PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
127 " Menerima cintanya"


__ADS_3

"Aku tidak akan marah jika jawaban yang barusan kamu berikan cukup membuatku terkejut tapi setidaknya aku cukup lega karena aku sudah mendengar akan isi hati kamu yang sebenarnya Putri?"


"Kenapa kamu semudah itu putus asa? Apa dengan kata-kata ku yang mengatakan aku menolak-mu untuk menjadi kekasih kamu akan langsung menyerah dan pasrah seperti ini? Apa kamu lebih memilih aku menjadi pacar sekaligus kekasih yang hanya akan menjadi hubungan yang tanpa adanya kepastian? Apa kamu tidak berniat untuk meminang-ku langsung contohnya menjadikan aku sebagai Istrimu?"


"Maksud kamu? Maksud kamu apa yang barusan kamu katakan tadi kamu sudah siap jika aku akan langsung meminang kamu tanpa harus menjalankan masa pacaran seperti orang-orang?"


"Menjalankan masa pacaran dengan status pasang kekasih aku rasa hubungan itu tidak akan memungkinkan kita akan menuju ke pelaminan langsung. Kita sudah bersama sejak aku masih remaja, menjalankan masa-masa kuliah bersama dan menghabiskan waktu selama 5 tahun bersama aku rasa itu bisa dibuktikan jika kita pernah menjalankan hubungan tanpa adanya status dan kepastian yang kita buat bersama. Dan kali ini aku ingin menjalankan hubungan itu lebih dari seorang sahabat aku maunya kamu langsung melamar-ku apa kamu bersedia?"

__ADS_1


"Aku sungguh-sungguh tidak akan menyangka akan mendapatkan jawaban yang sangat-sangat tidak pernah aku bayangkan. Sebelumnya aku masih ragu jika langsung mengajak kamu untuk hidup bersama, tapi penjelasan yang barusan kamu katakan aku rasa pe jelasan itu semua sudah membuktikan jika kamu menang mencintai-ku juga baiklah jika itu mau kamu apa kamu mau menjadi istriku?"


Berbarengan dengan tangan Bimo yang mengeluarkan sepasang cincin yang dia keluarkan dari dalam sakunya, menunjukkan Langsung dihadapannya sekaligus banyaknya orang yang sedari tadi menunjukkan rasa bahagianya kecuali Gibran yang tak percaya dengan apa yang barusan ia lihat.


Dirinya hanya menahan diri untuk bertahan lagi langkah yang beberapa kali mencoba untuk bangkit dan pergi dari langkah dimana ia berdiri sekarang.


Melihat wajah bahagianya yang terukir jelas dalam benak Bimo, Putri yang melihatnya ikut terharu diselimuti rasa bahagianya tapi bahagianya berbeda dengan kebahagiaan yang dirasakan Bimo saat ini.

__ADS_1


"Melihat kamu tertawa dan senyum dengan lepasnya sudah membuat aku merasa menjadi Manusia yang sangat bahagia Bimo. Biar pun pada kenyatannya aku sendiri tidak tau apa aku termasuk Wanita yang bodoh dan egois karena menyembunyikan kebenarannya jika sejujurnya tidaklah mencintai kamu maafkan aku! Maafkan aku tapi aku janji aku akan berusaha untuk mencintai kamu biar pun caranya aku janji."


Batinnya yang selalu terucap, tatapan matanya selalu menatap balik pada Pria yang ada dihadapannya, melihat satu cincin sudah terpasang pada jari tengahnya, dengan pasrah dan suka rela Putri mencoba tegar dan bahagia dihadapan semua orang.


"Terima kasih Putri ... Terima kasih,"ucap Bimo yang langsung memberikan pelukan hangat untuknya.


"Kamu bisa terlihat sangat bahagia dihadapan banyak orang Put! Tapi kamu lupa aku tau dan aku lebih kenal seperti apa sifat kamu dan tatapan kamu sudah membuktikan jika aslinya kamu tidaklah mencintainya aku tau?"batin Gibran yang sesekali ia melirik secara diam kearah Putri, tatapan Revi tak henti-hentinya memberikan tatapan tajam kearah Putri lantaran melihat Putri yang terus saja dipandang oleh Gibran.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2