
"Sally kamu itu gak punya hati banget sih, kenapa kamu se'kasar ini sama dia? Dia juga manusia gak seharusnya kamu bersikap kasar seperti ini?" bentak Gibran sambil membantu Putri untuk berdiri.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Gibran pada Putri.
"Iya aku baik-baik saja,"balas Putri.
"Oh ternyata selain reza, kamu juga berani godain Gibran, kamu itu ternyata licik banget ya, dalam satu kesempatan kamu godain dua pria sekaligus, apa sampai segitunya kamu inggin menaikkan reputasi kamu di SMA ini? Apa dengan mengait mereka apa kamu pikir kamu bisa menaikkan derajat kamu, enggak kali jadi kamu gak usah sok-sokan keren lagi?"
"Iya dasar apa dia gak lihat tampangnya yang cupu gini, apa dia tidak punya cermin apa? Untuk mengoreksi dirinya sekarang ini.
"Iya tidak disangka banget ternyata dia yang agak pendiam gini, tapi ternyata dia cukup berani juga ya godain mereka? Dasar memalukan.
Hinaan demi hinaan telah terlontar dari mulut mereka masing-masing. Dan tanpa memikirkan perasaan yang dirasakan Putri saat ini.
Karena sudah tidak tahan dengan hinaan mereka, Putri yang berniat akan pergi, dengan sigap Gibran pun menarik tangan Putri. Dan mencegahnya untuk jangan pergi.
"Kamu jangan pergi!"
"Gak lepasin aku! Sudah jangan ladenin mereka, jadi jangan halangi aku untuk pergi, jadi tolong lepaskan aku!"perintah Putri.
"Aku bilang jangan pergi!"bentak Gibran yang akhirnya membuat Putri pun hanya bisa terdiam.
"Dan kalian apa se'banga itu kamu mempermalukan dia didepan semua orang, tapi aku rasa rencana kamu tidak akan berhasil, jujur saja lagi kamu bersikap seperti ini. Karena kamu iri kan kepadanya?"
"Apa maksud kamu?"
"Iya kamu iri kan kepadanya. Karena biarpun Putri penampilannya norak dan kampungan, dia sudah berhasil membuat dua pria sekaligus mencintainya. Sedangkan kamu dari penampilan kamu yang sosialita gini, apa yang kamu dapat memikat hati seorang Laki-laki, tidak ada pria yang bisa mencintai kamu kan? Karena cinta tidak bisa dipaksakan dan cinta juga tidak bisa ditebak, jadi jujur saja apa yang inggin kamu katakan sekarang, katakan saja. Dan bilang kepadanya kalau kamu itu iri kepadanya, jadi berlagak sok keren di SMA ini, jujur aku juga mulai muak dengan adanya peraturan di SMA ini.
Dan jangan mentang-mentang kamu anak dari pemilik SMA ini, kamu bisa seenaknya aja mempermalukan anak baru maupun anak cupu di SMA ini dengan cara harus mem-bully nya.
Dan untuk kalian semua yang ada didalam kantin ini, aku tegaskan ke kalian semua, jika kalian sampai berani menyakiti ataupun membully anak cupu sekaligus berani membully Putri, jangan salahkan aku kalau aku bakal memberi perhitungan sendiri ke-kalian, apa kalian mengerti!"
Mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Gibran membuat semua orang yang melihatnya menjadi pendiam, bahkan tidak mampu untuk mengatakan apapun lagi. Sedangkan Sally yang tadinya berani membantah, dia pun seketika mulutnya seperti terkunci,tidak sanggup untuk memberontak maupun membantahnya lagi.
"Asal kalian tahu saja selama ini kalian salah jika menganggap Putri dia itu anak kampung. Karena pada kenyatannya dia adalah anak dari seorang....."ucap Gibran yang belum selesai berkata, seketika ucapannya pun terhenti. Setelah Putri yang dengan sigap langsung menarik tangan Gibran. Dan bergegas membawanya untuk pergi dari kerumunan ini.
__ADS_1
"Ada apa dengan Gibran, apa yang inggin dia katakan tadi, kenapa setelah Gibran mengatakan kalau si cupu itu anak dari seseorang. Dan belum selesai mengatakannya kenapa dia langsung membawa Gibran pergi, apa yang sebenarnya telah mereka rahasiakan?" tanya Sally yang merasa penasaran.
"Astaga apa yang barusan kamu lakukan, aku kan sudah bilang beberapa kali sama kamu untuk jangan pernah mengasih tahu kepada mereka semua, kenapa kamu tadi malah mau membongkarnya?"
"Sekarang aku tanya sama kamu, apa sebenarnya alasan kenapa kamu melakukan semua ini. Dan kenapa kamu tidak memberi tahu kepada mereka semua siapa kamu sebenarnya.
Dan kenapa kamu hanya terdiam pada saat kamu sedang dibully oleh mereka, apa kamu tidak punya mulut untuk membentak maupun membela diri, apa kamu udah gila?" bentak Gibran yang malah berganti balik memarahi Putri.
"Kamu? Kenapa kamu malah memarahiku, harusnya aku yang marah tapi kenapa sekarang, jadi kamu yang marah seperti ini?" balas Putri yang merasa sangat terheran.
"Ingat kamu itu terlalu baik sama seseorang, tapi tidak semua kebaikan yang kita lakukan akan diterima baik dengan mereka. Sering kali kebaikan kita dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab apa kamu mengerti, jadi berpikirlah yang jernih apa yang inggin kamu lakukan sekarang ini.
Dan jika kamu tidak mau aku memberi tahu mereka, maka kamu sendirilah yang harus mengasih tahu ke semua orang siapa kamu sebenarnya.
Karena dengan begitu kamu tidak perlu merasa cemas,dan takut. Karena tidak akan ada orang yang akan memanfaatkan kamu ini, apa kamu mengerti!"ucap Gibran yang tanpa berkata apa-apa lagi, dia pun akhirnya langsung pergi meninggalkan Putri sendiri.
"Kenapa gak Reza gak Gibran. Kenapa mereka semua sangatlah aneh. Dan apa yang sebenarnya dimaksud oleh Gibran, apa dia yang berkata seperti itu. Karena dia cemas dan khawatir kepadaku?" tanya Putri pada dirinya sendiri.
"Sudahlah aku bisa pusing kalau gini caranya, lebih baik aku masuk ke kelas sekarang, sebentar lagi jam pelajaran kan akan segera dimulai,"ucapnya yang tanpa menunggu lagi, ia pun akhirnya bergegas pergi dan masuk kedalam kelasnya.
"Kalau aku lihat dari tatapannya, dia terlihat lagi kesal kepadaku, sekarang apa yang harus aku lakukan ya untuk bisa membuatnya agar tidak marah lagi kepadaku?" batin Putri yang merasa bingung yang akhirnya Putri pun merebahkan wajahnya keatas meja, sambil melingkari kedua tangannya.
Jam yang sudah menunjukkan pukul 07:00 lebih yang artinya tinggal menghitung menit, maka pelajaran pun akan segera dimulai. Dan tidak menghitung lama pak Kusworo guru Fisika pun akhirnya telah datang juga.
"Anak-anak untuk melanjutkan lagi pelajaran kita hari ini, bapak hanya inggin mengasih tahu ke-kalian jika pada hari yang sangat cerah ini, SMA kita yang lebih tepatnya lagi, kelas kalian ini kedatangan dua anak baru yang dimana mereka adalah anak pindahan dari SMA lain.
Dan bapak harap dengan kehadiran mereka, kalian bisa berteman baik dengannya. Akan tetapi bagi bapak kalian tidak akan terkejut dengan salah satu anak baru ini, lantaran dia itu dulunya pernah bersekolah di SMA ini. Dan mungkin kalian juga sudah mengenalnya baiklah tanpa menunggu lagi kita suruh mereka untuk masuk aja, kalian masuklah.
Merasa penasaran siapa anak baru yang dimaksud oleh pak kusworo, tanpa menunggu lagi mereka berdua pun akhirnya secara perlahan melangkahkan kaki untuk memasuk ruangan kelas ini.
Dan ternyata anak baru itu adalah seorang laki-laki dan juga perempuan yang tak lain lagi, mereka adalah kakak beradik.
Akan tetapi sesampainya mereka memasuki ruangan ini, Gibran, Reza dan para anak lainnya pun terkejut setelah melihat siapa anak baru yang ada dihadapan mereka itu.
"Revi?" ucap Gibran yang sangat terkejut ketika melihat wanita tersebut.
__ADS_1
"Revi ?" ucap Reza yang juga ikut terkejut.
"Baiklah sekarang kalian perkenalkan diri kalian masing-masing?"
"Baik Pak!"
"Saya rasa saya gak harus memperkenalkan diri saya ke-kalian semua. Karena saya tahu kalian juga pasti masih ingat kan siapa saya? Akan tetapi untuk lebih jelasnya lagi saya akan memperkenalkan lagi siapa saya, saya adalah Revi sanjaya.
Dan kita berdua adalah kakak beradik yang baru aja pindahan dari SMA yang ada di Amerika. Karena terhalang pekerjaan orang tua kita yang ada di Jakarta akhirnya membuat kita mau gak mau harus kembali lagi ke Jakarta.
"Baiklah terima kasih, sekarang kamu? Menunjuk kearah Laki-laki tersebut.
"Dan saya adalah Revan sanjaya. Dan aku rasa aku gak perlu memperkenalkan lagi siapa saya ini. Karena adik saya sudah mewakilkan semuanya. Dan aku harap kita bisa berteman baik nanti.
"Baiklah kalau gitu sekarang kalian silahkan duduk, kita akan mulai pelajaran hari ini?"
"Baik pak!"ucap seluruh pelajar.
"Pak apa aku boleh duduk disamping Gibran?" pinta Revi.
"Baiklah tidak masalah, Rendy kamu bisa bertukar tempat?"
"Baiklah pak!"balas Rendy yang kemudian dia pun akhirnya menggambil tas kemudian duduk bersebelahan dengan Verrel.
"Sedangkan kamu Revan, kamu duduk di sampingnya Robert kebetulan disana ada bangku yang kosong,"ucap pak Kusworo sambil menunjuk kearah Robert.
"Baik Pak!"balas Revan yang kemudian dia pun akhirnya duduk.
"Hey kamu apa kabar?" tanya Revi yang akhirnya duduk bersebelahan dengan Gibran.
"Iya aku baik!"balas Gibran yang tak menoleh kearah Revi yang sedang memperhatikannya dengan tersenyum.
"Sebenarnya siapa Revi itu, kenapa dia bisa kenal sama Gibran?" batin Putri yang tiba-tiba merasa tidak suka ketika melihat mereka.
"Revi kembali lagi ke SMA ini, sedangkan Gibran yang terlihat sekarang lagi mencintai Putri. Sedangkan kalau aku lihat juga Revi kayaknya masih ada perasaan kepada Gibran. Dan ini ada bagusnya juga untuk aku gunakan untuk mengerjai anak kampung itu, aku kan bisa adu domba mereka?" batin Sally dengan menunjukkan senyuman sinisnya
__ADS_1
BERSAMBUNG...