
Sesampainya Putri menginjakkan kakinya memasuki ruangan kelas, ia dibuat terkejut lantaran tanpa ia duga ia disambut oleh para temannya yang sudah menunggunya sedari tadi, dengan berbaris rapi mereka pun menjabat tangan Putri satu persatu dan menyebutkan nama mereka masing-masing, lantaran mereka juga tahu kalau akibat kecelakaan yang Putri alami Putri menjadi amnesia dan pastinya butuh waktu sangat lama untuknya mengingat kembali teman-teman sekelasnya termasuk mengingat siapa dirinya.
Putri yang melihat semua ini, ia pun sedikit terharu dan tidak akan menyangka kalau mereka akan melakukan semua ini.
"Kalian, kenapa kalian melakukan semua ini aku kan gak lagi ulang tahun, aku juga hanya menggalami amnesia jadi kalian gak perlu repot-repot sampai menghias kelas ini segala,"ujar Putri sedikit malu.
"Iya kamu memang tidak lagi ulang tahun, tapi kita memberi kejutan ke kamu ini sebagai arti persahabatan kita. Dan sebagai tanda kalau kita tidak akan pernah lupa sama kamu Putri, walaupun kamu sendiri sekarang lagi kesusahan untuk mengingat siapa diri kamu, tapi kita semua yakin suatu saat nanti kamu pasti bisa mengingatnya, ya kan teman-teman?"balas Verrel kepada temannya.
"Yoi bro,"sahut teman-teman yang lainnya.
"Makasih ya teman-teman karena melihat kondisiku sekarang ini yang sama sekali tidak mengingat kalian semua. Kalian semua berbaik hati mau membantuku dan tetap mau menerimaku sebagai sahabat kalian, terima kasih.
Guru pembimbing yang akhirnya sampai dikelas ini, ia pun menyuruh semua anak didiknya untuk kembali duduk ditempat duduk mereka masing-masing. Dan guru pembimbing pun juga ikut mendukung Putri.
"Anak-anak bapak bangga sama kalian, melihat salah satu dari teman kalian yang mengalami amnesia, kalian sudah punya hati baik yang mau membantu teman kalian untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan, dan memberi semangat ke teman kalian. bapak bangga sekali sama kalian.
Tapi sekarang sudah waktunya jam pelajaran dimulai dan bapak hanya inggin mengasih tahu kalau ujian akhir semester hanya tinggal menghitung hari. Hari dimana nasib kalian akan ditentukan nanti, jadi bapak mau kalian bergiatlah belajarnya dan mulai sekarang kalian tinggalkan main game ataupun main ponsel yang nantinya hanya akan membuat kalian jadi semakin terganggu belajarnya, bapak mau kalian sekarang lebih fokus sama tugas dan misi pertama kalian yaitu lulus dengan nilai yang sangat memuaskan agar kalian bisa membanggakan orang tua kalian. Dan menggapai cita-cita yang kalian impian sejak lama.
Dan bapak sudah buatkan grup tim belajar kelompok kalian agar kalian belajarnya bisa lebih giat lagi. Dan setiap tim ada tiga anggota jadi sekarang bapak akan tunjukkan satu persatu siapa anggotanya.
"Baik pak,"balas semua anak didiknya.
⭐ Tim satu: Reza, Sally dan juga David.
⭐ Tim dua : Verrel, Saga dan juga Revan.
⭐ Tim tiga: Putri, Gibran dan juga Revi.
⭐ Tim empat : Reno, monika dan juga rangga.
⭐ Tim lima: Reyhan, billy dan juga agnes.
"Bapak sudah bagi menjadi lima kelompok, dan bapak mau kalian bisa diajak bekerja sama dengan kelompok kalian masing-masing, jadi kalian mengerti kan?"
"Iya Pak, kita mengerti!"balas semua anak didiknya.
"Akhirnya aku bisa satu kelompok juga sama Reza ini seperti mimpi disiang bolong?"batin Sally yang tersipu malu dengan tersenyum-senyum tidak jelas.
"Ada untungnya juga aku satu kelompok sama Putri, jadi aku bisa gunakan waktu ini agar bisa lebih dekat dengannya. Dan sekaligus bisa menjaganya,"batin Gibran yang kemudian ia pun menatap kearah samping dimana letak tempat duduk Putri berada. Sedangkan Putri yang melihat Gibran sedang memperhatikannya ia pun membuang pandangannya.
"Kenapa aku harus satu kelompok dengan mereka sih, jika aku ngadu yang ada aku bakal kena omel,"batin Putri yang memanyunkan bibirnya.
"Hari yang telah tiba, kita lihat saja nanti Putri apa kamu bisa menghindar dari rencanaku ini?"batin Revi dengan tersenyum sinis.
"Ya sudah itu adalah kelompok yang sudah bapak tentukan, dan kalian tidak akan yang akan keberatan kan dengan keputusan yang bapak buat ini.
"Tidak, pak. Kita sudah sepakat dengan kelompok kita masing-masing,"balas David.
"Awas aja kalau kalian berdua gak bisa diajak kompromi , gue jitak satu-satu kalian nanti?" ancam Verrel pada kedua temannya.
"Iya..iya,"balas Saga dengan pasrah.
__ADS_1
"Baiklah!"balas Revan kemudian.
"Sial...sial...kenapa aku harus satu grup sama mak lampir ini sih, bikin sebel saja,"batin Reza yang sangat malas dan akhirnya ia pun merebahkan wajahnya diatas meja.
"Nanti bapak akan kabari lagi tugas-tugas yang harus kalian selesai kan nanti , selanjutnya kita mari lanjutkan pelajaran kita hari ini, dan sekarang bapak minta kalian buka lembar kerja matematika halaman 30.
"Yahh pak kenapa harus matematika sih, itu tuh pelajaran yang bisa bikin pikiran kita seketika jadi bleng yahh.
"Sudah jangan banyak ngeluh, cepat buka sekarang.
"Baik, pak!"
TINGTONG...TINGTONG..
Bel yang telah berbunyi yang artinya waktu sudah menandakan jika jam istirahat telah tiba. Para pelajar yang mendengar bel telah berbunyi mereka pun lantas pada berhamburan pergi meninggalkan kelas mereka masing-masing.
Putri yang lagi berjalan sendiri di koridor sekolah, perutnya pun tiba-tiba berbunyi rasa lapar pun pun akhirnya menghampirinya, hingga kemudian seseorang pun datang dan memanggilnya dari arah belakang.
"Apa kamu lapar?"tanya seseorang itu yang kemudian, Putri pun membalikkan tubuhnya dan ternyata seseorang itu yang tak lain adalah.
"Kamu?"balas Putri yang kemudian ia yang malah inggin pergi, seseorang itu pun menghalanginya
"Kamu kenapa? Kenapa kamu malah inggin pergi dan menghindari ku?"tanya seseorang itu yang tak lain adalah Gibran.
"Dasar pria menyebalkan, sudah tahu udah punya pacar kenapa masih aja gangguin aku!" batin Putri yang menatap tajam kearah Putri.
"Heyy aku bertanya denganmu, apa yang kamu pikirkan?"
"Kamu itu gak peka banget sih jadi cowok, kamu kan udah tahu kalau kamu itu udah punya pacar, tapi kenapa kamu masih aja gangguin aku dasar laki-laki playboy!"gertak Putri yang tanpa berkata lagi, ia pun langsung berlari meninggalkan Gibran.
Baru aja Gibran mau berlari mengejar Putri, seseorang pun lagi-lagi datang dan menghalanginya.
"Tunggu!"cegah seseorang itu yang tak lain adalah pak Anwar.
"Pak Anwar iya ada apa pak?"tanya balik Gibran pada guru pembimbingnya.
"Ini Gib, bapak cuma butuh bantuan kamu, apa kamu lagi ada kesibukan sekarang?" tanya pak Anwar.
"Tidak pak, saya kebetulan gak lagi sibuk, ada apa?"
"Baiklah kalau gitu. Ini bapak cuma mau minta bantu sama kamu, apa kamu tidak keberatan kalau bapak minta tolong kamu ambilkan LKS Matematika yang berada di gudang tahun pelajaran semester awal, soalnya LKS itu bapak lupa tercampur sama buku yang dulu, jadi kamu tidak keberatan kan.
"Baik pak, saya tidak keberatan kok nanti saya akan ambilkan.
"Baiklah kalau gitu, kalau kamu sudah menemukannya kamu langsung bawa keruangan saya ya.
"Baik, pak nanti saya akan mengantarnya keruangan bapak!"
"Baiklah kalau gitu, saya tinggal dulu!"
"Baik pak!"
__ADS_1
"Hmmm mau ditolak gak enak. Giliran diterima juga gak enak, menyebalkan sekali. Sudahlah jangan banyak mengeluh ayo cepat cari sekarang Gibran!"gumamnya yang kemudian ia pun tanpa berfikir lagi, ia langsung berjalan menuju ke gedung yang tempatnya berada dilantai dua paling pojok.
****
"Aku lapar sekali tapi dimana letak kantinnya?" ujar Putri yang kebingungan yang kemudian pandangan pun tertuju pada tiga wanita yang sedang ngobrol, lantas ia pun langsung menghampirinya.
"Maaf apa saya boleh tanya sama kalian, kalian tahu gak dimana letak kantin di SMA ini?"tanya Putri pada tiga gadis itu, yang tak lain mereka adalah Selly, Monika dan juga Agnes.
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan padanya membuat ketiga gadis itu menatap kearah mereka masing-masing dan tersenyum secara diam-diam.
"Oh kamu bukannya Putri kan, anak SMA ini yang baru aja menggalami kecelakaan dan sekarang lagi amnesia?" tanya Sally dengan lagak sok baik.
"Iya!"balas Putri tanpa berkata lagi.
"Baiklah kita akan mengantar kamu, ayo ikut kita!"sahut Monika yang kemudian menatap kearah temannya dengan menyunggingkan bibirnya.
"Baiklah mari kita antar!"ajak Agnes yang kemudian mereka pun menggandeng lengan tangan Putri.
Sama sekali gak menyadari jika dirinya telah dijebak, Putri yang awalnya sikapnya biasa-biasa aja tak lama ia pun merasa ada keanehan lantaran mereka yang malah menunjukan arah yang suasana terlihat sepi.
"Ini kalian mau bawa aku kemana? Apa mungkin disini ada kantin?"tanya Putri dengan agak cemas.
"Sudahlah kamu percaya aja sama kita, kita bakal membawa kamu ke Kantin kok, jadi diam dan nurut aja ya?"balas Sally yang kemudian ia malah mempererat pegangannya.
"Aku rasa ini ada yang tidak beres, mereka pasti bukan anak yang baik. Dan mereka pasti bermaksud inggin menjebak ku, aku gak bisa diam saja aku harus segera pergi dari sini, iya aku harus pergi!"batin Putri yang tanpa berfikir lagi, ia pun lantas langsung menggigit lengan tangan sally.
"Ahhh. Astaga apa yang kamu lakukan kenapa kamu menggigitku?"tanya Sally yang akhirnya amarahnya pun keluar.
"Dasar kalian pikir aku tidak tahu, kalian ini sedang mempermainkan aku kan. Dan kalian berniat inggin menjebak ku rasakan ini!" gertak Putri yang tanpa menunggu lagi, ia pun langsung mendorong Monika dan Agnes sampai terjatuh.
Berhasil menjatuhkan dua lawan, Putri yang berniat inggin berlari Agnes dengan sigap langsung memegang erat kaki Putri. Melihat hal ini Sally pun langsung menarik tangan Putri dengan keras dan langsung menyeretnya untuk dia bawa ke suatu tempat.
Setelah sampai ditempat yang mereka tuju, Agnes pun langsung membuka pintu dan dengan langsung mereka pun mendorong tubuh Putri hingga terlempar kedalam Gudang tersebut.
BRUAK.
"Cepat Sally kunci pintunya, kunci sekarang juga!"perintah Monika.
"Iya...iya..ini sudah aku kunci.
"Astaga apa yang mereka lakukan, kenapa mereka malah mengunciku disini, heyy buka pintunya apa kalian sudah gila, cepat buka pintunya!"gertak Putri yang berusaha mendobrak-dobrak pintu itu tapi percuma saja.
"Nikmatilah masa-masa indah didalam sana Putri, ayo gays kita cabut sekarang rencana kita sudah berhasil. Ayo kita pergi!"ajak Sally.
"Baiklah Sally, biarin aja di tidur didalam sini sama si tikus!"ujar Monika.
"Heyy kalian, cepat buka pintunya..heyy buka pintunya."
Brak...Brak...Brak...Brak...Brak...
"Percuma saja kalau aku dobrak keseribu kalian mereka pasti tidak akan mau membukanya. Sekarang apa yang harus aku lakukan?"gumam Putri yang terlihat bingung, dan seseorang pun memanggilnya dari arah belakang.
__ADS_1
"Putri?"
BERSAMBUNG