
Mungkin Dimata orang aku pria yang sangat bodoh karena membiarkan istriku selingkuh dan bertahan dengan Pria selingkuhannya, biarpun aku sendiri tau tentang kebusukannya ini yang berani main api dalam rumah tangga kita. Tapi bukan ini yang aku mau, aku bisa saja membongkarnya tapi aku lupa ada sesuatu lain yang harus aku ketahui sebelum membongkar semuanya.
Seharian Gibran menjalankan aktifitasnya di kantor. Dan selama itu tidak ada ruang baginya untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Pukul 06: 30 sehabis sholat magrib dirinya akhirnya mendapatkan kesempatan untuk merebahkan tubuhnya, sembari merenung dan menyaksikan siaran televisi, sedangkan Rasya yang ditemani Bibik dikamar membuat dia mendapatkan kesempatan untuk beristirahat sejenak.
Kemudian kedatangan seseorang terlihat Gibran mulai menciutkan alisnya, berusaha tenang layaknya tidak terjadi sesuatu setelah dirinya tau akan kebusukannya, wanita yang tak lain adalah Revi, dirinya mulai melilitkan lengannya pada leher Gibran sembari memeluk Gibran dari belakang.
__ADS_1
"Sayang kamu sudah pulang? Kamu terlihat lesu kamu pasti seharian ini sangat kecapean. Apa kamu mau aku pijitin?"tawar Revi yang akhirnya mendapatkan kata iyakan dari Gibran setelah mendapatkan tawaran tersebut.
Memegang pundaknya dan memberikan pijitan lembut untuk sang suami. Mendapatkan pijitan hangat itu tidak membuat wajah Gibran terlihat merekah layaknya suami pada umumnya.
"Ada apa? Apa yang membuatmu jadi bersikap manis seperti ini sama aku? Aku ingat betul sehabis aku pulang kantor kamu tidak pernah memberikan pujian atau pun perhatian pada suami kamu ini tapi kenapa sekarang tidak ada angin atau pun hujan kenapa kamu tiba-tiba bersemangat mau memberikan pijitan ini?"
__ADS_1
"Semua orang berhak untuk berubah, aku senang jika kamu sungguh-sungguh ingin berubah demi aku dan Rasya, sebagai suami aku akan mendukung mu aku sangat senang dan lega akhirnya kamu bisa punya pikiran dewasa seperti ini terima kasih! Terima kasih."
"Sungguh aku sama sekali tidak akan menyangka kamu akan mengatakan ini padaku Gib! Aku kira kamu tidak akan percaya jika aku sungguh-sungguh akan berubah, aku sangat senang dan bahagia teriak kasih! Terima kasih!"
"Semudah inikah kamu percaya pada ucapan manis yang aku katakan ini? Apa hanya sebuah ucapan manis kamu semudah ini mempercayai-ku jika aku sungguh-sungguh akan berubah hanya untuk Pria seperti dirimu? Tidak lagi! Dengan adanya janin yang aku kandung inilah yang akan mempermudah rencanaku untuk tetap bisa membodohi mu!"batin Revi dengan senyum sinisnya.
__ADS_1
"Hanya pria bodoh yang akan memberikan kesempatan pada wanita seperti dirimu Rev! Kamu berani memainkan rencana ini seolah-olah aku tidak tau apa-apa, tapi bukan Gibran namanya jika dia tidak bisa ikut berbalik memainkan rencana kamu ini!"batin Gibran yang sama-sama menunjukkan senyum sinisnya.
BERSAMBUNG.