
"Semuanya sudah terjadi? Gibran sudah tidak lagi membenciku jadi apa mungkin kini saatnya aku untuk kembali ke Korea? Disini tidak ada lagi yang perlu aku harapkan! Alasan pertama aku datang karena aku hanya ingin meraih mimpiku di Rumah sakit Hospitality record, tapi setelah pemecatan itu aku rasa sudah tidak ada lagi yang perlu aku pertahankan jadi alangkah baiknya aku kembali, iya itu ide yang paling tepat soal Bimo aku bisa bujuk dia nanti!"
Berkata dengan sendirinya, seseorang yang kemudian datang dan memangilnya akhirnya memalingkan pandangan Putri kearah seseorang itu.
"Maaf Non?"
"Bibik ada apa Bik?"
"Ini Non, ada seseorang yang ingin menemui Non Putri?"
"Siapa Bik?"
"Saya tidak tau Non, alangkah baiknya Non Putri keluar saja,"pinta Bibik.
"Baik Bik aku akan keluar.
Melihat seseorang yang sangat ia kenal datang sendiri kediamannya. Putri yang tak percaya ia sesekali mengusap matanya, tapi apa yang ia lakukan memang nyata benar adanya.
"Ini aku tidak salah lihat kan? Dokter Rusli beneran yang ada dihadapan ku ini?"tanya Putri tak percaya.
"Iya Putri ini beneran Om,"balasnya dengan hanya menunjukkan senyumnya.
"Ada apa Dok? Apa yang membuat anda datang kesini?"tanya Putri.
"Tujuan saya datang kesini hanya ingin mengantarkan ini saja ambillah!"pinta Dokter Rusli sembari menyerahkan lembaran surat putih pada Putri. Melihat dan membukanya secara langsung, Putri yang tak percaya ia hanya mampu membungkam mulutnya sendiri.
"Apa dokter serius? Saya ... Saya diterima lagi di Rumah sakit itu?"
"Iya Dok, anda diterima lagi disana, besok anda sudah bisa kembali bekerja seperti dulunya jadi sekali lagi selamat! Selamat Dok!"
"Ini seperti mimpi? Aku sama sekali tidak percaya dengan semua ini?"
"Dokter Putri sangatlah pandai bahkan pihak dokter lain mengacungkan jempol tau dokter Putri sangatlah lihai. Ya sudah karena saya sudah menyampaikan surat itu saya permisi dulu?"
__ADS_1
"Astaga aku sampai lupa tidak memberikan dokter minum, dokter tunggulah biar saya buatkan?"
"Tidak usah Dok, saya hanya sebentar kebetulan saya juga ada sift malam jadi saya tidak bisa berlama-lama sekali lagi selamat, mari saya tingal dulu!"
"Baik Dok sekali lagi terima kasih Dok teriak kasih."
"Iya sama-sama permisi Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam,"balas Putri sembari mengantar dokter masuk kedalam mobil.
"Ini seperti mimpi? Aku sama sekali tidak menyangka jika aku akan diterima lagi,"gumamnya yang merasa sangatlah bahagia.
Berbeda dari kediaman Putri, Revi yang berada di Rumah sendiri ia merasa rasa mual yang sama seperti ia alami dulu.
"Apa yang tejadi dengan diriku kenapa aku bisa sampai mual-mual seperti ini? Ini seperti pertama kali aku mengandung Rasya apa mungkin aku hamil tapi mana mungkin Gibran kan tidak pernah menyentuh-ku? Tunggu! Alex? Apa jangan-jangan anak yang aku kandung ini anaknya Alex? Gak! Itu tidak boleh sampai terjadi aku harus periksa ke Dokter?"
"Gimana Dok apa yang terjadi dengan saya? Apa benar jika aku benar-benar mengandung karena aku rasakan rasa mual ini sama percis pertama kali aku mengandung putraku yang pertama jadi mungkinkah aku benar-benar hamil?"
"Iya Buk, dugaan Bu Revi sungguhlah benar anda memang lagi mengandung dan kini usia kehamilan Bu Revi memasuki usia 3 Minggu selamat ya?"
"Kenapa Bu revi? Apa Bu Revi tidak suka dengan kabar kehamilan Bu Revi ini?"
"Bukan begitu Dok, usia anak pertama saya masih 5 tahun, saya sungguh-sungguh tidak menyangka akan hamil yang kedua kalinya Sebelum ada perencanaan, aku takut kehamilan kedua ku ini mengakibatkan putra pertamaku kurang kasih sayang dan perhatian dari saya?"
"Jangan seperti itu Buk, umur 5 tahun menurut saya sudah cukup bagi si kecil punya seorang Adik jadi sekali lagi selamat?"
"Iya Dok sama-sama, saya tidak sabar ingin memberitahu Suami saya pasti dia sangatlah senang ya sudah saya cabut dulu!"
"Baik Buk silahkan!"
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku hamil dari Pria lain yang jelas-jelas bukanlah Suamiku? Gimana tanggapan Gibran jika dia tau aku hamil anak dari Pria lain apa yang harus aku lakukan?"
Bruk
__ADS_1
Suara jatuhan sesuatu telah terdengar, Revi yang merasa terkejut pandangannya akhirnya tertuju pada seseorang itu yang tak lain adalah Putri yang tanpa sengaja telah ia tabrak ketika berjalan dalam jalan berlawanan.
"Kamu? Kamu itu ternyata tidak punya mata ya? Disini jalan tuh lebar kenapa kamu malah menabrak ku?"
"Maaf Rev tapi kamu salah bukan aku yang menabrak kamu tapi kamu lah yang menabrak ku apa kamu tidak sadar? Disini jalan juga sudah lebar jadi harusnya aku yang tanya apa yang kamu pikirkan sehingga fokus kamu hilang seperti itu?"
"Sudahlah tidak ada waktu berdebat dengan perempuan penggoda seperti-mu!"
"Ternyata seseorang seperti kamu sangatlah sulit untuk berubah ya?"
Berniat akan pergi, dirinya melihat satu surat putih, Putri yang langsung mengambilnya dan tak sengaja melihat Surat itu dan tespek yang tadinya ikut berhamburan.
"Revi kamu hamil?"
"Kamu itu gak punya sopan santun ya kenapa bisa-bisanya kamu mengambil dan melihat barang yang bukan hal kamu?"
"Maaf aku tidak sengaja melihatnya apa benar kamu telah hamil anak yang kedua?"
"Iya aku telah hamil anak kedua gimana? Kamu sekarang sudah lihat kan kalau hubungan rumah tangga ku telah sempurna. Bahkan adanya calon anak keduaku ini akan mampu mempererat hubungan rumah tanggaku bersama suaminya jadi kamu! Aku sarankan jika kamu tidak ingin menjadi pelakor dalam rumah tangga ku cepat menikahlah sama Bimo agar aku tidak terus menyalahkan mu?"
"Kamu tenang saja aku bukanlah Wanita yang suka merebut atau pun suka menggoda suami orang? Aku juga tidak akan lama akan segera menikah dengan Bimo jadi kamu tidak perlu takutkan itu.
"Kamu hanya bisa mengatakan tapi aku rasa kamu tidak pernah melakukannya? Aku hanya akan percaya jika kamu sudah benar-benar menjadi Istri dari Tuan Bimo, Jika kamu sudah berani melakukannya aku akan anggap permusuhan ini akan berakhir
"Baiklah jika itu keputusan yang kamu ambil aku siap untuk melakukannya termasuk menikah dengan Bimo, tapi satu hal yang harus kamu tau, aku hanya akan melakukannya jika kamu benar-benar memutuskan hubungan kamu dengan selingkuhan kamu paham!" Terkejut akan ucapan yang diucapkan Putri, sekejab mata Revi pun berlalu menatapnya dengan tatapan tak percaya.
"Apa kamu bilang selingkuhan?"
"Aku tau apa yang ada didalam otak kamu Revi! Berselingkuh aku juga tau kamu telah berselingkuh tapi aku sengaja tidak bongkar rahasia kamu karena aku tidak ingin merusak hubungan rumah tangga kamu, kamu sekarang sudah dikasih karunia dengan kehadiran calon anak kedua kalian jadi tinggalkan Pria itu tinggalkan lah!"
"Apa kamu mengancam-ku? Aku tau seperti apa kamu Jadi pastinya kamu akan membongkar rahasia ku ini kan?"
"Kamu jangan berkecil hati sampai-sampai menuduhku seperti itu? Aku sama sekali tidak ada niatan untuk membongkar rahasia kamu, aku hanya meminta kamu untuk meninggalkannya apa kamu sangatlah susah untuk meninggalkannya?"
__ADS_1
"Kali ini aku pegang omongan kamu tapi jika terbukti kamu benar-benar melakukannya kamu akan menyesal!"
BERSAMBUNG.