
Memandang langit yang sangat cerah dengan warna biru muda yang menyala terang, ditambah lagi dengan adanya burung-burung yang berkicau dengan sangat merdu. Putri secara pelan ia memejamkan kedua matanya untuk menenangkan diri sekaligus menghirup udara segar ditempat ini.
rintik rintik hujan terlihat mulai berdatangan awan mendung yang tadinya terlihat menghitam dengan pekat, kini awan hitam itu mulai berkelombang yang mengakibat hujan deras terlihat mengguyur wilayah dimana Putri berada saat ini.
hujan yang semakin deras tak menghiraukan niat Putri untuk bangkit atau pun meneduh dari siraman air hujan yang cukuplah dingin ini.
Hujan yang semakin deras telah membuat pakaikan yang dikenakannya menjadi basah kuyup, dinginnya air ini tak menghiraukan langkah Putri untuk pergi menghindari akan kondisinya yang nantinya mampu membuatnya bisa terjatuh sakit.
Tak lama langkah kaki seseorang terlihat mulai menghampirinya, meneduhkan satu payung diatas kepala Putri dimana ia terduduk saat ini, Putri yang tadinya merasa ada aneh lantaran rintikan hujan yang tiba-tiba tidak mengenai dirinya. Putri kemudian memandang kearah atas dan melihat satu buah payung hitam yang sudah berada disisinya.
Melihat balik siapa seseorang yang melakukannya, Putri kemudian mengalihkan pandangannya setelah tau siapa seseorang yang berbuat seperti ini padanya.
''Apa yang kamu lakukan disini siapa yang menyuruhmu untuk kemari dan memberikan payung itu agar tidak mengenai diriku?"
''Aku datang kesini bukan atas dasar suruhan dari seseorang, tapi aku datang kemari karena aku ingin mengajak kamu pergi dari sini, ini hujan apa lagi yang ingin kamu tunggu apa kamu masih bodoh ingin berdiam diri yang akhirnya membuat kamu nanti akan jatuh sakit?"ucap Gibran yang dengan lancangnya.
__ADS_1
''Mau sakit atau pun tidak ini urusanku, kamu juga bukanlah siapa-siapa ku jadi untuk apa kamu masih memperdulikan ku, sudah pergilah dari sini karena aku ingin sendiri dan pastinya aku juga masih betah berada disini biarpun lagi kehujanan."
''Ternyata memang sulit menyadarkan seseorang yang sudah terlanjur mempunyai jiwa keras kepalanya? Tapi harusnya kamu bisa berfikir sedikit dengan kamu hujan-hujanan apa yang akan kamu dapat? Apa kamu akan dapat seperti yang kamu inginkan?"
''Apa kamu sudah selesai untuk menceramahi ku jika sudah, pergilah!"
"Baiklah aku akan pergi tapi setelah aku pergi aku ingin kamu bisa memikirkan apa yang aku maksudkan tadi permisi!"
Melihat Gibran yang mulai menjauh dari langkah ia terdiam saat ini, bayangan Putri terlihat mulai buram ketika dirinya menatap langit yang hanya terpenuhi akan tetesan air hujan.
Sedangkan disisi lain Gibran yang tadinya terlihat sudah mulai menjauh dari langkah Putri, tak ada angin tak ada hujan Gibran kemudian datang dan memberikan tangannya untuk membantunya berdiri setelah dirinya menyadari akan Putri yang membutuhkan bantuan akan seseorang.
"Pegang lah tanganku ini!"satu ucapan yang akhirnya Gibran tunjukkan, Putri yang melihat sesosok tangan sudah siap meraihnya, dia lebih memilih menolaknya.
"Aku tidak butuh jabat tangan kamu itu jadi pergilah!"
__ADS_1
"Dasar keras kepala!"
Tak tahan dengan seseorang yang mempunyai jiwa keras kepalanya yang sangat tinggi. Gibran akhirnya mulai merangkul tubuh Putri yang tadinya masih terduduk, dengan membopong tubuh Putri dan mengangkatnya dengan entengnya.
Putri yang mengingat perlakukan Gibran yang juga pernah melakukan semua ini padanya, dengan tegas Putri menyuruhnya untuk menurunkannya tapi ucapannya sama sekali tidak diambil oleh Gibran dan lebih memilih terus saja berjalan hinga keduanya sampai di mobil.
"Jika anda akan terus saja menjadi orang yang keras kepala? Maka jangan salahkan aku juga kalau aku akan bertindak ikut keras kepala juga paham!"
"Anda siapa berani sekali anda berkata seperti itu pada saya?"
"Sudahlah pasang sabuk pengaman kamu aku akan mengantarkan kamu pulang sekarang! Ngomong-ngomong apa yang sebenarnya kamu pikirkan saat ini? Apa Bimo masih juga menyakiti kamu?"
"Sudahlah aku tidak mau membahas masalah itu, alangkah baiknya kamu turunkan aku disini aku tidak mau orang-orang suruhan atau pun teman Bimo tau jika kita sedang berduaan jadi turunkan lah aku!"
"Ini sudah malam. Jalanan ini juga rawan perampok maupun begal apa kamu mau terluka?"tanya Gibran, Putri yang mendengarnya dirinya hanya terdiam.
__ADS_1
BERSAMBUNG.