PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
PERASAAN APA YANG DIRASAKAN OLEH PUTRI.


__ADS_3

Sesampainya Gibran dan juga Revi yang baru aja turun dari Mobil. Semua pandangan hanya tertuju pada mereka berdua, apalagi melihat Revi yang memeluk lengan tangan kanan Gibran dengan mesra membuat banyak orang pada beranggapan jika mereka telah resmi jadian. Tapi memang itu kenyataanya.


Mengira Gibran sudah berpaling pada gadis lain, membuat Reza tambah bersemangat untuk mendapatkan hati Putri. Melihat Putri dan juga Nina sedang makan bersama di kantin, ia pun lantas langsung menghampirinya.


"Disini lo rupanya?" tanya Reza dengan tersenyum.


"Kamu, ngapain ada disini disana kan masih banyak tempat yang kosong, kenapa kamu malah gabung bersama kita?"tanya Putri yang terlihat sewot.


"Sudahlah Putri dia kan maunya disini, jadi gak papa lagi,"bela Nina.


"Tuh dia aja gak masalah!"


"Terus kenapa kamu hanya diam saja, kenapa kamu gak memesan makanan?"


"Gak aku tidak laper soalnya."


"Terus kalau lo gak laper, untuk apa lo ada disini?"


"Ya kan gue pengen memandangi wajah lo dengan puas!"ucapnya dengan tersenyum.


"Isst..dasar menyebalkan!"balas Putri yang terlihat kesal.


Tanpa memperdulikan Reza yang terus menerus memperhatikannya, Putri pun lebih memilih mengabaikan dia dan lebih fokus dengan makanan yang siap untuk dia makan sekarang. Perlahan-lahan Putri pun mulai memakan nasi gorengnya dan tanpa mau menawari Reza terlebih dahulu. Akan tetapi setelah Putri mendengar sesuatu dari mulut Reza yang baru saja ia katakan tadi, seketika Putri pun terkejut.


"Oh iya gue hampir lupa, kan tujuan gue datang kesini gue juga mau tanya sama elo? Apa lo tahu kalau Gibran dan Revi sekarang resmi pacaran?" tanya Reza pada Putri. Tapi Putri bukannya membalas pertanyaan yang dikatakan Reza, ia malah menyemburkan makanan yang tadinya sudah ia makan dan memasukkannya kedalam mulutnya sendiri .


Seketika orang-orang yang melihat tindakan yang baru aja dilakukan Putri pun, mereka hanya bisa menahan tawa bahkan Nina yang berada disamping Putri, ia juga tak kuasa menahan niatnya yang inggin tertawa akibat ulah sahabatnya.


"Astaga maaf-maaf aku tidak sengaja, maaf ya!"ucap Putri dengan merasa malu.


"Astaga Putri lo itu keterlaluan banget sih, ini orang kenapa lo sembur sih?"ledek Nina.


"Iya maaf aku tidak sengaja maaf ya?"


"Sekarang udah ada nasi goreng yang muncrat di wajahku jadi biar lebih komplit lemparkan tepung sekalian, setelah itu kita goreng pasti menyenangkan bukan?" balas Reza yang merasa kesal sambil mengusap-usap nasi yang pada bersarang di wajahnya.


"Ya sudah gue pergi dulu?" pamit Reza yang kemudian dia pun akhirnya memutuskan untuk pergi.

__ADS_1


"Putri...Putri..lo tega bener sama dia?"


"Ya maaf namanya juga tidak sengaja, tunggu tapi tadi dia berkata apa? Gibran sama Revi pacaran apa itu memang beneran?"tanya Putri pada Nina.


"Entahlah soal itu aku juga gak tahu Putri?"


"Iya yang dikatakan Reza memang benar, kalau aku dan juga Gibran mulai sekarang ini resmi jadian?" sahut Revi yang berada dibelakang mereka, seketika membuat Putri, Nina dan seluruh anak yang ada di kantin ini pun pada terkejut semua setelah mendengarnya langsung.


"Revi jadi bener yang dikatakan Reza barusan kalau kalian memang bener-bener sudah resmi jadian?" tanya Putri yang masih belum percaya .


"Iya kita memang sudah resmi jadian kan Gibran?" tanya Revi pada seseorang yang ada disampingnya. Dan orang itu yang tak lain adalah Gibran.


"I..iya..yang dia katakan memang benar kita memang sudah resmi jadian?" balas Gibran dengan raut wajah yang terlihat lesu.


"Baiklah aku senang mendengarnya, sekali lagi selamat ya atas resminya hubungan kalian ini?" ucap Putri sambil mengulurkan tangganya kearah mereka.


"Iya Putri terima kasih ya?" balas Revi dengan tersenyum.


"Baiklah terima kasih!"balas Gibran yang terlihat sama sekali tidak bersemangat.


"Seandainya lo tahu Putri kalau bukan dia orang yang gue mau jadi pendampingku, tapi orang itu adalah kamu, kamu!"batin Gibran sembari menatap Putri dengan wajah tulusnya.


"Iya Nin terima ya?"


"Nin, aku pamit ijin pergi dulu ya, aku mau ke Perpustakaan soalnya ada buku yang ingin aku cari soalnya?"


"Baiklah pergilah, apa kamu perlu aku temenin?"tawar Nina.


"Tidak usah aku hanya sebentar kok, nanti juga akan kembali!"


"Baiklah kalau gitu!"


"Ya sudah kalian aku tinggal dulu ya?"


"Baiklah!"


*******

__ADS_1


"Kenapa perasaanku jadi aneh gini ya, setelah aku mendengar kabar jika Gibran dan Revi sudah resmi jadian, mengetahui kalau Gibran ternyata sudah jadi milik orang lain. Putri..sebenarnya apa sih yang ada dipikiran lo saat ini, kenapa lo sampai berfikir sejauh ini kalau mereka memang sudah resmi jadian bagus dong kalau mereka sudah jadian mereka kan teman kamu juga, jadi sudah sepantasnya kamu ikut bahagia dengan kabar ini?" batin Putri yang sama sekali tidak fokus dengan apa yang sedang dia lakukan saat ini.


Bahkan Putri yang hendak akan menggambil sebuah buku yang tertata rapi di paling atas tumpukan buku yang lainnya, dia hampir saja kejatuhan buku yang hendak akan dia ambil tadi dan untungnya dengan sigap ada seseorang yang menangkap buku tersebut dengan tepat waktu dan bisa melindungi wajah Putri yang hampir saja tertimpa oleh buku tersebut.


Putri yang tadinya matanya tertutup lantaran menghindari jatuhan buku tadi, sesaat kemudian ia pun akhirnya membuka kembali matanya setelah dia menyadari jika ada orang dihadapannya dan setelah dia membukanya dia pun terkejut dengan mengatakan.


"Gibran?" ucap Putri yang terkejut ketika baru menyadari jika Gibran lah orang yang menolongnya tadi.


"Kamu itu tidak bisa berhati-hati ya, tubuh kamu itu tidak terlalu tinggi jadi harusnya kamu itu lebih fokus pada saat akan mengambilnya?" balas Gibran yang kemudian dia pun menarik tangan Putri agar terduduk.


"Tunggu! Kamu kenapa ada disini, bukannya tadi kamu bersama Revi?" tanya Putri dengan wajah bingung.


"Iya tadi aku memang bersama dengan Revi, tapi dia lagi ada urusan sebentar jadi akhirnya aku berada disini sekarang!"balas Gibran.


Mendengar jawaban dari Gibran, tiba-tiba Putri pun berniat akan pergi karena dia tidak mau jika ada hal yang akan berbau fitnah jika dia masih bersama dengan Gibran.


"Maaf aku harus pergi!"ucap Putri yang berniat akan lari, Gibran langsung menariknya.


"Tunggu! Kamu mau kemana? Aku akan baru aja datang jadi disini aja kamu?" perintah Gibran.


"Sekarang kamu bukanlah sendiri, tapi sudah ada seseorang yang memiliki kamu. Jadi aku tidak mau dengan kita berduaan seperti ini, ada seseorang yang membuat kabar yang tidak-tidak, jadi lebih baik aku pergi, maaf aku harus pergi!"ucap Putri lagi yang langsung melepaskan genggaman tangan Gibran.


Mendengar apa yang dikatakan Putri, Gibran hanya bisa terdiam tanpa mengatakan apa-apa lagi. Setelah perginya Putri barulah dia mengatakan sesuatu.


"Bahkan setelah kamu mengetahui hubunganku dengan Revi, kamu juga perlahan-lahan akan menjauhi diriku Put?" ucap Gibran yang kemudian dia pun terlihat sedih.


*****


Suara candaan dan gurauan dari dalam kelas IPA Xll yang dilakukan para pelajar, membuat suasana kelas ini sangatlah ramai, hingga kemudian ledekan pun akhirnya keluar dari mulut mereka setelah mereka melihat Gibran dan juga Revi yang baru aja menginjakkan kaki masuk kedalam kelas ini.


"Cieee ada Romeo dan Juliet datang kasih sambutan dong?"teriak temannya.


"Kalian bisa aja,"balas Revi dengan wajah bahagianya.


Mendengar ledekan yang dilakukan temannya, tidak membuat Gibran bisa menunjukkan senyumnya ke mereka, ia malah hanya terdiam seperti tidak ada sesuatu yang terjadi padahal selama ini sifat Gibran terbilang sangatlah ramah dan murah senyum, tapi untuk kali ini dia tidak menunjukkan sama sekali senyumannya ke Mereka.


"Sebenarnya ada apa dengan Gibran, gue tahu betul kalau Gibran itu tidak pernah mencintai Revi. Tapi kenapa gak ada angin, gak ada hujan kenapa tiba-tiba berpacaran seperti ini, bahkan sifat dari karakter Gibran setelah ini berubah seratus persen dan gue tidak sifat Gibran yang selama aku kenal. Jadi aku harus bertanya langsung kepadanya nanti?"batin Verrel yang merasakan ada yang aneh pada diri Gibran saat ini.

__ADS_1


"Bahkan melihat mereka bergandengan seperti ini saja, kenapa hatiku rasanya jadi agak sesak gini melihat mereka. Sebenarnya perasaan apa sih yang aku rasakan saat ini?" batin Putri yang merasa bingung dengan hatinya sendiri.


BERSAMBUNG....


__ADS_2