
"Terima kasih ya karena kamu sudah mau mentraktirku untuk makan disini?"ucap Putri pada Verrel.
"Iya santai aja lagi, lagian aku juga senang bisa mentlaktir kamu! Oh iya tadi kamu menangis sekencang itu gak mungkin kan kalau kamu gak ada masalah? Pasti ada kan masalah yang membuatmu sampai menangis seperti itu?" tanya balik Verrel kepada Putri.
"Iya memang yang kamu katakan memang benar, aku memang ada masalah tapi ini menyangkut masalah keluargaku, jadi gak baik jika aku buka aib keluargaku sendiri?" balas Putri yang kemudian dia pun menundukkan kepalanya.
"Iya aku mengerti apa maksud kamu. Dan kamu gak perlu memberitahu masalah kamu ke aku, ingat Putri kapanpun kamu ada masalah cerita-lah sama aku, aku pasti akan dengan senang hati akan membantumu. Dan mendengarkan curhatmu!"ucap Verrel yang kemudian dia pun menggenggam erat tangan Putri, Putri yang melihatnya pun merasa malu sekaligus bingung.
"Ya elah pake acara pegangan tangan segala, alay?" sindir Gibran yang kemudian membuat Verrel merasa kesal.
"Ooo maaf ya aku kebablasan pegang tangan kamu?" ucap Verrel.
"Ya elah Verrel, kamu kalau mau pedekate lihat dulu apa ada orang jomblo gak disini. Dan kenapa aku merasa aku itu jadi nyamuk ya disini?" ucap Gibran lagi.
"Itu ngerti?" sindir Verrel dengan menyipitkan matanya.
"Dasar! Ya sudah mendingan sekarang kita akhiri makan ini. Dan kamu? Jika kamu masih belum kenyang juga makanlah sebanyak yang kamu mau, kita harus pergi sekarang!"ucap Gibran yang langsung menarik tangan Verrel untuk dia ajak pergi.
"Astaga Gibran kamu itu kenapa sih buru-buru amat jadi orang, jangan gagalkan rencana pedekate-ku kenapa?" ucap Verrel.
"Astaga Verrel kamu gak lihat ini sudah jam berapa? Ini itu sudah jam 20:00 malam kalau bengkel disana tutup gimana? Apa kamu mau mendorong si Mili lebih jauh lagi?"balas Gibran.
"Iya juga sih! Oh iya Putri maaf ya kayaknya kita harus segera berpisah deh, jika kamu inggin makan lagi makanlah biar aku yang bayar?" ucap Verrel kepada Putri lagi.
"Tidak usah, aku sudah kenyang kok. Dan sekali lagi terima kasih ya atas traktirnya, ya sudah kalau kalian memang inggin pergi, pergilah!"pinta Putri.
"Kamu serius tidak apa-apa?" balas Verrel balik.
"Iya aku tidak apa-apa,"balas Putri kemudian.
"Tuh denger dia bilang tidak apa-apa, jadi ayo cepat kita pergi sekarang!"ajak Gibran dengan memaksa.
"Baiklah dah Putri."
"Iya dah,"balas Putri.
Setelah Verrel dan Gibran meninggalkan Putri, akhirnya Putri hanya bisa terdiam meratapi nasibnya setelah nasib apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
Mengingat tindakan apa yang dilakukan Papanya kepadanya, membuat Putri pun memutuskan untuk tidak mau pulang terlebih dulu.
Akan tetapi disisi lain Putri juga bingung, dengan siapa dan kepada siapa dia meminta pertolongan.
"Sekarang aku harus pergi kemana lagi, apa aku pulang ke-Rumah saja? Tapi kalau aku pulang, aku belum siap bertemu dengan Papa. Dan mungkin dengan keputusanku yang pergi dari rumah ini, Papa akan mulai sadar dengan kesalahannya itu, jadi lebih baik aku jangan pulang dulu, tapi jika aku tidak pulang aku harus tinggal dimana?"ucap Putri yang merasa sangat bingung.
Dengan melanjutkan perjalanannya menyisir anak jalan, Putri yang dalam keadaan bingung dan putus asa, dia pun sampai tidak fokus dimana pada saat Putri yang hendak akan menyebrang seberang jalan, terdapat-lah sebuah mobil yang melaju kearahnya dengan kecepatan agak sedang.
__ADS_1
Putri maupun pengendara mobil yang sama-sama terkejut, mereka pun akhirnya sama-sama berteriak keras. Putri yang terkejut dia pun akhirnya terjatuh, sedangkan pengendara mobil yang dengan sigap dia pun langsung mengeremnya. Dan untung saja tidak terjadi hal yang tidak mereka inginkan.
Pengendara mobil yang menyadari jika dirinya hampir saja menabrak seseorang, mereka pun lantas bergegas keluar dan mengecek keadaan seseorang itu.
"Astaga Papa apa yang Papa lakukan? Kenapa Papa menabraknya?" ucap Istrinya.
"Lagian Mama juga sampai kapan, Mama akan terus menerus mengajak Papa untuk berdebat seperti ini? Sekarang jadi seperti ini kan masalahnya?"ucap Suaminya yang merasa sangat tegang.
" Sudah jangan bahas masalah itu lagi, yang terpenting sekarang kita turun dan lihat kondisi seseorang itu?"
"Baiklah ayo!"balas Suaminya.
"Kamu? Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Suami pada Putri yang masih terduduk dijalan aspal.
"Om dan tante tenang saja, aku baik-baik saja kok!"balas Putri.
"Maaf saya tadi bener-bener tidak sengaja maafkan saya ya?"
"Iya om saya gak Papa kok, lagian saya sendiri juga yang salah. Karena nyebrang-nya tidak hati-hati tadi. Dan saya hanya menggalami lecet sedikit saja, jadi gak papa kok!"balas Putri.
"Apa kamu yakin?" tanya Seseorang laki-laki itu dengan wajah penuh agak cemas.
"Iya aku yakin nanti kalau diurut juga akan sembuh kok! Ya sudah saya permisi dulu?"
"Iya kita takut kalau tiba-tiba kamu kena drop dimana, akibat benturan tadi, jadi ijinkan kita untuk mengantar kamu ya?"ucap Istrinya.
"Aku gak inggin pulang!"balas Putri yang seketika membuat mereka pun terkejut.
"Hah kenapa? Apa kamu ada masalah dengan keluarga kamu?" tanya seorang wanita itu.
"Baiklah mendingan sekarang kamu ikut kita, melihat kondisi kamu yang seperti ini, gak mungkin kalau kita akan membiarkan kamu begitu saja, ayo ikut kita!"ajak laki-laki itu.
"Tapi om?"
"Udah gak papa ayo ikut kita?"balas Istrinya yang membantu Putri untuk berjalan dan membantunya masuk kedalam kamarnya.
"Terima kasih ya Om..tante?"
" Ya sudah sini tante bantuin berjalan?"
"Iya tante terima kasih ya?"
"Iya sama-sama?"
Tak menunggu waktu lebih lama akhirnya mereka pun telah tiba juga dikediaman mereka. Sesampainya Putri di kediaman mereka.
__ADS_1
"Jadi ini rumah om dan tante?"
"Iya masuklah!"
"Baik tante, om?"
"Selamat datang Tuan, nyonya?"
"Iya bik terima kasih, oh iya siapa dia nyonya?"
"Dia itu anak dari teman saya?" balas laki-laki itu yang tidak inggin ada masalah.
"Om sama tante hanya tinggal bertiga di-rumah sebesar ini?" tanya Putri.
"Tidak, Om dan Tante punya seorang anak laki-laki yang juga masih tinggal disini. Tapi ya gitulah kalau anak muda kalau belum jam 11:00 malam dia belum mau pulang dari tempat tongkrongannya, jadi kalau belum 11:00 malam dia tidak akan mungkin sampai di-rumah ini!. Balas Laki-laki itu dengan wajah agak sedih.
"Anak yang berandal!"balas Putri dengan ucapannya yang pelan.
"Apa?" balas kedua orang itu karena terkejut dengan ucapan Gadis itu.
"Tidak. Aku tadi hanya salah ngomong kok om!"balas Putri yang merasa agak takut.
"Ya sudah bik kamu antar Gadis ini ke-kamar aden ya?"perintah wanita itu.
"Baik nyonya!"
"Mari saya antar!"
"Terima kasih bik."
Dan kemudian bibik itu pun mengantar Putri ke-kamar anak laki-laki dari majikannya itu.
"Bik kalau saya tidur sini? Nanti Putra mereka tidur dimana?"tanya Putri pada bibik.
"Soal itu Non tenang saja, nanti nyonya sendiri yang bakal ngasih tahu putra mereka?"balas bibik.
"Baiklah bik, oh iya terima kasih karena Bibik udah mau nganterin saya ya?"
"Iya sama-sama, ya sudah cepat masuk dan beristirahatlah," perintah bibik.
"Baik bik!" ucap Putri yang kemudian dia pun masuk kedalam kamar tersebut.
Sesampainya Putri dikamar itu, Putri pun memperhatikan setiap detik dan setiap saat pandangannya yang sedang memperhatikan semua benda-benda yang ada dihadapannya itu.
BERSAMBUNG....
__ADS_1