PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
140 " Mengetahuinya"


__ADS_3

"Hanya pria bodoh yang akan memberikan kesempatan pada wanita seperti dirimu Rev! Kamu berani memainkan rencana ini seolah-olah aku tidak tau apa-apa, tapi bukan Gibran namanya jika dia tidak bisa ikut berbalik memainkan rencana kamu ini!"batin Gibran yang sama-sama menunjukkan senyum sinisnya.


"Oh iya sayang tiba-tiba aku ingin makan nasi goreng, rasanya akan lebih enak jika kamu mau membelikannya kamu tidak keberatan kan?"


"Baiklah itu tidak masalah, kebetulan sesuatu yang ingin aku beli juga ya sudah aku berangkat dulu!"


"Baiklah berhati-hatilah!"


Duduk termenung disalah satu taman dengan pandangannya yang terlihat banyaknya memikirkan akan masalah yang menimpanya, terduduk hanya seorang diri telah membuktikan jika seseorang itu memanglah lagi kesepian. Dari kejauhan nampak seorang wanita yang tadinya berada didalam mobil, kini fokus lan pandangan wanita itu beralih menatapnya dan tak segan-segan dirinya lantas langsung menghampirinya, kehadiran seseorang akhirnya menyadarkan lamunannya.


"Apa yang kamu cari disini?"ucap seseorang yang seketika mengalihkan pandangan laki-laki tersebut yang tak lain Gibran sendiri, sedangkan wanita itu dirinya ternyata adalah Putri.


"Putri kamu?"


Beranjak duduk disamping Gibran, Gibran yang merasakan kehadiran Putri entah kenapa hatinya merasa sedikit canggung.


"Kamu belum jawab apa yang kamu cari disini? Bukankah ini taman yang biasanya kamu gunakan untuk meluapkan rasa kekesalan kamu?"

__ADS_1


"Sesungguhnya taman ini memang taman kesukaan ku. Karena disinilah aku merasa nyaman dan bisa meluapkan semuanya, tapi tidak harus setiap harinya aku merasa kecewa ketika ada masalah sellau memutuskan datang kesini, tujuanku kesini aku hanya mencari angin saja!"balasnya tanpa pandangan Gibran melirik kearah Putri.


"Apa kamu masih bisa untuk membohongiku? Aku tau kamu seperti apa jadi aku tau jelas mana kamu ada masalah dan mana ketika kamu lagi berdamai dengan hati kamu, ada apa?"tanya Putri yang beralih Gibran pun memandangnya.


"Setiap manusia memang pada dasarnya selalu diselimuti dengan masalah yang hadir dalam kehidupannya tak terkecuali dengan dirimu sendiri. Aku rasa setelah berpisahnya kita aku tidak seharusnya curhat masalah pribadi seperti ini sama kamu, belum lagi kita berdua sama-sama memiliki pendamping masing-masing jadi abaikan saja masalahku ini aku baik-baik saja kok,"balas Gibran dengan menunjukan senyum terpaksa.


"Baiklah aku paham apa maksud kamu, maaf jika aku terlalu memaksa?"


"Tidak masalah, pada dasarnya sedari dulu kamu memang seperti ini terus gimana dengan kamu apa kamu tidak bekerja karena aku perhatikan belakangan ini kamu terlihat banyak waktu seakan-akan tidak memiliki kesibukan layaknya orang yang lagi ribut sama urusan pekerjaan?"


"Awalnya aku dulu memang tidak mendapatkan pekerjaan setelah dipecat dari Rumah sakit itu, tapi Alhamdulillah sekarang sudah kembali seperti semula dan akhirnya aku bisa beraktivitas dengan sempurna menjalankan impian sekalian cita-cita yang aku impikan sejak sedari dulu jadi aku sangat bahagia?"balas Putri yang tidak bisa menyembunyikan wajah bahagianya.


"Sekali lagi terima kasih atas dukungan kamu,"balas Putri yang tak henti-hentinya menunjukkan wajah bahagianya.


"Aku cukup senang bisa membuatmu bahagia seperti itu Put? Maafkan aku jika hanya karena keegoisan ku aku hampir menghancurkan masa depan dan cita-cita yang selama ini kamu kejar maafkan aku! Tapi tenanglah kali ini aku tidak akan menghancurkan atau pun mengikutkan campurkan urusanmu lagi, kini saatnya kamu untuk kembali pada apa yang kamu inginkan jadi kini saatnya kamu bangkit


Senyum lepasnya kembali terukir dengan manis, menatap seseorang dari jarak kejauhan dari wajah senyumnya telah membuktikan jika apa yang ia lihat mampu membuatnya bahagia, iya bahagia biar pun bahagia itu hanyalah sesaat.

__ADS_1


"Oh iya tapi aku rasa hari ini kamu juga merasa bahagia setelah hadirnya calon kedua anak kalian. Aku sebagai sahabat hanya mampu mendoakan semoga sampai hari lahiran nanti selalu diberikan kelancaran, katakan pada Revi dia jangan banyak beraktifitas yang berat?"


"Calon anak yang kedua maksud kamu?"


"Astaga Gibran apa kamu sungguh-sungguh tidak ingin berkata jujur padaku? Aku tau lagi Revi lagi hamil anak kedua? Kemaren aku tak sengaja berpapasan dengannya di rumah sakit dan aku lihat sendiri hasil tesnya jadi apa lagi yang ingin kamu sembunyikan ataukah Revi belum mengatakan soal ini sama kamu?"


"Dia ... Dia belum mengatakan apa-apa padaku. Aku rasa dia sengaja ingin memberikan aku kejutan sekali lagi terima kasih atas infonya aku sangat bahagia mendengarnya?"


"Kamu mengatakan kamu sangat bahagia mendengar kabar ini tapi entah kenapa aku malah merasa kamu seperti tidak seperti lagi merasakan kebahagiaan itu ada apa Gib? Apa kamu sungguh-sungguh bahagia mendengar kabar kehamilan istri kamu yang sejujurnya aku berfirasat jika anak itu bukanlah anak kamu ataukah sesungguhnya kamu sendiri juga tau kebohongannya tapi kamu bersikeras ingin tetap menyembunyikannya?"batin Putri dengan memberikan tatapan kasihan.


"Oh iya aku lupa aku Revi meminta ku untuk membelikan nasi goreng, jadi kamu gak papa kan kalau aku tingal dulu?"


"Tidak apa-apa pergilah!"


"Baiklah berhati-hatilah!"


Beranjak dari hadapan Putri, wajah Gibran terlihat kecewa entah kecewa karena apa tapi Putri sadar betul jika kecewanya pasti ada sangkut pautnya dengan ucapan yang barusan dikatakannya tadi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2