
Putri yang hanya bisa terduduk sambil memeluk kedua lututnya, kemudian Putri pun merasa terkejut setelah dia mendengar ada suara yang mengagetkan dirinya dimana seseorang itu yang tak lain dia adalah para preman yang mengancam anak kecil yang tempatnya tak jauh dari Putri berada saat ini.
Dan preman itu memanfaatkan anak kecil usia 9 sampai 13 tahun untuk dia jadikan pengemis jalanan agar bisa mendapatkan uang untuk dia kuasai nanti.
"Suara siapa itu?" ucap Putri yang kemudian dia pun bangkit dari duduknya. Dan segera dia pun melihat pemandangan itu. Dan spontan Putri pun terkejut.
"Om aku lapar dan juga capek, bisa kan kalau aku istirahat sebentar saja?" rengek salah seorang anak laki-laki yang usianya 11 tahun yang merasa sangat kelelahan.
"Enak aja kamu bilang! Kamu itu belum menyetor uang kamu jadi mana mungkin bisa, cepat jangan banyak tanya dan cepat kalian pergi kejalan raya agar kalian bisa mendapatkan uang lebih banyak cepat pergi!"bentaknya yang kemudian membuat sepuluh anak jalanan itu menjadi tidak berdaya.
Putri yang melihat perlakukan mereka pada anak kecil itu, Putri rasanya sangat geram dan inggin sekali memukul para preman tersebut.
"Astaga apa yang mereka lakukan? Apa para preman itu sudah gila, bisa-bisanya dia memanfaatkan mereka untuk dirinya sendiri dasar bajin**n, aku harus menolong mereka!"langkah Putri yang kemudian dia yang baru aja mau melangkah, dia pun tidak sengaja menginjak sebuah botol Aqua bekas yang akhirnya menghasilkan suara dan mengejutkan para preman tersebut.
Kras....
"Astaga kenapa aku pake acara menginjak ini segala,"ucapnya yang kemudian dia pun melihat ke'depan, seketika Putri pun terkejut lantaran ada 3 preman yang inggin mengecek kearahnya.
"Astaga ma*i aku apa yang harus aku lakukan sekarang, aku harus segera pergi dari tempat ini!" gumam Putri yang kemudian dia yang baru aja mau pergi, tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang membungkamnya dan mengangkat tubuhnya kebelakang.
Merasa dirinya dalam keadaan terancam Putri pun berusaha untuk memberontak dan juga memukul-mukul seseorang itu, tapi semua itu sia-sia saja. Karena orang itu sama sekali gak menggubrisnya, tanpa diduga ternyata orang yang membawa kabur Putri, dia adalah Gibran.
Merasa sakit akibat pukulan yang dilakukan Putri secara terus menerus membuat Gibran akhirnya melepasnya.
"Aw ... Cukup! Jangan memukulku terus menerus sakit tahu!"rengek Gibran.
"Gibran! Jadi kamu orang yang membungkam-ku?"tanya Putri.
"Udah bukan saatnya untuk berdebat, ayo sekarang kamu ikut aku kita harus segera pergi!"ucap Gibran yang kemudian dia yang baru aja mau melangkah, Gibran melihat para preman itu yang semakin mendekat kearahnya.
"Ah sial mereka malah semakin dekat lagi!"
"Terus apa yang harus kita lakukan?" balas Putri yang merasa sangat cemas, akan tetapi Putri dibuat terkejut lantaran Gibran menatap kearahnya dengan tatapan sangat serius. Sekaligus perlahan lahan Gibran pun semakin mendekatkan wajahnya kearah Putri yang seketika membuat Putri pun bingung.
"Gibran apa yang inggin kamu lakukan?" ucap Putri yang kemudian dia pun berjalan mundur perlahan-lahan, yang akhirnya membuat Putri tambah semakin terdesak lantaran dia sudah sangat terpojok. Karena posisi belakangnya adalah tembok.
__ADS_1
Wajah Gibran yang tambah semakin mendekat kearahnya, membuat Putri pun akhirnya memejamkan kedua matanya karena merasa tidak tahu apa lagi yang harus dia lakukan.
Dan ternyata apa yang dilakukan Gibran saat ini, semua ini adalah rencana yang Gibran buat agar bisa melabui para preman itu.
Melihat kehadiran para preman itu, Gibran pun kemudian memalingkan wajahnya kearah samping Putri agar terlihat seperti sedang berciuman.
"Hey kamu lihat ada orang gak disini?"
"Tidak tidak ada siapa-siapa disini, mungkin tadi hanya kucing aja!"
"Iya kali ya."
"Hm..apes banget ya pagi-pagi gini lihat pemandangan kaya gini?"balasnya yang melihat kearah dua seseorang yang dia kira sedang berciuman.
"Sudah-sudah ayo kita pergi, lagian disini tidak ada apa-apa lagi, sudah ayo cepat pergi!"
"Baiklah ayo!"
Kemudian para preman itu pun akhirnya pergi meninggalkan mereka tanpa ada rasa curiga sama sekali. Gibran yang melihat kepergian mereka, dia pun merasa sangat lega dan bisa bernafas dengan sangat lega sekarang.
"Huuu syukurlah rencana-ku akhirnya berhasil juga!" ucap Gibran yang merasa lega. Dan kemudian dia melihat kearah Putri tapi melihatnya masih memejamkan matanya, dia malah menertawakannya.
"Apa?" balas Putri yang seketika langsung membuka kedua matanya.
"A...aku...sudahlah jangan bahas itu lagi, aku bukannya berfikir seperti itu, tapi aku hanya ... Sudahlah jangan bahas itu lagi!" balas Putri yang merasa sangat canggung sekaligus malu didepan Gibran.
"Sudah sekarang ayo kita cepat pergi dari sini!"ucap Gibran yang kemudian dia oun menggandeng tangan Putri untuk dia ajak pergi.
"Tunggu!" ucap
"Kenapa?"
"Aku tidak mau pergi dari sini, aku harus menolong anak-anak itu? Mereka membutuhkan bantuan kita, jadi aku harus menolong mereka?"
"Astaga kamu itu tidak mikir bahaya apa yang akan terjadi nanti! Kamu gak lihat mereka itu para preman yang berbahaya, kalau mereka malah melukai kamu gimana?" bentak Gibran.
__ADS_1
"Sekarang aku tanya sama kamu, seandainya kamu memiliki seorang Adik. Dan Adik kamu ada diposisi mereka, apa yang inggin kamu lakukan?" ucap Putri yang seketika membuat Gibran pun menjadi berubah pikiran.
"Baiklah ayo kita pergi kesana sekarang, kita harus menolong mereka!"balas Gibran langsung.
"Secepat itu kamu berubah?" tanya Putri dengan sangat terkejut.
"Sudah jangan banyak tanya, ayo kita selamatkan mereka!"ucap Gibran.
"Baiklah ayo! Tunggu tapi kita butuh bantuan Polisi, kita tidak bisa menghadapi mereka sendiri"balas Putri.
"Iya itu benar sekali, ya sudah tunggu apa lagi cepat kamu hubungi nomer darurat sekarang!"sahut Gibran.
"Baiklah!" ucap Putri.
Setelah menelfon Polisi, Putri dan Gibran pun membagi tugas masing -masing, Gibran yang mencoba menggalihkan perhatian para preman itu sedangkan Putri bertugas mengajak anak-anak itu untuk pergi dari tempat ini. Dan ikut bersamanya dengan Putri yang langsung turun dari jalan untuk membujuk mereka.
"Sayang ayo sekarang kalian cepat ikut kakak, kita harus segera pergi dari sini sekarang."
"Kakak ini siapa?"
"Bukan saatnya untuk Kakak menjelaskan siapa Kakak ini sebenarnya, percayalah kalau kakak ini orang baik! Cepat kita harus pergi dari sini sekarang sebelum mereka melihat kita, ayo cepat!"
"Baiklah kak kita mau ikut kakak."
"Bagus ayo cepat kita pergi!"
Ternyata tanpa Putri sadari preman itu melihat niat Putri yang inggin membawa kabur anak-anak itu.
Bergegas preman itu pun inggin mengejarnya, tapi untungnya dengan sigap Gibran pun datang tepat waktu dan menggagalkan rencana mereka.
"Siapa kamu? Kamu bukannya pemuda yang tadi, jadi kamu sedang memata-matai kita dari tadi?"
"Syukurlah kalau kalian akhirnya menyadarinya, sekali lagi aku pertegaskan kekalian sebelum kalian menyakiti anak-anak itu lebih dalam lagi, aku sarankan kalian melangkahi nyawaku dulu. Karena aku gak akan membiarkan orang-orang seperti kalian bisa hidup lebih bebas lagi, kalian harus mendekam dipenjara Setelah kejahatan apa yang kalian lakukan selama ini!" tegas Gibran.
"Banyak omong ayo cepat kenapa kalian diam saja, cepat serang dia sekarang!"
__ADS_1
"Baik bos!"
BERSAMBUNG...