PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
TERJEBAK JEBAKAN PUTRI.


__ADS_3

Pagi yang sangat cerah telah menampakkan sinarnya kembali, jam yang sudah menunjukkan pukul 06:30 pagi yang artinya jam pelajaran pun akan segera dimulai dan hanya menghitung menit. Dalam perjalanannya menuju keruangan kelas, terdapat lah seorang gadis yang berjalan santai sembari membawa beberapa buku yang berada dalam dekapannya.


"Aku senang akhirnya ingatanku telah pulih kembali seperti semula. Walaupun sekarang ingatanku sudahlah kembali, aku juga sudah mengingat semuanya tapi aku masih harus berpura-pura menjadi Putri yang amnesia, alasanku memutuskan untuk berpura-pura lantaran masih ada tugas yang harus Putri selesaikan yaitu menemukan titik terang dari masalah yang sedang aku hadapi sekarang ini. Putri bukanlah gadis lemah dan bodoh yang hanya akan diam pada saat keluarganya dalam bahaya. Dan kalian berdua lihatlah saja apa yang akan aku lakukan pada kalian nanti." Batin Putri sambil menyunggingkan bibirnya.


Dalam kantin dimana para pelajar yang pada menikmati sarapan pagi, bercanda maupun menikmati makanan kesukaan mereka masing-masing.


Dalam perbincangan yang dilakukan mereka semua, ada tiga gadis yang bercanda dia disalah satu meja yang diatasnya sudah ada beberapa menu makanan yang akan hendak mereka makan nantinya, dengan suara khas mereka masing-masing membuat kantin ini bak seperti sebuah pasar.


Tapi tak lama kemudian candaan dan hiraukan mereka tiba-tiba menjadi sunyi, sesaat terdapat lah sebuah pesan yang masuk pada ponsel genggam Sally.


Sesaat Sally melihat pesan apa yang muncul pada benda pipih yang sedang ia bawanya, seketika wajah Sally pun berubah bahkan raut wajahnya tidak lagi inggin lagi bergurau, yang ada hanyalah sebuah pemandangan mencurigakan dan ketakutan layaknya orang yang lagi menyembunyikan sebuah rahasia besar.


" Masih ingatkah kamu sama tempat ini, tempat dimana beberapa hari lalu kamu sudah bikin nyawa seseorang hampir saja melayang. Apa kamu masih mengingatnya?"


Pesan itulah yang tiba-tiba muncul pada benda pipih milik Sally.


"Astaga siapa orang ini, kenapa dia bisa sampai tahu kalau beberapa hari yang lalu aku udah menabrak seseorang dijalan ini, siapa dia?"batin Sally yang terlihat mulai tegang, tak lama ia pun membalas pesan kembali.


"Heyy siapa kamu, punya bukti apa kamu bisa menuduhku seperti ini?"balas pesan Sally kemudian.


"Sudahlah kamu gak perlu mencoba mengelak nya lagi, kamu juga gak perlu tahu siapa aku, karena yang harus kamu tahu menyerah lah diri kamu ke Polisi dengan begitu aku tidak akan mengganggumu lagi. Dan jika kamu masih tidak mau mengakuinya lagi, maka jangan salahkan aku kalau aku sendiri yang bakal menjebloskan kamu ke Penjara akibat perbuatan apa yang pernah kamu lakukan selama ini!"


Pesan demi pesan sama-sama saling terbalaskan, Sally yang sudah sangat cemas dengan dipenuhi rasa ketakutan, keringatnya pun seketika muncul sebutir-butir jagung yang mulai membasahi wajahnya.


"Sally ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba terlihat tegang setelah mendapat pesan


barusan, ada apa?"tanya Agnes teman yang berada disampingnya.


"Aku mau ke toilet dulu jadi kalian tunggu disini!"balas Sally yang tanpa berkata lagi, ia langsung bergegas berlari.


"Mon, ada apa dengan si Sally sekarang, kenapa dia terlihat aneh, bukan?"

__ADS_1


"Iya, kenapa ya dia, apa perlu kita susul. Tapi kalau kita menyusulnya yang ada malah kita yang akan kena amuk sendiri, kamu kan tahu Sally itu seperti apa orangnya?"


"Iya juga sih, ya sudahlah kita biarin aja dia!"


"Baiklah kalau gitu!"timpal Agnes.


Bergegas berlari menuju ke toilet Sekolah, ia pun bergegas menelfon seseorang dengan suara tersengal-sengal.


"Selly ada apa? Apa yang terjadi sama kamu, kenapa kamu tiba-tiba menelfon Papa di jam seperti ini?"


"Pa, gawat! Tadi ada seseorang yang telah meneror ku? Dia juga tahu kalau aku orang yang sudah membuat Putri celaka, dia mengancam ku kalau aku tidak segera menyerahkan diri ke Polisi, maka dia sendiri yang bakal melaporkan Sally ke Polisi. Dimana ini Pa? Apa yang harus aku lakukan, Sally tidak mau dipenjara, aku tidak mau dipenjara!"rengek Sally.


"Apa orang itu punya bukti?" tanya balik Papanya.


"Dia belum punya buktinya, tapi dia tahu tempat dan lokasinya. Apa yang harus Sally lakukan sekarang Pa! Apa yang harus aku lakukan?"


"Kamu tenang saja, Papa akan mengurus masalah ini, kamu tetap tenang dan jangan se'takut ini, jika kamu se'takut ini yang ada teman-teman kamu bakal curiga, jadi kamu bisa kan tetap tenang?"perintah Papanya.


"Baik Pa, Sally akan berusaha tetap tenang sekarang, makasih Pa, ya sudah kalau gitu Sally matikan dulu ya telfonnya?"


"Baik pa!"


"Dah!"


"Dah!"


"Lebih baik aku keluar sekarang, aku tidak mau teman-temanku akan curiga ketika melihat ekspresi ku yang seketika berubah tadi?"


Bergegas Sally pun membuka pintu, dan dengan segera ia pun keluar dari salah satu pintu toilet dengan mengendap-endap sembari memperhatikan suasana yang terbilang cukup aman lantaran tidak ada satupun orang yang masuk didalam toilet ini.


Akan tetapi semua itu hanya dugaan Sally saja, karena pada kenyataanya sesaat Sally keluar dari dalam toilet, ada langkah kaki seseorang yang juga melangkah keluar dari dalam pintu toilet yang berada disamping toilet tempat Sally tadi. Dan seseorang itu yang tak lain dia adalah.

__ADS_1


"Sally...Sally...dasar gadis penakut baru di kerjain gitu aja udah ngadu sama Papanya, memang dia itu tidak seberani yang aku kira ternyata, dan asal kamu tahu Sal, aku melakukan semua ini bukan karena aku jahat sama kamu, tapi aku melakukan semua ini karena kamulah orang yang cari gara-gara duluan kepadaku. Dan dengan adanya bukti baru, yaitu sebuah rekaman audio ini aku rasa ini akan lebih mudah bagiku untuk memenjarakan kamu, hanya tinggal nunggu waktu yang tepat maka aku akan melihat penyesalan kamu Sall!"batin seseorang itu yang tak lain dia adalah Putri.


Jam pelajaran yang telah usai para pelajar yang pada berhamburan pergi meninggalkan Sekolah ini terlebih dulu karena sudah capek setelah memeras ot*k mereka seharian penuh.


Jam pelajaran yang telah usai tidak membuat Putri untuk kembali pulang halamannya, melainkan dia mendatangi salah satu bengkel cukup besar yang berada tak jauh dari tempat menuju ke Sekolahnya.


"Bengkel Las Vegas ini gak salah lagi, ini memang bengkel yang disebut salah satu preman waktu itu, mendingan aku sekarang masuk aja."


Tidak menunggu waktu lebih lama, Putri pun akhirnya mulai memasuki bengkel itu sendirian. Melihat ada seseorang yang sedang mengerjakan salah satu pekerjaan Putri pun pun mendatanginya sekaligus menanyakan sesuatu.


"Maaf mbak apa ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu petugas.


"Ini mas, saya hanya inggin bertanya apa pemilik bengkel ini ada disini? Ada hal yang inggin saya bicarakan pada beliau. Karena saya inggin meminta ijin padanya untuk memeriksa CCTV di bengkel ini.


"CCTV untuk apa mbak inggin memeriksa CCTV di Bengkel ini apa mbak ada masalah?"


"Gini mas tadi malam lebih tepatnya sekitar pukul 23:00 malam saya baru aja menggalami kejadian pencopetan tepat didepan bengkel ini, ada banyak barang berharga saya didalam tas saya itu salah satunya Ktp, beberapa Atm dan juga Sim. Dan setelah pelaku itu berhasil melarikan diri dan sampai sekarang belum juga tertangkap. Jadi tujuan saya kesini saya inggin melihat menggambil bukti rekaman Cctv itu untuk ditindak lebih lanjut lagi, apa mas bisa memanggilkan atasan mas?"


"Dimana ya Mbak, saat ini bos kamu tidak ada disini, beliau juga sangat sulit dihubungi jadi mendingan jika mbak inggin melihat CCTV lihat saja mbak gak papa, biar nanti saya yang akan bilang pada bos kami!"


"Mas serius?"


"Iya saya serius apa lagi ini menyangkut kasus kejahatan jadi, akan lebih baik pelaku itu segera ditemukan agak tidak meresahkan banyak warga disini. Karena saya juga sering mendengar kabar seperti itu, jadi silahkan masuk dan periksalah mbak gak papa.


"Baik mas kalau gitu saya ucapkan terima kasih ya mas!"


"Iya sama-sama, tapi maaf saya tidak bisa menemani mbak saya masih banyak kerjaan soalnya.


"Iya gak papa kok mas saya juga hanya sebentar kok nanti setelah saya menemukannya saya bakal samperin mas lagi!.


"Baiklah kalau gitu saya antarkan Mbak keruangan itu!"

__ADS_1


"Baik mas!"balas Putri yang kemudian ia pun mengikuti langkah kaki salah satu petugas bengkel.


BERSAMBUNG...


__ADS_2