PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
GIBRAN AKHIRNYA MENGETAHUINYA


__ADS_3

Kayaknya jika mempunyai seorang anak kecil itu sangatlah menyenangkan ya?" ucap Gibran yang sembari melihat anak-anak jalanan yang berlalu pergi dari pandangan mereka. Sedangkan Putri yang mendengar perkataan Gibran, seketika dia pun terkejut sekaligus tersenyum dibuatnya.


"Astaga masih duduk di bangku SMA juga udah punya pikiran seperti itu, ya'elah!"sindir Putri.


"Kenapa lagian siapapun orang juga bisa mempunyai keinginan kan, termasuk aku! Sudah jangan banyak omong sekarang kamu ikut aku!"


"Kemana?"


"Aku mau mengantarmu pulang, jika aku tidak mengantarmu sampai dirumah, mungkin kamu melakukan hal seperti ini lagi, jadi jangan banyak tanya ayo cepat!" perintah Gibran dengan memaksa dan menarik tangan Putri.


"Astaga ada apa ini sama kamu? Kenapa kamu jadi memaksaku seperti ini, bukannya tadi kamu merasa kesal disuruh Mamamu untuk menggantarku, tapi kenapa sekarang kamu jadi berubah secepat ini?"


"Sudahlah jangan banyak tanya, ayo cepat masuk!"


"Iya ... Iya aku akan masuk sekarang!"balas Putri yang kemudian dia pun akhirnya masuk kedalam mobil mobil Gibran yang berwarna Hitam tersebut.


Tidak menunggu waktu lebih lama. Akhirnya Putri pun telah sampai juga dikediamannya sendiri, akan tetapi sesampainya Putri dirumahnya, dia hanya menunjukkan sifat yang kosong seperti sedang memikirkan sesuatu.


Gibran yang melihatnya pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari Mobilnya terlebih dulu sekaligus memaksa Putri untuk segera turun dari mobil.


"Astaga?" ucap Gibran yang kemudian tanpa berfikir lagi, dia pun langsung keluar, membuka kan pintu mobil Putri.


"Ayo cepat keluar! Apa yang sedang kamu pikirkan saat ini, ini kan rumah kamu sendiri kenapa kamu jadi takut untuk masuk kedalam sana, ayo keluar Jangan memaksaku untuk memakai cara yang kasar!"


"Iya baiklah aku akan turun sekarang," balasnya sembari menunjukkan ekpresi cemberutnya.


"Ya'elah itu muka dikondisikan dulu kenapa? Jangan jutek kaya gitu, kaya jemuran yang belum kering aja?" sindir Gibran.


"Bodoh!"balas Putri kesal.


"Ist,"ucap Gibran, tetapi Putri malah berubah pikiran.


"Aku gak jadi masuk! Aku masih ada urusan jadi jika kamu inggin pergi-pergilah!"ucap Putri yang kemudian dia yang baru aja mau pergi, Gibran pun seketika langsung menarik tangan Putri.


"Jangan pernah kabur lagi kamu pikir aku tidak tahu apa yang ada dipikiran kamu saat ini! Sudahlah jangan kaya anak kecil lagi, apapun permasalahan kamu dengan keluarga kamu, aku yakin mereka tidak mungkin lagi pakai cara kasar apalagi menyiksamu jadi cepat masuklah!"

__ADS_1


Mendengar seperti ada suara perdebatan diluar halaman rumah ini, Bibik yang sedang bersih-bersih diruang tamu pun akhirnya menghampiri asal suara itu.


Ketika keluar Bibik pun sangat terkejut dengan siapa yang datang, tanpa menunggu lagi, Bibik pun langsung dengan cepat menghampiri kearah Putri yang sedang ribut dengan seorang laki-laki.


"Astaga Non Putri akhirnya Non Putri pulang juga Bibik sangat khawatir sama keadaan non, Bibik takut kalau non akan nekat melakukan hal itu lagi, tapi sekarang bibik lega karena Non baik-baik saja sekarang?" ucap Bibik yang seketika membuat Putri pun terkejut.


"Bibik?" balas Putri.


"Non dia siapa?"tanya Bibik dengan pandangannya berpaling kearah Gibran.


"Itu bik dia ini temanku!"balas Putri yang agak bingung.


"Ohh baiklah!"balas Bibik dengan sangat lega.


"Iya maaf ya bik, maafin Putri karena Putri sudah bikin Bibik cemas dan khawatir seperti ini?"


"Tidak apa-apa kok non!"


"Oh iya Mama dan Papa apa ada dirumah?"tanya Putri.


"Mmmm baiklah bik. Putri sudah tahu kan pada kenyataanya mereka memang tidak pernah peduli sama aku, ya sudah kalau gitu aku masuk kedalam dulu ya bik?"


"Baik Non!"


"Oh iya aku sampai lupa, terima kasih ya karena kamu sudah mau nganterin aku pulang, ya sudah aku masuk dulu sekarang!"


"Baiklah sama-sama lagian kalau bukan karena nyokap-ku yang memaksaku untuk mengantarmu, aku juga gak mau lagi mengantarmu sampai rumah?"


"Mmm baiklah!"balas Putri yang kemudian tanpa berkata lagi, dia pun langsung masuk kedalam rumah.


Sedangkan Gibran yang melihat sikap Putri tadi, entah kenapa dia menjadi sangat penasaran sebenarnya masalah apa yang terjadi pada Putri saat ini.


Bahkan tanpa menunggu Gibran pun langsung bertanya pada bibik Minah.


"Ya sudah den saya bener-bener berterima kasih sama aden. Karena aden udah mau mengantar non Putri untuk pulang, ya sudah kalau gitu saya pamit masuk dulu ya bik?"

__ADS_1


"Tunggu bik!"


"Ada apa den? Apa aden membutuhkan bantuan saya?"


"Tidak! Bukan seperti itu maksudnya, saya hanya inggin tanya sama Bibik apa yang Bibik maksud dengan perkataan bibik tadi yang bilang? Kalau Bibik takut jika Putri akan melakukan hal yang nekat, memangnya hal nekat apa yang Bibik maksud?"


"Mmmm kalau soal itu mendingan kita jangan bicara disini den, kita lebih baik kesana saja?"


"Mmm baiklah!"


Tak berapa lama mereka pun akhirnya sampai di-taman halaman rumah ini.


"Kenapa Bibik malah mengajak saya untuk berbicara di-taman? Memangnya apa ada sesuatu yang Bibik sembunyikan dari Putri?"


"Tidak den, saya sengaja mengajak aden untuk berbicara empat mata disini, karena ada hal serius yang ingin Bibik katakan pada aden sekaligus bibik butuh bantuan aden sekarang! Karena bibik lihat aden ini orangnya baik jadi bibik yakin,aden bisa diandalkan?"


"mmm kenapa sekarang aku yang jadi bingung ya bik? Sekarang biar lebih jelasnya lagi bibik langsung aja katakan apa yang bibik maksud tadi, jujur aku masih rada-rada tidak ngerti sekarang ini?"


Belum juga Gibran selesei ngomong, bibik akhirnya mengatakan sesuatu yang akhirnya membuatnya jadi berhenti berbicara dalam sekejap.


"Non Putri itu anak yang baik dan juga kuat! Dia juga perhatian kepada siapapun orang bahkan orang yang tidak dia kenal sekali pun. Dia juga Gadis yang ceria ketika lagi bercanda ataupun bergurau dengan siapa saja. Akan tetapi orang tidak pernah tahu jika keceriaan yang Non Putri lakukan, semua itu hanyalah tipuan karena pada kenyataanya dia bukan gadis yang sebahagia itu!"


Jujur selama saya menjadi penggasuhnya saya sama sekali tidak pernah melihat non Putri tersenyum lepas, saya tidak pernah melihat dia ketawa dengan lepas, dia bukan gadis yang jika dipandang seseorang akan sebahagia dengan kekayaan yang dia miliki saat ini.


Karena menurut dia, memiliki kekayaan yang sangat berlimpah itu bukanlah hal yang dia ingginkan. Karena kekayaan yang dia miliki tidak mampu menebus penderitaan dan derita hidup yang selama ini telah dia pendam sejak lama. Bahkan Non Putri sempat berfikir jika dia inggin sekali mengakhiri hidupnya sendiri dengan memutuskan untuk bunuh diri karena dia sudah tidak sanggup lagi menghadapi penderitaannya.


"Apa? Dia sampai inggin melakukan hal itu?" tanya Gibran yang seketika terkejut.


"Iya!"


Dan untungnya bibik tepat waktu datang dan menggagalkan rencananya untuk melakukan tindakan itu, jadi bibik hanya minta tolong sama aden lindunggi dan jaga non Putri. Karena Bibik yakin aden orang yang sangat baik dan bisa dipercaya jadi aden mau kan mengabulkan permintaan bibik ini?"


"Bik tapi saya ...."balas Gibran yang bingung inggin menggatakan apa


BERSANBUNG..

__ADS_1


__ADS_2