PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
PUTRI KECELAKAAN.


__ADS_3

Mendengar sendiri perkataan yang diucapkan oleh Putri barusan, membuat mulut mereka pun seketika terbungkam. Bahkan mereka tidak bisa lagi mengatakan apa-apa. Jika tadinya Papanya marah-marah tanpa henti, kini pun berganti menjadi terdiam tanpa mengucap sepatah katapun pada Putri.


"Jika menurut kalian, aku hanya akan jadi beban buat kalian, baiklah mulai sekarang aku akan pergi dari kehidupan mewah ini, dan aku akan meninggalkan semuanya yang aku punya, kekayaan maupun fasilitas yang kalian berikan ke aku, permisi!"


Langkahnya yang kemudian dia pun tanpa mengucap sepatah katapun lagi, berlari meninggalkan kedua orang tuanya yang sedari tadi hanya terdiam, dan tanpa mengatakan apapun lagi setelah mendengar amarah darinya. melihat Putrinya yang benar-benar pergi meninggalkan nya, Mamanya pun spontan berteriak


"Sayang jangan pergi, jangan tinggalkan Mama, jangan tinggalkan Mama? Isak tangis Mamanya yang akhirnya bisa menyesal, dengan apa yang telah ia lakukan selama ini pada Putri semata wayangnya.


"Apa Papa puas sekarang, ini kan yang Papa inginkan dari dulu, apa Papa puas sekarang?" bentak Mamanya yang akhirnya membuat Papanya pun menangis


"Putri, maafkan Papa, maafkan Papa!" ucapnya yang kemudian tanpa menjawab perkataan yang dikatakan Istrinya, ia pun bergegas keluar dan mengejar Putri.


"Kenapa? Kenapa hidupku harus se'menderita ini, kenapa? Mereka yang paling aku punya di dunia ini, tapi kenapa mereka sama sekali tidak menyayangiku, tuhan dosa apa yang sebenarnya pernah hamba lakukan selama ini, sampai-sampai kamu tega membuat hidup hamba jadi sehancur ini. Apa aku memang harus lenyap dari muka bumi ini agar mereka bisa tersadar kalau harta tidak akan mereka bawa mati nanti.


Hujan yang telah melanda, seragam Putri yang tadinya kering, kini menjadi basah kuyup pun membuat tubuhnya merasa sangat keinginan, sesekali ia berusaha mendekap tubuhnya tapi tindakannya itu tidak membuatnya bisa merasa lebih hangat.


Akan tetapi Putri tidak perduli dengan semua itu, walaupun hujan deras telah menguyur tubuhnya ia tetap berjalan menulusuri anak jalan yang ia lewati sekarang. Dengan air matanya yang sampai sekarang belum juga surut ia tetap berjalan walaupun tidak tahu kemana, dan langkahnya ia akan membawa tubuhnya yang sudah penuh dengan luka kehancuran ini.


Pagi yang tadinya cerah tanpa ada masalah yang menganggu dirinya, kini telah berubah menjadi gelap gurita ditambah lagi dengan adanya hujan deras yang menguyur wilayah ini membuat suasana terlihat agak mencekam. Langkah demi langkah telah ia lalui, dan kemudian karena sudah sangat kecapean, ia pun akhirnya berteduh disalah satu pos ronda yang kelihatannya tidak berpenghuni.

__ADS_1


"Aku sudah sangat kelelahan sekali, harus kemana lagi aku melangkahkan kakiku ini?" ucapnya yang kemudian ia pun melihat pos ronda yang berada dipinggir jalan.


"Itu ada pos ronda, alhamdulillah akhirnya aku bisa gunakan tempat itu untuk berteduh sekaligus beristirahat!"tanpa berfikir lagi, ia pun langsung berlari kesana.


Sesampainya ia di pos ronda , Putri pun melihat sebotol Aqua yang masih utuh berdiri dipojokkan, walaupun segelnya sudah terlepas.


"Ada air, kira-kira ini air punya siapa ya?" Sudahlah mendingan aku minta sedikit aja, aku sudah haus banget soalnya?".


Dua cegukan pun akhirnya bisa mengganjal perut Putri yang sedang kehausan, lantaran sedari tadi ia tidak meminum ataupun memakan apapun. Dan tiba-tiba dari arah samping ada seseorang yang bertanya padanya.


"Cantik lagi apa disini?" tanya seorang itu yang spontan membuat Putri pun terkejut, lantaran melihat ada dua preman yang tiba-tiba menghampirinya.


"Kalian, apa yang kalian lakukan disini?" tanya Putri yang terlihat tegang.


"Dimana ini, apa yang harus aku lakukan, sekarang lagi sepi kalau mereka berniat macam-macam sama aku gimana, apa yang harus aku lakukan sekarang?" batin Putri yang tanpa berfikir lagi, ia pun berlari meninggalkan mereka.


"Heyy jangan kabur, mau kemana kamu?" teriak si preman


"Ayo tunggu apa lagi, jangan sampai kita kehilangan jejak gadis itu, cepat kita kejar dia?" perintah preman yang satunya.

__ADS_1


Dengan berlari sangat kencang ia pun berusaha menghindari dua preman yang berniat jahat kepadanya. Akan tetapi sesampainya Putri di jalanan bukan pertolongan yang akan ia dapatkan, melainkan sebuah hantaman sangat keras yang mengenai tubuhnya.


Setelah ada sebuah mobil avanza hitam yang melaju kearahnya dengan kecepatan sangat tinggi yang akhirnya telah menabrak dirinya, dan membuat tubuhnya pun terpental jauh hingga beberapa kilo meter, dengan kepalanya yang menghantam kaca mobil dengan sangat keras membuat kaca depan pun retak dan pecah.


PYAR....BRUAK....


Darah pun mengalir dengan sangat deras di bagian kepala belakang Putri, kuping dan juga hidungnya setelah menghantam kaca depan tersebut, mencoba bangkit tapi apa daya, tubuhnya sudah tidak mampu lagi untuk bangkit yang kemudian tubuhnya pun tersungkur dan terjatuh pingsan dengan kondisi sudah berlumuran darah.


Para preman yang melihat kejadian itu, mereka pun seketika langkahnya terhenti, dan tidak berniat inggin menolong nya melainkan malah menjauhinya. Karena tidak mau dipenjara akibat ulahnya yang akhirnya membuat gadis incarannya jadi korban.


Dan seseorang yang telah menabrak Putri, ia tak tak lain ternyata adalah Sally, yang pada saat itu sedang terburu-buru inggin pergi ke suatu tempat. Akan tetapi setelah ia yang berusaha inggin menjangkau ponselnya yang terjatuh dibawah, tanpa menghentikan laju kendaraanya terlebih dulu tabrakan pun akhirnya tidak bisa terhindari lagi.


"Astaga apa yang barusan aku tabrak tadi, apa aku beneran menabrak seseorang?"ucap Sally yang tanpa menunggu ia pun melepaskan sabuk pengamannya, dan menggambil payung


Mengetahui jika dirinya telah menabrak seseorang, ia pun lantas turun dari mobilnya dan mengecek seseorang itu, sesaat ia keluar ia pun membalikkan tubuh seseorang yang sudah tergeletak diaspal, betapa terkejutnya dia setelah ia melihat siapa orang yang barusan ia tabrak yang tak lain adalah Putri musuh sekelasnya sendiri.


"Astaga Putri!"ucap Sally yang seketika membungkam mulutnya sendiri.


apa yang barusan aku lakukan, aku..aku sudah menabraknya, sekarang apa yang harus aku lakukan, astaga gimana dong ini, gak aku gak mau dipenjara, aku tidak sengaja jadi ini belum tentu kesalahan ku, kayaknya gak ada orang yang melihatku, jadi yang harus aku lakukan sekarang aku harus pergi dari sini, iya aku harus pergi!"tanpa berfikir yang kedua kalinya, ia pun bergegas pergi meninggalkannya

__ADS_1


Dipenuhi dengan rasa takutnya, tanpa memperdulikan kondisi Putri yang tergeletak dan berlumuran banyak darah, Sally pun dengan teganya meninggalkan Putri sendiri tanpa mau menolongnya terlebih dulu.


BERSAMBUNG...


__ADS_2