PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
PENCULIKAN YANG TERKUAK.


__ADS_3

Putri yang melihat Gibran dari kejauhan sedang melawan sendiri kelima preman itu, dia pun seketika menjadi panik. Dan bergegas inggin menolongnya.


"Astaga aku gak bisa tinggal diam, aku harus membantu Gibran melawan mereka!"batin Putri yang merasa sangat cemas ketika melihat Gibran berusaha melawan sendiri ke 5 Preman itu.


"Anak-anak kakak harus membantu teman kakak disana, jadi kalian bersembunyilah disini, jangan ada yang keluar ya, nanti kakak akan kembali lagi."


"Baik kak berhati-hatilah!"


"Iya sayang! Ya sudah kakak pergi dulu?"


Tanpa memikirkan resiko bahaya nanti, Putri pun bergegas langsung menghampiri Gibran, Gibran yang sudah merasa sangat kelelahan sekaligus kualahan menghadapi mereka berlima, dia rasanya sudah tidak kuat lagi untuk menghadapi mereka semua.


"Aku tidak sanggup lagi melawan mereka, mereka bener-bener sangat kuat bahkan aku tidak bisa menandangginya sekarang, jika aku memaksakan diri untuk melawan mereka, aku mungkin tidak akan bisa


menyelamatkan diriku sendiri, sekarang apa yang harus aku lakukan?" batin Gibran yang sudah merasa terpojok dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


"Sekarang kamu lihat kan siapa yang menang dan siapa yang kalah! Kamu itu masih pelajar jadi jangan sok-sok,'an jadi pahlawan kesiangan, jika sudah seperti ini, kamu sendiri kan yang menyesal. Karena tenaga kamu tidak sanggup untuk menandinggi tenaga kita, bahkan sekarang tidak akan ada orang yang bakal menyelamatkan kamu dari sini sekarang jadi paham kan!"


Dan apa kamu pikir setelah kamu kalah kita akan melepaskan-mu begitu saja, tidak! Itu tidak akan pernah terjadi, kamu sudah menggetahui rahasia persembunyian kita ini, jadi jika kita bebaskan kamu, kamu bisa aja melaporkan kita ke Polisi dan itu tidak akan pernah terjadi, sayangnya nasib kamu harus berakhir pada hari ini juga tempat ini? Tempat ini akan jadi tempat terakhir dimana kamu menginjakkan kaki disini kalian tunggu apa lagi, ayo cepat kalian singkirkan dia dari dunia ini!" perintah Bos Preman itu dengan senyum sinisnya.


"Baik Bos!"jawab anak buahnya.


Dan baru aja para preman itu mau memukul sekaligus menendang Gibran, seketika pandangan mereka pun teralihkan setelah Putri datang dengan tepat waktu. Dan langsung memukul kepala Preman itu dari belakang, sepontan mereka yang melihatnya pun terkejut.


Bahkan orang yang terkena pukulan itu pun jatuh tersungkur sembari meringgis kesakitan.


Putri yang melihat Gibran hanya bisa benggong ketika melihat tindakannya, Putri pun sepontan melemparkan sebuah balok kayu kearah Gibran yang hendak akan diserang kembali oleh preman tersebut.


"Gibran tangkap ini!"teriak Putri sambil melemparkan balok kayu, Gibran yang sekejap langsung menangkapnya, dia pun gunakan kayu itu untuk memukul si preman yang hendak inggin menyerangnya dari arah belakang.


"Ah ... Berani sekali kamu melukaiku?" ucap Preman tersebut.


"Apa kamu udah gila, kenapa kamu malah datang kesini?" ucap Gibran yang kemudian dia melihat ada preman yang hendak inggin memukul Putri, Gibran pun dengan tepat waktu langsung menendang balik si Preman itu sampai tersungkur.


BRUKK..


"Berani kamu melukainya, maka aku tidak segan-segan akan membunuhmu sekarang juga paham!" ancam Gibran.


"Huu untunglah!"ucap Putri yang merasa lega.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan, darimana dulu kita akan mulai menyerang mereka?" tanya Putri kepada Gibran,yang dimana mereka saling membelakangi tubuh mereka.


"Aku tidak tahu! Mereka sangat kuat bahkan aku tidak bisa melawan mereka sendiri apa kamu bisa berkelahi ataupun silat?" tanya Gibran ke Putri.


"Tidak!"jawab Putri spontan.


"Apa? Terus apa gunanya kamu datang. Dan menyelamatkanku jika kamu sendiri gak bisa melindungi diri kamu sendiri?" sahut Gibran.


"Sudahlah bukan saatnya untuk membahas itu, bagiku dalam masalah perkelahian ada banyak cara yang bisa digunakan, jika aku tidak punya keahlian dalam bela diri setidaknya aku masih punya seribu jurus sakti untuk melawan mereka!" ucap Putri yang malah ngajak bercanda.


"Apa kamu serius?" tanya Gibran dengan sedikit penasaran.

__ADS_1


"Tidak! Aku hanya bercanda?" balas Putri yang membuat Gibran pun merasa sangat jengkel.


"Yahh dasar!"balas Gibran.


"Heyy kalian itu mau berkelahi atau mau ngelawak ayo cepat serang kita?" sahut salah satu Preman yang sedari tadi hanya memperhatikan omongan mereka.


"Ya'elah Pak, Bapak ini lucu ya kalau bapak mau menyerang kita, sini maju dulu jangan asal ngomong aja sini!" ucap Putri sambil menantangnya.


"Dasar banyak omong!" balas si Preman yang sekejap dia pun langsung mendekati mereka.


Dan baru aja si Preman itu melangkahkan kakinya didepan, Putri yang sengaja menjebak si Preman itu untuk maju, Putri yang melihatnya dia pun seketika langsung mengeluarkan jurus 1000 bayangan untuk melawannya, dengan 1000 bayangan itu Putri yang seketika langsung menendang barang yang paling berharga yang dimiliki oleh si Preman itu.


"Yahhhh Brukk"


"Ahh...Awwww.."


Spontan Preman itu yang mendapat kejutannya, dia pun langsung lemas dan tersungkur jatuh ke tanah sembari memegang anunya sambil meringgis kesakitan.


Mereka semua yang melihatnya seketika mereka pun merasa ngilu dan gemetaran setelah melihat tendangan itu barusan.


"Ops ... Pasti ngilu banget tuh, jadi itu jurus yang kamu maksud tadi ?"tanya Gibran.


"Iya keren kan?"


"Membahayakan!"balas Gibran dengan tidak percaya sambil mengelengkan kepalanya.


Merasa kelelahan itulah yang dialami oleh Gibran tadi, tapi setelah kehadiran Putri. Seketika semangat Gibran pun kembali, Bahkan dengan sigapnya dia pun melawan dan memukul secara ba*i buta Preman yang hendak inggin menyerangnya.


Dan bukan hanya jurus 1000 bayangan yang Putri gunakan untuk melawan mereka, tapi Putri juga memiliki jurus anggin tornado yang Putri gunakan untuk memutar-mutarkan kepala preman itu sampai beberapa kali, yang akhirnya membuat Preman itu menjadi kliyengan dan tersungkur jatuh kebawah.


"Ahh kenapa ada banyak burung ini?"


"Yehh berhasil rupanya,"ucap Putri dengan kegirangan.


Selama beberapa menit mereka melawan para Preman itu sekaligus berhasil menggalahkan para Preman yang lainnya, akan tetapi secara perlahan tenaga yang dimiliki oleh Putri dan juga Gibran pun seketika mulai memudar, bahkan terlihat dari wajah mereka yang kelihatan sudah sangat kelelahan setelah melawan mereka berlima.


" Aku sudah sangat kelelahan, aku sudah tidak mampu lagi melawan mereka,"ucap Putri sambil nafasnya yang tidak beraturan. Dan sama halnya dengan Gibran.


"Iya, mereka sangat kuat, terus sekarang apa yang harus kita lakukan?" ucap Gibran yang mulai kebingungan.


Melihat dua pahlawan ini yang sudah mulai tidak berdaya lagi, ketiga preman lainnya yang melihatnya pun spontan inggin menyerangnya kembali. Dan baru aja mereka mau memukul mereka dengan sebuah kayu balok,Polisi pun datang dengan tepat waktu langsung menembakkan peluru panas ke Preman itu tepat menggenai kaki kanan dan kiri mereka masing-masing.


Tiga tembakan pun tepat menggenai mereka.


"Angkat kedua tangan kalian, kalian sudah tertangkap dan terpojok sekarang angkat tangan kalian cepat!" perintah dari Polisi yang seketika membuat para preman itu pun tersungkur, mengangkat kedua tangan mereka keatas.


"Alhamdulillah, syukurlah mereka datang dengan tepat waktu, aku kira nasibku hanya akan sampai pada hari ini juga?" ucap Putri merasa lega.


"Kalian tidak apa-apa?" ucap salah satu Polisi yang melihat mereka mulai kelelahan.


"Kita baik -baik saja Pak! Terima kasih sudah datang tepat waktu. Dan menolong kita?"ucap Gibran.

__ADS_1


"Iya ini sudah jadi tanggung jawab kita, ya sudah mari kita antar kalian keluar dari tempat ini,"ajak salah satu polisi.


"Baik pak!" ucap Gibran yang kemudian kedua polisi itu pun membantu merangkul Putri dan juga Gibran untuk meninggalkan tempat ini.


Setelah keluar dari tempat persembunyian mereka, Putri dan juga Gibran pun dibawa polisi untuk menemui anak-anak yang telah mereka tolong tadi.


Sedangkan anak-anak kecil itu yang melihat Gibran dan juga Putri sedang menuju kearah mereka, seketika mereka pun berlari kearah mereka, spontan mereka semua langsung memberikan pelukan untuk keduanya sambil menggucapkan kata terima kasih sebanyak-banyaknya untuk mereka lantaran mereka sudah mau berbaik hati menolong dan membantu para Polisi untuk menangkap para preman tersebut.


Dan ternyata para preman itu sudah jadi buronan selama 5 bulan lantaran adanya kasus penculikan yang selama ini telah beredar dimedia sosial. Dan sudah sangat meresahkan semua masyarakat yang semakin takut dengan adanya teror penculikan anak ini.


Bahkan semua anak-anak ini salah satu korban yang telah mereka lakukan selama kurang 5 bulan ini. Bahkan jika mereka tidak menolong anak-anak ini dengan tepat waktu, mungkin anak-anak ini nantinya akan dijual keluar pulau dengan harga cukup mahal.


"Astaga berarti anak-anak ini masih beruntung sekarang?"


"Astaga kasihan sekali, pasti keluarganya sudah sangat cemas mencarinya?" ucap Putri.


"Iya,Maka karena hal itu kita dari pihak kepolisian menggucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas bantuan kalian ini?"


"Iya pak kita juga senang bisa membantu mereka, mereka kan juga adik-adik kita, mereka masih berhak untuk mendapatkan kebahagiaan dan kebebasan!"


"Iya yang kamu katakan memang benar anak muda, saya sendiri salut sama kalian diumur kalian yang masih muda ini, kalian mau membantu, sekaligus berani melawan mereka dengan tangan kosong?"


"Iya pak!" balas mereka yang hanya bisa menunjukkan senyuman mereka.


"Ya sudah kalau gitu kita permisi dulu, kita harus mencari keluarga dari anak-anak ini, mereka pasti sudah sangat cemas memikirkan anak mereka yang sudah lama hilang ini?"


"Baik pak semoga anak-anak ini dengan secepatnya bisa berkumpul dengan keluarganya?"


"Tunggu apa aku boleh mengatakan sesuatu pada anak-anak ini?" tanya Putri yang menghentikan langkah polisi.


"Boleh silahkan!"balas polisi.


"Adik-adik kalian sekarang sudah lihat kan kalau orang jahat itu seperti apa? Mereka itu sangat kasar bahkan sama anak kecil seperti kalian ini, Jadi kakak hanya ingin menggucapkan jika suatu saat nanti ada seseorang yang kalian tidak kenal bahkan kalau pun orang itu menggaku mengenal Papa ataupun Mama kalian, kalian jangan percaya karena itu hanya kebohongan yang mereka buat untuk menculik kalian.


Dan jika ada orang yang tidak kalian kenal memberi kalian sebuah makanan kecil ataupun hanya permen kalian juga jangan mau menerimanya karena itu hanyalah modus mereka untuk melabui anak seperti kalian ini, jadi kalian mau kan mendengarkan perkataan kakak ini?"


"Iya kakak cantik kita tidak akan pernah mau menerimanya lagi. Dan kita akan selalu mengingat perkataan kakak ini, kita akan memberi tahu kepada teman-teman kita yang lain untuk tidak menerima apapun dari orang yang tidak kenal?"


"Bagus anak yang pintar,"ucap Gibran yang sangking gemasnya langsung menggelus-ngelus kepala anak kecil yang sedang berkata ini.


"Kakak ini pacaran ya?" Jawab Anak kecil itu dengan langsung yang membuat Gibran dan Putri yang mendengarnya pun merasa malu.


"Sudah-sudah kalian masih kecil jangan bahas-bahas soal pacaran, kalian giat ya belajarnya,"ucap Gibran mencoba mengalihkan pembicaraan ini.


"Ya sudah Pak Polisi boleh membawa mereka sekarang?"


"Baiklah ayo anak-anak kita pergi sekarang!"


"Baik Pak dah."Lambaikan tangan untuk Putri dan juga Gibran.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2