
Sekuat apa kita berusaha untuk menyembunyikan perasaan itu pada seseorang yang kita cintai. Pasti ujung-ujungnya perasaan itu yang akan berbalik membuat hati kita sendirilah yang akan terluka, apalagi kita juga harus menerima kenyataan pahit bahwa orang yang paling kita cintai ternyata sudahlah jadi milik orang lain.
Langkah Putri yang tiba-tiba terhenti setelah ia melihat pemandangan yang tak seharusnya ia lihat, secara diam-diam luka itu pun sudah berhasil masuk kedalam lubuk hati Putri yang paling dalam.
Melihat Putri yang tiba-tiba menghentikan langkahnya, Nina yang sedari tadi ada disampingnya pun seketika langsung mengagetkannya.
"Heyy Putri, kamu lagi lihatin apa, dan siapa yang sedang kamu perhatikan?"tanya Nina , yang akhirnya Putri pun memalingkan pandangannya.
"Tidak, kamu salah lihat lagi, aku gak lagi lihatin siapa-siapa kok!"balas Putri mencoba menyangkal pembicaraan Nina.
"Nina ...Putri?" teriakan seorang yang akhirnya membuat mereka berdua pun melihat arah suara itu berasal.
Dan kemudian seseorang itu pun menghampiri mereka, orang itu yang tak lain adalah.
"Revi?"ucap Putri.
"Kalian pasti hendak akan membaca buku disini juga kan, ayo gabung aja bersama kita disana!"ajak Revi sambil menunjuk kearah Gibran yang sedari tadi sedang fokus sama buku tebal yang ada dihadapannya.
"Tidaklah Rev, kita gak enak, takut kalau malah akan menganggu kalian, jadi mendingan kita duduk disana aja, kan disana masih banyak tempat yang kosong?"
"Putri, kamu jangan gitu dong, kita kan teman, jadi sudah seharusnya kita bersama-sama? Pokoknya aku gak mau penolakan, ayo cepat kalian gabung aja bersama kita, ayo!"ajak Revi.
"Tapi?"
"Sudahlah Put, kan Revi gak keberatan sama sekali, jadi sudahlah ayo kita ikut dia aja,"ajak Nina yang langsung menggandeng tangan Putri.
"Gibran, kamu gak masalah kan, kalau mereka gabung sama kita?"ujar Revi.
"Iya gak papa lagi, duduk aja?"balas Gibran yang hanya sibuk membaca buku yang sudah ada ditangannya
__ADS_1
"Makasih,"balas Nina yang akhirnya tanpa berkata lagi, Nina dan Putri pun menggambil salah satu buku yang sudah tertata rapi disana.
Putri yang sedari tadi hanya memperhatikan Gibran, perasaan cemburu pun mulai menyerangnya. Bahkan konsentrasi Putri seketika berubah.
Setelah menggambil buku, ia dan Nina pun kembali lagi ketempat duduk asalnya tadi, lirikan demi lirikan pun telah mereka lakukan.
Sesekali ia menatap wajah Gibran, akan tetapi Gibran yang tak sengaja hendak akan memandanginya spontan Putri pun langsung memalingkan pandangannya dan beralih memandangi pandangan lain. Revi yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Putri, ia pun mulai melancarkan aksinya.
"Kini saatnya aku mulai melancarkan aksiku, mari kita tunjukkan apa kamu akan kuat melihat pemandangan yang menyakitkan ini?"batin Revi dengan menunjukkan senyuman sinisnya.
"Sayang? Kira-kira nanti kalau acara pertunangan kita diselenggarakan, kamu mau bertema apa ya dekorasi apa yang akan kita pakai nanti?"
"Kamu apa-apaan sih, kenapa kamu memanggilku dengan sebutan sayang, kita ini masih anak SMA, jadi harusnya kamu berfikir dulu. Dan soal pertunangan, kita baru aja mau masuk ke ujian semester akhir, harusnya kamu itu lebih fokus sama ujian dan nilai kamu nanti jangan berpikir soal pertunangan dulu!"
"Kamu kok malah jadi membentak-ku sih, aku kan hanya bertanya saja, tapi kenapa kamu malah menganggap serius masalah ini, kamu sama sekali gak ngerti sama perasaanku ini, jujur rasanya sakit banget ketika kamu membentak-ku seperti ini?"
"Ya elah Gibran gak peka banget sih jadi orang, dia kan bisa mengusap air mataku atau apa kek, kenapa dia hanya diam seperti gak ada masalah apa-apa?"batinnya yang kesal.
"Kamu kenapa gak peka banget sih jadi cowok?"ucap Revi yang langsung berdiri, dan pergi meninggalkan Gibran dan juga yang lainnya.
"Revi tunggu, astaga itu anak ngambek'an banget sih! Maaf Putri, Nina, aku harus pergi mengejar Revi sekarang!"
"Baiklah susul dia Gib!"
******
"Revi tunggu?"
"Apa lagi sih, apa belum puas kamu mempermalukan aku didepan mereka semua. Dengan sikap kamu yang dingin ini, tanpa sengaja kamu telah membuktikan kalau kamu itu sama sekali tidak pernah menghargai ku sebagai kekasih kamu, apa dipikiran kamu tidak ada sedikit aja hati kamu untukku.
__ADS_1
Jika hubungan kita ini hanya jadi beban untukmu kamu, baiklah mulai sekarang kita putus saja tapi kamu jangan berharap kalau perusahaan Papa kamu akan berjalan dengan sangat lancar kalau hubungan kita harus berakhir ditengah jalan seperti ini?"lanjut Revi.
"Rev, Rev kamu itu kenapa sih, apa kamu tidak bisa berfikir dewasa sedikit saja kamu pikir menjalin hubungan dengan waktu yang singkat itu akan mudah apa, tidak itu sangatlah sulit apalagi untuk mencintai kamu .
Jujur aku tipe orang yang paling tidak suka jika harus dipaksa, jadi tolong kasih kesempatan ke aku untuk membenahi semuanya, jangan bikin hanya karena keegoisan kamu ini, masalah besar tambah akan terjadi, aku tahu bokap kamu banyak sekali membantu Papaku, tapi bukan seperti ini cara kamu memanfaatkan ku?"
"Baiklah aku akan melakukan apa aja asal kamu mau memaafkan aku, dan jangan sampai memberitahu Papa soal pertengkaran kita ini, ini urusan kita jadi masalah orang tua, itu urusan lain lagi!"
"Baiklah maaf kalau aku sudah bikin kamu jadi marah kaya gini. Aku bakal maafin kamu? Kalau kamu mau menembak ku didepan semua orang?"
"Maksud kamu?" Menembak mu, kita kan udah resmi jadian jadi untuk apa kita harus melakukan itu lagi?"sewot Gibran.
"Kan kita jadian karena terpaksa, jadi sekarang aku mau kamu menembak ku langsung didepan semua orang, dan membuktikan pada mereka semua kalau hubungan kita ini bukanlah hubungan pura-pura, jika kamu mau melakukan semua itu barulah aku yang mau memaafkan kamu!"
lanjut Revi yang seketika membuat Gibran pun terdiam, tanpa mengatakan sepatah kata pun lagi.
BERSAMBUNG....
PENGGUMUMAN.
💞 💞 💞
Mulai hari ini judul NOVEL PURA-PURA MISKIN, berubah jadi CINTA DALAM DIAM jadi buat kalian yang sudah baca cerita ini jangan lupa ikuti ceritanya lebih lanjut lagi ya, karena ceritanya akan lebih menarik dan menegangkan lagi, dan buat kalian yang suka sama cerita ini sekali lagi terima kasih atas perhatian kalian yang menyempatkan waktu kalian buat baca cerita hayalanku ini. Sekali lagi terima kasih.
Dan semoga dengan keputusanku ganti judul baru, tidak akan membuat kalian jadi bosan buat membaca cerita ini.
COVERNYA MASIH SAMA, HANYA JUDUL AJA YANG BERBEDA.
💞 💞 💞
__ADS_1