PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
KEBOHONGAN YANG TERKUAK


__ADS_3

Dalam perbincangan yang dilakukan Gibran, Putri dan Verrel yang berada dalam satu meja kantin sama, Revi pun tiba-tiba datang dan mendatangi mereka. Bahkan dengan pedenya ia langsung memeluk lengan tangan kiri Gibran.


"Gibran, gue cari kemana-mana ternyata disini lo rupanya, lo tuh kenapa sih Gib, kenapa dari semalam lo gak ngangkat telfon maupun membalas pesan yang aku kirimin ke lo, lo kenapa?"


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Revi pada Gibran, Putri yang sedari tadi memperhatikannya ia pun kemudian memeluk erat lengan tangan kanan Gibran. Dan pada saat itu juga orang-orang yang melihatnya tatapan mereka pun beralih fokus menatap kearah Putri.


"Putri?"ucap Gibran yang ikut terkejut.


"Putri apa yang lo lakukan, punya gak apa kamu berani menggandeng lengan Gibran, apa lo gak sadar dia itu pacar gue?" tanya Revi.


"Gimana ya cara jelasinnya, Gibran kamu pasti bisa kan jelasin semuanya pada Revi?"


"Maksudnya?" tanya balik Revi.


"Maaf Rev gue sadar kalau selama ini gue gak pernah mencintai lo. Dan gue sadar kalau gue gak bisa menyembunyikan perasaan gue ke Putri, gue sangat mencintai Putri dan sekarang gue gak mau kehilangan dia, jadi gue putuskan mulai sekarang kita akhiri hubungan kita. Karena aku gak mau menjalin hubungan tanpa adanya dasar cinta."


"Apa maksud kamu Gib, maksud kamu? Kamu putuskan aku demi Putri?"


"Iya Rev, maafkan aku masih banyak orang diluar sana yang lebih baik dan tampan dari aku, jadi akan lebih baik kamu mencari yang baru. Karena dengan kamu mencintaiku, yang ada itu akan membuat hati kamu akan tambah terluka.


Plak..


Satu tamparan pun berhasil mengenai pipi Gibran.


"Tega kamu Gibran. Dan kamu Putri, sejahat itukah kamu sama aku, selama ini aku sudah berbaik hati sama kamu, tapi ini balasan yang kamu berikan ke aku?"ucap Revi dengan tangisan tersedu-sedu nya.


"Berbaik hati, Revi...Revi...kamu itu ternyata pandai sekali ya berakting. Dan sampai kapan kamu akan membohongiku seperti ini?" tegas Putri.


"Maksud kamu apa?" tanya Revi yang pura-pura tidak mengerti.


"Ini biar lebih jelas kamu nonton video ini." Ucap Putri sembari memberikan rekaman video pada Revi.


FLASE BACK OFF.


"Revi, Sally ada acara apa mereka bertemu seperti ini?" gumamnya yang kemudian ia pun masuk kedalam restoran secara diam-diam.


"Kamu tahu gak ternyata selama ini aktingku cukup bagus bukan, karena dengan dengan mudahnya aku mempengaruhi pikiran Putri dan beranggapan kalau aku ini adalah teman yang baik. Padahal dia tidak tahu yang sesungguhnya kalau aku itu sebenarnya hanya memanfaatkannya, Sal, Sally...?" tanya Revi yang kemudian ia pun mengagetkan Sally.

__ADS_1


"Iya.


"Lo kenapa sih Sal, gak kaya biasanya lo kalau diajak ngobrol melamun kaya gini, lo ada masalah?" tanya Revi.


"Gak gue gak ada masalah kok."


"Terus kalau lo gak ada masalah kenapa lo jadi suka melamun kaya gini, tapi baiklah kalau lo memang gak ada masalah jadi gue gak perlu khawatir, oh iya ngomong-ngomong setelah ini lo ada ide apa buat ngerjain si Putri?" tanya Revi.


"Gue lagi kehabisan ide sekarang, jadi kalau lo ada ide lo aja yang ngerjain dia ya.


"Baiklah kalau lo serahkan dia ke gue, gue pastinya akan ngerjain dia habis-habisan nanti, apalagi dengan dia yang begitu percaya kalau gue itu teman yang baik dan setia, jadi hal ini akan mempermudah bagiku menjalankan misi ini?"


Dari jarak jauh Putri menguping pembicaraan mereka, dan tanpa mereka sadari Putri sudah mendengar semua kebohongan yang dilakukan Revi.


"Aku gak nyangka banget sama kamu Rev, ternyata kamu gak ada bedanya sama Nadia yang memanfaatkan ku demi keinginan kalian sendiri, segitu bodohnya aku karena aku bisa percaya sama orang yang sama sekali gak pernah perduli sama aku. Bahkan setelah apa yang barusan aku lihat ini, jujur rasanya aku sama sekali gak bisa mempercayai semua ini, kamu benar-benar tega Rev!"gumam Putri yang terlihat bersedih, dan sedikit tidak percaya dengan semua yang ia lihat saat ini.


"Sekarang aku sadar kenapa selama ini Revi begitu baik sama lo rupanya ini yang dia rencanakan, dia bermaksud inggin menggambil simpati gue tapi perlahan-lahan dia malah menjatuhkan lo seperti ini. Dan gue gak terima, biar aku yang memberikan dia pelajaran!" gertak Gibran yang inggin melangkahkan kakinya ke depan, Putri pun menghalanginya.


"Jangan, gak ada gunanya kamu memberi perhitungan kepadanya, jika dia aja berani menusukku dari belakang, kenapa aku tidak!.


"Maksudmu?" tanya Gibran.


"Baiklah."


"Apa lo serius?". Tanya Gibran dengan senyumannya yang tiba-tiba merekah.


"Iya aku serius!"sahut Putri dengan membalas senyumannya.


FLASE BACK ON.


" Aku mendapatkan video ini dari Restoran permata indah, Restoran yang tadi malam kalian datang dan tanpa dugaan kalian aku berada ditempat yang sama, dan saat itu juga kebusukan kamu pun akhirnya telah terkuak Rev, sudahlah jelas kalau selama ini kebaikan yang kamu berikan ke aku, semua itu hanyalah tipuan. Jadi yang harusnya dikasihani siapa? Aku, atau kamu? Selama ini aku sudah menganggap kamu itu sahabat terbaikku tapi ternyata aku terlalu bodoh karena dengan mudahnya aku mempercayai semua perkataan tipuan kamu itu. Jadi sekarang apa yang inggin kamu katakan, kamu mau mengelak apa lagi sekarang ayo cepat katakan!"tegas Putri.


"Sudahlah Putri gak ada gunanya kita ngeladenin wanita sok baik disini, jadi lebih baik kita pergi sekarang!"ajak Gibran yang langsung menarik tangan Putri dan membawanya pergi dari Kantin ini.


"Sial, rencanaku telah telah gagal, dan kenapa Putri harus tahu secepat ini sih!"batinnya yang kemudian pandangan pun fokus pada beberapa temannya yang memperhatikannya.


"Kalian apa yang kalian lihat, dan apa urusan kalian, kenapa kalian menatapku seperti itu apa kalian inggin aku pukul pergilah!" bentak Revi yang berhasil membuat kerumunan pun buyar.

__ADS_1


"Lo bener-bener hebat Put, seberani itu kamu membongkar kebohongan si Revi."


"Aku terpaksa mempermalukan dia karena aku sudah tidak tahan lagi dengannya.


"Iya...iya...aku tahu kamu pasti sangat kesal ya sekarang?" tanya Gibran dengan terus menerus menggambil kesempatan dengan menggenggam tangan Putri. Putri yang menyadarinya ia pun lantas langsung mengigit tangan Gibran.


"Aw!"teriak Gibran.


"Rasakan itu, makanya jangan pernah berani kamu mencari kesempatan dalam kesempitan seperti ini, dan ini satu lagi buat kamu?".


Bruk.


Merasa sangat kesal, Putri pun memberikan satu injakan tepat mengenai kaki kanan Gibran, Gibran yang merasakannya ia pun sampai terjatuh sambil merangkul kaki kanannya.


"Aw...Putri kamu jahat banget sih, tega banget kamu sama aku!"


"Biarin makanya jangan cari gara-gara sama aku!" balasnya yang kemudian ia pun beralih pergi meninggalkan Gibran.


"Astaga dia itu wanita sungguhan atau wanita jadi-jadian sih kenapa kasar gitu, remuk lah kaki mungilku sekarang, bener-bener belum jadi pacar maupun istri aja gue udah kalah duluan sama dia, gimana nantinya?" batin Gibran yang kemudian ia pun membayangkan sesuatu.


"Astaga kamu itu bisa gak sih memijatnya, ini gak berasa sama sekali tahu, yang benar kenapa?"sentak Putri dengan terduduk di sofa dan Gibran yang memijat pundaknya.


"Astaga sayang ini aku juga udah sungguh-sungguh memijatnya kamu nya aja yang bawel!"


"Apa kamu bilang?"


"Gak aku tadi cuma bercanda kok, aku gak serius tadi."


"Sudah jangan banyak ngeles kamu, mendingan sekarang kamu cepat pergi ke kamar mandi dan cuci semua baju-baju yang kotor disana, cepat!"teriak Putri.


"Baiklah aku akan mencucinya sekarang, jangan marah ya...jangan marah kasihan calon dedek bayinya kalau emaknya marah-marah terus kaya Mak lampir, jangan marah ya?"ledek Gibran.


"Cepat pergilah!"teriak Putri sambil melemparkan bantal kearah Gibran.


******


"Tidak....aku gak mau jadi Suami yang takut sama Istri, tidak itu tidak boleh!"eriak Gibran yang tanpa dia sadari semua orang pada memperhatikannya dengan menertawakannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2