PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
ULAH PUTRI.


__ADS_3

"Sekarang Gibran sudah tahu kalau amnesia ku ini sudahlah kembali, apa mungkin dia benar akan merahasiakan rahasiaku, apa mungkin dia akan memanfaatkan kejadian ini seperti kejadian yang dulu?"gumam Putri yang berkata sendiri.


Baru aja Putri ngomongin Gibran, sesaat kemudian ponselnya pun tiba-tiba berdering.


"Gibran, untuk apa dia menelfon ku?"umam Putri.


📞 "Iya ada apa, apa yang inggin kamu bicarakan padaku, kenapa malam-malam gini kamu menelfon ku?"


📞 "Aku sengaja menelfon kamu karena aku inggin mengajakmu untuk berkencan!"balas Gibran dengan tersenyum


📞 "Apa kencan, gak aku gak mau, kamu kan udah punya pacar mana mungkin aku berkencan dengan orang yang udah punya pasangan./?"


📞 "Ooo jadi kamu gak mau berkencan denganku, baiklah itu gak masalah, tapi!"


📞 "Tapi apa?" tanya balik Putri.


📞 "Tapi...jangan salahkan aku kalau aku bakal menyebarkan video ini ke semua orang?"


📞" Ooo jadi maksudnya kamu mengancam ku?"


📞 "Ya...seperti itulah!"


📞 "Hm...baiklah aku mau berkencan denganmu!"


📞" Kamu serius?"


📞" Iya aku serius? Aku tunggu kamu di taman nanti aku bakal share lokasinya!"


📞 "Baiklah itu gak masalah, ya sudah aku tutup telfonnya?"


📞 "Baiklah!"


"Baru aja diomongin ternyata dia benar -benar mengancam ku, kayaknya aku perlu kerjain dia nih!"gumam Putri dengan menunjukkan senyuman sinisnya.


Malam harinya jam yang menunjukkan pukul 19:30 malam Gibran yang menunggu Putri dengan santai di taman, tak lama orang yang ia tunggu pun akhirnya datang.


"Akhirnya lo datang juga, gue kira lo gak akan datang.


"Tunggu jadi penampilan lo masih seperti ini.


"Maksud lo?"


"Ingat kita ini sedang berkencan secara diam-diam, jika ada orang ataupun teman maupun Revi yang melihat kita lagi berduaan apa yang harus kita katakan kepadanya, jadi sekarang sebelum kita berangkat ketempat nonton bioskop terlebih dulu aku harus melakukan sesuatu jadi ayo cepat ikut aku!" ajak Putri yang langsung menarik tangan Gibran.


"Kamu mau ajak aku kemana?"


"Sudahlah nanti lo juga akan tahu!"


Dan tak menunggu waktu lebih lama. Akhirnya mereka pun sampai juga ditempat yang tujuan.


"Tunggu kenapa kamu malah membawaku ketempat shopping seperti ini, apa kamu inggin aku membelikan barang branded untukmu ternyata kalau dipikir-pikir kamu matre juga ya.


"Terserah kamu mau bilang apa yang penting aku sudah menggambil barang yang aku inginkan, sekarang cepat kamu masuk ketempat ganti dan segeralah kamu ganti pakaian kamu dengan pakaian wanita yang barusan aku ambil, ini?"cap Putri sambil memberikan dua pakaian pada Gibran yaitu rok mini dengan baju atasannya.


"Apa, maksudmu, aku...aku harus memakai semua pakaian ini, termasuk rok mini ini juga?"tanya Gibran dengan ekpresi wajah terkejutnya.


"Sudahlah jangan banyak membantah cepat masuklah dan ganti pakaian kamu, karena kita gak ada waktu lagi!"erintah Putri.


"Gak, aku gak mau, mau ditaruh dimana harga diriku ini, aku itu laki-laki yang benar saja masak aku harus memakai pakaian wanita seperti ini sih gila kali!"sewot Gibran.


"Baiklah jika kamu gak mau memakai pakaian ini, maka kita sudahi kencan ini bagiku kalau aku gak berkencan denganmu aku juga gak rugi. Ya sudah kalau kamu menolak aku akan pergi sekarang!"ucap Putri yang berniat inggin pergi, tapi Gibran mencegahnya.


"Jangan, baiklah aku bakal memakai semua pakaian ini, tapi kamu tunggu diluar!"titah Gibran.


"Baiklah akan aku tunggu!"balas Putri dengan tersenyum.


"Masuk jebakan juga nih anak!"batin Putri dengan menahan tawanya.


"Apes banget sih kamu Gibran, masak kami harus memakai pakaikan kaya gini sih, yang benar saja?"ucapnya yang kemudian ia pun memasuki ruangan ganti dengan langkah kaki pelannya.


"Wey Gibran apa kamu udah selesai ganti, kamu kenapa lama banget sih didalam kamu gak memakai pakaian apa yang aku inginkan tadi?"cap Putri dengan sedikit mengeraskan suaranya.

__ADS_1


"Berisik, kamu bisa gak jangan berisik sebentar lagi aku bakal keluar, aku hanya menunggu waktu dan mental yang kuat untuk berhadapan denganmu!"


"Baiklah...baiklah aku tidak akan menggugupimu tapi kamu udah pakai pakaian kamu kan?"


"Sudah, aku sudah memakainya?"


"Baiklah berarti sekarang aku boleh masuk ya?"


"Masuk, untuk apa kamu harus ikut masuk?"


"Sudahlah nanti kamu juga akan tahu;"


Tak menunggu lama, Putri pun langsung ikut masuk kedalam ruangan ganti bersama dengan Gibran. Akan tetapi bukan melakukan hal yang tidak-tidak, tapi tujuan Putri masuk kedalam sana, ia merias wajah Gibran dengan beberapa alat makeup yang sudah tersedia didalam tasnya.


Lipstik, bedak, bulu mata yang tertempel di wajah Gibran seketika membuat penampilan Gibran berubah secara drastis. Bahkan wike berwarna kecoklatan yang tertempel pada rambut Gibran berhasil membuat penampilan Gibran bak seperti seorang gadis yang sangat cantik.


"Astaga Gibran kamu ternyata kalau di dandanin jadi wanita cantik juga ya?"ucap Putri dengan sedikit menyindirnya.


"Apa kamu udah puas sekarang?" tanya Gibran dengan membuang mukanya yang terlihat sedikit kesal.


"Iya aku sudah puas banget sekarang, ya sudah sekarang kamu pakai sepatu hak tinggi ini.


"Gak aku gak mau, aku dandanan kaya orang gila ini aku sudah pasrah dan mau menurutimu, tapi kalau kamu menyuruhku menggunakan sepatu hak tinggi ini, maaf aku gak bisa!"tolak Gibran.


"Baiklah aku tidak akan memaksamu ya sudah kita keluar dari sini sekarang.


"Put, kamu bener tega nih sama aku, kamu gak kasihan apa lihat penampilanku yang kaya ondel-ondel gini.


"Gak aku gak kasihan, sudahlah jangan banyak berkata ayo kita keluar sekarang apa kamu mau kita gagal nonton karena kehabisan tiket masuk jadi sudahlah ayo kita jalan sekarang.


"Apes banget sih nasibku Gib, hanya mau berkencan dengannya saja kamu rela harga dirimu terinjak-injak seperti ini?"ucap Gibran dengan nafas pelannya.


Tak menunggu waktu lama, mereka pun akhirnya sampai juga di tempat nonton bioskop. Sesampainya mereka ditempat pemesanan tiket seseorang pun datang menghampiri mereka.


" Putri dia siapa?" tanya seseorang itu yang tak lain dia adalah Verrel.


"Verrel, astaga kenapa harus ketemu dengan dia juga sih!"batin Gibran sembari menundukkan kepalanya.


"Teman, teman kamu yang mana kayaknya di SMA Cenderawasih aku gak mengenal dia?"


"Iya..dia..memang bukanlah anak Cenderawasih tapi dia itu anak Kasuari, temanku dulu dan setelah sekian lama kita gak pernah bertemu kita putuskan bertemu sekarang dan menonton bioskop.


"Ooo anak Kasuari, Put lo mau kan kenalin gue sama teman lo ini?"tawar Verrel.


"Ke..kenalin, ooo baiklah aku bakal kenalin kalian berdua agar hubungan kalian lebih dekat lagi, Gibris kenalin dia itu Verrel teman di Sma ku!"


"Dasar sok-sok'an pake acara kenalan segala!"batin Gibran.


"Ayolah jangan malu-malu aku anak yang baik kok?"ucap Verrel.


"Kenalin namaku Gibris!"


"Put, ngomong-ngomong temanmu ini suaranya kenapa aneh banget ya, dia lagi sakit tenggorokan ya?" tanya Verrel sambil membisikkan sesuatu ketinggian Putri.


"Iya dia memang lagi sakit tenggorokan, makanya suara aneh gitu,"balas Putri dengan suara pelan.


"Apes...apes...kenapa niatku yang inggin berkencan berdua dengan suasana romantis, kenapa malah jadi berantakan gini sih, pake acara aku lagi menjelma jadi wanita jadi-jadian segala apes! Apes!"batin Gibran.


"Ya sudah tunggu apalagi cepat kita masuk, kita nonton bertiga aja soalnya aku gak ada teman nih, tadinya aku mau ajak Gibran tapi kata nyokap nya dia sudah terlebih keluar jadi ya gini deh sekarang. Gak papa kan kalau kita nonton bertiga, kalian kan cewek jadi sebagai jaga-jaga kalau ada cowok ganjen yang akan gangguin kalian nanti!"


"Mmm baiklah gak papa, aku tidak keberatan!"


Dalam ruangan yang cukup gelap dan hanya ada lampu pemancar yang menyinarinya, Gibran, Putri dan Verrel pun duduk bertiga dalam kursi berjejer. Verrel yang tanpa menyadari jika Gibris yang aslinya adalah Gibran, dengan santai ia pun memandangi wajah Gibris bak seperti seseorang yang sudah lagi kasmaran.


Gibran yang menyadarinya ia pun merasa sangat kesal, lantaran apa yang ia inginkan tidak berjalan seperti apa yang dia mau. Kemesraan yang Gibran inginkan ternyata telah berubah menjadi suatu kejadian yang gak akan mungkin dia lupakan seumur hidupnya. Lantas Gibran pun mengirimkan pesan pada Putri.


[" Apa maksud kamu menyetujui permintaan Verrel, dia kan bisa nonton sendiri gak harus bergabung dengan kita juga, jika sudah seperti ini apa yang harus aku lakukan sekarang, kelihatannya dia sudah tergoda dengan penampilanku ini?"]


["Sudahlah jangan sewot kenapa, dia kan teman kamu sendiri jadi gak papa lagi.]


"Kalian gak kenapa-kenapa kan, kok kalian kompak ya diem seperti ini?"

__ADS_1


"Iya maaf ya Ver, biasalah aku lagi chat-chataan sama Nina dia kan orangnya kepo!"


"Gibris ngomong-ngomong lo udah punya pacar apa belum?" tanya Verrel seketika membuat mata Gibran pun terbuka dengan lebar.


"Ini anak kenapa pake acara kepo segala sih sama kehidupan gue, baiklah sekarang giliran aku yang mengerjai dia!"


"Hey aku bertanya padamu, kamu udah punya pacar?"


"Aku belum punya pacar, kenapa?" balas Gibran sambil menundukkan kepalanya.


"Ooo ya gak papa, kenapa bisa kebetulan gini ya aku juga masih jomblo apa kamu gak keberatan kalau kita tukeran no ponsel. Atau bisa dibilang kita pedekate, gimana apa kamu mau?"balas Verrel kemudian.


"Amit..amit...gue digodain sama sesama cowok, dia pikir gue jeruk makan jeruk apa?" batin Gibran sembari mengelus-elus dadanya.


"Maaf gue gak bisa, aku sudah punya kenalan jadi kalau untuk kenal lebih dekat, maaf aku gak bisa. Tapi kalau kita jadi sahabat itu gak masalah aku gak keberatan!"


"Baiklah itu gak masalah bagiku, mana no ponselmu biar aku simpan dulu?"


"Baiklah!"balas Gibran yang kemudian dia pun menunjukkan pada Verrel.


"Ponselmu kok aku kaya pernah melihat ya!"


"Ponsel, oh iya ini kan ponsel keluaran terbaru jadi pasti banyak lagi ponsel yang kaya gini.


"Iya juga sih!"


"Aku sudah mengirimkannya."


"Baiklah, syukurlah tadi malam aku sempat mengganti wallpaper ku jadi Verrel gak akan tahu siapa aku,"batinnya dengan menahan senyum.


"Jadi no seluler kamu belakangnya 35?"


"Iya?"


"35, jadi no yang Gibran kasih no seluler cadangan yang aku buat mengerjai Sally?"batin Putri.


"Untung saja aku tadi sempat meminta no ponsel ini, jadi gak masalah kalau nomer ini yang aku kasih!"batin Gibran.


"Astaga aku lupa, aku masih ada urusan jadi aku harus pulang duluan kalian gak masalah kan kalau kita tinggal dulu?"


"Iya gak masalah kok, setelah kita juga akan pulang kok!"


"Baiklah kalau gitu, ya sudah aku tinggal dulu ya!"


"Baiklah!"


"Mendingan sekarang kita pulang!" ajak Gibran yang langsung menarik tangan Putri.


"Heyy kamu mau bawa aku kemana?"


"Sudah ayo ikut aku!"ajak Gibran yang kemudian mereka pun meninggalkan tempat ini.


"Apa kamu sudah selesai berganti didalam Mobil?"


"Belum, tinggal sebentar lagi.


"Astaga bener-bener kejadian yang tidak bisa dilewatkan, kira-kira seperti apa ya reaksi Verrel ketika tahu kalau gadis yang ia taksir tadi adalah seseorang yang tak lain adalah sahabatnya sendiri dan lebih parahnya adalah dia aslinya seorang laki-laki .


" Lo kayaknya lagi senang sekaligus bahagia banget ya, bisa tertawa diatas penderitaanku seperti ini?"ujar Gibran muka juteknya.


"Iya...iya...maaf ya, aku ngaku kalau aku sudah keterlaluan lagian siapa juga yang nyuruh kamu pake acara ngancam aku segala, jadi sekarang kamu lihat sendiri kan, akibat karena kamu udah berani main-main sama aku?"


"Iya...iya...aku ngaku kalau aku juga salah!"


"Mereka?"ucap Putri seketika terkejut melihat seseorang itu yang kemudian ia pun mengejarnya.


"Putri kamu mau kemana? Putri?'teriak Gibran yang kemudian ia pun ikut mengejarnya.


BERSAMBUNG....


"

__ADS_1


__ADS_2