PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
8 " Penyesalan "


__ADS_3

Memang penyesalan pada dasarnya akan terjadi diakhir-akhir dimana seseorang akan merasa sangat menyesal dengan perbuatan yang pernah mereka lakukan dimasa lalu. Ibarat kata seperti nasi yang sudah terlanjur menjadi bubur, mau diapakan juga sudah tidak bisa menjadi seperti semula. Sama halnya dengan apa yang dirasakan Putri saat ini.


Pagi hari jam yang baru menunjukkan pukul 06:00 pagi, sebelum Putri memutuskan untuk berangkat ke-sekolah dia pun menyempatkan diri untuk menjenguk Bibik di-rumah sakit. Dan sesampainya.


"Gimana keadaan Bibik sekarang, apa Bibik udah mulai mendingan?" tanya Putri kepada Bibik yang masih terbaring dikamar rawat.


"Bibik baik-baik saja kok Non, Non Putri jangan cemaskan itu,"jawab Bibik yang kemudian dia pun terkejut melihat mata Putri yang terlihat sedikit lebam atau bengkak akibat menangis semalaman.


" Mata Non Putri kenapa, apa non Putri baru saja menangis?"


"Tidak kok bik, saya baik-baik saja ini hanya bengkak sedikit nanti juga akan reda?" balasnya yang sedikit mencekal.


"Ya udah bik karena ini sudah waktunya Putri untuk berangkat ke-sekolah, Putri sekarang pamit pergi ya. Dan kabari Putri kalau Bibik sedang membutuhkan bantuan saya?"


"Baik non jika bibik membutuhkan bantuan non, bibik akan menghubungi non Putri nanti?"


"Ya sudah kalau gitu, Putri pamit berangkat dulu ya bik?"


"Iya Non berhati-hatilah."


"Baik bik."


Di-dunia ini pastinya banyak orang yang sudah melakukan kesalahan yang akhirnya membuatnya sangat menyesal atas tindakan yang pernah mereka lakukan dimasa dulu. Dan mungkin penyesalan itu yang akhirnya menghantui dirinya sendiri ketika dia mengingat apa yang sudah pernah mereka lakukan kepada seseorang itu.


Dan dipikir-pikir dunia ini cepat sekali berputar, dimana malam yang dengan cepatnya berganti pagi yang kemudian menyinari alam semesta ini. Dan sama halnya dengan apa yang aku alami sekarang ini, jika dulu aku masih punya semangat hidup karena aku berfikir masih ada orang yang peduli dan sayang kepadaku, tapi ternyata semua itu hanyalah tipuan belaka. Karena ternyata orang yang sangat aku percayai diam-diam mereka telah menghancurkan kepercayaan-ku ini.


Teman dan juga kekasih yang dulunya sangat aku percayai dan sangat aku banggakan ternyata diam-diam mereka telah menusukku dari belakang. Teman yang dulunya menjadi teman curhatku sekarang telah berubah menjadi musuhku sendiri. Ya seperti itulah kehidupan yang aku alami saat ini.


Tapi dengan kejadian itu aku berfikir aku harus menjadi orang yang lebih baik lagi. Aku harus menjadi orang yang tahan akan banting. Dan pastinya hal itu telah menyadarkan-ku agar aku bisa bangkit dari keterpurukan ini, aku tahu ini mungkin sangatlah susah tapi aku yakin aku pasti bisa melewati semua ini.


Dan mulai sekarang aku harus menjadi diriku sendiri kamu boleh memikirkan kebahagiaan orang lain, tapi kamu harus mengutamakan kebahagiaan kamu terlebih dulu, Putri yang dulu telah hilang. Dan sekarang hanya ada Putri yang baru, Putri yang akan kuat melewati semua rintangan yang menghadangnya.


Dalam perjalanan Putri menuju ke sekolahnya, nasib apes pun lagi-lagi menghampiri Putri, gimana mobil yang dia kendarai tiba-tiba mengalami mogok ditengah jalan karena ban depan mobil yang tiba-tiba kempes.

__ADS_1


"Lah ini kenapa? Kenapa mobilku tiba-tiba berhenti seperti ini?" ucap Putri yang kemudian dengan wajah kebingungan, dia pun turun dan memeriksanya.


"Astaga bannya kempes lagi, bagaimana ini dong, apa yang harus aku lakukan sekarang, mana sekarang sudah jam 06:40 lagi?" ucapnya sambil melihat jam tangannya.


"Apa yang harus aku lakukan, aku harus melakukan sesuatu?" ucapnya lagi yang kemudian dia melihat ada bis yang berhenti tepat tak jauh dari arahnya, dikarenakan ada penumpang yang mau naik.


Sedangkan jam yang sudah menunjukkan pukul 06:40 yang artinya hanya menghitung menit dia harus segera sampai di-gerbang sekolah agar dia tidak telat. Akhirnya tanpa memikirkan apapun lagi Putri pun memutuskan untuk naik bis tersebut. Karena hanya dengan jalan itu satu-satunya bagi Putri agar terhindar dari hukuman disekolah.


Biarpun anak orang kaya, bagi Putri naik bis adalah sesuatu yang sangat menyenangkan baginya. Dan dia juga tidak merasa malu ketika harus menaiki bis dan berkumpul dengan banyak orang.


"Untung saja aku bukanlah anak yang manja yang akan malu ketika naik bis. Dan berkerumun dengan mereka seperti ini?" batinnya yang kemudian dia pun segera naik, akan tetapi setelah dia masuk kedalam bis tersebut dia dibuat terkejut lantaran sudah tidak ada bangku yang kosong untuk dia duduki.


"Yah ... Bangkunya sudah penuh, jadi mau gak mau harus berdiri nih, baiklah tidak apa-apa,"ucapnya dengan santai.


Entah suatu kebetulan ataupun tidak sengaja ternyata Gibran juga naik kedalam bis yang juga dinaiki oleh Putri. lantaran Gibran yang mendapat hukuman dari bokap-nya setelah Gibran memutuskan untuk pergi dari Rumah dan menginap di-rumah Verrel selama satu hari. Dan hal itu membuat Papanya pun akhirnya marah. Dan menyita semua fasilitas yang digunakan Gibran mulai dari kartu kredit, kunci mobil maupun motor. Bahkan uang saku pun tidak dia dapatkan.


"Apes banget sih gue, gara-gara sok-sok'an pergi dari rumah aku malah mendapat hukuman seperti ini dari bokap. Jika saja aku tidak bertindak nyeleneh seperti itu mungkin nasib apes tidak akan menghampiriku seperti ini apes!" batinnya yang merasa kesal yang akhirnya dia pun mengunakan handset yang dia pakaian ke'kupingnya dan dia gunakan untuk mendengarkan sebuah lagu.


Sedangkan disisi lain Putri yang melihat ada seorang ibu yang kira-kira berumur 40 tahunan yang sedang hamil tua dan berdiri tepat disamping Gibran. Merasa kasihan kepada ibu itu dan kesal terhadap laki-laki yang bersikap seperti tidak perduli terhadap orang lain, dengan beraninya Putri pun langsung menarik handset yang masih tertempel di-kuping Gibran.


"Hey apa yang kamu lakukan, kenapa kamu menarik alat pemutar musikku, apa kamu terganggu atau lagi ada masalah denganku?" ucap Gibran dengan tatapan agak melotot.


"Dasar laki-laki gesrek!"


"Apa kamu bilang!"


"Kenapa? Apa kamu tersinggung dengan ucapan-ku ini? Memang itu kenyataanya kan kamu memang laki-laki gesrek apa kamu tidak lihat ada ibu-ibu yang sedang hamil tua dan dia berdiri tepat disamping kamu, apa kamu tidak ada rasa kasihan sama sekali, setidaknya jika kamu punya hati nurani yang baik harusnya kamu itu kasih tempat duduk kamu untuk ibu ini?"


"Baru kali ini aku lihat ada cewek yang peduli sama seseorang yang sama sekali tidak dia kenal?" batin Gibran yang kemudian malah melamun.


"Hey kenapa kamu malah diam! Apa kamu budek?"bentak Putri.


"Baiklah maaf tante atas tindakanku yang tidak pantas ini, jadi mendingan sekarang tante duduk disini biar saya yang berdiri?"

__ADS_1


"Apa kamu serius?"


"Iya saya serius duduklah!"


"Baiklah terima kasih."


" Sama-sama tante,"balasnya dengan memberikan sebuah senyuman.


"Apa kamu puas?" ucap Gibran sembari menatap kearah Putri.


"Dasar!" balas Putri yang kemudian membuang mukanya dan menatap kearah samping.


Karena tidak ada tempat duduk lagi yang tersisa, akhirnya mau gak mau Gibran pun ikut berdiri juga yang tempatnya tak jauh dari tempat Putri berdiri.


Anggap saja seperti ini ya.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" apa jangan-jangan kamu kesemsem ya sama ketampanan -ku ini?" ucap Gibran yang agak meledek.


" Gini nih kalau orang yang pedenya terlalu tinggi jadi dia sering ngawur kalau ngomong? Aku kasih tahu ya daripada aku lihatin kamu lebih baik aku lihatin tuh tiang listrik, yang tingginya mirip sama kamu!"jawabnya sambil terlihat jutek.


"Yee dasar udah jutek ngatain lagi,"balasnya yang agak jutek.


Sedangkan orang-orang yang mendengar perdebatan mereka, mereka pun menertawakannya secara diam-diam.


"Mas, mbak lebih baik kalian jangan berdebat seperti ini terus, kata orang kalau orang yang sering berdebat seperti ini pasti ujung-ujungnya bakal jadian suatu saat nanti. Karena ada kemungkinan mereka itu berjodoh?" ucap salah satu orang yang juga penumpang di-bis ini.


"Mas ini lucu ya? Ya jelas gak mungkinlah kalau dia itu jodohku. Karena jelas-jelas dia ini bukanlah tipeku jadi itu tidak akan mungkin!" balas Putri sambil tertawa.


"Iya gak mungkin juga ini cewek jodohku, karena jujur saja dia bukanlah tipe idealku jadi itu pastinya tidak akan mungkin mas."


Baru aja perdebatan mereka selesai, kejadian tak terduga pun terjadi yang akhirnya membuat mereka pun saling adu mulut. Dikarenakan ada seekor kucing yang menyebrang dengan sembarangan dan hampir saja tertindas oleh Bis itu, bis yang tadinya melaju dengan kecepatan cukup tinggi seketika sang supir pun langsung mengeremnya yang akhirnya membuat Putri dan juga Gibran yang hanya berpegangan pada tiang pun seketika terkejut dan mereka pun akhirnya sama-sama terjatuh.


Dengan posisi Putri yang jatuh tepat di-dada Gibran dengan tatapan mereka yang akhirnya membuat mereka pun sama-sama melamun dan menatap kearah satu sama lain. Hampir 10 menit mereka melamun akhirnya kesadaran mereka pun tersadar setelah ada salah satu penumpang yang meledeknya.

__ADS_1


"Sudahlah jangan pelukan terus, iri kita lihatnya," ledek salah satu penumpang yang akhirnya membuat Putri dan juga Gibran pun tersadar dan bergegas terbangun.


BERSAMBUNG....


__ADS_2