PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
TERBONGKAR SEMUANYA


__ADS_3

Tak tahan dengan perilaku licik yang Herland katakan pada semua orang untuk menjatuhkan nama baik keluarganya, Putri yang melihat sendiri suasana tambah tambah semakin memanas, ia pun langsung maju melangkahkan kakinya didepan semua orang termasuk didepan Herland dan dengan beraninya Putri pun memberikan senyuman ke Herland.


"Sudah cukup kata-kata bohong yang Om keluarkan untuk menjatuhkan nama baik keluargaku? Sudahlah Om, Om itu jangan banyak-banyak berharap yang tidak-tidak. Dan jangan pula Om berfikir jika Om akan mendapatkan semuanya.


Jujur aku sudah sangat gemas dengan omongan Om tadi. Dan kini saatnya Om untuk mendekam di Penjara atas kejahatan yang selama ini telah Om perbuat kepadaku termasuk pada keluargaku sendiri.


Karena aku sudah gak tahan lagi, membiarkan orang seperti Om hidup bebas berkeliaran disini.


Jadi Om sekarang harus ditahan atas pencemaran nama baik sekaligus rencana pembunuhan yang Om Herland pernah lakukan pada keluargaku.


Tanpa berfikir lagi, Putri dengan sigap ia langsung memborgol kedua pergelangan tangan Herland menggunakan sepasang borgol.


Herland yang terkejut dengan apa yang dilakukan Putri saat ini, ia yang berusaha memberontak, Putri pun langsung bertanya


"Apa ini maksudnya? Kenapa kamu malah memborgol ku, kamu tidak tahu siapa aku..aku ini adalah korban, jadi jika ada orang yang harus ditahan itu bukanlah aku..tapi papa kamu sendiri!"tegas Herland dengan berusaha memberontak.


"Om jahat sekarang aku tanya sama Om. Om punya bukti apa bisa menuduh Papaku yang bersalah dalam masalah ini. Dan ngomong-ngomong soal berkas yang Om bawa sekarang ini, apa Om tidak sadar jika berkas yang Om bawa adalah berkas palsu, jadi siapa disini yang pantas disebut dengan seorang penipu!"tegas Putri.


"Apa maksud kamu? Ini bukanlah berkas palsu, tapi ini adalah berkas asli jadi stop kamu menyalahkan ku seperti itu!"


Mendengar ucapan yang dikatakan Herland, sekaligus pembelaan yang dilakukannya. Putri yang melihatnya ia malah menertawakannya dengan lepas.


"Ternyata Om herland sangat bodoh ya. Dan sekarang sudah jelas kalau bukan Om sendiri lah yang mengerjakan berkas itu menjadikannya berkas palsu, tapi terbukti kalau ada pihak ketiga yang Om suruh mengerjakannya makanya Om gak sadar jika tanda tangan yang tertera pada materai itu aslinya bukanlah tanda tangan asli Papa. Tapi tanda tangan itu adalah tanda tangan palsu juga!"


"Bahkan gara-gara berkas ini juga Om tega menyuruh anak buah Om untuk mencelakai Putri dari teman Om sendiri, dengan menyuruh anak buahmu untuk memukulku pada waktu itu. Bahkan dengan teganya Om yang sudah mengetahui kalau Putri Om sudah menabrak ku dan hampir saja bikin nyawaku melayang. Dan mengetahui kejahatan itu Om malah menyembunyikannya dari semua orang, akan tetapi tuhan lebih menyayangiku dan membiarkanku untuk masih bertahan hidup!"


"Darimana dia bisa sampai tahu kalau Sally orang yang telah menabraknya pada waktu itu?" batin Herland yang mulai berkeringat dingin.

__ADS_1


"Kenapa? Kenapa Om begitu sangat takut setelah aku berkata seperti itu, apa Om Herland penasaran dan terkejut kenapa aku bisa sampai tahu soal ini.


"Sayang, apa maksud kamu?" tanya Papanya.


"Iya, apa maksud dari perkataan kamu itu. Apa beneran perkataan yang barusan kamu katakan tadi, kalau Sally orang yang telah menabrak kamu pada waktu itu?" tanya Mamanya.


"Tidak. Kalian semua bohong, aku dan Putriku telah difitnah, ini semua bohong. Dan kalian gak bisa menghakimiku dengan cara seperti ini. Jika Putriku orang yang telah menabrak mu pada waktu itu, mana buktinya kamu gak bisa menuduh jika tanpa bukti yang jelas!" bela Herland mencoba meyakinkan semua orang.


Tatapan orang-orang kini pun menjadi bingung. Disisi lain mereka yang awalnya percaya dengan perkataan yang diucapkan Herland tadi, tapi kini kepercayaan itu seketika hilang dan beralih menatap kearah Putri dengan tatapan penasaran.


"Siapa bilang aku tidak ada bukti, aku punya bukti yang menunjukkan jika Putrimu lah orang yang bener-bener bersalah, dan semua bukti itu sudah terekam dalam audio rekaman ini, sekaligus rekaman video tempat dimana anda menyembunyikan barang bukti itu "


Tak mau menunggu waktu lebih lama. Akhirnya Putri pun memutar salah satu Audio rekaman yang berada pada ponselnya, dimana dalam suara audio itu terdapat lah suara Sally yang pada saat itu sedang bertelepon dengan Papanya. Dan mengakui kalau dirinya lah orang yang telah menabrak Putri hingga kritis.


Mendengar sendiri ucapan yang dikatakan Sally pada rekaman Audio itu. Herland yang tadinya yakin jika rencananya akan berhasil, kini keyakinannya seketika hilang. Dan yang ada hanyalah kecemasan sekaligus ketakutan yang ia alami saat ini. Keringat yang sebesar biji jagung membuatnya terlihat nampak sangat ketakutan. Bahkan wajah yang seketika berubah menjadi merah jambu membuatnya gak bisa membela diri lagi.


Pandangan orang-orang seketika beralih menatap dirinya. Dengan tatapan sinis yang diberikan pada mereka semua, membuatnya tidak bisa mengelak lagi.


"Dasar pembohong. Bisa-bisanya anda mengatur rencana selicik ini?"


Rasa panik yang dialami Herland belum kunjung reda, tiba-tiba datanglah beberapa orang berseragam polisi yang menghampirinya.


"Anda sudah tertangkap, jadi jangan banyak tanya dan juga alasan karena kamu sekarang sudah jadi tersangka utama. Dan kamu akan ditahan atas tindakan kejahatan yang kamu lakukan ini, Jadi ayo ikut kita ke Kantor Polisi dan jelaskan semua pembelaan yang inggin kamu katakan nanti, ayo cepat jalan!"perintah sang petugas kepolisian.


"Tidak aku tidak salah aku terima dengan semua ini, semua ini tidak benar aku tidak salah. Kalian, lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan pada kalian nanti, urusan kita belum selesai tunggulah pembalasanku nanti. Lepaskan aku! Lepaskan aku!"


"Ya sudah kita permisi dulu!"ucap salah saru Polisi.

__ADS_1


"Baik Pak, sekali lagi terima kasih atas bantuannya?"


"Baiklah sama-sama, ya sudah kita pamit dulu!"


"Baiklah!"


"Sayang, maafkan Papa...maafkan Papa karena selama ini Papa sudah sangat bodoh karena mempercayai semua perkataan dia. Maafkan Papa." Ucap Papanya dengan memeluk Putri.


"Iya Pa. Putri sudah maaffin Papa kok."


"Maafkan Mama juga ya sayang, maafkan Mama."


"Karena kalian sudah minta maaf sama Putri. Putri juga inggin meminta maaf sama kalian, maafkan Putri kalau selama ini Putri juga telah bohonggi kalian, maafkan Putri kalau Putri sudah bohonggi kalian dan tidak jujur pada kalian kalau sebenarnya inggatan Putri sudahlah pulih, maafkan Putri.


"Apa sayang. Jadi inggatan kamu sudah pulih?"


"Iya Ma, beberapa waktu lalu Om Herland dan Sally sempat mencelakaiku. Akibatnya benturan yang aku alami kemaren inggatanku seketika kembali, dan aku inggat kalian semua.


"Sayang. Mama lega sekarang, Mama lega akhirnya kamu sudah inggat semuanya, akhirnya kamu bisa inggat siapa kita Mama sangat senang sekarang.


"Iya sayang, Papa juga sangat senang terima kasih Tuhan. Terima kasih karena kamu telah menggembalikan inggatan Putri kita, terima kasih!.


"Oh iya Pa, Putri inggin menyerahkan berkas ini kepada Papa. Sekarang berkas ini sudah sepantasnya berada ditangan Papa. Dan maafkan Putri kalau Putri juga telah membohonggi Papa soal kesalahan yang terjadi pada brangkas itu semua itu ulahku maafkan Putri ya.


"Iya sayang kamu tidak salah. Papa malah berterima kasih sama kamu. Karena kamu sudah menolong Papa dari jeratan rencana licik pria sialan itu, makasih ya sayang.


"Iya Pa, Putri sayang sama kalian. Putri harap akibat adanya kejadian ini, Papa dan Mama sadar, jika kekayaan yang kalian miliki hanyalah titipan. Dan Putri harap setelah ini kalian mau berbagi pada sesama orang yang saling pembutuhkan, dan keingginan Putri, Putri mau membanggun sebuah Masjid atau tempat panti asuhan apa Mama dan Papa tidak keberatan?".

__ADS_1


"Iya sayang Mama dan Papa tidak keberatan, sudah seharusnya Papa dan Mama melakukan semua ini. Apalagi ini penyangkut amal sholeh jadi Papa dan Mama tidak keberatan. Dan besok Papa akan menggatur semuanya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2