
Seperti orang yang lagi kehilangan akal, akhirnya untuk pertama kalinya Gibran pun pergi kesebuah bar yang dimana disana penuh dengan minuman-minuman keras, agar dia bisa menghilangkan rasa kekesalannya . Dia pun meminum-meminum yang tak seharusnya dia minum. Hampir lima botol Gibran menghabiskan semua minuman itu perlahan-lahan minuman alkohol itu pun mulai berhasil membuat kesadaran Gibran berkurang.
"Dunia ini tidak adil! Kenapa aku harus merasakan kehidupan yang penuh dengan sandiwara dan paksaan seperti ini kenapa!"ucap Gibran yang sembari meminum-minuman itu.
Berjalan dengan sempoyongan Gibran terlihat hilang kendali akan minuman beralkohol tersebut. Bahkan dirinya yang hendak ingin masuk kedalam mobilnya terlihat kebingungan lan kesusahan.
Entah suatu kebetulan, Putri yang sedang berjalan kaki sehabis membeli sesuatu dari Alfamart, pandangannya dikejutkan dengan tanpa sengaja melirik kearah sesosok laki-laki yang sedang kebingungan mencari kunci mobilnya.
"Itu kan Gibran, apa yang dia lakukan? Tempat itu?"gumamnya yang langsung ia pun menghampirinya.
"Astaga Gibran apa yang terjadi denganmu kenapa kamu bisa seperti ini?"ucap Putri, spontan ia menangkap Gibran yang hampir terjatuh.
"Gibran kamu benar-benar sedang mabuk berat?"tanya Putri tapi Gibran tak menghiraukannya.
"Dimana kunci-kunci ku aku ingin pulang dimana dia!"ucapnya, kemudian Putri melihat kunci mobil yang terjatuh dibawahnya.
"Astaga memang susah ya kalau orang yang lagi mabuk itu,"timpal Putri yang kemudian tanpa berkata lagi ia segera membantu Gibran untuk masuk kedalam mobilnya.
"Mumpung aku baik aku akan mengantarkan kamu pulang jadi berterima kasihlah padaku."
"Aku tidak ingin pulang ke rumahku, jangan bawa aku pulang kesana jangan!"
"Apa maksudmu itu kan rumahmu?"
"Bawalah aku ke tempat lain itu lebih baik,"timpalnya yang sedikit mengigau.
"Ada apa dengan kamu Gib? Apa yang membuatmu jadi bertindak seperti ini sampai berniat ingin merusak dirimu sendiri dengan cara mabuk apa yang sebenarnya terjadi?"
"Aku tidak tau apa yang membuat kamu jadi seperti ini, aku akan meminta bantuan pada Sekretaris kamu mana handphone kamu!"ucapnya yang langsung mengambil ponsel dari dalam sakunya.
"Maaf bukan maksud aku ingin bertindak ceroboh maafkan aku!"
Berhasil mendapatkan ponsel yang ia inginkan, tapi pada saat Putri yang mau pergi untuk menelfon seseorang dalam kontak ponsel tersebut, tiba-tiba Gibran menggenggam/menarik tangan Putri yang spontan tubuh Putri pun jatuh kedalam pelukannya, seakan-akan Gibran ia sedang berhalusinasi jika seseorang yang ada dihadapannya adalah Putri kekasihnya yang dulu. Melarangnya untuk jangan meninggalkannya. Melihat apa yang dilakukan Gibran, Putri pun terkejut.
"Putri aku mohon jangan pergi aku sangat membutuhkan mu aku mohon jangan pergi! Jangan pergi!"
Melihat kedua tangan Gibran yang melilit tubuh Putri dengan eratnya, sesekali Putri pun berusaha untuk melepaskan pelukan itu tapi tenaga Gibran lebih kuat dan terus memeluknya hingga membuat Putri tidak bisa berbuat banyak.
__ADS_1
"Gibran sadarlah kamu sedang mabuk! Kamu sedang mabuk! Lepaskan aku! Lepaskan aku!"
"Gak aku akan pernah lepasin kamu Put! Selama ini aku sudah sangat menyesal melepaskan kamu. Aku tidak ingin terlalu lama menunggumu aku sangat mencintai kamu, aku sangat mencintai kamu, aku tidak akan pernah melepaskan kamu yang kedua kalinya tidak! Aku mohon jangan pergi!" Jawab Gibran yang dalam kesadaran agak berkurang.
"Ada apa Gib? Kenapa disaat kamu kehilangan kesadaran kamu, kamu baru mampu berkata seperti ini. Apa yang membuatmu susah untuk melupakanku kenapa? Apa alasannya?"
"Putri jangan tinggalkan aku! Jangan tinggalkan aku!"
Melihat Wanita dihadapannya bingung dengan menunjukkan tatapan takutnya, tanpa berkata lagi Gibran langsung menci*m bibir Putri secara bringas.
Tersadar dengan apa yang dilakukan laki-laki ini sekarang, tubuh Putri rasanya seperti terikat bahkan mulutnya tak mampu untuk dia ucapkan satu kalimat pun lagi. Bahkan untuk memberontak rasanya ia tak sanggup.
Berusahalah ia ingin melepaskan dua bibir manis yang sama-sama bermain. Gibran malah semakin menjadi dan terus ******* bibir manis itu hinga hampir tak terlihat.
Menyadari jika bibirnya secara terus-menerus di l4h4b oleh Gibran tanpa henti. Putri dengan kasar ia langsung mendorong tubuh Gibran agar memperhentikkan nafsunya. Tak segan-segan ia juga memberikan satu tamparan sekaligus dorongannya lagi yang mampu menjatuhkan pria dihadapannya hingga tersungkur ditanah.
Hari berlalu dengan begitu cepat, pagi yang tadinya cerah tanpa ada awan mendung yang menandakan akan adanya hujan yang akan melanda. Kini malam awan mendung mendukung akan suasana gelap gurita lan sejuk ini. Masih terbaring tergeletak tidak sadarkan diri, gerakan jari tangan dari seseorang itu perlahan-lahan mulai akan menyadarkan akan dirinya. Mata yang perlahan-lahan terbuka dengan pelan telah menunjukkan jika dirinya akhirnya tersadar setelah beberapa jam terbaring di ranjang tanpa adanya seseorang yang berada disampingnya.
Segera bangkit, memegang kepalanya lantaran masih sedikit pusing, ia kemudian terduduk diperbatasan ranjangnya.
📞"Lee,"ucap Gibran ketika tau siapa seseorang yang meneleponnya.
📞"Iya ada apa Tuan? Apa tuan sudah mulai membaik?"tanya Lee pada Gibran.
📞"Kamu tau darimana kalau keadaan ku kurang membaik? Oh iya aku ingat tadi malam aku berada di club' tapi kenapa sekarang tiba-tiba aku ada di-Rumah kamu tau apa yang sudah sudah terjadi tadi malam dan siapa seseorang yang sudah menolong, membawaku pulang kemari?"tanya Gibran, Lee yang tak lain adalah sekretarisnya, dirinya yang mendengar akan pertanyaan tersebut dirinya terlihat pasrah tak mengatakan yang sesungguhnya.
📞"Iya tuan saya yang sudah membawa tuan pulang, tadi malam aku tidak sengaja melihat tuan lagi mabuk berat karena aku lihat tidak ada membawa tuan pulang makanya saya putuskan untuk mengantarkan tuan sekalian, syukurlah kalau tuan sudah membaik,"balasnya.
📞"Baiklah kalau gitu sekali lagi terima kasih atas bantuannya."
📞"Iya sama-sama tuan ya sudah saya tutup dulu!"
📞"Baiklah! Kenapa aku merasa apa yang dia katakan tidaklah sungguh-sungguh. Aku ingat sekilas dalam bayanganku aku seperti berpapasan dengan seorang Wanita tapi siapa? Jika aku memang bertemu dengan wanita itu kenapa juga aku sama sekali tidak mengingatnya sedangkan Sekretaris Lee apa mungkin dia berbohong tapi untuk apa? Sudahlah lebih baik aku mandi aja,"balasnya yang segera ia beranjak dari tempat tidurnya.
Lee yang sehabis menutup ponselnya, dirinya pun ingat apa yang sebenarnya terjadi.
FLASHBACK
__ADS_1
"Astaga tuan apa yang sebenarnya terjadi dengannya?"
"Apa anda asisten atau pun Sekretarisnya?"tanya Putri.
"Iya dia tuanku kenapa? Apa yang sudah terjadi dengan tuan saya ini?"tanya balik Lee.
"Tadi aku tidak sengaja melihat ia sedang kebingungan, aku tadinya berniat ingin mengantarnya pulang tapi lupa dia sudah punya istri, belum lagi hubunganku dengan istri tuan anda tidaklah cukup akrab jadi saya sengaja menelfon anda karena aku ingin anda mengantarnya pulang, dia tidak mungkin pulang dalam kondisi mabuk berat seperti ini apa anda tidak keberatan?"
"Iya saya sungguh-sungguh tidak keberatan saya akan membawanya pulang, sekali lagi terima kasih,"ucapnya yang kemudian Lee merangkul Gibran untuk ia masukkan kedalam mobil.
"Satu lagi aku ingin anda merahasiakan ini? Aku ingin anda berkata bohong jika nanti tuan anda tanya siapa yang menolongnya katakan saja itu anda sendiri yang menemukannya disini jadi tidak apa-apa kan?"
"Kenapa anda malah menyuruh saya untuk berkata bohong seperti itu? Aku ingat anda mantan tuan termasuk seseorang yang juga dekat dengannya jadi kenapa anda malah tidak ingin berkata jujur dengan sendirinya?"tanya balik Lee nampak penasaran.
"Sama seperti yang aku bilang tadi, hubunganku dengan Istri tuan anda sangatlah bermasalah, jadi aku tidak mau hanya gara-gara masalah ini aku yang akan dia tuduh membuat suaminya mabuk, apalagi Istrinya lagi mengandung aku tidak mau hubungan keduanya bertengkar jadi anda bersedia kan?"
"Baiklah saya akan mengatakan semua yang anda katakan ini. Anda tidak perlu cemas apa yang anda lakukan ini sudah sangat benar, mari saya tingal dulu!"
"Baiklah berhati-hatilah!"
"Baiklah!"
Kadang aku berfikir dunia ini cepat sekali berputar, kadang dibawah kadang juga diatas. Ada yang bahagia kini bahagia itu hanya tinggal bayangan dan dengan cepat telah berubah menjadi kesepian dan kekecewaan yang akhirnya membuat hati ini akan sangat sulit untuk menyampaikan rasa rindu itu.
Apa aku masih pantas untuk mengatakan rasa rindu jika sejujurnya aku sekarang sangat merindukan akan dirinya. Maafkan aku Tuhan! Maafkan aku jika lagi-lagi aku gagal untuk melupakan seseorang yang jelas sudah punya istri maafkan aku!
Termenung meratapi nasibnya, memperhatikan pemandangan malam yang indah ini nyatanya tidak membuat hidupnya cerah seperti yang ia inginkan.
FLASHBACK
"Maafkan aku tuan! Maafkan aku jika aku harus membohongi Tuan maafkan aku!"
Mengambil sikat gigi beserta odol yang hendak akan ia gunakan untuk menyikat gigi. Pandangan Gibran yang melihat cermin, dirinya melihat bibirnya yang terlihat ada bekas lipstik, menyentuhnya ia sungguh-sungguh tersadar jika itu memanglah lipstik yang umumnya dipakai oleh wanita.
"Lipstik? Sejak kapan di bibirku ini ada bekas lipstik seperti ini siapa yang melakukannya, apa Revi? Tapi lipstik minyak sejak kapan Revi pernah mengunakan lipstik bertekstur minyak seperti ini?"
BERSAMBUNG.
__ADS_1