PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
18 " Kesadaran Nadia "


__ADS_3

"Baiklah Om Taufik, Putri hanya inggin mengatakan kalau Putri sudah memutuskan jika Putri mau keluar dari SMA KASUARI ini. Karena ada sebuah alasan yang membuat saya tidak bisa melanjutkan pendidikan saya di SMA ini apa Om Taufik tidak keberatan tentang permintaan Putri ini?"ucap Putri yang kemudian membuat Taufik pun seketika terkejut.


"Keluar dari sekolah ini, tapi kenapa Put? Apa ada orang yang menbully-mu diSekolah ini?" tanya balik Taufik.


"Bukan begitu Om! Ini menyangkut masalah pribadi saya, saya tidak bisa menjelaskan semuanya pada Om apa om bersedia membantu saya saat ini?"


"Saya tidak tahu apa permasalahan yang sedang kamu alami saat ini, tapi jika itu sudah jadi keputusan kamu, om Taufik bisa apa, tapi apa kamu sudah mendapat persetujuan dari kedua orang tua kamu menyangkut masalah ini?"tanya Pak Taufik.


"Iya saya sudah mendapat persetujuan dari mereka. Karena mereka yang lagi sama-sama sibuk bekerja, jadi mereka tidak bisa datang kesini, jadi saya sendirilah yang akhirnya mengurus permasalahan ini,"balas Putri.


"Baiklah, om bukan siapa-siapa kamu. Dan keputusan kamu untuk pindah itu sudah jadi masalah pribadi buat kamu sendiri. Dan itu juga sudah jadi hak kamu sendiri, jadi kamu tenang saja om akan membantu kamu menyelesaikan semua surat-surat pindahan itu, kamu tunggu sampai jam pelajaran selesai nanti, jika surat-surat itu sudah jadi, om akan kabari kamu."


"Baik om sekali lagi terima kasih atas bantuan om! Terima kasih,"ucap Putri dengan menundukkan kepalanya.


"Kamu jangan seperti itu, saya melakukan semua ini karena ini sudah jadi tangung jawab saya, apalagi kamu adalah Putri dari teman terbaik saya, jadi mana mungkin saya bisa mengabaikan itu, ya sudah sekarang kamu bisa keluar,"jawabnya.


"Baik om, sekali lagi terima kasih om, terima kasih!"


"Iya sama-sama,"balas Taufik.


"

__ADS_1


"


"


Berhubung Taufik adalah teman terdekat Papanya Putri, maka dengan sangat mudah bagi Putri untuk bisa mengurus semua surat-surat pindahan itu.


Bahkan tidak sampai satu Minggu surat pindahan itu pun dengan cepat telah selesai dibuatnya. Setelah jadi Putri pun kemudian akhirnya mengambilnya.


Selesai menggambil berkas-berkas itu dari ruang kepala sekolah. Putri yang berjalan di-koridor Sekolah sembari membawa berkas-berkas itu, dia pun tidak sengaja bertabrakan dengan Nadia yang pada saat itu sama-sama sedang berjalan dengan arah yang berlawanan. Karena sama agak terburu-buru, yang akhirnya membuat berkas-berkas itu pun terjatuh berserakan dilantai.


Dan kemudian tanpa diduga, Nadia pun akhirnya mengetahui niat Putri yang inggin keluar dari SMA ini. Setelah tak sengaja dia melihat berkas itu, ia pun lantas langsung merampas berkas itu dari tangan Putri yang sedari tadi Putri telah memungutnya.


"Nadia apa yang kamu lakukan? Cepat balikin berkas itu padaku?" pinta Putri tapi Nadia nampak tidak menggubrisnya dan menatapnya dengan tatapan penyesalan.


"Itu bukan urusan kamu, jadi cepat kembalikan berkas itu padaku!"balas Putri yang hendak akan mengambilnya jadi dicegah oleh Nadia.


"Tunggu?"


"Kenapa kamu melakukan semua ini? Apa kamu berniat untuk keluar dari SMA ini semua ini karena aku?" tanya Nadia


"Itu bukan urusan kamu!"balas putri yang kemudian dia pun merampas berkas itu dari tangan Nadia dan berniat ingin pergi dari pandangan Nadia.

__ADS_1


"Aku belum selesai ngomong!"ucap Nadia yang sekejab langkah Putri terhenti.


"Terus kenapa kalau aku memang inggin keluar dari SMA ini apa itu ada masalah buat kamu? Apa kamu tersinggung dengan masalah ini. Memang aku keluar dari SMA ini karena aku memang inggin menghindar dari kalian, apa itu salah?"balas Putri dengan pandangannya yang sama sekali tidak melirik kearah Nadia.


Selamat atas kemenangan kalian, ini kan yang kalian inginkan dariku, kalian memang inggin sekali menjatuhkan aku. Dan sekarang impian kalian telah tercapai. Dan aku harap hari ini adalah hari terakhirku melihat kamu. Karena mungkin setelah ini aku sudah tidak akan melihatmu lagi. Karena ada kemungkinan aku akan ikut Papa dan juga Mama ku untuk tinggal di Seoul.


"Apa?"jawab Nadia dengan sangat terkejut setelah mendengar perkataan Putri.


"Dan terima kasih karena selama ini kamu sudah mau jadi teman yang setia mendengarkan curhatan-ku, walaupun aku akan merasa sangat sedih setiap ingat apa yang telah kamu lakukan dibelakang-ku, tapi aku sadar jodoh dan cinta memang tidak bisa dipaksakan. Dan sekarang aku berharap hubungan kalian akan terus langgeng sampai kejenjang pernikahan, jadi bersemangat-lah!"


Jujur aku tidak pernah membencimu. Dan sekarang aku hanya inggin katakan aku pamit ya?" ucap Putri yang kemudian dia pun pergi.


Nadia yang mendengar sendiri jika Putri akan pindah dari SMA ini, bahkan ada kemungkinan dia juga akan pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Tapi bukan ketertawaan yang dia rasakan saat ini setelah mendengar kabar itu.


Melainkan yang dirasakan Nadia saat ini adalah penyesalan yang akhirnya membuatnya sampai bisa menangis seperti ini.


"Kenapa Put? Kenapa kamu memutuskan untuk pindah dari sini, memang aku sangat iri dengan kehidupan kamu yang serba bisa dan memiliki semua segalanya. Dan jujur ini yang aku inginkan dari dulu, tapi kenapa setelah semuanya tercapai aku merasa sangat tidak senang dengan semua ini?"


"Maafkan aku Put! Maafkan aku, aku memang sahabat yang sangat tidak pantas untuk dimaafkan maafkan aku!"ucap Nadia yang merasa sangat menyesal.


Aku harap semua ini adalah keputusan yang sangat tepat yang aku ambil ini. Dan semoga aja dengan aku pindah sekolah aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan semoga saja suatu saat nanti aku bisa menemukan orang yang bener-bener tulus mencintaiku. Dan setia menerimaku apa adanya tanpa harus memandang rupa maupun kekayaan yang aku miliki saat ini.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2