
Berada di Perusahaan dan berada disalah ruangan bersama dengan Sekretarisnya yang tak lain adalah Sekertaris Lee. Gibran yang lagi terduduk di kursi kerjanya sambil menghadap sebuah laptop. Lee pun merasa mulai cemas ketika menyadari jika Gibran terlihat wajahnya sangatlah pucat. Bahkan tidak seperti biasanya Gibran yang mengisi suasana dengan gurauannya, kini ia hanya terdiam sembari memegang kepalanya.
"Tuan, Tuan Gibran ada apa? Kenapa saya perhatikan wajah Tuan sangat pucat. Dan Tuan juga sedari tadi hanya diam saja. Apa Tuan lagi sakit?"tanya Sekertaris Lee yang masih bertahan ditempat duduknya yang tempatnya berada disamping Gibran.
"Tidak, saya tidak apa-apa mungkin saya hanya kecapean. Nanti kalau saya meminum obat atau pun vitamin, nanti juga akan sembuh sendiri,"balas Gibran tanpa lirikannya.
Baru aja ia berkata dan berhenti dari ucapannya itu, seketika tubuh Gibran pun lemas yang akhirnya ia pun tersungkur, terjatuh dari tempat duduknya, kemudian ia pun akhirnya jatuh pingsan tepat diatas lantai dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Sekertaris lee yang melihat Tuannya seketika lemas dan tidak berdaya, ia pun bergegas menghampirinya, sesekali ia menepuk-nepuk pipi Tuannya tapi tidak ada hasilnya. Akhirnya ia pun melarikannya ke Rumah sakit, tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Sekertaris Lee pun telah sampai juga di Rumah sakit Hospitality Gangnam rekord yang tempatnya tak jauh dari lokasi perusahaan yang Gibran jalankan selama ini.
Sedangkan entah suatu kebetulan, Putri yang pada saat itu sedang ada tugas skip giliran pagi sampai sore, ia yang sedang memeriksa kondisi salah satu pasien, ia dibuat terkejut lantaran adanya kehadiran salah Suster yang terlihat lagi panik
"Suster apa ada? Kenapa Suster sangat cemas seperti ini. Apa Suster ada masalah?"
"Ini Dok pimpinan perusahaan sedang menggalami sakit, tapi Dokter yang biasa menanganinya sekarang lagi tidak ada skip pagi mau pun sore Dan saya Bingung harus meminta bantuan sama siapa, sedangkan disini hanya ada Dokter Putri, sedangkan Dokter yang lainnya lagi sibuk diruang operasi, jadi saya bingung harus bertindak apa Dok?"
"Apa pasien sudah ada di Rumah sakit ini?"tanya Putri lagi.
"Iya dia sudah ada Dok, ya sudah sekalian saya akan memeriksanya?"
"Dokter serius?"
"Iya saya serius, ya sudah mari kita periksa pimpinan perusahaan itu."
"Baik Dok mari."
__ADS_1
Baru selangkah Putri menginjakkan kakinya memasuki ruangan pribadi khusus seseorang itu, Putri pun dibuat terkejut dengan siapa ia melihat seseorang yang sedang terbaring diatas brangkar Rumah sakit ini yang dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri.
"Gibran, jadi Gibran pimpinan dan orang yang paling di segani di Rumah sakit Hospitality ini?"batin Putri yang seketika langkahnya pun terhenti.
"Maaf ada apa Dok, apa Dokter tidak inggin memeriksa Tuan saya?"tanya Sekertaris Lee yang sedari bingung, lantaran Dokter yang tiba-tiba terhenti.
"Tidak, bukan gitu. Saya akan memeriksanya!"
"Suster siapkan alat tekanan darah karena saya perlu tahu berapa kerendahan darah dari Tuan anda ini.
"Baik Dok!"
Memasangkan alat mengetes darah dan memasangkannya pada lengan Gibran, Putri pun melihat jika tekanan darah Gibran hanyalah dibawah angka seratus yang artinya ia kekurangan darah makanya ia bisa sampai jatuh pingsan seperti ini.
"Dokter apa yang terjadi. Apa Tuan saya ada masalah yang serius?"tanya Sekertaris Lee yang sedari tadi memperhatikan Putri sembari wajahnya yang terlihat cukup cemas.
"Baik Dokter, nanti saya akan menasehatinya."
"Ya sudah kalau gitu saya permisi dulu."
"Baik Dok."
"Aku tidak tahu selama beberapa tahun kita telah berpisah dari jarak dan waktu. Kenapa selama itu juga aku masih berharap yang tidak-tidak. Dan kenapa aku juga sulit sekali untuk melupakan perasaan ini. Tuhan maafkan hamba, maafkan hamba karena hamba sudah lancang mencintai seseorang laki-laki yang sudah beristri, maafkan hamba Tuhan, maafkan hamba," batin Putri yang terus berjalan dan akhirnya langkahnya pun perlahan-lahan mulai meninggalkan tempat ini.
Selama kurang lebih 30 menit lamanya, Gibran terbaring diatas brangkar, ia pun akhirnya telah sadar dari pingsannya. Dan sesaat ia terbangun, ia menatap kearah Sekertaris Lee yang ternyata masih berada di sofa samping brangkar yang ia tiduri saat ini.
__ADS_1
"Ada dimana aku ini, kenapa aku bisa ada disini. Sekertaris Lee, apa yang terjadi denganku?"tanya Gibran.
"Tuan lagi banyak pikiran. Dan akibatnya karena permasalahan itulah Kondisi Tuan jadi nge'drop seperti sekarang ini, dan tadi Tuan sempat jatuh pingsan makanya saya larikan Tuan ke Rumah sakit, ya sudah Tuan tunggu disini aja. Dan aku sarankan Tuan menginap lah disini selama satu malam agar Tuan bisa diinfus dan agar bisa mengembalikan kondisi Tuan yang tidak stabil ini."
"Tidak, aku tidak mau, untuk apa aku harus dirawat disini. Aku baik-baik saja jadi antarkan aku pulang. Karena lebih baik aku pulang daripada harus dirawat di Rumah sakit ini,"balas Gibran yang akhirnya ia langit bangkit dari atas brangkar ini, yang berniat inggin turun.
"Tuan jangan, kondisi Tuan belum stabil betul."timpal Lee yang berusaha melarang Gibran.
"Sudahlah jangan mencoba membangkang mau pun menasehati ku, cepat bantu aku berjalan. Karena aku inggin pulang."
"Baik Tuan kalau itu sudah jadi keputusan Tuan,"balas Lee yang kemudian ia pun mulai membantu Gibran.
Berhasil turun dan sesudah membayarkan biaya administrasinya, Gibran dan juga sekertaris Lee yang hendak akan pergi meninggalkan Rumah sakit ini, langkah Gibran pun seketika terhenti sesaat ia melihat dengan sekilas, Putri yang pada saat itu berjalan kearah barat dengan pandangannya yang hanya fokus kedepannya. Dan Putri pun seketika menghilang sesaat ia berbelok kearah lain.
"Putri,"ucap Gibran dengan wajah terkejutnya.
"Tuan, apa apa?"tanya Lee yang ikut terkejut melihat Gibran yang tiba-tiba terhenti.
"Tuan ada apa? Apa Tuan melihat sesuatu. Dan siapa nama yang Tuan sebutkan tadi?"tanya Lee lagi.
"Tidak, aku tidak apa-apa tadi aku cuma salah lihat,"balas Gibran, akan tetapi pandangannya masih fokus melihat kearah depannya.
"Baiklah kalau gitu."
"Apa yang barusan aku lihat tadi itu beneran Putri. Apa beneran Putri dia sudah kembali lagi ke Jakarta, atau tadi itu hanyalah halusinasi-ku saja?"batinnya yang tambah merasa bingung. Melanjutkan lagi perjalanannya. Akhirnya Gibran dan Sekertaris lee pun pergi meninggalkan Rumah sakit ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG.