PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
CINTA YANG TERHALANG.


__ADS_3

Setelah mentraktir Putri makan bakso selepas itu Gibran pun akhirnya memutuskan untuk pulang setelah perasaanya yang sudah mulai cukup lega lantaran adanya rencana perjodohan yang seketika membuat mut Gibran pun seketika buyar. Dan sesampainya Gibran dikediamannya atau lebih tepatnya dihalaman rumahnya sendiri ia pun tidak bisa menyembunyikan raut wajahnya yang sedari tadi telah menunjukkan raut wajah bahagianya setelah bertemu dengan Putri.


"Aku tidak tahu perasaan apa yang telah aku rasakan ini?" Kenapa setiap kali aku bertemu dengan Putri kenapa hatiku ini bisa kembali bersemangat lagi, bahkan tadinya hatiku ini sangatlah resah akibat mendengar kabar perjodohan itu. Apa mungkin memang benar adanya jika aku ini bukan hanya suka dan juga mengagumi gadis yang bernama Putri itu? Tapi apa mungkin aku memang sungguh-sungguh sudah mencintainya?" ucap Gibran yang terhentinya menyembunyikan senyuman manisnya itu.


Baru aja hati Gibran bisa merasa lega dan cukup tenang, ketegangan pun akhirnya terjadi lagi sesaat ia yang baru aja melangkahkan kalinya menuju masuk kedalam rumahnya. Dan baru aja dia membuka pintu depan ia sudah dibuat terkejut tidak main setelah melihat tindakan Papanya yang tiba-tiba langsung memukulnya dengan menunjukkan pandangan dan raut wajah yang terlihat sangat marah kepada Gibran.


"Papa, apa-apaan sih kenapa Gibran baru aja sampai ke Rumah Papa langsung memukul Gibran seperti ini?"tanya Gibran yang mengusap bibirnya yang terlihat ada bercak darahnya.


"Anak ini jadi kamu masih belum sadar kesalahan apa yang barusan kamu lakukan. Apa perlu Papa memukul kamu sekali lagi biar kamu sadar! Kamu ini anak satu-satu yang Papa miliki tapi kenapa kamu selalu membantah perkataan Papa dan tidak mau menuruti permintaan Papa, apa kamu sadar dengan tindakan yang barusan kamu lakukan tadi, Papa dan Mama hampir saja mati berdiri karena ulah kamu, apa maksud kamu kabur dari acara makan malam itu tanpa memberi tahu Papa, apa maksud kamu?"bentak Papanya.


"Sudahlah Pa, Gibran capek dan Gibran tidak mau mendengar ataupun bertengkar sama Papa apalagi membahas soal perjodohan tidak jelas itu, dari awal Papa dan Mama tidak berterus terang pada Gibran tentang rencana perjodohan itu, terus kenapa aku harus menghadiri acara tidak penting itu. Dan Gibran tegaskan ke Mama dan Papa kalau Gibran sudah capek diatur-atur memang selama ini Gibran sudah banyak menuruti apa permintaan kalian dan Gibran tidak akan mempermasalahkan itu, tapi mengenai pasangan, maaf Gibran bisa mencari sendiri!.


"Dasar anak gak tahu diri, mau jadi apa kamu berani sama Papa kamu ini?"


Papanya yang hendak akan memukul Gibran sekali lagi, tiba-tiba langkah Papanya pun terhenti setelah Papanya yang tiba-tiba memegang dadanya dengan sangat erat sambil merasakan sakit di bagian dadanya itu, bahkan raut wajahnya pun seketika berubah dan tak lama Papanya Gibran pun akhirnya jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri.


"Papa?"teriak Mamanya Gibran yang terkejut melihat suaminya terjauh tersungkur.


"Papa?"teriak Gibran yang langsung menghampiri Papanya. Dan membopong tubuh Papanya yang kemudian ia pun melarikannya ke Rumah sakit.


"Dokter dimana keadaan Papa?Apa Papa baik-baik saja dia tidak kenapa-kenapa kan Dok?" tanya Gibran pada seorang Dokter laki-laki sehabis keluar dari ruangan Papanya.


"Papa anda keadaannya sudah stabil, Papa anda baru aja menggalami serangan jantung dadakan dan jika tadi beliau tidak segera dilarikan ke Rumah sakit, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada Papa anda. Tapi kalau saya boleh tahu apa sebelumnya kalian tidak mengerti jika beliau menderita kelainan jantung seperti ini?" tanya Dokter.

__ADS_1


"Tidak Dok. Sebelumnya saya tidak mengetahui jika Papa saya memiliki kelainan seperti ini?"


"Astaga jadi beliau masih beruntung, saya harap kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi, ya sudah saya tinggal dulu!"


"Baiklah dok!"


"Mama tidak apa-apa kan?"tanya Gibran yang ketika melihat Mamanya hanya bisa menangis.


"Gibran maafkan Mama, sebenarnya Mama sudah mengetahui jika Papa mempunyai riwayat jantung, tapi Mama dan Papa sengaja tidak memberitahukan ke kamu. Karena Mama dan Papa tidak mau kamu akan cemas dan berakibat fatal pada pendidikan kamu, maafkan Mama!"balas Mamanya Gibran yang seketika membuat Gibran pun terkejut.


"Apa?"


"Maafkan Mama sayang, maafkan Mama!" balas Mamanya yang penuh dengan wajah penyesalan.


"Tapi kenapa Mama? Kenapa Mama baru memberi tahu Gibran sekarang, kenapa Mama tidak memberi tahu Gibran sedari dulu kalau Papa mempunyai kelainan jantung seperti ini. Apa Mama sadar dengan tindakan Mama dan Papa ini melakukan ini, Gibran hampir saja membunuh Papa Gibran sendiri secara perlahan, apa Mama sadar itu?"


"Maafkan Gibran Pa?"Maafkan Gibran!"Hanya kata itulah yang bisa ia ucapkan untuk menebus sebuah penyesalannya.


"Sayang berdirilah kamu tidak boleh seperti ini, Papa kamu akan merasa sedih jika dia tahu kamu bersedih seperti ini, Mama tahu selama ini kamu belum bisa menjadi anak yang berbakti pada orang tua, bahkan kamu masih bisa membantah setiap kali Mama dan Papa menasehati kamu.


Dan Mama berharap itu Gibran yang dulu, sekarang kamu mau berubah kan demi Papa kamu? Apa setelah kamu mengetahui semua rahasia tentang Papa kamu ini, apa kamu masih inggin menjadi Gibran yang berani melawan Papanya? Apa kamu tidak mau berubah?" Nasehat Mamanya.


"Mama tenang saja mulai sekarang Gibran akan berubah menjadi anak yang baik. Dan Gibran janji kalau Gibran tidak akan membantah setiap kali Papa menasehati Gibran, Gibran janji!"balas Gibran dengan berjanji.

__ADS_1


"Mama akan pegang omongan kamu, sekarang kita masuk ya, Papa pasti sudah menunggu kita sedari tadi?"


"Baik Ma!"


Sesampainya Gibran dan Mamanya memasuki ruangan rawat Papanya, Gibran pun terlihat bersedih setelah melihat Papanya yang mengabaikan kehadiran dirinya, bahkan melihat kunjungan Gibran Papanya malah membuang muka membelakangi Gibran.


"Pa?Papa jangan seperti itu disini ada Gibran, Papa tidak boleh mengabaikan Putra kita seperti ini?"


"Suruh dia pergi Ma! Karena Papa tidak mau melihat wajahnya jika dia ada disini yang ada kondisi Papa tambah jadi semakin parah, jadi tolong usir dia!"


"Gibran tahu Papa sekarang sangat kecewa sangat Gibran, Gibran sadar kalau Gibran memang tidak pantas untuk dimaafkan. Maafkan Gibran Pa..maafkan Gibran, Gibran sadar atas perlakukan Gibran selama ini. Dan Papa tenang saja Gibran sudah sepakat kalau Gibran akan menyetujui rencana perjodohan itu, jadi Papa tenang saja."


"Apa kamu serius dengan perkataan kamu itu?" tanya Papanya.


"Iya Gibran serius Pa?"


"Baiklah jika kamu serius dengan perkataan kamu itu, Papa mau besok pada saat kamu hendak akan berangkat ke


Sekolah , Papa mau kamu menjemput dan mengajaknya berangkat bareng apa kamu bersedia?"perintah Papanya.


"Itu tidak masalah Pa, besok pagi Gibran akan menjemputnya bahkan kalau perlu setiap pagi Gibran akan menjemputnya jadi Papa tenang saja?"


"Papa pegang omongan kamu itu!"

__ADS_1


"Sekali lagi maafkan Gibran Pa? Maafkan Gibran?" ucap Gibran sembari memeluk Papanya dengan erat.


BERSAMBUNG..


__ADS_2