PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
21 " Tak pernah berubah "


__ADS_3

suasana yang gemerlap dengan adanya lampu-lampu pada bersinar terang membuat suasana disini sangatlah indah.


Dan terlihat sudah ada beberapa anak SMA Cenderawasih yang sudah pada berdatangan satu persatu bersama dengan keluarga mereka masing-masing. Tak inggin kalah dengan yang lainnya, Putri yang saat ini menggenakan gaun berwarna putih dengan rambut yang terurai membuatnya terlihat sangatlah cantik.


Sedangkan Rasyel si tampan kecil, ia pun menggenakan jas berukuran kecil, dengan kemeja dalam berwarna putih membuat si kecil terlihat sangatlah cocok mendapatkan sebutan si tampan.


"Sayang. Apa kamu sudah siap?"tanya Putri dengan menggandeng tangan Rasyel.


"Iya Mama aku sudah siap?"balas Rasyel kecil dengan tersenyum.


"Anak pintar, Mama sangat menyayangimu,"ucap Putri dengan memberikan satu kecupan pada Rasyel.


Perlahan-lahan Putri dan Rasyel pun mulai berjalan menuju kearah dimana teman-temannya yang sudah terlihat sedang menyapanya dari kejauhan. Tak inggin diam saja, ia pun lantas membalasnya dengan melambaikan tangannya.


"Anak kecil itu. Apa dia Putra kandung Putri tapi mana Suaminya? Kenapa Suaminya tidak ikut. Dan aku sangat penasaran setampan apa Suami Putri, apa Suaminya tampannya melebihi ketampananku,"batin Gibran yang pandangannya tak juga teralihkan.


"Aku sudah menduga jika pandangan itu yang pastinya akan kamu berikan pada saat bertemu dengan mantanmu itu, setelah sekian lama kalian tidak berjumpa, tapi bagiku itu semua tidak akan masalah, kan dia sudah berSuami jadi kemungkinan besar jika kamu nekat mendekatinya, mungkin resiko terbesarnya kamu harus menghadapi Suaminya terlebih dulu.


Tanpa berkata lagi pada Gibran, Revi pun akhirnya pergi meninggalkannya. Dan berlalu ia pun berjalan menuju kearah Putri sembari membawa Rasya.

__ADS_1


"


"


"


"Putri...Putri...ternyata setelah sekian lama kita tidak pernah bertemu, sedari dulu kamu tidak pernah berubah ya. Kamu masih sama suka berpenampilan norak dan kampungan seperti ini?"


"Revi...Revi..berapa tahun lamanya kita tidak pernah berjumpa, tapi aku tidak akan menyangka, kalau ternyata mulutmu masih sama seperti dulu, asal bicara tanpa melihat apa yang terjadi sebenarnya. Sudahlah gak ada gunanya juga aku ngeladenin orang sepertimu!"


Langkah Putri yang baru aja pergi dari hadapannya Revi. Akan tetapi tak lama langkanya pun terhenti, setelah ia menyadari jika ada seseorang yang sudah menggenggam tangannya dengan sangat erat, merasa penasaran ia lantas melihatnya dan ternyata Rasya Putra kandung Revi dan Gibran sendirilah yang menghalanginya untuk jangan pergi.


"Rasya ada apa? Kenapa Rasya menghalangi Tante untuk jangan pergi?"


"Maafkan Mama Rasya ya Tante, maafkan Mama."


"Rasya apa yang kamu katakan kenapa kamu berkata seperti itu pada Tante ini, kamu tidak seharusnya berkata seperti itu kepadanya, ayo pergi!"bentak Revi yang dengan kasarnya ia pun menarik tangan Rasya, beberapa kali Rasya menolak tapi Revi terus-menerus memaksanya hingga membuat Rasya pun menangis.


Tak terima melihat perlakukan kasar yang dilakukan Revi pada Putranya sendiri, Putri lantas menarik Rasya dan menggendongnya.

__ADS_1


"Revi apa kamu sejahat ini sama Putra kandungmu sendiri, dia masih sangatlah kecil tidak seharusnya kamu bersikap kasar seperti ini kepadanya?"


"Heyy punya hak apa kamu bisa berkata seperti itu, dia Putraku jadi sudah sepantasnya aku memperlakukannya seperti itu. Dan siapa yang mengijinkan mu untuk menggendongnya, sini Rasya ayo sama Mama..dia bukanlah Mama kamu, ayo."


"Stop...Revi kamu kasar banget sih, Rasya tidak mau kenapa kamu malah memaksanya, jadi gini cara kamu merawat keponakanku?"


"Revan segera bawa Rasya pergi ketempat yang aman!"ucap Putri yang kemudian ia pun memberikan Rasya pada Revan.


"Baiklah aku akan membawanya pergi!"


"Nina aku titip Rasyel sama kamu ya?"


"Baiklah Put!"


"Kamu...punya hak apa kamu, kenapa kamu bisa bertindak layaknya orang tua dari Rasya. Apa kamu pikir kamu pantas melakukan itu?"gertak Revi yang kemudian dengan cepat, Putri pun akhirnya memberikan satu tamparan padanya.


"Sudah tahu kalau kamu itu salah, tapi kenapa kamu masih bertindak jika apa yang kamu katakan memang sangatlah benar. Dan ternyata memang benar apa yang dikatakan Rasya jika kamu itu sangatlah egois dan hanya mementingkan dirimu sendiri Ingat Revi Rasya itu masih sangatlah kecil, jadi tidak seharusnya kamu memperlakukannya seperti itu. Jadi cepat berubah lah jika kamu tidak inggin Putramu akan berbalik membencimu karena keegoisanmu sendiri."


Gertak Putri yang dengan sigap ia pun mempermalukan Revi tepat dihadapan banyak orang, langkah demi langkah Putri pun akhirnya perlahan-lahan mulai menjauh dari hadapan mereka dengan berjalan menuju ditepi kolam, dan pandangan semua orang yang masih fokus melihat kearah Revi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2