PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
MULAI TERKUAK.


__ADS_3

"Apa sebodoh itu jadi orang!"sahut Gibran yang seketika Putri pun terkejut, yang kemudian ia pun menatap kearah Gibran.


"Apa maksud kamu?" tanya Putri yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Gibran barusan.


"Ternyata kamu itu memang bodoh banget ya, jika kamu sudah tahu kalau orang yang hendak akan kamu temui dia adalah seorang peneror, kenapa kamu malah menemuinya. Apa kamu gila!"gertak Gibran yang terlihat sangat marah.


"Kan aku tidak tahu kalau orang itu memang nekat inggin mencelakai aku, tujuan awalku melakukan semua ini. Karena aku bermaksud inggin mengetahui siapa seseorang itu?" balas Putri yang menundukkan wajahnya.


"Tapi sekarang kamu lihat kan, atas kecerobohan kamu ini, apa yang terjadi? Kamu hampir saja akan kehilangan nyawa kamu sendiri, jadi jika kamu memang berniat inggin melakukan itu maka lihat dan sadarilah siapa orang yang akan kamu hadapi itu, apa kamu mengerti?" bentak Gibran lagi.


"Sudahlah Gibran kok malah jadi kamu sih yang marah sama Putri, kamu kan juga tahu kalau dia habis menggalami tragedi itu, harusnya kamu menenangkannya bukan malah memarahinya seperti tadi?" gerutu Verrel.


"Iya memangnya lo itu siapa, kenapa kamu malah memarahinya seperti itu, jika tujuan kamu kesini hanya inggin menambah luka kepadanya, mendingan lo pergi dari sini, lagian dia juga tidak butuh bantuan kamu lagi, cepat pergilah!"gertak Reza yang tidak merasa tidak terima.


"Reza...Reza...?" tanya David yang tiba-tiba datang dengan ekpresi wajah gugupnya.


"Lo kenapa Dav, kenapa lo gugup gini, ada apa?"tanya Reza pada David, tapi kemudian Saga yang menjawabnya.


"Rez, kita tahu siapa orang yang sudah melakukan semua ini sama Putri?"


"Apa Saga, kamu tahu siapa orang yang sudah melakukan semua ini sama Putri, lo serius?" tanya Reza lagi.


"Iya lo serius tahu siapa pelakunya?" Dimana?" tanya Gibran.


"Ada disini. Karena tanpa disadari oleh pelaku, di kolam itu ada rekaman CCTV nya jadi dari sinilah kita bisa tahu siapa orang itu, baiklah tanpa menunggu lagi ayo kita saksikan bersama-sama."


"Syukurlah pelaku itu tidak menghancurkan rekaman itu?" ucap Putri yang merasa sangat lega.


"Baiklah cepat putar rekaman itu, jangan menunggu lebih lama lagi!"perintah Gibran yang dengan gugupnya.


"Iya..iya...ini aku mau memutarnya, tunggu sebentar kenapa?" sahut David yang malah jadi ikut gugup dibuatnya.


Lewat benda berbentuk persegi empat itulah, mereka akhirnya mengetahui siapa pelaku tersebut. Dengan jiwa penasaran yang tinggi, Putri, Gibran, Reza, David, Saga, Verrel dan Nina mereka akhirnya melihat secara langsung. Setelah memperhatikannya secara serius.


Mereka pun bingung siapa pelaku itu, lantaran mengunakan sebuah jaket hitam. Dan penutup wajahnya dengan masker yang akhirnya membuat pelaku tersebut sama sekali tidak bisa dikenali seperti apa wajahnya laki-laki maupun perempuan mereka tidak bisa menebaknya.


"Astaga ternyata pelaku itu sangatlah licik ya, kenapa dia dengan pintarnya mengunakan jaket dan penutup wajahnya, mana rekaman ini berada dibelakangnya lagi, jadi mana mungkin kita bisa tahu siapa pelaku itu..sial..?" gerutu Gibran yang merasa kesal.


"Astaga percuma aja kita dapat rekaman CCTV ini jika pada akhirnya kita tidak bisa tahu seperti apa wajah pelaku itu!"gertak Reza yang merasa ikut kesal.


Akan tetapi setelah Putri memperhatikannya secara jelas,serius, dia merasa tidak asing dengan jaket hitam yang dikenakan oleh pelaku ltu.


"Jaket itu?" batin Putri yang akhirnya mengingat sesuatu.

__ADS_1


FLASE BACK ON.


"Bik Minah ini kok ada bingkisan jaket hitam, ini pemberian dari siapa?"tanya Putri pada bibiknya, yang gimana Putri yang baru saja pulang dari sekolah.


"Oh ini pemberian dari Non Sally Non, katanya sebagai tanda persahabatan gitu?"


" Ooo baiklah bik!"


"Ya sudah aku masuk kedalam dapur ya Non?"


"Baiklah bik!"


"Ternyata orang itu ada baik nya juga ya pake acara ngasih aku jaket ini segala, tapi untung aja aku tahu apa motifnya sebenarnya jadi ini gak akan ngaruh buatku!"ucap Putri yang kemudian dia pun menyimpan



ANGGAP SAJA INI BENTUK JAKETNYA YA, ABAIKAN FOTO ORANGNYA 😂.


FLASE BACK OFF.


"Iya gak salah lagi, ini memang jaket cauple itu, tapi apa mungkin benar Sally pelakunya?" batin Putri yang sangat tidak percaya.


"Putri lo kenapa? Kok wajah lo jadi tegang gitu, ada apa?" tanya Nina yang ketika melihat Putri yang dalam keadaan melamun.


"Mendingan aku gak kasih tahu soal ini sama mereka. Karena ini masalah ku, belum lagi ini belum tentu benar, jadi harus aku sendirilah yang menyelediki kasus ini terlebih dulu!? Batin Putri.


"Putri kamu kenapa? Apa kamu mengingat sesuatu?" tanya Reza.


"Tidak,aku gak lagi memikirkan sesuatu kok!" balas Putri.


"Apa kamu serius?" tanya Gibran kemudian.


"Iya aku gak lagi memikirkan apa-apa, kalian tenang saja,"balas Putri.


"Tunggu tapi setelah aku perhatikan dengan sangat serius, bukannya pelaku ini adalah seorang perempuan ya?" tanya Verrel yang seketika membuat mereka semua pada fokus menatap kearahnya.


"Perempuan maksud kamu?" tanya Gibran yang merasa penasaran.


"Ya ini, ini kan jaket wanita, bahkan lekuk tubuh seseorang ini juga sangat terlihat sekali jika ini adalah seorang wanita. Bahkan celana yang ia gunakan bukannya celana seragam olah raga yang sama milik kita bukan, coba deh kalian perhatikan dengan sangat serius!"perintah Verrel yang kemudian mengarahkan laptop tersebut kearah temannya.


"Gimana benar kan?" tanya Verrel.


"Iya yang dikatakan Verrel memang benar, dia memang seorang wanita, bahkan lengan tangan pelaku ini kalian bisa lihat kan mungil gitu, seperti tangan seorang wanita?" sahut Saga.

__ADS_1


"Coba aja kalau rekaman ini arahnya mengarah tepat didepan wajah pelaku itu, mungkin kita gak perlu susah payah menebaknya dengan cara seperti ini?" keluh Reza.


"Tapi kayaknya kita gak perlu susah lagi untuk bisa menebak siapa pelaku itu. Karena aku tahu siapa orang ini sebenarnya!"balas Gibran yang seketika membuat mereka terkejut.


"Maksud kamu?" tanya balik Reza.


"Di SMA ini orang yang paling benci sama Putri kan hanya ada satu orang. Dan orang itu yang tak lain dia adalah Sally, bahkan kalian juga bisa melihat sendiri kan seperti apa perilaku Sally kepada Putri kan dari cara membullynya bahkan ucapan kasarnya.


Sedangkan di SMA ini penjagaannya itu sangatlah ketat. Dan tidak akan mungkin jika bakalan ada orang luar yang bisa segampang nya itu bisa menyelinap masuk kedalam SMA ini.


Tadi sebelum olahraga dimulai, kalian juga tahu kan kalau Sally datangnya telat. Dia beralasan jika dia lupa tidak membawa seragam olahraga. Kenapa alasan yang dilakukan Sally tepat sama jam yang dimana Putri diceburkan kedalam kolam itu. Waktunya dimana Putri tengelam itu juga tepat pukul 08:30 pagi tadi. Sedangkan Sally yang datang tadi itu tepat pukul hampir jam 09:00 pagi jadi kalian bisa mengerti sendiri kan apa yang aku maksud ini?"


"Iya yang dikatakan Gibran memang benar, tadi bukan hanya Sally aja yang telat dalam mengikuti olahraga itu, tapi Putri juga. Bagaimana mungkin mereka bisa bersamaan. Apakah itu memang sesuatu yang kebetulan, tidak mungkin kab, jadi menurut aku ada kemungkinan memang dia orangnya?" sahut Verrel yang berpihak pada Gibran.


"Tapi jika memang benar dia pelakunya, apa motif dan penyebabnya, kenapa dia bisa setega itu sama Putri apalagi ini bukan hanya tindak bullying tapi ini sudah tindak pembunuhan. Jujur untuk kali ini entah mengapa gue merasa tidak gue percaya dengan tebakan kalian itu, kita tidak bisa tuduh dia tanpa sebab yang pasti, ataupun bukti yang pasti?" sahut Reza.


"Iya yang dikatakan Reza memang benar, kalian tidak bisa menyimpulkannya secepat itu perkara ini. Karena bukti ini belum terlalu jelas, jadi kalian gak bisa memutuskan jika Sally lah pelakunya?"


"Jadi kalian berdua tidak percaya, bahkan kamu sendiri juga tidak percaya Putri. Baiklah jika kalian butuh bukti yang jelas, aku bakal memberikan bukti itu sama kalian, Verrel ayo ikut aku, kita harus temui Sally sekarang!" ajak Gibran.


"Baiklah aku kita pergi!"


"Reza ayo kita ikut mereka ayolah!"ajak David dan juga Saga yang langsung menarik tangan Reza.


"Gibran tunggu?"teriak Putri yang inggin menghalangi niat Gibran untuk menemui Sally, tapi semua itu telah percuma lantaran akibat kejadian tengelam yang dia alami tadi, kedua kaki Putri yang masih kram. Ia pun belum kuat untuk berjalan. Dan menghalangi niat Gibran tersebut.


"Aw...?" ucap Putri yang seketika langsung terjatuh, pada saat ia yang berniat inggin mengejar Gibran.


"Astaga Putri tenaga kamu itu belum pulih total, kamu harus banyak beristirahat?" ucap Nina yang langsung membantu membopong Putri.


"Tapi nina, Gibran?"


"Sudahlah biar dia yang mengatasi masalah itu, sekarang yang harus kamu pikirkan itu kesehatan dan tenaga kamu?"


"Tapi Nin?"


"Udah kamu jangan membantah lagi, ayo aku bantu kamu tidur lagi!"


"Baiklah!"


"Kenapa jadi seperti ini sih sekarang?" batin Putri yang merasa ikut cemas sekaligus khawatir.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2