
Melihat Revi yang begitu perduli kepadanya, bahkan dia sampai berani membela sekaligus dengan beraninya melawan Sally, apa yang dia tunjukkan tadi sudah sangat meyakinkan Putri bahwa Revi memang orang yang sangat baik. Dan sangat pantas dia dia ajak berteman.
"Sebenarnya apa yang sedang direncanakan oleh Revi saat ini. Karena aku tahu betul seperti apa sifatnya itu gak mungkin jika dia akan berubah secepat ini? jadi apa yang membuatnya jadi berubah gini, apa semua ini ada hubungannya dengan Gibran. Karena aku juga tahu kalau Revi memang sangat mencintai Gibran?"
Batin Revan yang merasa curiga dengan tindakan apa yang telah di rencanakan oleh adiknya ini, tanpa menunggu dia pun lantas langsung menghampiri Revi dan juga Putri.
"Rev ayo ikut aku sebentar, maaf aku ajak dia dulu ya?" Ijin Revan kepada Putri.
"Baik silahkan!"balas Putri.
"Kak Revan mau bawa aku kemana?" tanya Revi tapi tidak dihiraukan oleh Revan karena dia langsung menarik tangan Revi.
"Udah ayo ikut saja!"ajak Revan yang langsung menarik tangan Revi untuk dia ajak pergi.
"Hey kamu kok diam aja sih, Revi itu bukannya dulunya itu gebetan kamu, kenapa sekarang kamu jadi pendiam gini, kamu gak berani mendekatinya lagi setelah kamu tahu kalau cinta kamu bakal ditolak olehnya?"
"Sudahlah jangan bahas masalah itu lagi. Itu hanyalah masa lalu ku dan aku tidak mau mengungkitnya lagi, memang dia dulunya wanita yang sangat aku cintai, tapi itu dulu bukanlah sekarang jadi mendingan kalian diam saja!"shut Reza yang seketika membuat kedua temannya pun jadi terdiam.
"Ada apa dengan Reza kenapa jadi biasa aja sekarang, padahal dulu dia kan sangat mencintainya tapi kenapa sekarang dia jadi biasa gini. Apa mungkin dia sekarang sudah tidak lagi mencintainya. Dan apa mungkin dia berganti mencintai Putri, tapi itu tidak mungkin?"batin Gibran yang secara diam-diam dia pun menatap Reza dengan tatapan serius.
"Jujur aku sendiri juga tidak tahu perasaan apa yang telah aku rasakan saat ini. Memang dulu aku sangat mengagumi Revi tapi itu dulu dan sekarang aku rasa setelah dua tahun lamanya aku rasa aku sudah bisa melupakan dia.
Tapi yang bikin aku bingung kenapa sekarang perasaaan ku jadi agak berubah gini sama Putri, jika dulu aku gunakan dia sebagai pelampiasan dendam-ku ke Gibran, kenapa sekarang perasaan itu telah berubah gini kepadanya, apa mungkin aku sudah mulai mencintainya?
Dan entah kenapa aku merasa aku tidak ikhlas jika mereka nantinya mereka akan bersatu. Karena aku maunya dia jatuh ke pelukanku sendiri bukan ke pelukan Gibran!" batin Reza yang kemudian dia pun menyadari jika dirinya telah diperhatikan oleh Gibran karena tidak inggin membuat masalah ia pun lantas mengalihkan pandangannya.
"Kak Revan itu kenapa sih, kenapa kakak kasar gitu sama aku pake acara memaksaku segala, aku kan punya kaki jadi aku bisa jalan sendiri. Jadi kak Revan gak perlu memaksaku!"gertak Revi yang langsung menghempas tangan Revan darinya.
__ADS_1
"Aku gak ada waktu untuk ngeladenin kamu sekarang, jadi mendingan sekarang kamu jawab pertanyaan-ku? Apa yang sedang kamu rencanakan sekarang ini?"
"Apa maksud kakak, rencana apa?"
"Alah sudahlah kamu gak usah sok pura-pura tidak tahu, aku tahu lagi apa yang ada dipikiran kamu saat ini kamu sedang mengatur rencana buat kerjain gadis cupu itu kan?"
"Sudahlah itu gak penting, aku mau pergi sekarang!"balas Revi yang berusaha untuk menghindari pertanyaan kakaknya, dia pun terkejut lantaran Revan yang langsung menariknya lagi dan menghalanginya untuk jangan pergi.
"Tunggu! Aku belum selesai ngomong, ayo jawab pertanyaan-ku kamu melakukan semua ini karena Gibran kan. Karena kakak juga tahu latar belakang mereka bertiga, tentang Gibran ,Putri dan juga Reza di SMA ini. Dan kamu juga, kakak juga tahu kamu itu juga suka kan sama Gibran maka karena hal itu kamu inggin mengerjainya?" gertak Revan yang akhirnya membuat Revi pun mengakui semuanya.
"Iya aku memang berencana inggin mengerjai gadis kampung itu, kenapa? Apa kakak akan memberi tahu semua orang, apa kakak gak kasihan sama adik kandung kakak ini, apa kakak inggin melihat adik kakak ini menggalami patah hati lantaran orang yang paling aku cintai ternyata dia sudah mencintai wanita lain, apa kakak menginginkan hal itu terjadi?" gertak Revi yang membuat Revan pun terdiam.
"Ingat jika kakak masih sayang sama aku. Dan mengganggap ku sebagai adik kesayangan kakak, aku mohon jangan gagalkan rencana-ku ini aku mohon?"
"Terus apa kamu pikir dengan apa yang lakukan saat ini, kamu akan bisa membuat Gibran berganti balik mencintai kamu? Tidak! Itu tidak akan terjadi, yang ada jika dia mengetahui niat buruk kamu ini, dia malah akan tambah membencimu, jadi kakak mohon jangan lakukan itu?"
"Sudahlah percuma aku ngomong sama kak Revan. Karena kak Revan juga gak akan peduli denganku!" balas Revi yang akhirnya berlalu pergi meninggalkan Revan.
"Dasar keras kepala!"ujar Revan yang akhirnya dia pun pergi.
****
"Sepedaku telah rusak bahkan tadi aku berangkat saja aku harus naik angkot, masak sekarang aku harus naik angkot lagi sih?" gerutu Putri yang merasa kesal.
"Apa kamu butuh tumpangan?" tanya seorang laki-laki yang mengendarai motor gede yang tiba-tiba langsung ada disampingnya seseorang itu yang tak lain dia adalah Reza.
"Kamu?" balas Putri yang terkejut.
__ADS_1
"Tidak dia tidak mau ikut denganmu, dia maunya ikut denganku ayo ikut aku!"ajak Gibran yang langsung menarik tangan Putri untuk dia ajak pergi, akan tetapi tiba-tiba Reza langsung menariknya kembali.
"Kamu salah! Dia itu maunya ikut bareng aku, kamu mau kan Putri jadi ayo cepat ikut aku!"tarik Reza.
"Astaga kamu itu keras kepala banget sih, dia itu tidak mau ikut kamu kenapa kamu malah memaksanya, ayo Putri ikut aku sekarang!"balas Gibran yang langsung menarik kembali tangan kiri Putri.
"Tidak dia itu maunya sama aku bukan sama kamu, apa kamu beg*k?" balas Reza lagi yang langsung menarik kembali tangan kanan Putri.
Merasa sangat tidak terima dengan tindakan apa yang telah dilakukan mereka berdua saat ini, yang akhirnya membuat Putri tambah merasa sangat kesal dibuatnya. Dan seketika dia pun langsung menghempaskan tangan mereka masing-masing.
"Lepasin!"bentak Putri yang seketika membuat mereka berdua pun terkejut.
"Kalian apa kalian sudah gila, jujur aku itu merasa sangat risi ketika kalian bersikap seperti ini kepadaku. Dan aku minta sama kalian mulai sekarang kalian stop bersikap seperti ini sama aku, jadi mendingan sekarang aku minta sama kalian, kalian cepat pergi dari hadapanku cepat pergi!"bentak Putri.
"Putri kamu serius ngusir kita?" tanya Gibran yang tidak percaya.
"Iya jadi cepat pergilah dari hadapanku sekarang jangan bikin tandukku akan keluar. Dan menyeruduk kalian cepat pergi!" gertak Putri.
"Baiklah jika kalian tidak mau pergi, biar aku sendiri yang pergi bay!"ucap Putri yang tanpa memikirkan apa-apa lagi, dia pun langsung pergi meninggalkan mereka. Dan seketika membuat mereka berdua pun melongo dibuatnya.
"Apa kamu puas sekarang?" tanya Reza yang menatap sangat sinis kearah Gibran.
"Iya aku memang puas apa kamu tidak terima?"balas Gibran yang tanpa berkata lagi, dia pun langsung berlalu pergi meninggalkan Reza.
"Siall gara-gara dia, rencana-ku untuk ajak Putri pulang bareng jadi gagal sial!"gertak Reza yang kemudian dia pun pergi.
"Gimana? Sekarang kamu sudah lihat kan kalau perkataan ku itu memanglah benar, bahkan kamu juga bisa lihat sendiri kalian Gibran dan juga Reza memang sangat terobsesi untuk memiliki si cupu itu?"ucap Sally yang berusaha meyakinkannya.
__ADS_1
"Aku tidak terima, sekarang dia bisa berbangga diri karena direbutkan oleh dua pria sekaligus, tapi lihat saja nanti tidak akan lama mereka malah akan berganti balik memusuhinya. Karena selama ada aku disini, aku tidak akan pernah membiarkan dia berhasil mendapatkan hati Gibran, apapun caranya aku akan bikin Gibran jatuh ke pelukan ku!"ucap Revi sembari menunjukkan senyum sinisnya.
BERSAMBUNG...