
"Aku tidak terima, aku tidak terima! Tangisan Sally yang pecah ketika mendengar penyataan pahit ini,sambil terduduk dan berlutut, Papanya pun akhirnya menghampirinya yang kemudian menyuruhnya untuk berdiri.
"Maafkan Papa sayang, seharusnya Papa memberi tahu masalah ini sejak lama, maafkan Papa!"ucap Papanya yang kemudian memeluk Sally, sedangkan Sally tak hentinya menangis.
Disisi lain Reza yang mengajak Putri untuk makan malam dan meminta ketemuan disalah satu taman yang tempatnya tak jauh dari tempat Restoran tersebut.
Akan tetapi putri yang terlebih dahulu datang di-taman tersebut, dia dibuat jengkel lantaran sampai disana, dia tidak melihat keberadaan Reza ditempat ketemuan mereka sekarang.
"Kemana sih dia kok lama banget sampainya, tidak kelihatan juga tuh batang hidungnya, apa jangan-jangan dia lagi mengerjai-ku?" tanya Putri pada dirinya sendiri, baru aja diomongin Reza tiba-tiba datang dari arah belakangnya.
"Kamu lagi nungguin aku ya?"tanya Reza yang spontan membuat Putri pun terkejut yang akhirnya langsung melihat kearahnya.
"Kamu itu dari mana aja sih, kenapa kamu lama banget?"
"Ya biasalah kalau laki-laki kan harus mempersiapkan semuanya dulu?" balas Reza yang kemudian dia pun tersenyum kearah Putri. Sedangkan dalam hati Putri merasa aneh dengan sikap dan perilaku Reza saat ini.
"Sebenarnya ada apa ya dengan Reza sekarang, tidak kaya biasanya dia bersikap manis gini sama aku, padahal baru tadi pagi, dia bersikap kasar tapi kenapa secepat ini dia berubah?" batin Putri yang merasa sangat penasaran sedangkan dan terus memperhatikannya.
"Kenapa kamu memperhatikanku seperti itu, apa kamu kesemsem sama ketampanan aku ini?" ledek Reza yang spontan membuat Putri pun geram.
"Idih siapa juga yang kesemsem sama kamu GR!"balas Putri yang kemudian dia memalingkan wajahnya.
Dan tanpa disangka-sangka oleh mereka berdua, ternyata diam-diam Gibran telah menguping pembicaraan mereka. Dan secara diam-diam juga Gibran telah bersembunyi di semak-semak yang letaknya tak jauh dari mereka berdua.
Akan tetapi persembunyian yang dilakukan Gibran tidak bisa bertahan lebih lama. Setelah ada sesuatu yang mengerubungi Gibran.
"Si Reza itu sok kegantengan banget sih jadi orang, kenapa dia harus bersikap manis gitu sama Putri?" gumam Gibran yang merasa sangat kesal, ketika melihat sikap Reza yang mulai manis kepada Putri.
"Ais..ini juga apa sih, kenapa banyak banget sih nyamuk disini. Hey kalian kalau berani jangan main keroyokan dong, ayo satu-satu kalau berani?" ucap Gibran yang berkata sendiri, sembari menepuk nyamuk yang telah menggigit lengannya.
Mendengar ada suara tepukan sekaligus suara seseorang didekat semak-semak itu, mereka pun lantas menghampirinya. Dan sesampainya mereka dibuat terkejut dengan adanya Gibran yang telah bersembunyi di semak-semak itu, tak jauh berbeda dengan mereka, Gibran yang melihat dirinya sudah ketahuan sama mereka, dia pun hanya bisa menunjukkan ekpresi nyengirnya saja.
"Gibran apa yang kamu lakukan disitu?" tanya Putri yang spontan membuat Gibran pun terkejut.
"Kamu?"ucap Reza yang juga ikut terkejut.
"Kalian?" balas Gibran yang langsung menunjukkan sikap bingung.
"Kamu? Apa yang kamu lakukan disana, apa yang sedang kamu cari?" tanya Putri.
__ADS_1
"A...aku..tidak mencari apa-apa, aku hanya ...."balas Gibran yang bingung mau mengatakan apa.
"Sudahlah bilang aja kalau kamu sedang mengikuti kita kan dari tadi?" sahut Reza.
"Enak aja kamu bilang siapa juga yang lagi ngikutin kalian GR banget!"sahut Gibran yang mencoba untuk menyangkalnya.
"Terus apa yang kamu lakukan disitu?" tanya Putri lagi.
"Sebelum aku membalas pertanyaan kamu, ijinkan aku untuk bertanya pada kalian, apa yang kalian lakukan sekarang ini, jangan bilang kalau kalian sedang berkencan?"
"Enak aja siapa juga yang berk..?" ucap Putri yang belum juga selesai berkata, tiba-tiba Reza langsung membungkamnya.
"Iya kita ini sedang berkenan, terus apa urusan kamu?" balas Reza yang seketika membuat Putri pun terkejut. Dan langsung menghempaskan tangan Reza darinya.
"Apa kamu bilang?" jawab Putri dengan kesal.
"Ingat?" ucap Reza yang mencoba memberi kode kepada Putri, dengan mengedipkan matanya.
"Iya kita memang sedang berkencan!"balas Putri dengan menunjukan wajah kesalnya pada Reza.
"Oooo jadi kalian lagi berkencan, ini tidak bisa dibiarkan, jika kalian hanya berkencan berdua maka itu akan sangat berbahaya?"
"Ya kan kalian hanya berdua, apalagi aku juga tahu kamu itu laki-laki seperti apa, jika kamu memanfaatkan kesempatan ini untuk menjebak Putri gimana? Apa kalian tidak tahu jaman sekarang anak SMA udah banyak yang melakukan hal yang gila yang akhirnya membuat mereka sangat menyesal.
Dan aku sebagai teman yang baik, aku tidak akan membiarkan itu sampai terjadi, jadi untuk berjaga-jaga aku bakal menemani kalian berkencan sekarang?" Ucap Gibran dengan tersenyum. Putri dan Reza yang melihat sikap Gibran mereka hanya bisa bingung.
"Terserah apa kata kamu, yang terpenting sekarang ayo kita pergi ke Restoran agar aku bisa cepat makan. Dan agar aku juga bisa lebih cepat bisa keluar dari masalah ini karena jujur saja aku sudah sangat muak dengan kalian berdua, apa kalian paham!"sahut Putri yang kemudian tanpa memperdulikan mereka berdua, Putri pun langsung pergi meninggalkan mereka dengan jalan terlebih dahulu.
"Apa kamu puas sekarang?" balas Reza yang kemudian dia pun pergi,melihat kencan mereka gagal, Gibran pun merasa senang.
Sesampainya mereka bertiga disalah satu Restoran ternama itu yaitu Restoran CINTA RESTO, Putri, Reza maupun Gibran yang sebelumnya tidak akrab, mereka pun hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Sedangkan Putri yang tidak memperdulikan jika dirinya telah ditemani dua pangeran sekaligus, dia hanya makan secara terus-menerus tanpa memperdulikan jika disamping ada Reza dan juga Gibran yang sedang memperhatikannya sedari tadi.
"Ini orang lagi lupa atau gimana sih, kan disini ada aku gak bisakah dia berkata atau mengajakku ngobrol gitu?" batin Gibran yang merasa bingung kemudian dia pun menatap kembali kearah Reza.
"Hey kamu makan sebanyak itu, siapa yang bakal membayarnya nanti?" tanya Reza.
"Ya kamulah, kan kamu orang yang mengajak makan malam!"balas Putri secara entengnya.
__ADS_1
"Oh iya aku mau ke-kamar kecil dulu!"ucap Putri yang dihalangi oleh Reza.
"Apa kamu berniat ingin kabur?"
"Kabur apanya, apa sudah tidak tahan, apa aku harus buang air disini?" sahut Putri yang spontan membuat Reza terdiam.
"Baiklah pergilah!"perintah Reza, yang kemudian Putri pun akhirnya pergi.
"Kalau aku tahu bakal gini, ngapain juga aku ngajak dia untuk makan malam, kalau ujung-ujungnya bakalan ada pengganggu disini. Ini semua gara-gara kamu, kamu itu tidak ada kesibukan lain ya selain gangguin orang saja.
Dan sekarang aku minta kamu pergi! Krena aku atau pun Putri tidak membutuhkanmu, kita juga tidak pernah menyuruhmu untuk menemani kita jadi cepat pergilah!"perintah Reza.
"Terus kalau aku tidak mau gimana?" balas Gibran yang malah menantangnya, tidak memperdulikan apa yang dikatakan Reza tanpa berkata lagi, Reza pun seketika langsung mencengkeram leher Gibran keatas.
"Mau kamu itu apa sih? Apa kamu belum puas dengan Masa lalu yang pernah terjadi diantara kita dulu? Apa kamu mau masa lalu itu terulang kembali. Apa kamu belum puas inggin merebutnya lagi dariku!"ucap Reza yang menunjukan tatapan marah kepada Gibran.
"Singkirkan tangan kamu dariku. Karena tanganmu sama sekali tidak pantas untuk menyentuhku! Aku kasih tahu sama kamu, bukan masa lalu yang telah merusak persahabatan kita, melainkan keegoisan kamu sendirilah yang telah merusak persahabatan kita ini.
Dan harus aku katakan berapa kali lagi, kalau aku itu bukan perusak hubungan kita, dia pergi meninggalkan kamu. Dan memutuskan untuk menetap di Amerika itu semua bukan murni kesalahan aku,tapi itu keputusan yang dia ambil sendiri. Dan aku kasih tahu juga sama kamu, jika aku memang benar-benar mencintainya, kenapa aku tidak menjalin hubungan dengannya.
Dan kenapa aku malah menghindarinya? Baiklah aku jujur jika dia memang benar mencintaiku, tapi sayangnya aku gak pernah ada perasaan apa-apa kepadanya. Karena aku tahu dia itu wanita yang sangat kamu cintai!"ucap Gibran yang seketika membuat Reza terdiam.
"Apa kamu sekarang mencintai Putri?" pertanyaan Reza yang seketika membuat Gibran pun terkejut.
"Apa maksud kamu? Kenapa kamu malah bawa-bawa Putri dalam masalah ini?" tanya balik Gibran.
"Kamu kira aku tidak tahu, secara diam-diam aku memperhatikan gerak-gerik kamu, bahkan aku juga sudah sering beberapa kali memergoki kamu sedang memandang Putri. Bahkan pada saat kamu mengetahui siapa Putri sebenarnya. Dan menyuruhnya untuk mendatanginya diatas gedung SMA kita, aku tahu semuanya, tapi aku berpura-pura tidak tau apa-apa.
Dan aku juga tahu kamu bertingkah seperti ini. Karena kamu mencintainya kan, makanya kamu sampai belain membuntutinya seperti ini!"
"Aku tidak tahu apa aku itu suka atau tidak kepadanya. Dan apa ini alasan kamu yang bersikap manis kepadanya. Karena kamu inggin balas dendam sama aku lewat dia. Karena kamu kira aku mencintainya itu kan yang kamu maksud? Jika kamu memang berfikiran seperti itu, aku kira kamu salah. karena aku sama sekali tidak pernah ada rasa atau pun mencintainya?" ucap Gibran.
"Apa aku harus percaya dengan jawaban kamu ini, kamu bisa bohongi aku, tapi sayangnya mata kamu tidak bisa membohongiku pengecut!" ucap Reza yang kemudian membuat Gibran pun terdiam.
"Dan ternyata kamu pintar sekali ya menebaknya. Karena kamu dengan pintarnya bisa menebak apa yang sedang aku rencanakan sekarang ini, jika kamu bilang kalau kamu tidak mencintainya, aku rasa itu sebuah kebohongan.
Dan jika sekarang kamu belum menyadari perasaan itu, aku akan bikin kamu merasakan gimana rasanya patah hati. Dan gimana rasanya melihat orang yang paling kita cintai lebih perduli pada orang lain, ketimbang diri kita yang jelas mencintainya. Dan aku rasa tidak akan lama kamu akan merasakan gimana rasanya patah hati.
Karena apa? Karena aku secara perlahan-lahan akan membuat Putri bisa jatuh cinta kepadaku. Dan disitulah aku akan tahu se'menderita apa kamu melihatnya nanti?" ucap Reza dengan menunjukkan senyuman sinisnya
__ADS_1
BERSAMBUNG....