PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
12 " Cenderawasih menang "


__ADS_3

" Senang bisa bertemu dengan Anda. Dan saya harap kalian semua senang bisa berkunjung di SMA kita, walaupun sekarang kita musuh karena sebentar lagi kita bakal bertanding, tapi saya lebih suka jika kita sama-sama berdamai dan tidak ada ujaran kebencian ataupun dendam diantara kita semua,"ucap Gibran yang mengajak berdamai,tapi ucapan yang dilontarkan Rico malah sebaliknya.


"Kalian salah saya bukan orang-orang kecil seperti kalian. Dan jika kalian berharap kita semua akan berdamai kalian salah. Karena gue tidak akan mau berdamai dengan kalian. Pertandingan ya pertandingan jadi kalian jangan banyak bermimpi jika kalian akan menang melawan kita. Karena SMA KASUARI akan lebih unggul dari pada kalian dalam masalah pertandingan SMA KASUARI yang slalu akan jadi juara!" ucap Rico yang dengan bangganya bisa berkata seperti itu pada mereka semua.


"Ya sudah ayo teman-teman kita masuk!" ucap Rico yang akhirnya Rico dan juga temannya pun masuk.


"Gila! Itu orang sombong banget? Apa dia tidak sadar kalau dia sudah dengan beraninya merendahkan nama baik sekolah ini?" ucap Rendy yang rasanya inggin mencengkram orang itu.


"Iya dia pikir dia sekarang lagi ada dimana, dia itu sedang menginjakkan kakinya di SMA Cenderawasih harusnya dia bisa hargai itu?" ucap David dengan muka agak kesal.


"Orang seperti itu mah sudah jangan diragukan lagi, selain sombong dia juga belagu dan juga playboy jadi orang, jadi kalian jangan terkejut dari tampangnya saja, sudahlah jangan pikirkan itu lebih baik sekarang kita masuk karena pertandingan akan segera dimulai!" ucap Verrel yang kemudian mereka semua akhirnya masuk.


"Baiklah ayo kita pergi,"ucap salah satu seseorang yang kemudian langkah mereka mulai masuk kedalam lapangan.


Tidak menunggu lebih lama lagi akhirnya "PERTANDINGAN BASKETT BALL 2022" pun akhirnya dimulai. Para anak Cenderawasih maupun anak Kasuari pun sudah sama-sama berkumpul didalam lapangan yang sama.


Dan mereka juga sudah sama-sama berhadapan dan bertatapan dan melihat kearah satu sama lain. Bahkan saking fokusnya pandangan mereka, pandangan mereka pun sudah tidak bisa teralihkan lagi.


Benda berbentuk bulat itupun yang tadinya masih dipegang oleh wasit, tak berapa lama kemudian benda bulat itupun sudah akan jadi perebutan buat SMA KASUARI mau pun SMA Cenderawasih.


Tak berapa lama Rico dan juga Gibran yang sudah sama-sama berhadapan untuk merebut benda bulat yang nanti akan segera dilemparkan keatas oleh wasit. Dalam hitungan ketiga akhirnya bola pun telah dilemparkan oleh wasit tersebut dan Gibran-lah yang akhirnya mendapatkan bola itu.


Benda berbentuk bulat itupun yang tadinya tidak digunakan untuk melempar, kini benda itu pun sudah jadi bahan perebutan antara mereka semua.


Sedangkan kaum wanita yang berteriak sekeras mungkin untuk memberi dukungan pada teman sekolahnya membuat suasana tampak semakin tegang dan juga mencekam. Putri yang mendengar dukungan yang dilontarkan oleh teman-temannya tidak membuatnya ikut bersemangat dan berteriak sama seperti yang mereka lakukan saat ini, bahkan disini Putri-lah orang yang hanya terdiam tanpa mengucapkan apapun. Merasa muak dan kesal akhirnya Putri pun memutuskan untuk pergi tanpa menyaksikan pertandingan ini lagi.


"Daripada aku hanya terdiam disana lebih baik aku pergi saja?" ucap Putri yang sambil berjalan keluar dan kemudian dia pun melihat ada seseorang yang membuat kerusuhan.


Dalam perjalanan Putri yang hendak akan pergi dia dikejutkan dengan adanya Pelajar yang mendapat tindak bullying dari para temannya di SMA Cenderawasih. Lantaran sifat dan juga penampilan gadis tersebut terbilang sangatlah cupu, menyaksikan sendiri perlakukan mereka pada gadis itu, Putri yang Merasa tidak terima dengan perilaku yang dilakukan oleh anak itu bergegas Putri pun menghampiri dan mencengkram tangan yang hendak akan digunakan Wanita itu untuk memukul Gadis tersebut.


"Singkirkan tangan kamu darinya!" ucap Putri yang seketika membuat wanita tersebut pun terkejut.


"Siapa kamu? Berani sekali kamu menghalangi kita?" ucapnya yang kemudian menghempaskan tangan Putri.


"Aku memang bukan siapa-siapa dia. Dan aku juga bukan teman ataupun saudarinya tapi setelah melihat tindakan yang kalian lakukan aku tidak bisa tinggal diam! Jadi aku minta kalian lepasin anak itu jika kalian tidak berhenti menbully-nya maka jangan salahkan aku untuk bertindak tegas pada kalian bertiga?"


"Sudah lebih baik kita cabut saja dari-sini?"


"Ingat urusan kita belum selesai jadi kamu jangan senang dulu?"


"Ayo kita cabut!"


"Kamu gak apa-apa kan?Apa kamu ada yang terluka?"


"Kenapa kamu bertindak seperti itu, dengan tindakan yang kamu lakukan tadi mereka tambah akan semakin menbully-ku. Jadi jangan pernah ikut campur dalam urusanku. Dan aku tidak butuh bela kasihan dari kamu!" ucap gadis culun tersebut yang kemudian dia yang hendak akan pergi, Putri pun langsung menghalanginya.


"Aku tahu kenapa kamu berkata seperti itu?Tapi dengan sikap kamu yang hanya tinggal diam saja ketika dibully oleh mereka, yang kamu lakukan semua itu juga salah dengan tindakan kamu yang hanya diam, yang ada kamu hanya menunjukkan jika kamu itu lemah?"


Jadi apa pun yang mereka lakukan padamu, kamu harus bersikap tegas dan berani agar mereka tidak terus menerus membully-mu! Kamu harus berani ketika suatu saat nanti kamu akan di bully oleh mereka, apa kamu paham itu."


"Sebenarnya kamu itu siapa sih? Apa alasan kamu kenapa kamu bersikap baik seperti ini sama aku. Dan apa perduli-mu padaku apa kita sebelumnya pernah bertemu?"

__ADS_1


"Tidak! Kita tidak pernah bertemu tapi aku hanya tidak suka saja kalau ada anak yang jadi bahan bullying seperti kamu. Apalagi mereka juga bersikap sok keren jadi itu menurutku sangat menyebalkan?"


"Tapi setelah melihat kamu yang berpenampilan seperti ini, aku tiba-tiba jadi ingat teman masa laluku yaitu Rina?"


"Rina?"


"Iya dia adalah sahabat terbaikku walaupun penampilannya seperti kamu, aku tidak pernah malu untuk berteman dengannya. Dan persahabatan kita awalnya baik-baik saja, tapi ada kesalahan besar yang tanpa sengaja telah aku lakukan kepadanya, hingga dia dia akhirnya sangat membenciku bahkan dia hanya membenci diriku sendiri, tapi dia juga membenci dirinya sendiri. Karena dia yang sering mendapat perlakuan kasar dan hinaan dari teman sekelasnya akhirnya dia pun memutuskan untuk mengakhiri nyawa sendiri dan bunuh diri dengan meloncat dari atas gedung sekolah yang berketinggian 5 meter dan setelah dia melakukannya seketika dia pun meninggal dalam tragedi itu. Dan situlah penyesalan terbesarku yang sampai sekarang masih menghantui diriku sampai saat ini.


Jadi aku minta sama kamu, kamu jangan pernah pernah membenci dirimu sendiri. Walaupun hidup kamu penuh dalam penderitaan, yakinlah jika masih ada orang yang peduli dan juga sayang sama kamu. Karena jika kamu melakukan hal seperti itu juga kamu bukan membunuh dirimu sendiri, tapi kamu juga akan memberi luka yang sangat parah pada seseorang yang berfikir jika dia telah gagal menyelematkan kamu, hanya itu yang inggin aku katakan jadi pikirkanlah dengan baik-baik!"ucap Putri yang kemudian dia yang hendak akan pergi, Gadis culun tersebut pun akhirnya tiba-tiba langsung memeluknya.


"Aku tahu diam-diam kamu menyembunyikan penderitaan yang telah kamu alami selama ini. Dan aku juga tahu kamu orang yang kuat jadi kamu juga harus semangat jangan pernah hiraukan orang-orang yang mencoba untuk menjatuhkan-mu. Dan kita sama-sama menggalami nasib yang sama apa kamu bersedia untuk jadi temanku, aku tahu kamu orang yang baik?" tawar Gadis culun tersebut yang akhirnya diterima dengan baik oleh Putri.


"Iya aku mau berteman sama kamu, kamu juga anak yang baik,"ucapnya sambil tersenyum.


"Ya sudah daripada kita berdiri disini yang akan membuat kaki kita tambah pegal, gimana kalau kita duduk di-taman itu saja?"


"Itu ide bagus!"


"Ya sudah ayo kita kesana?"


"Baiklah ayo?"ucap Putri yang kemudian tanpa berkata apa-apa lagi mereka pun terduduk disalah satu kursi taman yang sudah tersedia.


Tidak disangka 1 jam lebih pertandingan itu berjalan dengan sangat lancar tanpa ada halangan apapun. Dan selama itu juga skor yang dimiliki oleh mereka juga seri yaitu 20_20. Jadi hanya membutuhkan satu masukkan lagi akan diketahui siapa pemenang dalam pertandingan ini.


Rico yang tadinya dengan santainya membanggakan SMA KASUARI, kini dia hanya bisa mengigit jarinya setelah dia mengetahui jika skor yang dia miliki yang ternyata adalah sama.


"Sekarang kamu lihat kan siapa yang sombong dan siapa juga yang cerdas, makanya jangan pernah membanggakan diri didepan seseorang. Dan jangan pula merendahkan seseorang jika kamu tidak pernah tahu siapa orang yang barusan kamu hina itu, jika sudah seperti ini apa yang akan kamu lakukan sekarang?"ucap Reza yang hanya bisa membuat Rico pun terkejut dan menahan malu.


Dan babak kedua pun dimulai Rico yang sudah mulai tidak fokus lantaran mengingat terus perkataan yang barusan diucapkan oleh Reza dan juga Gibran yang akhirnya membuatnya menjadi agak kebingungan sendiri, bahkan bola yang berhasil ada ditangannya pun seketika bisa lolos kembali setelah dia tidak berhasil memasukkan bola tersebut kedalam ring.


Dan keberhasilan sekaligus kemenangan pun akhirnya jatuh ditangan SMA Cenderawasih lantaran tepat setelah bola jatuh ditangan Gibran dengan hebatnya Gibran pun akhirnya berhasil memasukkan bola tersebut tepat masuk kedalam ring.


"Wo..."


"WOoo"


"Wooo"


"Yeah ... Akhirnya kita menang ...."


"Yeah ...."


"Ah ... Sial kenapa harus mereka sih yang menang dalam pertandingan ini?" batin Rico sambil menunjukkan raut wajah yang tegang.


"Ayo teman-teman kita kembali, sudah tidak ada alasan lagi bagi kita terus berada ditempat ini, ayo cepat cabut!"


"Baiklah ayo?"


"Tunggu Putri kan belum kumpul, jadi bagaimana bisa kita pulang duluan?"


"Dari tadi aku tidak melihatnya menyaksikan pertandingan ini jadi bisa aja dia pulang duluan jadi apa yang perlu kita tunggu?"

__ADS_1


"Tapi?"


"Baiklah jika kamu masih mau menunggu Putri, kamu tunggu saja tapi kita harus segera pulang sekarang?"


"Baiklah aku akan ikut pulang juga, mungkin dia memang beneran sudah pulang?"


"Ayo kita semua cabut dari sini!"


Para anak cenderawasih yang melihat ekpresi Rico mereka pun diam-diam menertawakannya.


"Kalian lihat itu wajah si playboy darat itu, kusut amat kaya cucian yang baru saja mau dicuci setelah dia tahu jika kitalah yang akhirnya menang?" ucap Verrel dengan ledekan-nya.


"Iya dia seperti orang yang banyak hutang yang tidak bisa membayarnya?"


DI;TAMAN Cenderawasih.


"Oh iya dari tadi kita sudah terlihat sangatlah dekat, tapi kita belum tahu siapa nama kita kenalin namaku Nina kelana kamu bisa panggil aku dengan sebutan Nina? Terus siapa nama kamu?"


"Namaku Putri Valeria Alexander, kamu bisa memanggilku dengan sebutan Putri,"jawab Putri sambil tersenyum.


"Nama yang bagus?"


"Iya namamu juga bagus?"


"Oh iya hari ini kan sekolah kita sama -sama bertanding, terus kenapa kamu malah ngelayap? Kenapa kamu tidak mendukung ataupun melihat sekolah kamu yang sedang bertanding?"


"Aku malas untuk melihat mereka?"


"Lah! Kok bisa?"


"Sekarang aku tanya sama kamu, sekolah kamu kan juga bertanding terus kenapa kamu tidak melihat pertandingan itu maupun memberikan dukungan-mu pada mereka?"


"Kenapa kamu malah bertanya balik kepadaku? Baiklah aku akan jujur aku sebenarnya juga agak malas melihat pertandingan itu apalagi tidak ada orang yang butuh dukunganku, jadi untuk apa aku harus melihat pertandingan itu?"


"Iya kita sama-sama bernasib yang sama, jadi daripada kita sedih lebih baik kita disini aja tapi aku bersyukur karena aku bisa datang di SMA Cenderawasih INI. Karena dengan mendatangi SMA ini akhirnya aku punya teman baru yang gampang diajak curhat dan menyenangkan sepertimu?"


"Iya aku juga bersyukur akhirnya aku dipertemukan dengan orang yang super baik seperti kamu?"


"Yah,"ucap Putri sembari memegang perutnya.


"Putri kamu kenapa?"


"Aku kebelet pipis nih, dimana letak toilet disini?"


"Astaga baiklah kamu mendingan kejalan sana dan lurus saja ya, nanti kamu juga akan menemukan toilet."


"Baiklah terima kasih, maaf aku tinggal dulu ya?"


"Iya baiklah?"


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2