PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN
TEROR KEDUA.


__ADS_3

PUKUL 19:30 MALAM.


Malam harinya Putri yang sedang terduduk diatas kursi belajarnya, sembari fokus pada beberapa buku yang terdapat di meja belajar, lantaran tugas Fisika yang besok harus kelar dan dikumpulkan segera mungkin.


Dan selama satu jam lamanya akhirnya Putri bisa merasakan lega lantaran PR nya akhirnya bisa dia selesaikan juga sekarang ini.


"Akhirnya selesai juga mengerjakan tugas Fisika ini?" ucap Putri yang akhirnya merasa sangat lega. Dan bergegas ia pun merapikan kembali buku-bukunya itu.


Dan baru aja Putri mau beranjak pergi menuju ke ranjangnya untuk merebahkan tubuhnya, dia pun dibuat terkejut lantaran tiba-tiba terdengar suara pecahan kaca yang sangat keras yang sampai terdengar didalam kamarnya yang dimana suara itu berasal dari dalam rumah ini.


PYAR..


"Astaga suara apa itu?" ucap Putri yang seketika pandangannya pun teralihkan pada bunyi yang barusan ia dengar.


Spontan Putri yang mendengarnya, ia pun lantas bergegas pergi meninggalkan kamarnya. Dan segera ia pun mendatangi asal suara itu berasal.


Setelah Putri keluar dari kamarnya, ada bibik yang juga kebetulan keluar dari kamarnya. Bertanya pada Putri mengenai bunyi keras yang barusan terjadi.


"Non suara apa itu tadi?" tanya bibik minah yang ternyata juga ikut mendengar suara tersebut.


"Saya sendiri juga tidak tahu bik, makanya saya berlari keluar sekarang, tapi kayaknya suara itu berasal dari dalam ruang tamu sana, ayo kita periksa kesana bik?"


"Baiklah Non ayo?" balas Bibik yang kemudian mereka pun akhirnya berlari menuju kearah asal suara itu, sampainya mereka dititik lokasinya.


"Astaga non itu?" sahut Bibik yang sembari menunjukkan ke salah satu jendela ruang tamu dekat pintu yang sudah hancur lebur, bahkan kacanya sudah tidak ada yang masih tertempel di jendela tersebut.


"Astaga siapa yang melakukan semua ini, apa maksudnya orang itu merusak jendela rumahku?"ucapnya yang merasa sangat terheran.


"Non ini apa?" tanya bibik yang memperlihatkan Putri sebuah batu yang terbalut dengan selembaran kertas berwarna putih yang berada dilantai. Dan letaknya tak jauh dari pecahan kaca tersebut .

__ADS_1


"Ini kan batu, tapi kenapa terbalut dengan sebuah kertas seperti ini?" tanya Putri yang agak terheran.


"Mungkin orang itu menggunakan batu ini untuk dia gunakan melempar kearah jendela ini non, coba non buka siapa tau didalam sini ada sebuah petunjuk?" saran bibik.


"Iya bik aku akan membukanya?"


perlahan-lahan Putri pun membuka sebuah batu yang terbalut dengan selembar kertas putih ini. Tanpa ada rasa curiga sama sekali dia pun membukanya dengan perasaan biasa saja tanpa ada rasa takut yang menghantuinya, berlalu ia pun akhirnya berhasil membukanya isi dari balutan tersebut.


Akan tetapi pada saat dia sudah berhasil membukanya, melihat apa isi dari kertas tersebut wajah Putri pun seketika menjadi memerah.


"Non ada apa? Kenapa wajah non berubah agak memerah apa isi dari kertas itu? Kenapa non nampaknya juga sangat terkejut ketika melihat isi kertas itu?" tanya Bibik yang begitu penasaran, yang akhirnya ia pun mengambilnya dan melihatnya sendiri apa isi dari kertas putih tersebut.


"KALIAN AKAN MA*l!. Itulah isi dari kertas yang tertulis warna merah darah yang sudah berhasil akhirnya membuat Putri maupun bibik minah tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Astaga non, ini kenapa kata-katanya sama percis seperti teror yang beberapa waktu lalu telah meneror non, apa orang ini sama dengan peneror yang waktu itu?"


"A..aku tidak tahu bik, tapi aku rasa dia memang orang yang sama waktu itu?"


"Iya bik, yang bibik katakan memang benar, aku memang harus melaporkan masalah ini pada yang berwajib, hanya dengan merekalah orang yang bisa membantu kita. Besok aku akan menghubungi pihak kepolisian agar mereka bisa langsung menyelidiki masalah ini. Bibik jangan bereskan pecahan kaca dan juga batu sekaligus kertas ini ya bik, biarkan semuanya masih berserakan disini. Karena aku yakin pasti ada sidik jari pelaku itu masih tertempel di batu ini?"


"Iya non bibik tidak akan membereskan semua ini?"


*******


Setelah mendapatkan teror yang kedua kalinya, Putri pun akhirnya tidak berdiam diri dengan langkah cepat dan sigap ia pun akhirnya melaporkan masalah ini ke pihak yang berwajib. Meminta ke pihak kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini, dengan adanya bukti sebuah batu dan selembar kertas putih ini maka Polisi yakin pelaku itu akan segera tertangkap. Mereka berharap masih ada bekas sidik jadi pelaku tersebut yang tertempel di batu maupun kertas ini.


"Anda tenang saja dengan adanya bukti ini, saya rasa akan mempermudah bagi kita untuk mengetahui siapa pelaku itu. Berdoalah semoga masih ada bekas sidik jari di batu ini. Buat berjaga-jaga maka ambillah dua pasang borgol ini jika sewaktu-waktu pelaku itu datang, salah satu diantara kalian ada yang berhasil menangkapnya?" ucap Salah satu Pak Polisi yang memberikan Borgol tersebut pada Putri.


"Baiklah pak saya akan menyimpannya, sekali lagi terima kasih atas bantuan kalian ini saya berharap pelaku itu segera tertangkap. Karena jujur aku dan juga bibik yang hanya tinggal berdua sudah sangat membuat kita resah dan terus menerus dihantui oleh bayang-bayang teror itu?"

__ADS_1


"Iya saya paham dengan apa yang kalian alami saat ini,tetap berhati dan waspadalah agar pelaku itu tidak sampai melukai kalian?"


"Baik pak?"


"Ya sudah kalau gitu kita bawa barang-barang ini, sekaligus kita pamit?"


"Baiklah pak sekali lagi terima kasih?"


"Iya sama-sama ya sudah permisi?"


"Baik Pak!"


****


"Semoga aja mereka bisa menuntaskan masalah ini ya Non?"


"Iya bik semoga aja mereka berhasil. Pelaku itu bisa segera tangkap, ya sudah karena ini sudah waktunya aku untuk berangkat ke sekolah aku sekalian ijin pamit ya bik, aku akan membawa satu pasang borgol ini buat jaga, sedangkan yang satunya bibik yang simpan buat jaga-jaga aja bik?"


"Baiklah non!"


"Ya sudah kalau gitu aku permisi bik?"


"Baik non berhati-hatilah!"


"Baik bik!"ucap Putri yang kemudian dia pun melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan kediamannya ini.


Akan tetapi sesampainya Putri didepan rumahnya yang lebih tepatnya lagi di jalanan yang tak jauh dari halamannya, ia dibuat terkejut lantaran dari arah kanan dia melihat ada dua pria yang berseragam sama dengan dirinya. Menaiki motor besarnya telah menuju kearah Putri yang berdiri saat ini.


Dengan langkah seribu Putri pun berniat untuk pergi menghindari mereka, tapi semua usahanya itu pun sia-sia saja lantaran mereka berdua yang dari kejauhan melihatnya, mereka pun bergegas langsung menghalanginya tak segan-segan langsung menghadang kan motor mereka dihadapan Putri langsung.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2