PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
APA YANG TERJADI SELANJUTNYA.


__ADS_3

Memang sifat seseorang belum tentu dipastikan walaupun dari raut wajah terlihat bahagia tanpa beban sama sekali. Karena yang ia tunjukkan hanyalah sebuah senyuman kebohongan agar ia mampu bisa menyembunyikan perasaan sedih sekaligus kekecewaan yang menyelip didalam lubuk hatinya yang paling dalam.


Walaupun kebanyakan orang mengira aku adalah orang yang kuat tangguh dan tahan akan pukulan ataupun kehancuran, akan tetapi orang tidak pernah tahu dibalik kokohnya tembok berdiri itulah terdapat luka yang sangat dalam yang telah aku rasakan selama ini.


Karena pada kenyataanya di dunia ini tidak ada seorang anak yang berani. Dan juga mau akan kehilangan akan sesosok ayah yang sangat ia cintainya, sejahat dan se'nakal apapun anak itu pasti terdapat lah sebuah perasaan cemas yang terdapat pada diri anak itu dan tak lain adalah pada diriku sendiri.


Jika aku mengira dia adalah jodohku aku rasa semua itu hanyalah mimpi yang tidak mungkin akan bisa tercapai. Karena perasaan yang aku miliki ini, aku rasa hanya akan menjadi perasaan yang belum tentu akan terbalaskan, belum juga adanya halangan ini aku rasa ia hanya akan jadi bayang-bayang ku saja, tapi biarpun begitu aku tetap bersyukur karena aku pernah merasakan dimana rasanya jatuh cinta pada Gadis itu walaupun kini aku tidak akan mungkin lagi memilikimu aku janji semampu aku, aku akan berusaha untuk tetap melindungimu.


Hanya itulah kata-kata yang bisa ia lontarkan setelah dengan berat hatinya ia pun akhirnya menyetujui rencana perjodohan tersebut. Setelah Gibran melihat menggunakan kedua mata sendiri dimana kesehatan Papanya menggalami nge'drop akibat ulah yang ia lakukan.


******


Jika dulu setiap bangun pagi Gibran akan bersemangat ke Sekolah lantaran ada seseorang yang sedang dia incar, tapi mulai hari ini ia rasa dia harus melepasnya secara perlahan karena dia tahu jika orang itu tidak akan mungkin akan dia dapatkan.


Didalam sebuah Mobil hitam yang sedang melaju yang dimana didalam mobil itu terdapat Gibran dan juga Revi yang sedang berangkat bareng menuju ke Sekolah Cenderawasih. Akan tetapi Revi merasa walaupun dia sedang berduaan ia merasa hanya sendirian lantaran Gibran yang sedari tadi hanya terdiam tanpa mengatakan apapun. Merasa kesal ia pun lantas bertanya.


"Gibran kamu ini kenapa sih? Apa kamu lupa aku itu ada disamping kamu?Kenapa kamu menggantikan ku seperti ini, apa kamu tidak suka dengan rencana perjodohan kita ini?"

__ADS_1


"Maafkan aku, aku mungkin telah mengecewakan kamu saat ini, tapi harusnya kamu sendiri juga sadar jika kita ini sedang dijodohkan. Kamu sendiri juga pastinya paham jika untuk mencintai seseorang dengan sangat cepat itu sangatlah mustahil, jadi kamu bisa kan memberiku waktu agar aku bisa belajar untuk mencintai kamu."


"Iya aku sadar dengan posisi kita saat ini. Dan aku juga sadar jika kamu itu sama sekali tidak mencintaiku? Tapi biarpun begitu kita ini sudah dijodohkan sama orang tua kita, aku masih bisa menerima jika kamu belum bisa mencintaiku tapi sebuah status itu juga sangatlah penting dalam setiap hubungan. Jadi apa kamu tidak keberatan jika diantara kita ada sebuah status agar hubungan kita ini lebih meyakinkan. Aku mau status kita sekarang menjadi sepasang kekasih, apa kamu bersedia?"


"Baiklah soal itu aku tidak akan mempermasalahkan, dan terserah kamu, Kamu mau memberi status kita apa?" balas Gibran yang terlihat pasrah.


"Baiklah kalau gitu?"balas Revi dengan tersenyum.


"Terima kasih ya karena kamu udah mau menerima perjodohan ini, terima kasih!"ucap Revi dengan memeluk lengan tangan kanan Gibran.


"Sudahlah Rev, aku ini sedang berkendara jadi kamu jangan bersikap seperti itu?" cerca Gibran yang langsung melepaskan pelukan Revi tersebut.


Tak membutuhkan waktu lebih lama, akhirnya Gibran dan juga Revi pun telah sampai juga dihalaman SMA Cenderawasih sesampainya mereka disana, Revi yang dengan bangganya memeluk lengan tangan kanan Gibran bak seperti pasangan-pasangan pada umumnya.


Dan hal itu membuat seluruh pelajar dari SMA Cenderawasih pun terkejut tidak main, rasa penasaran pun akhirnya dirasakan oleh mereka semua.


"Ya udah Gibran kalau gitu kita masuk yuk?" ajak Revi.

__ADS_1


"Baiklah!"jawab Gibran dengan muka murungnya.


"Astaga itu bukannya Gibran dan juga Revi kan?" tanya Saga seketika matanya melotot setelah melihat mereka.


"Iya itu memang Gibran, kenapa memangnya?" balas Reza yang kemudian ia pun balik bertanya, lantaran dia lebih fokus sama ponsel genggam yang dia bawanya."


"Astaga kamu lihat dulu, itu?" balas Saga yang langsung mengarahkan wajah Reza kearah mereka.


"Tunggu ini gue gak salah lihat kan? Mereka? Mereka sejak kapan jadi mesra kaya gitu?" tanya Reza yang terlihat syok.


"Ya itu dia yang tidak gue ngerti!"balas Saga yang ikut bingung.


"Apa mereka jadian?" batin Reza.


"Tapi jika mereka bener-bener jadian bagus dong, itu artinya aku sudah tidak ada saingan lagi untuk mendapatkan hati Putri!"batin Reza dengan tersenyum.


"Saga gue pergi dulu ya dah!"ucap Reza yang berlalu pergi meninggalkan Saga sendirian.

__ADS_1


"Lah itu orang kenapa? Aku kan belum berkata apa-apa?" ucap Saga yang agak terheran.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2