
Sesampainya Putri dirumahnya dia pun bergegas maju ke-kamarnya, tanpa melepas seragam yang masih terpakai ditubuhnya maupun melepas sepatunya terlebih dulu, Putri pun akhirnya langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan kasur yang berwarna Pink menyala.
Sembari memikirkan kejadian yang baru saja terjadi di SMA Cenderawasih barusan, Putri akhirnya mulai tertarik dengan suasana di SMA itu.
"Kenapa aku terus menerus ingat kejadian tadi ya, tapi kalau dipikir-pikir SMA Cenderawasih orangnya pada ramah semua ya, ya walaupun ada dua orang yang sangat menjengkelkan sih menurutku tapi aku cukup terhibur dibuatnya.
Apalagi pertemuanku dengan Nina yang tanpa di sengaja itu telah membuat diriku bisa menemukan teman baru seperti dia.
Dan sekarang keadaanku walaupun aku bersekolah di SMA KASUARI sudah cukup lama. Dan orang-orang disana juga pada menghargai-ku, tapi kenapa hatiku tidak senyaman ini ya ketika berada di SMA Cenderawasih.
Apalagi setelah kejadian gimana Rico telah mengkhianati-ku dengan berpacaran dengan sahabat terbaikku sendiri yang akhirnya membuat diriku menjadi patah semangat untuk bersekolah. Apa aku pindah saja ya ke SMA Cenderawasih. Disana kualitas belajarnya disana juga nomer satu. Kayaknya aku memang harus memikirkan masalah ini dengan sangat serius. Karena ini menyangkut masa depanku nanti.
"Astaga aku baru ingat, aku kan harus menjemput Bibik di-rumah sakit, astaga Putri kenapa kamu bisa sampai lupa sih,"ucap Putri yang kemudian dia pun bergegas bangkit dan menyiapkan diri untuk berangkat ke-rumah sakit.
15 MENIT KEMUDIAN, SESAMPAINYA DI RUMAH SAKIT.
"Maaf bik? Putri telat menjemputnya, Bibik gak apa-apa kan?"tanya Putri.
"Gak papa kok non, lagian Bibik juga baru aja selesai merapikan semua ini. Ya sudah sekarang kita pulang ya non, bibik kangen nih pengen ngepel-ngepel dan juga nyapu di-rumah, bosan disini terus?"
"Astaga Bibik ini lucu ya? Biasanya kalau orang yang lagi kangen itu sama pacar atau suami atau apalah itu, tapi kenapa Bibik malah kangennya sama sapu sih?" ledek Putri yang akhirnya membuat Bibik tertawa.
"Iya non mungkin sudah sangking sering ya, makanya jadi aneh gini Bibik?"
"Ya sudah bik kita pulang ya sekarang, biar saya bantuin bibik bawa tas itu?"
"Baik non terim kasih."
__ADS_1
"Iya sama-sama bik."
Hanya membutuhkan waktu tidak cukup lama yaitu hanya 30 menit lamanya, mereka akhirnya sampai juga di-rumah Putri.
"Selamat datang kembali di-rumah ini bik."
"Iya non, Bibik sudah sangat kangen sama rumah ini."
"Ya sudah karena bibik butuh istirahat, mendingan bibik tidur dulu aja ya sekarang?"
"Baik non!"
Tepat pukul 06:30 pagi, Putri yang sudah sampai di SMA KASUARI dia pun segera memarkirkan mobilnya diparkiran tersebut. Dan setelah memarkirkan Putri yang baru mau berjalan melangkahkan kakinya dia sudah dikejutkan dengan kehadiran Rico dan juga Nadia yang tiba-tiba nongol tepat dihadapannya.
"Astaga kalian ini mengagetkanku saja?" ucap Putri ketika terkejut melihat Rico dan juga Nadia.
"Kalian ada apa ini, kenapa kalian menatapku dengan sangat serius seperti itu, ada apa?"
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Rico yang sedari tadi hanya terdiam, dia pun lantas menunjukkan ke Putri sebuah ponsel genggam milik Rico yang didalamnya ada foto Putri bersama dengan seorang gadis dari anak SMA Cenderawasih yang tak lain, gadis itu anak Nina.
"Kamu dapat darimana foto itu?" balas Putri dengan terkejut.
"Apa kamu bisa jelaskan arti dari foto ini, kamu sendiri pasti tahu kan dia itu anak SMA mana? Dia adalah anak SMA Cenderawasih. Dan pertanyaan-ku kenapa kalian bisa terlihat akrap seperti ini, apa jangan-jangan kamu itu mata-mata yang ditugaskan SMA itu untuk mengawasi kita, ayo jawab!" ucap Rico dengan sedikit membentak.
"Apa maksud kamu? Aku sama sekali tidak mengerti dengan pertanyaan kamu itu?" timpal Putri.
"Sekarang aku tanya sama kamu, dengan kalian ngobrol berdua seperti itu, itu bukannya sudah menunjukkan jika kalian itu sangatlah akrap. Dan yang aku tidak percaya bagaimana sikap polos-mu ini ternyata diam-diam telah berani mengkhianati SMA KASUARI ini, apa kamu sadar kamu sedang berhadapan dengan siapa sekarang. Dan kenapa kamu masih mau tidak mengaku?"
__ADS_1
Mendengar dirinya sedang dipojokkan seperti ini, Putri yang tidak terima jika dirinya dituduh dia pun lantas dengan beraninya langsung membantahnya.
"Aku sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran kalian sekarang ini. Dan apa hanya dengan bukti sebuah foto itu, kalian bisa menghakimiku dengan cara menuduhku seperti ini, apa kalian punya bukti lain selain foto itu, tidak kan? Jadi jika kalian inggin menuduhku carilah bukti yang lebih jelas lagi agar rencana kalian ini bisa berhasil dengan sangat sempurna.
Dan aku kasih tahu sama kalian, aku bukanlah orang yang seperti kalian yang berani mengkhianati kepercayaan dan juga ketulusan orang yang sudah sangat mempercayai kalian itu, termasuk berani mengkhianati sebuah persahabatan yang dulunya berjalan dengan sangat baik, tapi hanya demi seorang lelaki persahabatan baik yang mereka lakukan pun seketika hancur hanya karena sebuah penghianatan!"
Mendengar ada perdebatan antara Rico dan juga Putri dihalaman sekolah. Anak-anak KASUARI yang merasa penasaran dan inggin tahu pun akhirnya berbondong-bondong bergegas berlari menuju kearah sana.
Dan kamu Rico jujur saja awalnya aku memang percaya dengan perkataan kamu yang mengatakan jika akulah orang yang telah membunuh Rina, tapi setelah aku pikir-pikir dengan sangat matang, aku rasa semua perkataan yang kamu katakan itu tidak benar.
Dan jika kamu bilang jika Rina adalah adik kesayangan kamu? Kenapa pada saat Rina membutuhkan dukungan sekaligus sport dari kamu? Kenapa kamu gak ada untuknya. Dan jika kamu adalah abang paling baik untungnya, kenapa dia bisa sampai memutuskan untuk bunuh diri, jika masih ada orang masih sangat peduli dan sayang kepadanya?"
Atau jangan-jangan selama ini luka dan juga penderitaan yang dirasakan oleh Rina, semua itu bukanlah aku pelakunya, melainkan kamu sendiri orang dibalik penderitaan yang dirasakan oleh Rina selama ini!" ucap Putri yang kemudian Rico yang mendengarnya pun seketika terkejut.
Mendengar ucapan yang dikatakan oleh Putri, seketika membuat Rico pun terkejut bahkan mulutnya pun seketika terbungkam. Dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Bahkan yang anehnya, tanpa berkata apa-apa dia pun langsung cabut pergi meninggalkan Putri maupun Nadia yang ada disampingnya.
Merasa ada yang aneh pada diri Rico saat ini, Nadia pun langsung mengejarnya setibanya Nadia-Nadia menarik tangan Rico, Rico yang melihat Nadia, dia malah mengabaikan Nadia. Dan memutuskan untuk pergi entah kemana.
" Kamu kenapa Rico? Apa yang terjadi?" tanya Nadia.
"Jangan ganggu aku!" balas Rico yang langsung menghempaskan tangan Nadia, yang kemudian dia pun cabut.
"Ada apa dengan Rico? Kenapa dia jadi berubah seperti itu?" ucap Nadia yang berkata sendiri.
BERSAMBUNG
__ADS_1