
Melihat tatapan yang ditunjukkan kepadanya membuat Putri pun seketika bungkam, bahkan mata maupun bibir pun tidak mampu untuk bergerak. Dan akhirnya hampir 10 menit mereka bertatapan, akhirnya kesadaran mereka pun kembali. Setelah mereka yang mendengar ada suara jatuhan piring yang spontan membuat mereka pun terkejut.
"Astaga pake acara jatuh lagi, kamu itu bisa kerja gak sih?" Amarah yang dilontarkan oleh sang bos kepada pelayan perempuan tersebut.
"Maaf-maaf pak saya bener-bener tidak sengaja, maaf!"balas sang pelayan yang mencoba untuk meminta maaf akan tetapi sang bos tidak menghiraukannya.
"Maaf -maaf aja terus kamu, kalau kamu kerjanya kaya gini, bisa bangkrut saya, mendingan kamu sekarang cepat pergi dari sini. Karena saya sudah tidak membutuhkan kamu lagi disini, cepat pergi?"
Putri dan Gibran yang mendengar kemarahan yang dilakukan bos tersebut pun membuatnya merasa tidak terima yang akhirnya Putri pun langsung menghadap ke seseorang itu.
"Maaf saya rasa anda tidak perlu melakukan semua itu, dia ini sudah bilang maaf, lagian dia juga tidak sengaja memecahkan piring itu, jadi anda harusnya gak bisa se'marah ini sama dia. Mentang-mentang anda pemilik dari restoran ini, tapi apa yang anda lakukan sangatlah salah?"
"Kamu? Siapa kamu, berani sekali kamu menceramahi saya, ini restoran saya, jadi terserah saya, jika saya mau memecatnya. Dan apa urusan anda?"
"Apa anda tidak malu, hanya masalah kecil saja kenapa anda se'marah ini, apa hanya satu piring itu saja apa akan membuat harta anda habis, tidak kan. Dan ini aku akan ganti rugi piring yang pecah itu, tapi saya mau anda kembalikan dia untuk bekerja disini lagi. Karena dia sedang membutuhkan sekali pekerjaan ini!"ucap Putri yang kemudian dia pun menggeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah. Dan tanpa menunggu lagi ia pun mengasihkannya kepada bos tersebut.
"Apa dua juta kurang untuk mengganti piring anda yang pecah ini?"
"Baiklah saya akan terima uang ini. Dan kamu bisa kembali bekerja lagi,"ucap bos tersebut, yang kemudian tanpa berkata lagi, dia pun langsung mengambil uang tersebut kemudian pergi dengan menunjukkan muka yang sangat malu. Karena seluruh pengunjung pada memperhatikannya.
"Dasar bos mata duitan, udah gendut pelit lagi, ampun!"ucap Putri yang kemudian mengelus-elus dadanya.
"Mbak terima kasih ya mbak, berkat mbak saya diterima lagi kerja disini?" ucap pelayan itu sembari menggenggam tangan Putri.
"Iya mbak sama-sama lagian saya tidak suka melihat orang kaya yang seperti itu, udah belagu pelit lagi..pengen banget aku jitak tuh orang,"balas Putri yang ikut menggenggam tangan pelayan tersebut.
"Sekali lagi terima kasih ya. Dan mbak tenang saja, saya akan mengganti uang 2 dua juta itu?"
"Astaga mbak, mbak gak perlu seperti itu, lagian aku ikhlas kok membantu mbak. Dan saran aku mulai sekarang mbak jangan lagi melamun ya, tetap fokus kerjanya. Karena bos mbak itu macan yang sangat galak!"ucapnya.
"Iya mbak,"balasnya dengan suara kecil. Dan tersenyum diam-diam.
"Ya sudah kalau gitu saya pergi dulu ya, saya harus masuk kedalam!"
__ADS_1
"Baiklah mbak!"
"Ternyata dia selain cantik, dia juga berhati malaikat. Dan yang aku bingung kenapa ada orang sebaik dia, apa dia itu bidadari yang diutus peri untuk melindungi orang-orang yang lagi kesusahan seperti ini, jujur tanpa sengaja kamu sudah membuat hati-ku mulai terbuka Putri.
Dan aku merasa yang dikatakan Reza memang benar, kalau aku kayaknya memang benar-benar sudah mulai mencintai kamu, bahkan aku rasa rasa cintaku ini sangatlah besar untukmu, tapi aku rasa aku harus segera membuang jauh-jauh perasaan ini.
Karena untuk apa aku harus mencintai seseorang, jika pada akhirnya orang itu tidak bisa aku dapatkan, bahkan aku juga tidak tahu apa perasaanku ini sama dengan yang kamu rasakan saat ini. Dan mungkin cintaku hanya cinta yang bertepuk di sebelah tangan saja.
Batin Gibran yang akhirnya hanya bisa terdiam, tanpa mengatakan apa-apa. Dan kemudian Putri yang melihatnya, dia pun langsung menyadarkannya.
"Hey kamu kenapa? Apa kamu sedang melamun?" tanya Putri yang kemudian membuat Gibran pun mengatakan sesuatu.
"Mendingan sekarang ayo kita pergi dari sini, lagian aku sudah kenyang kok biar aku saja yang membayarnya,"ucap Gibran.
"Baiklah kalau gitu terima kasih,"balasnya yang kemudian dia pun tersenyum.
"Oh iya dari tadi kita sudah bertemu, tapi aku belum tahu, apa yang telah kamu lakukan tadi, kenapa kamu tadi bisa kebetulan ada disana, apa jangan-jangan kamu sedang membuntuti-ku ya sedari tadi?"
"Enak aja siapa juga yang membuntuti-mu, aku hanya inggin mengembalikan ini saja,"balas Gibran yang kemudian dia pun menggeluarkan sebuah ponsel dalam saku jaketnya.
"Iya ini beneran ponselku, kenapa bisa ada di kamu?"tanya balik Putri.
"Ponsel kamu tertinggal didalam mobilku tadi!"
"Astaga pantesan aku tadi mencarinya kemana-kemana, tapi tidak menemukannya, ternyata ada di kamu. Thank ya?"
"Iya sama-sama,"balas Gibran yang kemudian dia pun tersenyum.
"Ya sudah karena ini udah malam, aku pulang dulu ya, kasihan bibik di-rumah sendiri?"
"Baiklah, titip salam buat bibik minah ya?" ucap Gibran.
"Baiklah aku akan ucapkan salam kamu untuk bibik, ya sudah aku pulang dulu ya?"
__ADS_1
"Baiklah berhati-hatilah!"
_____________ ______________
"Kenapa sampai sekarang pikiranku belum juga bisa tenang. Dan siapa sebenarnya orang yang telah meneror-ku itu. Karena jujur saja setelah aku melihat Rico kemaren, dia seperti tidak berbohong dengan perkataanya itu, tapi jika bukan dia siapa lagi, tapi selain aku curiga dengan Rico. Sebenarnya aku juga curiga sama Sally, tapi aku gak mau menuduh jika aku tidak punya buktinya, jadi siapa sebenarnya?"
Batin Putri yang mulai frustasi setiap kali mengingat teror itu, bahkan dia yang yang sedang berjalan melewati koridor sekolah pun, dia dibuat terkejut lantaran tak sengaja menabrak Reza yang pada saat itu juga sedang berjalan kearahnya, sedari tadi Reza yang melihat Putri sedang melamun, dia malah sengaja melebarkan tangannya. Siap untuk memeluk Putri yang sedang tak sengaja menabraknya.
"Aw..astaga kamu?Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu memelukku?"
"Kenapa? Lagian kamu sendiri juga mau kan di peluk sama laki-laki sepertiku, makanya kamu pura-pura melamun tadi?"
"Idih..GR!"balas Putri yang kemudian dia yang hendak langsung inggin pergi, Reza pun spontan menarik tangannya.
"Astaga apa lagi sih?"
"Kamu itu tidak bisa apa bilang terima kasih atau apa, apa kamu sadar jika kamu tadi menabrak tembok apa yang akan terjadi, mungkin jidat kamu akan memar nanti. Jadi harusnya kamu itu bilang terima kasih kepadaku. Karena aku dengan sigap menangkap mu tadi?"
Tidak lagi menghiraukan apa yang dikatakan Reza saat ini, tanpa memikirkan lain lagi. Dan karena dalam keadaan kesal, Putri malah berganti memarahinya.
"Kamu itu bisa gak sih sekali aja kamu itu gak gangguin aku, aku itu sudah banyak pikiran sekarang jadi jangan bikin aku tambah stres karena ulah kamu ini, apa kamu paham!"
"Apa? Kamu banyak pikiran, pikiran apa? Apa kamu ada masalah cerita-lah kepadaku?" balas Reza yang kemudian dia malah memegang dan mengerutkan kedua pipi Putri yang mungil itu.
"Aist dasar pria menyebalkan rasakan ini!"ucapnya lagi yang tanpa berfikir, dia pun langsung mengigit lengan Reza. Dan setelah menggigitnya dia pun langsung lari dan pergi.
"Ahh , hey berani sekali kamu menggigitku?"teriak Reza tapi sudah tidak dihiraukan lagi, oleh Putri.
"Dasar wanita menyebalkan, kalau bukan karena aku inggin melampiaskan dendam-ku ini untuk membuat si Gibran patah hati, gak mau kali gue harus berakting gini didepan itu cewek!"batin Reza yang merasa kesal.
Karena berlari menghindari Reza, Putri yang tanpa sengaja dia pun menabrak Sally hingga hampir mau terjatuh. Dan dengan sigap kedua temannya pun menangkapnya
BRUAK.
__ADS_1
"Hey cupu kamu itu kalau jalan punya mata gak sih, apa kamu gak lihat disini jalanan itu lebar, kenapa kamu malah menabrak ku sana pergi!"ucapnya yang kemudian Sally malah mendorong Putri hingga terjatuh. Dan bertepatan dengan kondisi Gibran yang pada saat itu sedang berjalan kearah mereka, melihat Putri yang tersungkur tepat dibawah kakinya, Gibran pun langsung menunjukkan ekpresi marah kearah Sally.
BERSAMBUNG...