PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
125 ( " Liburan dalam satu tempat yg sama " )


__ADS_3

"Kenapa anda senyum-senyum sendiri anda gak mungkin lagi kasmaran kan?"


"Gibran kamu sejak kapan ada disini?"


"Aku sudah sedari tadi melihatmu tersenyum-senyum sendiri seperti itu, ada apa?"tanya Gibran kemudian dirinya pun menghampirinya.


"Gimana ya ngomongnya? Oh iya aku mau tanya pertama kali kamu mengungkapkan perasaan kamu pada Nyonya Revi gimana caranya? Apa kamu memberikan dia kejutan yang sangat istimewa?"tanya Bimo.


"Kenapa kamu malah bertanya soal itu?"tanya balik Gibran.


"Ya aku lihat kamu dan juga Nyonya Revi sangatlah cocok, belum lagi aku lihat hubungan kalian selalu harmonis jadi ya itulah yang membuatku sedikit penasaran akan hubungan kalian ini?"


"Jika dibilang memberikan kejutan sangatlah romantis aku tidak melakukannya."


"Kenapa kamu tidak melakukannya?"


"Aku bukanlah orang romantis yang seperti kamu kira, ya bisa dibilang aku orangnya sebenarnya cuek dan untuk hubungan harmonis kamu tau sendiri seperti apa?"


"Baiklah aku memang agak kurang gimana gitu mendengar penjelasan kamu, tapi aku lihat kamu Laki-laki baik dan tulus mencintai seseorang."


"Apa pandangan orang-orang setiap kali melihat hubungan aku dan Revi selalu terlihat harmonis tanpa dirundung masalah sekali pun? Apa pandangan mereka hanya itu yang mereka lihat? Jika saja aku disuruh memilih aku ingin sekali menceraikannya tapi aku tidak bisa karena aku masih punya tanggung jawab yaitu Rasya? Aku tidak mungkin menceraikan Revi sedangkan disisi lain Rasya masih membutuhkan kasih sayang seorang Mama biar pun Revi tidak pernah sekali pun perduli akan Putranya?"batinnya.


"Oh iya hari lusa libur karena akhir tahun apa kamu bersedia untuk berliburan bersama? Atau gini aja kita boking salah satu hotel agar kita bisa berliburan kamu bersama keluarga kamu dan aku akan mengajak seseorang yang menyuruhku sangatlah spesial?"


"Apa kamu gunakan kesempatan liburan ini untuk mengungkapkan perasaan kamu pada Wanita yang kamu bilang sangatlah spesial?"


"Kamu bisa membaca pikiranku?"


"Aku juga laki-laki jadi aku tau apa yang ada dipikiran kamu, baiklah jika kamu ingin mengajak liburan bersama baiklah itu tidak masalah apalagi untuk pedekate kamu bersama calon Istrimu aku setuju!"


"Serius?"


"Iya aku serius aku juga akan mengajak saudara iparku jadi aku rasa liburan kali ini akan sangat bermanfaat,"balas Gibran.


"Baiklah kalau kamu setuju kapan kita mulai?"


"Lusa gak masalah, aku akan mencari hotel yang cocok untuk kita semua gimana apa kamu setuju?"


"Baiklah aku juga setuju,"balas Bimo.


__________________________________________


"Bimo ada apa kok kamu tumben malam-malam kesini?"


"Gini Putri aku sengaja datang malam-malam gini karena aku ingin mengajak kamu liburan? Maksudnya gini aku dengan salah satu rekan kerjaku memutuskan untuk libur bersama, jadi aku rasa jika aku mengajak kamu aku akan mempunyai teman jadi gimana apa kamu tidak keberatan dengan ajakan-ku?"


"Sebenarnya kalau aku tidak masalah sih, belum lagi aku juga udah lama tidak liburan jadi itu ide bagus kapan?"

__ADS_1


Rencana besok lusa kamu akan berangkat jadi benar kamu setuju dan mau menerima ajakan-ku ini?"


"Iya aku sungguh-sungguh setuju. Dan aku juga tidak keberatan akan ajakan kamu ini,"balasnya.


"Syukurlah sekali lagi terima kasih, aku akan menjemput kamu nanti jadi kamu gak harus pakai mobil lagi."


"Baiklah itu tidak masalah. Dan itu akan sedikit irit,"balas Putri.


Waktu berlalu begitu cepat, awan cerah dengan cerahnya langit nampak mendukung akan liburan mereka yang sudah mereka Rencanakan beberapa hari ini.


Berkumpul dalam salah satu parkiran, terlihat Bimo, Gibran, Revi dan juga Revan mau pun Nina terlihat sedang berbincang-bincang ketika sesampainya mereka disana.


"Bimo kenalin dia Revan dan juga Nina teman sekaligus saudara iparku?"ucap Gibran sembari memperkenalkan keduanya sama Bimo.


"Wah tidak disangka, dari teman berubah menjadi saudara ipar kamu memang terbaik, oh iya kenalin aku Bimo?"ucap Bimo dengan memberikan jabatan tangannya pada keduanya.


"Tunggu? Apa kita pernah ketemu?"tanya Nina pada Bimo.


"Maksudnya?"tanya Bimo balik.


"Iya ada apa dengan kamu sayang apa kamu mengenalnya?"tanya Revan pada Nina.


"Bukan gitu sayang, aku kaya pernah bertemu dengannya tapi entahlah aku lupa dimana?"balas Nina sembari berpikir-pikir.


"Oh iya mana teman atau gebetan kamu yang ingin kamu kenalkan kepadaku apa dia tidak jadi ikut bersama kami?"tanya Gibran.


Keempatnya bahkan tidak sempat mengedipkan matanya setelah tau siapa seseorang yang perlahan-lahan mulai menghampiri mereka. Bahkan bukan hanya mereka, seseorang yang barusan datang pun ikut terkejut ketika berpapasan dengan mereka semua.


"Nina ... Revan ... Revi ... Gib ... ?"


"Putri kamu sudah kenal dengan mereka?"tanya Bimo.


"Putri?"ucap Gibran yang menimpali pembicaraannya.


"Gibran kamu sudah kenal dengan Putri?"


"Iya mereka sudahlah kenal, kita kebetulan teman satu sekolah menengah atas. Setelah lulus Putri memutuskan untuk pindah ke Korea yang akhirnya persahabatan kami sedikit berpencar,"timpal Revan mencoba menjelaskannya.


"Tidak disangka setelah beberapa tahun kamu melupakan dan meninggalkannya dengan gampang, kamu secepat ini mendapatkan penggantinya ngomong-ngomong awal pertama kalian bertemu seperti apa? Apa kamu duluan yang menggodanya Putri?"timpal Revi yang memulai mencari keributan.


"Maaf! Nyonya berkata apa? Kenapa dari cara bicara anda anda berkata seolah-olah sedang mengatai Putri, Nyonya ada masalah dengan Putri sebelumnya?"tanya Bimo.


"Iya aku memang ada masalah dengannya bahkan setelah beberapa tahun tidak bertemu rasa benciku padanya masihlah sama! Apalagi hubungan dia dengan ...


"Stop! Apa kamu masih ingin membahasnya lagi? Apa setelah beberapa tahun tidak pernah bertemu, bahkan Putri sendiri tidak mencari masalah denganmu apa kamu ingin mempermalukannya lagi? Aku tau hubungan kita maksudnya aku dan juga Putri tidak pernah dapat restu darimu kamu masih ingin memperlakukannya lagi?"timpal Revan yang langsung menimpali pembicaraan Revi.


Terkejut akan ucapan yang barusan dikatakan Revan, Putri, Gibran mau pun Nina dan juga Revi pandangannya seketika mereka alihkan menatap kearah Revan.

__ADS_1


"Kak Revan kenapa mengatakan seperti itu?"tanya Revi.


"Jadi kamu mantan dari Putri?"tanya Bimo.


"Iya aku memang mantannya, hubungan kita tidaklah menjadi kebencian biar pun aku mantannya jadi aku harap kamu jangan sampai terhasut oleh omongan adikku dia berkata seperti itu karena dia sengaja ingin mempermalukan Putri termasuk membuatmu menjauh darinya ayo Putri ikut aku kamu juga sayang!"ajak Revan yang langsung menggenggam tangan Nina dan menarik tangan Putri untuk ikut dengannya.


"Saya sungguh tidak menyangka jika Nyonya Revi sangat benci dengan Putri? Bahkan hanya masalah masa lalu keduanya Nyonya masih ingin terus menbullynya seperti ini?"


"Maaf Tuan tapi apa yang Anda dengar dari Kakak saya tidaklah benar? Kak Revan itu bukanlah ...."


"Stop! Maaf Bimo aku harus membawa pergi Revi permisi!"timpal Gibran yang langsung menarik tangan Revi untuk ia ajak pergi.


"Harusnya aku tau jika keduanya hubungannya tidak baik-baik saja, jika aku tau alangkah baiknya aku menjauhkan Putri dari Nyonya Revi, jika nanti Nyonya sampai bertindak gila aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri aku harus menyusul Putri,"ucapnya kemudian dia pun menyusul Putri.


"Kamu sudah gila?"bentak Gibran yang spontan membuat tatapan Revi menatap tajam.


"Apa maksud kamu?"


"Kamu masih bisa berkata apa maksudku? Apa kamu sengaja ingin membuat keributan seperti tadi?"


"Keren! Jadi sekarang kamu sudah berani membela Wanita itu lagi? Apa setelah aku berusaha membela kamu! Kamu malah berani membela Wanita yang sudah jelas-jelas meninggalkan kamu tanpa memberikan kabar?"


"Masa lalu hanyalah masa lalu, ini sudah 2023 jadi sudah sepantasnya aku melupakannya. Aku tidak perduli kamu mau mengecap aku masih berharap lebih pada Putri atau malah menganggap aku masih sangat mencintainya aku tidak perduli, tapi yang harus kamu tau jangan pernah kamu memberitahu Bimo kalau aku dulu ada hubungan dengan Putri jadi paham kan?"


"Madi maksud kamu? Kamu ingin melindungi Wanita itu seperti kak Revan melindunginya tadi?"tegas Revi.


"Terserah! Terserah kamu mau mengatakan apa!"ucapnya yang tanpa berkata, ia berlalu pergi tanpa memperdulikannya.


"Aku tidak terima dipermalukan seperti ini? Tidak Kak Revan tidak Gibran mereka sama-sama menutupi semua ini aku tidak terima awas saja nanti Put aku akan beri perhitungan sama kamu lihat saja nanti!"tegasnya dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Kamu kenapa berkata seperti itu?"tanya Putri yang seketika mengehentikan langkah Revan mau Nina.


"Terus apa aku akan mengatakan jika kamu dan Gibran dulunya kalian sama-sama saling mencintai dan hubungan kalian memudar karena adanya terhalang akan restu dari kedua pihak?"


"Iya Putri yang dikatakan Revan memang ada benarnya, aku juga tidak masalah Revan mengatakan hal seperti tadi karena aku setuju dengannya kamu memang harus berani melawan. Bahkan aku lihat sampai detik ini Gibran terlihat masih membencimu karena kamu memutuskan hubungan kalian tanpa sebab yang pasti. Dan aku juga melihat Revi masih menaruh dendam kepada-mu jadi apa yang dilakukan Revan memang benar. Dan sekali lagi kamu harus beritahu dia kalau kamu memutuskan hubungan dengannya karena kamu disuruh Mamanya kamu harus berani jujur?"


"Sudahlah tidak ada artinya bagiku untuk membela diri. Apa yang sudah terjadi biarlah terjadi, aku malah lebih senang Gibran membenciku seperti ini jadi sudahlah kalian abaikan saja masalah ini aku baik-baik saja kok. Dan soal perkataan kamu aku tidak enak jika harus membohongi Bimo, dia sudah terlalu baik jadi aku akan beritahu dia nanti!"


"Terus dengan Bimo sendiri? Aku lihat dia terlihat sangat mencintaimu apa kamu juga mencintainya?"


"Entahlah aku mencintai dia atau tidak karena yang pasti dia selama ini sudah selalu ada untuk-ku, disaat aku lagi berjuang melupakan Gibran dia yang dari dan membantuku semuanya jadi entahlah cinta atau tidak aku tidak tau


"Terus jika tiba-tiba dirinya akan menyatakan cintanya padamu apa kamu akan menerimanya?"


"Entahlah aku tidak tau, sudahlah jangan bahas masalah ini kenapa?"


"Baiklah aku tidak akan membahasnya lagi,"balasnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2