kami?"tanya Gibran.


"Baiklah jika kamu memaksaku untuk melepaskan topeng ini baiklah aku akan melepaskannya."


Niatnya yang hampir ingin melepaskan topeng cantik yang terpakai disalah Putri atau yang disangka Revi. Belum juga Gibran berhasil melepaskannya, suasananya yang tadinya terang kini dalam hitungan detik cahaya terang yang menyelimuti semuanya sekejab berubah menjadi gelap gurita, topeng yang berhasil terbuka dan menunjukkan Putri yang sesungguhnya, tapi sialnya cahaya yang gelap tak menyadarkan Gibran akan siapa Wanita yang ada disampingnya.


Seseorang kemudian datang dengan menyeret tubuh Putri dan membungkamnya dari belakang dengan segera ia pun membawa Putri untuk keluar dari tempat pesta tadi. Setelah berhasil membawanya keluar, ia pun kemudian langsung melepaskannya.


"Siapa kamu kenapa kamu membungkam-ku?"tanya Putri yang bersiap-siap inggin melawannya.


Tanpa berkata lagi orang itu pun dengan segera langsung meninggalkan Putri sendiri tanpa adanya perkataan yang ia ucapkan lagi.


"Revi, ternyata sedari dulu dia tidak pernah berubah dan apa maksudnya dia membungkam-ku seperti ini. Dan apa alasannya, apa dia takut kalau Gibran akan melihatku makanya dia takut kalau Gibran akan berpaling darinya. Astaga anak itu memang tidak pernah berubah, tapi syukurlah dan ada untungnya mereka membungkam-ku tadi, karena dengan bantuan mereka, Gibran tidak akan tahu kalau ternyata aku sudah kembali lagi di Jakarta. Ya sudah mendingan sekarang aku cepat pergi dari sini sebelum Gibran mau pun yang lainnya tahu kalau aku ada disini sekarang,"gumam Putri yang tanpa berkata lagi, ia pun dengan segera langsung pergi meninggalkan tempat ini.


******


"Tuan kita sudah memeriksa saklarnya dan ternyata memang ada orang yang sengaja mematikannya?"ucap Sekertaris Gibran.


"Ada seseorang yang sengaja mematikannya. Apa kamu tahu siapa orangnya?"tanya Gibran lagi.

__ADS_1


"Tidak, saya tidak tahu Tuan nanti saya akan coba memeriksa kamera CCTV biar kita tahu apa alasan orang itu mematikannya, jadi sekarang Tuan lanjutkan penyelenggaraan berlangsungnya acara ini.


"Baiklah,"ucap Gibran yang kemudian Sekertaris pun pergi.


"Ada apa ini, kenapa lampunya tiba-tiba bisa mati sendiri. Dan tidak mungkin terjadi kalau bukan karena adanya ulah seseorang, sedangkan Revi?"batinnya yang kemudian Gibran pun menatap kearah kearah Revi.


Sedangkan suasana yang terjadi atas panggung yang tadinya Gibran bingung lantaran Putri yang dia kira Revi yang sedari tadi tidak mengucapkan apa-apa, Gibran pun akhirnya melepas topeng yang dikenakan Revi lantaran ia yang merasa sangat curiga.


"Gibran. Ada apa kenapa kamu membuka topengku?"tanya Revi yang begitu terkejut melihat Gibran yang tiba-tiba melepas topengnya.


"Revi, jadi ini beneran kamu?"tanya Gibran dengan merasa sangat tidak percaya.


"Iyalah ini aku, masak aku menyamar jadi orang lain sih. Maafkan aku kalau sedari tadi aku tidak mengatakan apa-apa. Dan terus mengabaikan mu soalnya tenggorokanku lagi sakit tadi, maafkan aku ya...maafkan aku."ucap Revi yang berusaha meyakinkan Gibran.


"Baiklah tidak apa-apa,"balas Gibran akan tetapi secara diam-diam Gibran terus menatapnya dengan tatapan sedikit aneh.


"Apa mungkin memang indera penciumanku yang rada-rada bermasalah, atau memang ada yang aneh ya dengan Revi. Perasaan tadi pertama bau parfum yang aku cium aromanya tidak sesegar seperti tadi, tapi kenapa sekarang aroma parfumnya jelas sangat berbeda. Apa yang terjadi sebenarnya?" batin Gibran yang terus-menerus merasa bingung.


"Rencana yang berhasil dengan sangat sempurna. Dan untungnya aja Gibran tidak sempat melihat jika tadi adalah Putri yang berada disampingnya, coba aja kalau Gibran sampai tahu, aku mungkin tidak akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada pertemuan mereka tadi. Tapi ingatlah aku tidak akan diam Putri, biar pun Gibran tidak bisa mencintaiku, tapi dia sudah jadi Suamiku jadi awas saja kalau kamu sampai berniat ingin merebutnya dariku,"batin Revi dengan senyum sinisnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2