
Setelah mendapat arahan dari Pak Anwar guru biologi kelas ini mengenai nilai mereka. Mereka pun lantas sama-sama menatap kearah satu sama lain, kemudian mereka pun sama-sama berpaling pada pandangan didepan mereka.
"Ya sudah kita lanjutkan lagi mata pelajaran kita hari ini."
"Baik Pak!"balas semua anak-anak.
"Nilai Putri anjlok, dia pasti terlalu memikirkan masalah yang menimpa dirinya, maka karena hal itu dia jadi tidak konsen belajarnya. Tapi kayaknya ini bisa aku manfaatkan, jika dia nilainya terus anjlok seperti ini sampai masa ujian berakhir semester nanti, maka tidak akan tidak mungkin, jika dia akan lulus kalau nilainya anjlok semua, tapi aku bisa
Menjalankan rencanaku ini, aku butuh bantuan seseorang sekarang, aku tahu dengan siapa aku akan meminta bantuan?"batin Selly dengan menunjukkan senyum sinisnya.
"Gara-gara aku memikirkan masalah pribadiku, aku jadi gagal konsen yang akhirnya membuat nilaiku jadi anjlok seperti ini, Putri ayo fokuslah kamu itu masih remaja masih banyak tugas yang harus kamu selesaikan, bukan hanya masalah percintaan saja, ayo Putri semangat lah!"
Ujar Putri sambil berjalan melewati koridor sekolah, yang membuat langkahnya pun terhenti setelah ada seseorang yang tiba-tiba memangilnya dari arah belakang nya.
"Tunggu?" ucap seseorang yang tiba-tiba menghentikannya.
"Gibran?"balas Putri yang menunjukkan muka terkejutnya. Setelah melihat Gibran yang menghalanginya.
"Kamu? Apa yang sedang kamu pikirkan saat ini, kenapa nilai kamu bisa sampai anjlok?" tanya Gibran dengan wajah seriusnya.
"Gibran, kamu ngapain ada disini?"tanya Putri balik.
"Aku kan tanya, apa yang sedang kamu pikirkan sekarang, kenapa nilai kamu jadi anjlok seperti ini, apa kamu benar sedang memikirkan ku?"tanya Gibran dengan tegas.
"Kamu apa-apaan sih, kenapa kamu sampai berfikir seperti itu, nilaiku jelek, sama sekali tidak ada hubungannya sama kamu, jadi berhentilah berfikir seperti itu. Harusnya aku yang tanya sama kamu? Apa nilai kamu anjlok seperti ini gara-gara kamu memikirkan ku?"tanya balik Putri yang akhirnya membuat Gibran hendak akan menghindarinya.
"Aku, masih ada urusan yang belum aku katakan, jadi maaf aku harus pergi!"balas Gibran yang berusaha mengalihkan perhatian Putri.
"Aku tahu kamu bersikap seperti ini. Karena kamu sedang menghindari ku bukan, Gibran aku tahu kamu sedang mencintaiku, tapi bukan seperti ini cara kamu melawan hati kamu? Kamu boleh cinta, tapi kamu jangan korbankan pendidikanmu hanya untukku?"
Memang aku bukan siapa-siapa kamu, aku hanya teman kamu, tapi aku berharap kamu bisa berubah, jujur aku sangat menyayangkan sekali jika nilai kamu tidak akan stabil seperti dulu. Berubah lah dan kembalilah pada Gibran yang sesungguhnya, Gibran yang cerdas, pintar dan berani, ingat masa depanmu masih panjang, jadi jangan buat masa depanmu hancur hanya dengan adanya masalah ini. Aku mohon bangkitlah, hanya itu yang inggin aku sampaian ke kamu? Jadi bersemangat lah!"
"Maaf aku harus pergi, ada urusan yang harus aku lakukan sekarang, jadi maaf aku harus pergi?"ucap Putri yang kemudian tanpa berkata lagi, Putri pun akhirnya pergi meninggalkan Gibran.
"Baiklah, silahkan!"balas Gibran yang tanpa berucap lagi.
Langkahnya yang berjalan ke depan, tiba-tiba langkahnya pun terhenti dan sesekali ia pun memandangi punggung Gibran dari belakang dengan tatapan sedih yang Putri rasakan sekarang.
Pandangannya pun seketika teralihkan setelah melihat jika Gibran yang ternyata juga hendak akan melihatnya. Dengan sekejap Putri pun mengalihkan pandangannya dan melanjutkan lagi perjalanannya.
__ADS_1
"Maafkan aku Putri, jika kamu bermaksud inggin aku melupakanmu, aku rasa aku gak akan pernah berhasil melakukan semua itu. Tapi kamu tenang saja demi kamu, aku akan berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi, dan tidak akan pernah rapuh dalam keadaan ini!.
Gumam Gibran yang akhirnya melanjutkan lagi jalannya, akan tetapi berbeda arah dengan langkah Putri tadi.
Dan tanpa disangka oleh mereka, ternyata secara diam-diam ada seseorang yang telah menguping obrolan mereka sedari tadi, yang dimana orang itu berada di sebelah tembok, tempat dimana mereka berbicara barusan.
"Sekarang kamu lihat kan bagaimana hubungan mereka sekarang ini. Memang kamu berhasil mendapatkan status Gibran menjadi kekasih kamu, tapi satu hal yang kamu lupa, kamu lupa jika kamu belum berhasil mendapatkan hati Gibran seutuhnya.
Ucap salah satu seseorang itu, yang tak lain orang itu adalah Selly dan juga Revi.
"Dan apa kamu tahu Rev, status yang ada dalam hubungan itu sama sekali tidak berarti jika pada kenyataannya dalam hubungan kalian itu, tidak ada rasa cinta yang sesungguhnya.
Sedangkan Putri sendiri, dia sudah memilikinya, dan apa kamu sadar kalau mereka sama-sama saling mencintai, tapi karena terhalang dengan adanya perjodohan yang dilakukan keluarga kalian itu, jadi cinta yang mereka rasakan saat ini hanya akan jadi bayang-bayang saja.
Dan aku ada ide untuk menjatuhkan Putri sekaligus membuat Putri agar tidak berhasil lulus ujian semester ini, yaitu gimana kalau kita serang hatinya. Karena aku yakin setelah kita serang hatinya, pasti konsentrasinya akan buyar dan kamu juga tahu sendiri kan kalau nilainya sekarang anjlok, jadi lo pasti tahu kan apa maksud gue ini?"ucap Selly sambil menunjukkan senyuman sinisnya pada Revi.
"Apa lo yakin kalau ide lo ini akan berhasil?" tanya Revi dengan agak kurang yakin.
"Iya gue yakin, dan ini akan berhasil kalau lo mau bantuin gue?"
"Baiklah deal, aku mau bantuin kamu?"balas Revi dengan menjabat tangan Selly.
"Baiklah, tugas lo sekarang, lo harus panas-panas sin hati dia agar dia bisa merasakan, gimana rasanya cemburu, apa kamu mengerti?"
"Aku suka sama semangat kamu?" balas Selly.
****
Putri dan juga Nina dan berjalan menuju ke kantin, Putri pun melihat Reza dan juga kedua temannya yang pada bercanda, tanpa berfikir Putri pun lantas menghampiri mereka sembari menodongkan satu botol minuman rasa jeruk yang ia arahkan ke Reza, Reza dan kedua temannya yang tadinya bercanda pun seketika terdiam tak berkutik setelah tiba-tiba ada seseorang yang memberikan minuman itu pada temannya.
"Ini buat lo?"tawar Putri.
"Putri?"balas Reza dengan wajah agak terkejut.
"Ini apa maksudnya? Ada kode apa ini, kenapa tiba-tiba kamu memberikan minuman itu pada Reza?"tanya Saga yang agak penasaran.
"Kalian lagi pedekate?"tanya David dengan spontan.
"Diam kalian, atau aku tidak segan-segan memberikan pukulan pada kalian paham!"tegas Reza
__ADS_1
"Iya maaf-maaf! Ya sudah Nina ayo kita pergi, jangan ganggu orang yang lagi pedekate ayo!"ajak David dan Saga.
"Baiklah!"balas Nina yang akhirnya pergi meninggalkan mereka hanya berdua.
"Tunggu, kamu belum jawab pertanyaanku, ini apa maksudnya, ada acara apa kamu sampai memberikan minuman ini kepadaku?"
"Aku memberikan itu untukmu, sebagai simbol terima kasih, lantaran kamu sudah baik hati mau menjelaskan semua ke salah pahaman ini pada Nina. Jujur kalau bukan kamu orang yang memberitahunya, mungkin aku dan juga Nina belum bagaikan sampai sekarang, jadi terima kasih?"
"Jadi Gibran sungguhan melakukan semua ini, dia benar-benar sudah mengikhlaskan Putri untukku? Jadi apa yang dia katakan tadi malam beneran dia buktikan sekarang?"batin Reza.
FLASE BACK OFF
Reza yang lagi bersantai membaringkan tubuhnya dipinggir kolam sambil melihat bintang-bintang di langit, tiba-tiba ponselnya pun berdering, tanpa menunggu ia pun lantas menggambil ponselnya yang berada di meja disamping tempat bersantainya sekarang ini.
"Ada apa dengan si Gibran ini, kenapa malam-malam gini dia meneleponku?" Sudahlah bodoh amat ngapain juga aku urusin dia, dia kan bukan temanku lagi, jadi lebih baik aku abaikan saja telfon ini!".
Ucapnya yang kemudian dia pun meletakkan kembali ponselnya diatas meja tadi. Dan tak berselang lama beberapa pesan pun kembali masuk ke dalam ponselnya.
[ Dalam hitungan ke tiga, kalau lo gak mau mengangkat telepon ku, jangan salahkan aku kalau aku bakal masuk kedalam Rumahmu, dan mencari keributan disana, apa lo mengerti] Pesan Gibran.
[ Gila ya lo, memangnya lo itu siapa bisa mengancam ku seperti ini] Balas Reza.
📞" Iya ada apa?Apa maksud lo cari masalah sama gue, kalau lo berani kita bisa beradu di lapangan besok!"jawab Reza yang langsung menantang Gibran.
📞 "Bodoh gue gak ada waktu ngeladenin elo, gue hanya inggin memberitahu lo. Besok pada jam pelajaran yang belum dimulai, gue mau lo ajak Putri untuk pergi ketaman belakang Sekolah, dan mempertemukan dia dengan Nina? Apa lo mengerti!"ucap Gibran dengan tegasnya.
"Maksud lo apa?"balas Reza yang kurang mengerti.
Belum juga Reza membalas lagi perkataan yang dikatakan Gibran tadi, sambungan telfon Gibran pun sudah terputus.
"Astaga aku ini sebenarnya lagi ngomong sama siapa sih, sama orang atau sama hantu. Dan bisa-bisanya dia matikan telepon ku seperti ini, dasar menyebalkan. Tapi apa maksud dia menyuruhku mempertemukan Nina dengan Putri, memangnya apa yang direncanakan oleh Gibran saat ini?"gumam Reza yang merasa bingung.
FLASE BACK ON.
"Heyy kamu kenapa? Kok malah jadi melamun? Ada apa?" tanya Putri pada Reza yang seketika lamunan Reza pun buyar.
"Gak, gak ada apa aku senang aja akhirnya kalian bisa berdamai lagi.
"Ya sudah hanya itu yang inggin aku ucapkan ke kamu? Sekarang aku harus pergi, sekali lagi terima kasih ya!"ucap Putri yang kemudian dia pun berlalu pergi meninggalkan Reza.
__ADS_1
"Apa, aku harus jujur aja ya kalau bukan aku orang yang memberitahu Nina, tapi orang itu adalah Gibran, tapi kalau aku beritahu dia gagal dong rencana gue buat deketin dia?" gumam Reza yang merasa bingung.
BERSAMBUNG......