
Setelah Putri berhasil mengerjai mereka, Putri pun merasa sangat puas.
"Seru juga ya ngerjain mereka, lagian siapa duluan yang mencari masalahnya, jadi kena kan kalian. Dan pastinya sekarang mereka lagi pada bolak-balik ke toilet karena sedang sakit perut!"ucap Putri sambil rebahan ditempat tidurnya.
"Astaga Gibran kamu itu habis makan apa sih, kenapa kamu bolak-balik ke toilet. Dan ini sudah yang ke 10 kalinya, jadi cepat ayo keluarlah, Papa sudah tak tahan nih,"ucap Papanya sambil menggedor-menggedor pintu. Dan berusaha menahan pipis.
"Nanggung pa,"teriak Gibran.
Tak jauh berbeda dengan yang dialami oleh Gibran saat ini, Reza yang juga habis makan bakso petir itu pun juga merasa kan mulas yang sangat menggangu dirinya.
"Udah ya kalau kalian jangan dangdutan terus didalam perut-ku ini, aku capek lagi bolak-balik terus, udah ya..udah,"ucap Reza sambil mengelus mengelus perutnya.
Malam yang telah berganti pagi. Dan matahari pun telah menampakkan sinarnya untuk menyinari alam semesta ini.
Bel sekolah yang telah berbunyi telah menunjukan jika waktu jam istirahat telah datang, para pelajar yang pada berhamburan pergi meninggalkan kelas mereka. Dan menuju ketempat tongkrongan mereka masing-masing.
Ada yang pergi ke taman ataupun pada pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang merasa sangat lapar.
Dan hal yang sama yang dilakukan Putri dan juga Nina yaitu sama seperti hal yang sebelumnya yaitu menuju ke-Kantin untuk mengisi perut mereka yang pada keroncongan.
Dan berbeda dengan suasana yang dulu, kali ini Putri dan juga Nina dibuat terkejut lantaran tiba-tiba Reza yang datang duduk bersebelahan dengan Putri.
Bahkan bukan hanya mereka yang terkejut saja, akan tetapi seisi kantin pun pada fokus memperhatikan Reza, tak terkecuali temannya sendiri dan juga Gibran.
"Hey itu kan si Reza? Kenapa dia, kenapa dia tiba-tiba duduk disebelah si cupu itu?" tanya Verrel kepada Gibran yang merasa penasaran.
"Mana aku tahu!"balas Gibran yang mencoba bersikap santai, akan tetapi dia tidak bisa menahan rasa penasarannya itu.
"Reza benar-benar membuktikan perkataanya ternyata?" batin Gibran yang tiba-tiba merasa penasaran.
"Si Reza lagi kerasukan apa sih, kenapa dia tiba-tiba mau duduk disebelah si cupu itu, bukannya aneh bukan?" ucap Rendy yang ikut merasa bingung, dengan apa yang dilakukan temannya saat ini.
"Iya aku juga bingung?"balas David yang ikut merasa bingung.
"Kamu? Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Putri pada Reza yang sedang terduduk disampingnya.
__ADS_1
"Kamu tanya sama aku?" tanya balik Reza yang malah membuat Putri kesal.
"Tidak! Aku tanya di meja, ya jelas tanya kamu lah. Apa yang kamu lakukan disini, apa kamu tidak lihat orang-orang pada memperhatikan kita, jadi aku minta kamu pergi dari sini sekarang!"perintah Putri akan tetapi tidak dihiraukan oleh Reza.
"Terus kalau aku tidak mau gimana?"
"Ya sudah biar aku aja yang pindah!" balas Putri yang hendak akan bangkit dari tempat duduknya,seketika Reza pun langsung menghalanginya. Dan langsung menariknya.
"Siapa yang menyuruhmu untuk pindah, jika aku tidak memintamu jangan pernah berani untuk pindah, apa kamu paham?"
"Dasar menyebalkan!"balas Putri yang akhirnya dengan pasrah, ia pun kembali duduk ditempat asal mulanya.
"Tidak masalah jika orang-orang pada mengira jika aku ini tidak waras. Karena semua ini sudah jadi rencana yang aku buat, jika aku memperlakukan Putri dengan manis seperti ini, aku yakin perlahan-lahan dia pasti bisa mencintaiku.
Dan pada saat itu juga aku bakal tahu sekaligus melihat gimana penderitaan Gibran nanti?" batin Reza sambil menunjukkan senyum sinisnya.
"Sebenarnya apa yang direncanakan Reza saat ini, apa dia beneran berniat inggin membuat Putri jatuh hati kepadanya?" batin Gibran yang merasa ikut penasaran. Dan terus menerus Gibran pun ikut memperhatikan mereka.
Dan bukan hanya teman-teman mereka yang merasa bingung dengan apa yang dilakukan Reza saat ini, tapi Sally dan kedua temannya yang ikut melihatnya pun ikut merasa bingung, bahkan Sally yang melihat kedekatan mereka, ia pun merasa sangat tidak terima.
"Berani sekali dia mendekati Reza ku, apa dia sudah gila, dia ternyata belum ada kapok-kapoknya juga ya, lihat saja nanti apa yang bakal aku lakukan ke Cupu itu!"gerutu Sally.
"Memangnya apa yang ingin kamu lakukan sama si cupu itu Sal?"
"Nanti kalian juga akan tahu!" balas Sally dengan tersenyum sinis.
________ _________
Putri yang pada saat sedang berjalan, tiba-tiba dia pun dikejutkan dengan kehadiran Sally dan juga temannya yang tiba-tiba langsung menyiram Putri dengan menggunakan se'embar air.
"Astaga Sally apa yang kamu lakukan, kenapa kamu menyiram-ku?" ucap Putri yang merasa sangat terkejut. Dan kemudian dia pun menatap kearah Sally.
"Iya itu semua memang sudah sangat pantas untuk kamu terima. Karena kamu sudah dengan beraninya godain gebetan aku?"
"Gebetan apa maksud kamu? Aku tidak ngerti?"
__ADS_1
"Udahlah cupu kamu itu gak usah akting segala, kita tahu lagi, kalau kamu itu godain Reza kan makanya dia jadi kesem-sem gitu sama kamu yo ngaku?" ucap Salah satu teman Sally yang ikut menghakimi Putri.
"Aku kasih tahu kalian ya, aku tidak pernah godain dia, jadi kalian jangan asal menuduhku seperti ini?" balas Putri yang mencoba untuk melindungi dirinya sendiri.
"Sudah teman-teman kita tinggalin dia, lagian tidak ada gunanya juga ngeladenin dia,"ajak Sally.
"Baiklah Sally ayo!"balas temannya yang kemudian ikut bersama Sally.
"Sally bener-bener sudah gila, apa sih sebenarnya yang ada dipikirannya itu?" ucap Putri yang kemudian dia pun merasa sedih, lantaran seragam atasannya sudah basah kuyup akibat terkena siraman tadi.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan, jika aku pulang itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi kalau aku tidak ganti aku takut kalau aku?" ucap Putri yang belum juga mengatakan sesuatu, dia sudah dibuat terkejut dengan adanya seseorang yang langsung menyodorkan sebuah jaket hitam tepat didepannya.
"Gunakan ini!"ucap seseorang itu yang tak lain, seseorang itu adalah Gibran.
"Gibran?" balas Putri yang terkejut.
"Kenapa kamu malah bengong, ayo pake ini, jika kamu tidak ganti baju kamu akan masuk angin nanti?" ucap Gibran yang seketika membuat jantung Putri seketika berdebar-debar sangat kencang.
"Ingat kamu itu salah mencari lawan seperti Sally, jadi aku hanya inggin memperingatkan ke kamu, jika sekali lagi Reza berani mendekatimu, mendingan kamu cepat lari. Dan menghindarinya. Karena asal kamu tahu Reza dan Sally itu pacaran jadi itulah alasan dia, kenapa dia se'marah ini sama kamu?"
"Apa jadi mereka itu pacaran, pantesan Sally se'marah ini sama aku, memang dia itu si playboy rupanya,"gumam Putri yang merasa kesal.
"Ya sudah cepat kamu pake ini!"tawar Gibran.
"Baiklah aku akan memakainya terima kasih ya,"ucap Putri yang kemudian Gibran pun tiba-tiba membalas senyumnya pada saat itu juga hati Putri pun berdegup sangat kencang rasanya jantungnya pun inggin mau copot.
"Ya sudah kalau gitu,"balas Gibran yang kemudian dia pun akhirnya pergi membelakangi Putri.
"Kayaknya dia percaya dengan perkataan-ku yang bilang kalau mereka sedang pacaran, gak papa lah sesekali lagi ngerjain itu orang songgong,"batin Gibran yang kemudian dia pun tersenyum.
"Astaga ada apa ini dengan jantungku? Kenapa tiba-tiba jantungku berdegup kencang seperti ini, bahkan rasanya inggin copot.
Dan kenapa sikap dia sangat berbeda dengan yang dulu, jika dulu dia sangat dingin, kenapa sekarang dia jadi bersikap manis dan perhatian gitu sama aku, astaga gak! Gak Putri, kamu gak boleh ada pikiran seperti itu, bisa aja dia cuma lagi ngerjain aku kan, jadi kamu jangan seneng dulu," batin Putri yang kemudian dia pun merasa bingung sesekali dia pun memegang hatinya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1