PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
132 ( Bertahanlah )


__ADS_3

"Pendarahannya semakin banyak jika aku tidak segera mengeluarkan Putri dari dalam sini dan tetap terjebak kita berdua terperangkap didalam sini sampai besok aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi besok, Putri bangunlah aku tau kamu pasti mendengar-ku bangunlah aku mohon bangunlah!"ucap Gibran dengan perasaan cemasnya, sembari menepuk kedua pipi Putri dan memangkunya, wajah cemasnya tak juga teralihkan, melihat darah segar yang tambah semakin bercucuran akibat tusukan yang semakin parah dan membuat wajah pucatnya terlihat sangatlah jelas tak membuat Gibran bisa bersikap santai tanpa menunjukkan kecemasannya.


Dengan membekap tubuh Putri dalam pelukannya, Gibran akhirnya menitihkan air matanya berharap kesempatan kedua berhak untuk ia dapatkan.


Mendengar akan suara yang tiba-tiba terdengar memangil namanya, ia melihat jadi Putri mulai bergerak tak lama ia melihat mata Putri mulai terbuka secara perlahan. Tersadar dari pingsannya dalam keadaan dirinya yang masih berada dalam pelukan Gibran, Putri lantas membelai wajah Gibran dengan tangannya yang masih berlumuran banyak darah yang mengakibatkan wajah Gibran pun ternoda akan darah tersebut.


"Gibran?" Dirinya memangil nama Gibran berbarengan dengan rasa sakit yang masih menyiksanya. Menggenggam dengan erat tangan Putri, Gibran mencoba menenangkannya biar pun cara itu tidaklah mungkin akan berhasil.


"Putri? Syukurlah kamu sudah sadar kamu harus tahan aku akan membebaskan kamu dari sini! Kamu harus tahan!"balas Gibran dengan menggenggam erat tangan Putri.


"Jangan! Aku tau tindakan kamu tidak akan membuahkan hasil, jika hari ini adalah hari terakhir aku menatap kamu dan berada di dunia ini aku ingin kamu kabulkan permintaan-ku, aku ingin kamu memaafkan aku atas semua kesalahanku aku mohon!"

__ADS_1


"Kamu kenapa berkata seperti itu? Kamu masih akan bisa bertahan aku yakin kamu pasti akan bertahan jadi tidak seharusnya kamu berkata seperti itu?"


"Tapi itulah nyatanya aku memang tidak akan selamat, aku ingin sebelum aku meninggal kamu maafkan aku atas semua kesalahanku aku mohon!"


"Baiklah jika kamu sangat berharap aku mau memaafkan kamu! Aku akan memaafkan kamu jika kamu bertahan! Aku akan memaafkan kamu jika kamu tidak pergi ninggalin aku aku janji aku akan memaafkan kamu, tapi jika kamu pergi dan pasrah akan keadaan ini aku tidak akan pernah mau memaafkan kamu jadi aku mohon sama kamu bertahanlah aku mohon!"


"Aku mohon bertahanlah aku mohon! Aku janji jika kamu bertahan aku janji tidak akan melepaskan kamu lagi untuk yang kedua kalinya aku mohon Bertahanlah! Tolong ... Tolong ....


"Gibran?"


"Kalian? Aku minta cepat tolong kami kami tidak cukup banyak waktu cepat!"

__ADS_1


"Baiklah menyingkir'lah tim penyelamat akan turun!"


Beberapa regu tim penyelamat telah turun, sedangkan yang lain menurunkan tali untuk mengangkat keduanya dari dalam lubang sumur tersebut. Putri mau pun Gibran yang sama-sama berhasil dikeluarkan dari dalam lubang itu, Nina dan juga yang lainnya langsung mengerubungi Putri setibanya berhasil terangkat keatas.


"Putri apa yang terjadi dengannya?"Panik Nina ketika melihat tubuh Putri bersimbah darah.


"Dia tertusuk, dia sudah seperti beberapa jam yang lalu kita harus membawanya ke Rumah sakit ayo!"


"Baiklah ayo!"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2