PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
SESAKIT INIKAH


__ADS_3

Dengan langkah kaki yang sangat berat, dan untuk melangkahkan kakinya saja begitu sangat lemah seperti tidak ada tenaga untuk melakukannya, dengan keadaan pasrah tidak keberdayaannya akhirnya Gibran pun menyetujui permintaan yang diinginkan Revi tadi, dengan adanya nasib perusahaan Papanya Gibran yang berada ditangan Papanya Revi membuatnya tidak dia ada pilihan lain selain menuruti permintaan yang dia inginkan ini, walaupun berat tapi Gibran tidak ada pilihan lain lagi, perlahan-lahan ia pun menghampiri Revi


Jam yang sudah menunjukkan pukul 16:00 yang artinya jam pelajaran pun telah usai dan waktu buat mereka untuk berpulang. Para pelajar dari blok IPA maupun IPS yang pada berhamburan pergi meninggalkan kelas mereka masing-masing pun, seketika langkahnya terhenti sesaat melihat Gibran dan Revi yang berada ditengah lapangan, tanpa berfikir mereka semua pun lantas menghampiri mereka berdua.


Putri yang berjalan sendiri sambil terlihat sangat manyun, pandangan pun tiba-tiba teralihkan dengan beberapa orang yang pada berlarian menuju ke lapangan Sekolah.


"Ada apa ini? Kenapa mereka bukannya pulang, tapi kenapa mereka malah berlari menuju ke lapangan?" gumam Putri yang merasa sangat penasaran, dan tanpa berkata lagi, ia pun akhirnya mengikutinya.


"Gibran...Revi...apa yang inggin mereka lakukan, kenapa mereka berdiri di lapangan seperti ini?" batin Putri yang merasa penasaran.


Melihat orang-orang yang sudah pada berkumpul, Gibran hatinya yang sudah terlanjur rapuh, dengan perlahan ia pun akhirnya memejamkan kedua matanya, dan mengeluarkan nafasnya dengan perlahan -lahan agar ia bisa lebih tenang, setelah ia memejamkan kedua matanya tak lama ia pun akhirnya membukanya kembali.


Dan sesaat ia membuka matanya ia pun terkejut karena bukan Revi yang ada dihadapannya saat ini, melainkan orang yang paling ia cintai yaitu Putri.


"Putri?" batin Gibran yang terkejut.


Dengan menunjukkan senyuman manisnya kepada Gibran, seketika Gibran pun membalas senyum itu, melihat Putri yang ada dihadapannya saat ini, dengan langsung Gibran pun langsung mengulur kedua tangan Putri, dan memegang kedua telapak tangan Putri sambil mengatakan


"Memang dulu kita musuh, tapi dengan berjalannya waktu, aku sadar jika kebencian itu telah berubah menjadi cinta. Dan karena cinta itulah aku senang akhirnya aku bisa mendapatkan mu, dan bisa mencintai kamu. Aku Gibran Roberto maukah kamu menjadi pendamping hidupku?" ucap Gibran dengan tersenyum manis tanpa ada rasa curiga apapun


Kata-kata itulah yang Gibran ucapkan pada seseorang yang ada hadapannya saat ini, tanpa Gibran sadari ternyata dia hanya berhalusinasi dengan mengira kalau wanita yang sedang ia tembak sekarang ini adalah Putri, tapi semua itu hanyalah halusinasi Gibran saja. Karena pada kenyataannya bukanlah Putri yang sedang berada dihadapannya, melainkan Revi.


"Aku tidak lagi bermimpi kan, Gibran beneran menembak ku? Dia beneran mengungkapkan perasaannya itu padaku?" batin Revi dengan muka berbinar-binar dan sedikit tidak percaya.

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan yang dilontarkan Gibran barusan, dengan perasaan sangat senang Revi pun tidak bisa menyembunyikan rasa senang itu yang akhirnya ia pun membalasnya dengan sebuah pelukan untuk Gibran.


DEKKK...


Dan dentuman itulah yang akhirnya membuat Gibran pun tersadar, dengan siapa ia mengungkapkan perasaanya itu.


"Ternyata sekarang Gibran sudah mulai menyukai Revi, secepat itukah kamu melupakanku Gib?" batin Putri yang terlihat bersedih.


Tanpa berkata maupun menunggu lebih lama lagi, Putri pun akhirnya berlari meninggalkan kerumunan ini. Dengan perasaan terluka Putri pun berusaha menahannya agar air mata itu agar tidak sampai terjatuh membahasi kedua pipinya.


"Iya Gibran aku mau jadi pendamping hidup kamu? Aku mau?" jawaban itulah yang dikeluarkan oleh Revi.


"Astaga apa yang barusan aku lakukan, kenapa aku bisa sampai berhalusinasi kalau Putri-lah orang aku tembak tadi?" batin Gibran dengan perasaan cemas.


"Iya aku sangat puas!"balas Revi dengan tersenyum.


Tanpa berkata Gibran pun langsung melepaskan pelukannya itu, dan dengan langsung Gibran pun mengusir mereka semua yang pada mengerubungi mereka berdua.


"Kalian? Apa yang kalian lakukan disini, apa kalian inggin aku mengusir kalian dulu, baru kalian akan bubar!"bentak Gibran yang akhirnya membuat mereka semua pun buyar dan meninggalkan lapangan ini.


"Yahh ada apa sih dengan Gibran, kenapa dia jadi marah sekarang?" sewot teman semuanya.


"Sudah-sudah ayo kita cabut sekarang, ayo!" perintah temannya.

__ADS_1


"Selamat ya atas hubungan kalian ini, sebagai mantan sahabat kamu, aku serahkan Revi untukmu Gib. Dan aku berharap kalian bisa hidup bahagia, setelah beberapa tahun kalian telah terpisahkan?" ucap Reza tapi tidak dihiraukan oleh Gibran. Dan setelah mengatakan itu dengan tidak sopannya Gibran pun langsung pergi, meninggalkan mereka.


"Anak itu memang tidak pernah berubah?"


"Maafin Gibran ya Rez, mungkin dia lagi ada masalah?" ucap Revi.


"Iya gak papa lagi, gue paham betul sikap dia seperti apa," balasnya.


*******


"Setelah melihat dengan kedua matanya langsung dimana Gibran yang menembak Revi didepan banyak orang, hati Putri serasa teriris-iris, inggin sekali ia meluapkan kemarahannya tapi dia juga tahu dimana dia berada sekarang.


Dengan berusaha ia mencoba menahan air matanya agar tidak sampai terjatuh, nyatanya semua itu telah percuma, lantaran tepat ia berhasil pergi dari kerumunan itu, hati Putri yang sudah terlanjur sakit pun akhirnya dengan lepas kendali, air mata itu pun terjatuh dan membasahi kedua pipi Putri tanpa henti.


"Aku tidak menyangka, aku kira aku hanya akan menggalami patah hati sekali pada saat Rico mengkhianati-ku dulu. Tapi ternyata semua itu salah, sekarang aku akhirnya menggalami patah hati yang sama percis seperti dulu lagi, jika cinta yang ada hanya akan menyakiti diri kita, kenapa cinta itu hadir didalam hatiku ini.


Kenapa tuhan? Kenapa kamu begitu tega membuat hidupku selalu menderita seperti ini, apa aku memang tidak pantas mendapatkan kebahagiaan. Sampai-sampai setiap kali aku mengenal laki-laki dan berhasil mencintainya, ujung-ujungnya orang itu bakal berganti balik menyakitiku seperti ini. Aku sudah lelah dengan penderitaan ku ini, aku sudah sangat lelah.


Tangisan Putri yang akhirnya ia pun tubuhnya mulai merosot kebawah, bersandar pada kedua kaki ranjangnya, memeluk kedua lututnya yang kemudian ia pun menyembunyikan kepalanya didalam lipatan tangannya sendiri.


Gerimis yang melanda, tanda jika sebentar lagi akan segera turun hujan. Tapi hal itu tidak membuat niat Putri untuk segera pergi dari tempat ini. Hingga seseorang pun datang, dan dengan berbaik hati ia pun memayung kan payung itu tepat diatas kepala Putri.


Menyadari jika ada seseorang yang telah melindunginya dari terpaan air hujan yang akan menjatuhi dirinya , ia pun lantas menengok keatas dan dibelakangnya dan ternyata orang itu adalah.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2