
Dalam satu meja makan yang ditempati Revi, Gibran, Putri, Bimo, Revan dan juga Nina, mereka nampak ngobrol-ngobrol sembari menyantap makanan yang sudah sedari tadi mereka pesan tadi. Akan tetapi tak nampak antara Gibran mau pun Putri yang terdengar saling sahut bersahutan dan pembicaraan mereka.
Mereka yang masih dalam keadaan ngobrol, tak lama Bimo terlihat mulai bangkit dari tempat ia terduduk tadi, melihat disampingnya Putri yang masih menyantap makanannya, Bimo memangilnya.
"Putri?"ucapnya dengan tatapannya yang tak kalah tulus dari raut wajahnya.
"Iya Bimo ada apa?"tanya balik Putri.
"Apa Bimo akan menyatakan cintanya sekarang ini?"batin Gibran yang terlihat tak suka dengan pandangan yang ada dihadapannya.
"Aku ingin kamu berdiri di sampingku saat ini?"
"Berdiri disamping kamu untuk apa?"
__ADS_1
"Ayolah berdiri,"ucapnya yang kemudian ia pun mengandeng tangan Putri dan mengajaknya untuk bersanding dengan dirinya.
"Ada apa Bimo kamu ada masalah?"
"Aku sengaja membawamu kesini karena ada satu hal yang ingin aku bicarakan sama kamu. Dihadapan banyaknya orang aku tidak perduli jika apa yang aakan kamu katakan akan membuatku kecewa lantaran malu. Tapi aku tak perduli dengan semua itu, yang terpenting aku sudah melupakannya bagiku itu sudah lebih dari cukup dan mampu membuat perasaan-ku lega.
"Apa yang dimaksud Bimo sekarang ini? Apa dia bermaksud ini menyatakan cintanya padaku? Dihadapan banyaknya orang yang sudah memperhatikannya?"batinnya dengan lirikannya yang ia arahnya pada pandangan semua orang.
"Aku mencintaimu Putri? Aku tau mungkin bagimu aku tidaklah pantas untuk mengatakan ini, aku tau mungkin sekarang ini perasaan kamu belumlah ada untukku karena aku juga tau perasaan paling dalam, dalam hatimu masih terukir jelas akan sosok mantan kamu yang sangat-sangat sulit untuk kamu lupakan.
Dan sekarang dihadapan mantan kamu yaitu Revan? Aku ingin membuktikannya jika aku sungguh-sungguh tulus mencintai kamu? Jika dihadapannya aku akan membuktikan jika perasaan yang dulunya pernah terukir manis dalam masing-masing hati kalian sudah mulai terbuyar akan kenyataan pada hidup masing-masing yang kalian buat, dia sudah menemukan cinta sejatinya yang sekarang sudah mempunyai seorang buah hati yang menjadi saksi akan hubungannya jika dia sudah berhasil melupakan kamu.
Dan sekarang giliran kamu yang harus melupakannya dan berbalik berfikir akan masa depan kamu sendiri Put, aku sangat-sangat mencintai kamu jadi aku mohon beri aku kesempatan kedua untuk menata kembali bongkahan yang sudah sedari rapuh akan adanya luka yang lama aku mohon?"
__ADS_1
"Kenapa kamu bela-belain berlutut seperti ini dihadapan banyak orang? Apa kamu tidak akan malu jika aku menolak-mu dihadapan mereka dan berganti mereka akan menertawakan kamu? Apa kamu tidak ada malu jika semua ini akan terjadi?"
"Bagiku menahan malu sudah jadi makan keseharian semua orang termasuk diriku, tapi jika harus menunggu dan terus menunggu sampai bertahun-tahun lamanya, itulah yang membuat kesengsaraan sekaligus rasa sakit yang tiada habisnya jika harus terjadi berulang-ulang lagi.
Jadi aku lebih memilih menahan malu ketimbang harus menahan rasa rindu yang rasa tidak sabar jika harus tetap menunggu. Aku sengaja berlutut seperti ini aku hanya ingin tau apa jawaban yang akan kamu ucapkan dan sepenuh hati aku akan menerima dengan lapang dada akan perasaan yang akan kamu berikan nanti, jika kamu menolak-ku aku tidak akan pernah membenci mau pun dendam padamu.
Tapi jika aku sampai mendapatkan hati kamu akan aku tunjukkan pada semua orang segitu spesialnya kamu dan segitu beruntungnya aku karena berhasil mendapatkan permata yang sangat indah ini jadi gimana? Apa tanggapan kamu apa kamu akan menolak-ku?"
"Jujur aku sendiri tidak tau harus mengatakan apa padamu saat ini? Kamu orangnya terlalu nekat tanpa memikirkan apa yang akan terjadi jika aku sampai menolak-mu? Tapi yang namanya hati kita tidak bisa memaksakan dan sekarang dan hari ini maaf aku tidak bisa menerima kamu sebagai pacar atau pun kekasihku aku tidak bisa
Bagaikan tersambar petir dalam siang bolong, Bimo yang tadinya raut wajahnya yang sudah terpenuhi rasa bahagia sekaligus penasaran ya tidak bisa ia pikirkan sebelumnya. Dirinya yang habis menerima jawaban tersebut, tangannya yang tadinya menggenggam erat tangan Putri, kini tangan kini kembali terlepas dengan ekspresi wajah pasrah yang dihasilkan oleh Bimo sendiri.
BERSAMBUNG.
__ADS_1